
Liora terkejut. Jantungnya tiba tiba saja berdebar dengan sangat kencang disaat ia melihat Zelvin yang sedang duduk di sofa dengan tatapannya yang sangat tajam dan memberikan suasana yang mendadak menjadi dingin. Liora meremas ujung baju nya, dengan langkah pelan dia berjalan menghampiri Zelvin.
"Kak Zelvin, s-sudah pulang kerja?" tanya Liora dengan gugup Zelvin menurunkan kaki nya dari meja, dia berdiri dari duduknya.
Zelvin menatap Liora dari bawah hingga atas, wajah gadis itu masih pucat. "Siapa yang mengizinkanmu pergi kuliah?" tanya Zelvin.
Liora menundukkan kepalanya, "Maaf, kak. Tapi, aku harus mengejar materi yang tertinggal."
Zelvin berdesis, "Materi yang tertinggal atau ingin bertemu dengan kekasihmu?" sinis Zelvin.
DEG!
Liora menatap Zelvin. Apakah Zelvin tadi melihatnya dengan Alvin? Kini Liora semakin takut, entah hal apa yang ditakuti oleh Liora, tapi dia benar benar merasa takut.
Zelvin mengapit pipi Liora dengan kedua jarinya, memaksakan gadis itu untuk mendongak menatap matanya. Tangannya terkepal erat dan rahangnya mengeras menandakan bahwa dia sedang emosi. "Kamu tahu apa itu arti pernikahan? Saya tahu pernikahan ini tanpa ada cinta sedikitpun. Tapi apakah kamu mengerti status kamu? Kamu adalah istri saya, Keanna. Apakah pantas seorang istri berhubungan dengan pria lain?"
Liora seketika menangis. Jari Zelvin sangat sakit di pipinya, Liora yakin ini pasti akan memerah. Zelvin merasa air mata Liora membasahi jarinya, dia melepaskan tangannya dari pipi Liora dengan kasar.
"Sekarang kamu masuk kamar!"
Liora mengangguk pasrah masuk ke dalam kamarnya dengan berlinang air mata.
TOK! TOK!
Emmanuel mengetuk pintu kamar Liora sambil membawa surat yang diberikan oleh guru di sekolahnya. Berkali-kali Emmanuel mengetuk kamar Liora, akhirnya pintu terbuka, menampilkan Liora yang sepertinya baru bangun tidur.
Liora menarik bibirnya untuk tersenyum manis ketika melihat Emmanuel berdiri di pintu kamarnya. "Emmanuel? Ada apa?" tanya Liora sambil mengelus rambut halus Emmanuel.
Emmanuel mengangkat kertas yang dibawa nya lalu menyodorkannya ke arah Liora. "Dari bu guru."
Liora pun mengambil surat itu.
"Apa ini? Surat cinta ya?" gurau Liora sambil membuka surat itu. Ternyata kertas itu berisi undangan untuk hari ibu. Liora menatap Emmanuel.
"Aku mau Tante datang ke sekolah sebagai Ibu aku. Aku nggak mau dihina teman-temanku," ungkap Emmanuel.
Liora berjongkok, untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Emmanuel. Liora tersenyum. "Tanpa kamu meminta pun, Tante akan datang ke sekolah kamu. Lusa kan acaranya? Pokoknya Tante akan datang," ucapnya dengan lembut.
Emmanuel mengangguk, "Terima kasih."
"Kostumnya bebas atau gimana?" tanya Liora.
"Liat saja di kertasnya," suruh Emmanuel.
Liora kembali melihat kertas, lalu mengangguk. "Kostumnya bebas. Nanti Tante akan cari pakaian couple untuk kita, biar serasi. Kamu setuju?"
"Terserah," jawab Emmanuel singkat.
"Kamu mau ikut tante ketemu Oma Krystal? Dia baik, siapa tahu dia bisa bantu kita."
Emmanuel mengangguk. "Nanti akan ada lomba, Tante harus datang sebelum acaranya dimulai."
"Itu sih bisa diatur. Sekarang kita ketemu Oma Krystal dulu ya?"
"Bukannya Tante lagi sakit?" tanya Emmanuel.
Liora tersenyum, "Tante sudah sehat, tadi baru minum obat, sekarang udah mendingan."
"Ayo!"
"Tunggu ya, Tante siap siap dulu, mau masuk?"
__ADS_1
Emmanuel menggelengkan kepalanya, "Aku tunggu di depan."
Liora hanya mengangguk mengiyakan Emmanuel.
"Kalian mau kemana?" tanya Zelvin melihat Liora dan Emmanuel yang menggunakan pakaian rapi.
"Aku sama Emmanuel mau ke butiknya tante Krystal." jawab Liora.
"Mau ngapain?"
"Lusa disekolah Emmanuel akan diadakan acara hari ibu, aku akan datang ke sekolah Emmanuel. Jadi kita mau ke butik tante Krystal buat nyari pakaian couple buat nanti."
"Nggak usah."
"Kenapa?"
