Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Kehancuran hati Alvin


__ADS_3

From +8247-6298-037 :


Aku tunggu kamu di cafe Orchid!


Alvin memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana. Ia membuang nafas pelan, nomor yang tidak di kenal itu selalu mengirimkannya pesan yang mengganggunya, hingga akhirnya dia membuat janji yang disetujui Alvin untuk bertemu di cafe Orchid. Alvin merapikan buku-buku yang berantakan di meja lalu memasukkannya ke dalam tas.


"Kamu mau kemana? Tumben buru - buru, mau ketemu Liora?" tanya Rafael.


Alvin menggelengkan kepalanya, "Nggak, aku mau ketemu seseorang."


"Siapa?"


"Mau tau saja kamu!"


Alvin langsung berdiri dari duduknya dan sedikit berlari menuju luar kelasnya. Alvin sengaja tidak menemui Liora dulu, karena dia ingin segera menemui siapa yang mengirimkannya pesan itu.


Alvin melajukan mobilnya dengan kecepatan yang di atas rata-rata, dia memarkirkan mobilnya di depan cafe Orchid. Alvin segera keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam cafe.


Alvin mengedarkan pandangan untuk mencari seseorang. Tapi ada seorang gadis yang mengunakan pakaian serba hitam melambaikan tangannya kepadanya. Alvin pun langsung menghampiri nya dan langsung duduk di hadapannya.


"Jadi, apa yang mau kamu jelasin ke saya?" tanya Alvin langsung ke point. Gadis itu tersenyum, bukan senyuman manis tetapi senyuman tipis yang menyebalkan.


"Sabar dulu dong, kamu nggak mau pesan minum atau maka--"


"Aku kesini bukan mau makan atau minum. Waktu aku nggak banyak, jadi apa yang kamu mau jelasin," ucap Alvin tegas.


"Oke, fine. Kenalkan nama aku Alice, kamu cukup tau nama aku." Alice mengeluarkan buku yang ada di tasnya. Lalu Alice membuka lembaran pertama.


"Ini orang yang kamu suka? Liora Keanna Choi, benar? Dan kamu mau tau satu fakta nya? Dia sudah menikah dan dia istri dari Zelvin Harell Park," ungkap Alice.


Alvin membulatkan matanya, dia melihat foto yang Alice tunjukan kepada nya. Liora dengan menggunakan pakaian gaun berwarna putih bersama pria di sampingnya. Apakah benar itu Liora? Atau hanya editan saja?


"Kamu nggak percaya?" Alice mengeluarkan ponselnya, dia menunjukan video. "Video ini saat upacara pemberkatan pernikahan dan ini saat pesta pernikahan mereka.


Benarkah? Apakah ini nyata? Alvin benar benar bingung. Jika benar Liora sudah menikah, mengapa Liora setega ini kepada nya? Jika ini salah, untuk apa gadis itu susah susah membuat seperti ini? Alvin tidak mengenali gadis itu.


"Kamu di suruh?" tanya Alvin menatap tajam Alice.


Alice terdiam sejenak, "Ya, aku memang disuruh, kalau kamu tanya siapa yang suruh, aku nggak akan jawab. Aku hanya ingin menyampaikan kebenaran yang gadis kamu sukai."


"Ini--"


"Kamu mau bilang ini editan? Buta ya kamu? Mana ada editan seperti ini!" ucap Alice kesal.


Deg!


Alvin benar benar ingin menemui Liora dan meminta penjelasan kepada gadis itu saat ini. Jika benar semua ini, Alvin bingung harus melakukan apa.


Ini terlalu mendadak dan dirinya akan kecewa kepada Liora. Alvin mengeluarkan ponselnya, dia menelpon Rafael.


"Kelas Liora sudah bubar?" tanya Alvin.


"Sepertinya belum, soalnya si Jennie belum keluar dari tadi aku tungguin," jelas Rafael.


TUT!

__ADS_1


Alvin mematikan ponselnya, dia bangkit dari duduknya dan keluar dari cafe. Alvin masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke arah kampus.


Perasaan Alvin campur aduk, dia tidak tahu apa yang dia rasakan. Kecewa, marah, sakit, semua menjadi satu jika itu semua benar.


Alvin mengerem mendadak mobilnya ketika melihat Liora berjalan sendirian menuju halte. Alvin memarkirkan mobilnya dan segera keluar dari mobilnya, Alvin berjalan untuk menghampiri Liora.


"Alvin?" beo Liora, ia langsung tersenyum sangat manis saat Alvin menghampirinya.


"Kamu--"


Omongan Liora berhenti ketika Alvin memegang pundaknya dengan sangat keras. "Liora, jawab aku dengan jujur. Benar kamu sudah menikah?" tanya Alvin.


Liora membulatkan matanya, tiba-tiba saja jantungnya berdetak sangat kencang. Ada apa ini?


"Liora..." panggil Alvin


"Alvin--"


"Liora!"


Liora membulatkan matanya, Zelvin? Pria itu memanggilnya. Liora mengerjapkan matanya, dia menatap Alvin, dari tatapan Alvin, Liora bisa melihat ketakutan. Bukan Alvin saja, Liora juga sama, dia takut sesuatu yang tidak dia harapkan terjadi saat ini.


"Al--"


"Liora, ayo cepat kita akan jemput Emmanuel!" ajak Zelvin.


"Alvin--"


"Anda siapa?" tanya Alvin memotong ucapan Liora. Alvin menatap pria yang menggunakan pakaian formal di hadapannya, Alvin berusaha untuk mengingat wajah pria itu karena dia merasa pernah melihat wajah itu.


