Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Ungkapan Hati Jayden


__ADS_3

Ketika Yuna dan Jayden sudah berada di dalam mobil, hanya keheningan yang tercipta disana. Mata Jayden tak sengaja melirik ke arah paha Yuna yang sedikit terekspos, ia hanya bisa menghela napas dan mengulurkan tangannya ke belakang untuk mengambil jaketnya.


"Nih pakai buat nutupin paha kamu," ucap Jayden memberikan jaketnya pada Yuna.


Yuna pun langsung mengambil jaket tersebut dari tangan Jayden.


"Thanks," balas Yuna singkat.


"Kamu seneng banget sih pakai rok pendek kayak gitu," ucap Jayden tak suka.


"Emangnya kenapa kalau aku pake rok pendek kayak gini?" tanya Yuna sewot.


"Kamu nanti bisa jadi incaran para lelaki berotak mesum tau nggak!" kesal Jayden tak suka jika laki-laki memandang 'gadisnya' dengan tatapan mesum, ia sudah mengklaim Yuna adalah miliknya.


"Ya kamu salah satunya laki-laki berotak mesum itu!" balas Yuna ketus.


"Enak aja aku dikira laki-laki mesum. Kalau benar aku laki-laki mesum, udah aku perkosa kamu sekarang!" ucap Jayden tak terima dikatakan laki-laki mesum. Yuna langsung melotot kan matanya ke arah Jayden.


"Jangan macam-macam ya kamu!"


"Tenang aja aku bakal perkosa kamu pas kita udah nikah nanti kok," balas Jayden tersenyum menyeringai.


"Dih amit-amit," gumam Yuna bergidik mendengar ucapan Jayden tadi.


"Udah deh sekarang kita berangkat, nanti aku bisa telat!" ucap Yuna ketus. Jayden mendengus sebal.


"Iya nggak sabaran banget sih."


Jayden pun segera melajukan mobilnya, sebelum singa betina disampingnya mengaum dan menerkamnya.


Di perjalanan hanya keheningan yang kembali menerpa mereka, namun beberapa saat kemudian tiba-tiba Yuna membuka suaranya.


"Oh ya kamu itu apa-apaan sih, pergi ke mansion aku, mana mengendap-endap segala lagi!" ucap Yuna kesal.


Jayden hanya diam tanpa menanggapi ucapan dari Yuna sambil tetap fokus mengemudikan mobilnya, walaupun begitu telinga Jayden mendengarkan celotehan dari bibir Yuna.


"Oh ya satu hal lagi, jadi selama ini yang ngirim bunga itu kamu? Ngapain sih kamu pakai ngirim-ngirim bunga segala. Cih, nggak gentle banget!" cibir Yuna mengejek kelakuan Jayden.


"Maksud kamu apa ngomong kalau aku nggak gentle?" ucap Jayden tak terima.


"Ya setiap kali kamu ngirim bunga ke aku itu selalu nggak pakai nama pengirim, apa itu namanya kalau bukan nggak gentle?!" balas Yuna sinis.

__ADS_1


"Coba aja kamu pikir, kalau ngirim pakai nama itu kampungan tau nggak sih! Udah deh, aku udah minta maaf kan sama kamu," balas Jayden kesal mendengar cibiran Yuna.


"Eh kamu itu gimana sih pikir dong, gimana coba aku tau kalau kamu minta maaf? Orang nggak ada nama pengirimnya, gimana sih kamu?! Dasar cowok aneh!" Lagi-lagi Yuna mencibir laki-laki disampingnya ini.


"Kamu itu yang aneh. Udah jelas-jelas aku minta maaf, masih aja marah-marah sama aku! Aku itu udah ada niat baik ya untuk minta maaf sama kamu," ucap Jayden dengan nada suaranya yang sedikit meninggi.


"Udah deh yang penting sekarang kamu mau maafin aku apa nggak?" lanjut Jayden.


"Enak aja kamu! Nggak segampang itu kali!" ucap Yuna belum bisa memaafkan Jayden begitu saja.


Jayden berdecak kesal, lalu ia mengencangkan laju mobilnya karena emosinya kini sudah berada di ubun-ubun karena ucapan Yuna tadi.


"Eh kamu gila ya! Kamu mau bikin aku mati apa?!" kesal Yuna sambil memegang erat sabuk pengamannya.


"Jangan ngebut-ngebut Jayden!" teriak Yuna.


Jayden hanya diam tanpa menanggapi ucapan dari Yuna dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Jayden jangan gila deh!"


"Diam Yuna, kalau nggak mau aku perkosa sekarang!" ancam Jayden. Bibir Yuna langsung merapat mendengar ucapan Jayden yang menurutnya tidak seperti orang bercanda itu.


"Heh kamu mau bikin aku jantungan ya? Memang laki-laki gila ya kamu!" kesal Yuna sambil memukul kap mobil depan Jayden.


Yuna pergi meninggalkan Jayden, namun dengan cepat Jayden mengejarnya.


"Yuna tunggu!" Jayden mencegat tangan Yuna.


"Lepasin tangan aku, Jayden!" Yuna menghempaskan tangan Jayden.


"Tunggu, Yuna."


Jayden terus mengejar Yuna, walaupun gadis itu kini sudah berada di dalam gedung kampus.


"Yuna berhenti!" teriak Jayden, tapi Yuna menghiraukannya.


"Yuna tunggu, please dengarkan aku dulu," ucap Jayden memegang tangan Yuna.


"Apaan sih kamu!" Yuna menghempaskan tangan Jayden.


"Aku mau ngomongin sesuatu ke kamu," ucap Jayden dengan wajah memelas.

__ADS_1


"Nggak!" tolak Yuna mentah-mentah, ia berjalan cepat agar terhindar dari kejaran Jayden.


"Yuna aku suka sama kamu!" teriak Jayden.


Teriakan Jayden membuat Yuna langsung diam dan mematung di tempat.


"Aku cinta sama kamu, Yuna!" teriak Jayden lagi.


DEG!


Jantung Yuna berdebar kencang mendengar pengakuan dari Jayden.


Semua mahasiswa yang memang berada disana sangat terkejut mendengar pengakuan dari penguasa Imperial College tersebut. Tak terkecuali member D'Warlords lainnya, Jessie Deana dan Kenzo yang juga berada disana tak kalah terkejutnya dan sampai melongo mendengar pengakuan Jayden.


"Kok Jayden tiba-tiba bilang suka dan cinta sama aku? Dia beneran nggak ya kali ini? Nggak! Kali ini aku nggak bakal bisa di bohongi lagi! Sekarang saatnya pembalasan dari aku!" tekad Yuna yang ingin membalas perbuatan Jayden yang dulu terhadapnya.


Yuna langsung berbalik ke arah Jayden.


"Memang kamu pikir dengan kamu nyatakan cinta ke aku, aku bakal terima kamu?" tanya Yuna sinis.


"Nggak, Jayden. Nggak semudah itu aku percaya sama kamu lagi. Sekarang kamu rasakan gimana jadi aku, yang dipermalukan di depan banyak orang, gimana nggak enak kan? Dan ini adalah pembalasan aku buat kamu!" sarkas Yuna, walaupun dihatinya sedikit tidak tega, apalagi ketika melihat wajah Jayden yang terlihat sendu. Setelah mengatakan itu Yuna langsung berlari pergi entah kemana sambil menahan air matanya yang akan terjatuh.


"Yuna tungguin kita," teriak Deana mengejar Yuna dan diikuti oleh Kenzo.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2