Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Dihubungi William


__ADS_3

Bulan pun berganti menjadi tahun, hari sangatlah cepat berlalu. Kini hubungan Yuna dan Jayden sudah terjalin 2 tahun. Kebetulan 3 hari lagi tanggal 14 februari merupakan hari bersejarah bagi Jayden, yakni hari ulangtahunnya dan juga bertepatan dengan hari Valentine. Yuna berkeinginan untuk pergi ke New York sambil memberikan surprise pada kekasihnya itu.


"3 hari lagi kan hari valentine? Dan Jayden juga lahir di tanggal 14 Februari, bagaimana kalau aku pergi kesana buat kasi dia kejutan?" Monolog Yuna.


"Mumpung aku masih libur kuliah. Okelah nanti aku izin dulu sama Mama Papa. Semoga mereka memberikanku izin," ucap Yuna berharap, sudah sangat lama ia ingin mengunjungi Jayden di New York tapi orang tuanya tidak pernah mengizinkannya.


Tiba-tiba ponsel Yuna berdering, saat memeriksa si penelpon, ia mengerutkan keningnya sebab Yuna mendapatkan telepon dari nomor yang tak dikenal bahkan nomor tersebut bukan nomor orang Korea.


Yuna merasa bimbang antara akan mengangkat telpon tersebut atau tidak, tapi karena jiwa penasarannya meronta-ronta, ia pun mengangkatnya.


"Halo ini siapa ya?" tanya Yuna to the point.


"Halo princess, kamu nggak kenal sama suara aku?" tanya si penelpon tapi suaranya sangat familiar di telinga Yuna. Mata Yuna langsung terbelalak sempurna saat mendengar suara dari si penelpon tersebut.


"William!" teriak Yuna heboh.


William tertawa mendengar kehebohan Yuna. Ya lelaki itu kembali menghubungi Yuna setelah sekalian lamanya menghilang.


"Jangan teriak dong Yun, bisa tuli nih telinga aku," canda William.


"Aaaa ini beneran kamu, Will?" tanya Yuna masih tak percaya.


"Iya princess bar-bar ini aku, William Choi," jelas William menekankan namanya.


"Ya ampun William, kamu kemana aja sih? Udah dua tahun lebih kamu menghilang, aku rindu sama kamu," seru Yuna.


"Aku juga rindu padamu, Yuna. Maaf ya baru sekarang aku menghubungi kamu," sesal William.


"Iya gapapa Will, aku ngerti. Oh ya gimana kabar kamu? Gimana kabar Tante Azura? Kamu di berada di negara mana sih? Kok nggak pulang-pulang ke Korea!" tanya Yuna bertubi-tubi saking penasaran tempat keberadaan William dan Azura.


William tersenyum dan geleng-geleng mendengar celotehan Yuna yang tak berubah dari dulu.


"Satu-satu dong tanyanya, kan aku bingung mau jawab yang mana dulu," ucap William greget.


"Hehe sorry-sorry, aku terlalu bersemangat," balas Yuna cengengesan.


"Aku dan Mama baik-baik saja disini, kamu jangan khawatir. Kamu dan keluarga gimana kabarnya disana?" tanya balik William.


"Aku, Mama dan Papa juga baik-baik saja disini. Syukurlah, aku senang sekali dengar kamu dan Tante Azura disana baik-baik saja," ujar Yuna begitu lega mendengar kabar dari orang-orang yang selama ini ia nantikan itu.


"Oh ya, kamu sekarang tinggal di negara mana sih, Will?" tanya Yuna lagi.


"Aku tinggal di China, tepatnya di mansion kakekku," jelas William.


"Setahuku Papa kamu pernah mencari mu kesana, tapi beliau bilang kamu dan Tante Azura nggak ada disana," kata Yuna bingung.

__ADS_1


"Kakek dan Nenekku memang sengaja menyembunyikan aku dan Mama dari Papa. Sering kali Papa ingin menerobos masuk ke mansion kakek, pasti Papa akan di usir secara paksa oleh penjaga-penjaga disini," imbuh William.


Yuna manggut-manggut mengerti, pantas lah jika Papa William tidak bisa bertemu dengan istri pertama dan anaknya.


"Pantas saja Om Wilson nggak menemukan kamu sama Tante Azura disana."


"Oh ya yang aku dengar dari Kakek kalau Jayden pergi ke New York, apa benar?" tanya William mengalihkan topik pembicaraan.


"Iya benar Will, dia disana sedang membantu perusahaan Papanya yang sedang kritis," jelas Yuna.


"Iya seperti itu sih yang aku dengar dari kakek. Tapi kamu tenang aja princess, aku kenal Jayden seperti apa, dia orangnya sangat pekerja keras dan gigih, aku yakin dia pasti cepat menyelesaikan pekerjaannya disana," ucap William menenangkan Yuna.