Deg!


Liora menatap Alvin, dia tidak siap untuk kehilangan Alvin. Alvin menatap Liora, dia menggelengkan kepalanya.


Emosi. Lebih tepatnya Alvin emosi kepada dirinya sendiri, dia sudah mengetahui satu fakta besar dari Liora, tapi dia tidak bisa membenci gadis di hadapannya. Bodoh! Alvin sangat bodoh. Mengapa dia merasa sakit yang luar biasa di dadanya? Alvin benci hal ini.


Tangannya yang masih berada di pundak Liora, dengan cepat ia hempaskan dari tubuh Liora, sehingga sedikit mendorong tubuh Liora. Andai saja Zelvin tidak menangkap tubuh Liora, mungkin gadis itu akan terjatuh. "Ternyata ini benar? Kamu udah nikah?" tanya Alvin sekali lagi untuk memastikannya.


Tidak mendapatkan jawaban dari Liora, membuat Alvin tersenyum sinis. "Berapa kamu dibayar sama pria ini, Lio?"


BUGH!


Zelvin melayangkan tinjuan kepada Alvin, "Jaga mulut anda!"


Alvin tersenyum sinis, "Makan tuh pria, dasar gadis munafik!" ucap Alvin sebelum meninggalkan Liora.


Liora duduk, lutut nya sangat lemas untuk berdiri. Mengapa ini semua  terbongkar dengan cepat? Kemarin dirinya dan Alvin masih baik baik saja, mengapa sekarang Alvin bisa mengetahui ini semua? Siapa yang memberitahu Alvin. Liora menutup wajahnya dengan telapak tangannya, dia menangis.


"Liora," panggil Zelvin. Ia menatap Liora yang menangis, dia mengusap kepala Liora.


"Sudah. Saya benci gadis cengeng. Cepat masuk mobil!" ucap Zelvin tegas. Dia berjalan meninggalkan Liora untuk masuk ke dalam mobil.


Liora bergetar, entah mengapa dia benar benar merasa sakit. Liora ingin menjerit, dia tidak ingin melihat Alvin yang kecewa seperti tadi. Dia benci tatapan Alvin seperti itu.


'Alvin, maafkan aku,' batin Liora.

__ADS_1


Liora menghapus air matanya, dia berdiri dari duduknya dan masuk ke dalam mobil Zelvin.


...****************...


"Daddy!"


Emmanuel menatap heran Liora yang tidak turun dari mobil, biasanya ketika Zelvin menjemput Emmanuel bersama Liora, Liora selalu ikut turun. Tapi kini, Emmanuel melihat Liora duduk di jok belakang sambil melamun.


"Daddy nggak pergi bekerja?" tanya Emmanuel.


"Kerja," jawab Zelvin dan selalu saja singkat.


"Kenapa bukan pak Patrick yang jemput aku, Dad?"


"Cepat masuk mobil, jangan banyak tanya!"


Emmanuel masuk ke dalam mobil, dia duduk di jok depan, tapi matanya fokus ke belakang dimana Liora duduk. Emmanuel mengerutkan keningnya, mengapa Liora diam saja?


Mobil Zelvin melaju, tatapan Liora fokus ke jalan. Untuk hari ini, Liora benar benar merasa sakit. Alvin. Pria itu yang selalu menguatkannya tapi kini tidak ada lagi. Alvin, pria yang selalu menanyakan kabarnya. Alvin, pria yang selalu mementingkan kebahagiaannya.


Liora mengeluarkan ponselnya, dia mencari nama Alvin di kontaknya.


To Alvin :


Alvin, maafkan aku.


Setelah pesan terkirim kepada Alvin, Liora kembali memasukkan ponselnya dan memejamkan matanya.


"Mommy?"


Liora langsung memeluk wanita cantik yang sedang duduk di ruang tamu bersama Daddy-nya. Liora memeluk erat Yuna, menumpahkan perasaan sakit yang hari ini dia rasakan. Ternyata, alasan Zelvin menjemputnya adalah karena ada orang tuanya, pasti Zelvin tidak ingin namanya menjadi jelek.


"Sayang, kenapa kamu nangis hem?" tanya Yuna lembut sambil mengelus rambut Liora. Liora melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.


Liora menggelengkan kepalanya, "Aku rindu Mommy saja, sudah lama Mommy nggak temui aku," keluh Liora sambil memanyunkan bibirnya.


Yuna terkekeh, "Sudah punya suami, masih saja cengeng. Gimana kabar kamu, nak?"


"Sangat baik, Mommy sama Daddy gimana kabarnya?"


"Kita baik sayang," jawab Jayden.


"Zelvin, gimana kabarmu, nak?" tanya Yuna kepada Zelvin yang duduk di sofa.


"Baik, Mom."


Yuna mengangguk, "Jadi Mommy kesini mau kunjungi kalian sebentar, soalnya Mommy dan Daddy akan ke London, ada yang harus Daddy selesaikan disana. Mungkin sebentar lagi kami akan ke London," jelas Yuna.


"Kenapa sebentar, Mom?" tanya Liora.


"Karena habis dari London lusanya kami sudah harus di Amsterdam, terus kami juga harus cepat-cepat terus balik dari New York," jawab Jayden.


"Memangnya ada apa?" tanya Liora.


"Iya soalnya adik kamu ada upacara kelulusan di sekolahnya," jawab Yuna. Liora hanya manggut-manggut, walaupun ia sangat ingin ikut melihat upacara kelulusan adiknya, Giovanno. Tapi sekarang dirinya sangat sibuk menyelesaikan skripsinya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2