"Iya William, aku tau."


"Dan kamu nggak usah khawatir, Jayden itu orangnya sangat setia. Dia saja baru punya 1 mantan pacar dalam hidupnya," ucap William membuat Yuna terkejut.


Yuna memang belum mengetahui tentang hal itu, jadi selama hidupnya Jayden hanya berpacaran dengan Sonya saja?


"Hah serius mantan pacarnya Jayden hanya 1? Aku kira dia playboy seperti Felix," timpal Yuna.


"Iya aku serius Yuna, Jayden baru punya 1 mantan dan mantan pacar Jayden itu bernama Sonya. Itu pun mereka putus gara-gara si Sonya selingkuhi Jayden dengan laki-laki lain, padahal mereka sudah pacaran hampir 3 tahun lamanya," jelas William dan Yuna sudah mengetahui cerita itu dari Jayden langsung.


"Ya aku tau cerita itu dari Jayden."


"Apaan Will?" tanya Yuna penasaran.


"Yang pertama, Mama sehat dari penyakitnya dan sudah mulai bisa berbicara."


Yuna sangat senang dan terharu mendengarnya.


"Kamu serius Will? Aku sangat senang mendengarnya, akhirnya Tante Azura sembuh. Asik bisa jalan-jalan ke Mall dong sama Tante Azura, seperti janji aku dulu," ucap Yuna dengan antusias.


William terkekeh mendengar keantusiasan Yuna, "Kamu tenang saja, nanti kalau kami udah pulang ke Korea, kita langsung pergi jalan-jalan ke Mall."


"Aku jadi nggak sabar, terus berita yang kedua apa?"


"Tapi janji ya kamu jangan sampai kaget."


"Ih iya cepetan deh cerita, seneng banget bikin orang penasaran!" desak Yuna. Terdengar hembusan napas panjang dari William sebelum ia kembali bercerita.


"Aku sudah bertunangan, Yun," jelas William.


Yah William telah bertunangan Qiara Zhang, perawat dari Azura. William telah memantapkan hatinya dengan gadis itu. Setelah satu tahun bekerja dengannya, William mulai memiliki perasaan terhadap Qiara, bukan karena sifat Qiara yang mirip dengan Yuna, tapi William benar-benar menyukai Qiara dengan tulus.


Qiara yang juga mempunyai perasaan yang sama pun menerima hati William dan baru 2 bulan lalu mereka memutuskan untuk bertunangan.

__ADS_1


"What? Are you serious?" pekik Yuna yang sangat terkejut.


"Iya aku sangat serius, Yuna."


"Siapakah gadis yang bisa mencuri hati seorang William Choi?" tanya Yuna penasaran.


"Namanya Qiara Zhang, dia adalah suster yang merawat Mama, ketika Mama masih sakit," jelas William.


"Aaaa aku sangat bahagia mendengarnya, akhirnya kamu dapatkan cinta sejati kamu, Will," seru Yuna kegirangan.


"Iya aku sangat bersyukur mendapatkannya," ujar William.


"Kirimin foto tunangan kamu dong Will, aku penasaran nih," pinta Yuna.


"Oke tunggu sebentar, aku kirimkan foto Qiara."


Tak lama notifikasi pesan masuk ke ponsel Yuna, Yuna langsung membukanya. Ia melihat foto seorang gadis cantik yang dikirimkan oleh William.


"Ya ampun calon kakak ipar cantik banget! Ih aku kalah deh!" seru Yuna. William tertawa mendengarnya.


"Kamu ini bisa saja. Kapan-kapan ya aku kenalin ke kamu," ucap William.


"Oke William, apa kamu sekarang udah kerja Will?" tanya Yuna.


"Iya Yuna, sekarang aku udah punya perusahaan sendiri dan aku juga mendirikan sebuah rumah sakit," papar William. Selain perusahaan furniture, William juga mendirikan sebuah rumah sakit.


"Hebat banget kamu, sekarang udah jadi pengusaha muda yang sukses aja," puji Yuna.


"Sudah-sudah jangan dipuji-puji aku lagi, takutnya nanti kepalaku bertambah besar," seloroh William.


"Hahaha kamu ini ada-ada saja," kekeh Yuna.


"Kalau gitu aku mau lanjutin pekerjaan dulu ya Yun?" izin William.


"Iya Will, kamu yang semangat ya kerjanya!"


"Iya princess bar-bar, bye."


"Bye."


Yuna langsung menutup panggilan tersebut lalu tersenyum lega.


"Syukurlah William dan Tante Azura baik-baik aja dan akhirnya William dapatkan cinta sejati disana," gumamnya bahagia.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2