"Kamu nggak perlu datang."
"Iya, kenapa?"
"Kamu bukan Ibu Emmanuel!"
Deg!
Liora mengulum bibirnya untuk tidak memasukan hati ucapan Zelvin.
"Tapikan, kasian Emmanuel."
"Saya yang akan datang."
"Tapi kan itu acara Ibu bukan, Ayah."
"Saya yang merawat Emmanuel bukan kamu!"
"Daddy..."
Zelvin menatap wajah Liora dan Emmanuel bergantian, mereka kompak memasang wajah melas.
"Oke s?aya antar," putus Zelvin.
"Hah?" beo Liora.
...****************...
"Liora!"
"Tante Krystal!"
Liora dan Krystal saling berpelukan, melepas kerinduan mereka. Krystal mengusap punggung Liora, dari pelukan ini, Krystal bisa mengetahui perubahan tubuh Liora. Liora terlihat semakin kurus. Krystal melepaskan pelukannya, dia mengusap wajah Liora sambil memberikan senyuman manisnya.
"Apa kabar, sayang? Makin cantik saja, nggak rindu sama tante?"
Liora tersenyum, "Baik, Tante. Aku rindu banget sama Tante, makanya datang ke butik."
"Kamu datang kesini sama siapa?" tanya Krystal.
"Sama suami aku dan anak aku."
"Anak? Dimana mereka?"
"Diluar, Tante mau lihat?"
__ADS_1
Krystal mengangguk.
Mereka berjalan keluar dari ruangan Krystal, lalu melangkahkan kakinya menuju ruang tunggu.
"Emmanuel, kenalin ini Oma Krystal," ucap Liora
Emmanuel mengangguk. Krystal menatap Liora, Liora membalasnya dengan anggukan.
"Kamu tampan sekali sih, jadi nama kamu Emmanuel? Nama yang bagus," puji Krystal.
Lalu Krystal menatap dan tersenyum kepada Zelvin.
"Zelvin, apa kabar?"
Zelvin mengangguk, "Baik."
Krystal sudah tahu karakter Zelvin yang memang terlihat cuek dan dingin.
"Tante aku kesini mau lihat baju couple ibu dan anak untuk hari ibu nanti," tutur Liora.
"Oh begitu, ya sudah ayo ikut Tante."
Liora dan Emmanuel memilih milih baju yang cocok untuk dipakai nanti, tidak lebih tepatnya Liora yang sangat bersemangat memilih pakaian. Zelvin hanya memantau pergerakan mereka. Zelvin melihat antusias Liora untuk acara Emmanuel.
Setelah mendapatkan pakaian yang cocok, mereka langsung pamit dan akan pulang karena hari sudah sore.
"Kak Zelvin, makan sushi yuk?" ajak Liora.
Zelvin terdiam Liora menatap Emmanuel yang duduk disebelahnya, "Nuel, kamu mau sushi nggak? Mau kan?" tanya Liora.
Emmanuel hanya mengangguk.
"Kak, Emmanuel juga mau sushi. Boleh?"
"Iya," jawab Zelvin.
"Yes!"
Sushi adalah makanan favorit Emmanuel. Alasan Zelvin mengiyakannya karena Emmanuel, ia tahu putra nya itu sangat menyukai sushi. Dan sudah lama dia tidak makan sushi lagi. Zelvin memberhentikan mobilnya di restoran jepang. Mereka masuk ke dalam dan duduk di dekat jendela yang mengarah ke jalan. Pelayan membawakan buku menu dan Zelvin memesannya.
Tak kunjung lama, pelayan membawakan pesanan mereka. Mereka makan dengan keadaan hening.
"Enak banget," puji Liora.
Zelvin menatap Liora, tangannya terulur untuk mengusap saus yang ada di ujung bibir Liora. "Berhenti berbicara, makan yang benar," ucap Zelvin tegas membuat Liora seketika mematung, tapi detik kemudian dia mengangguk.
Setelah selesai makan, mereka langsung pulang. Diperjalanan pulang, suasana mobil di berisik kan oleh ocehan Liora yang berusaha mengajak Emmanuel berbicara.
"Nuel, kamu mau Daddy ke acara nanti?" bisik Liora. Emmanuel menatap Liora dengan tatapan serius, Emmanuel mengangguk kecil.
"Tante akan berusaha buat Daddy kamu ikut," bisik Liora sambil tersenyum membuat Emmanuel ikut tersenyum.
Liora terkejut dengan senyuman Emmanuel. "ASTAGA!" jerit Liora.
CIT!
Zelvin reflek mengerem mobil nya karena terkejut mendengar jeritan Liora. Zelvin memutarkan badannya, menatap jok belakang dimana Liora dan Emmanuel duduk. "Ada apa?"
"Aku kaget liat Emmanuel senyum, Kak. Dia sangat tampan kalau tersenyum," ucap Liora antusias.
Zelvin menatap Liora dengan tatapan tidak percaya, benarkah gadis itu menjerit karena itu? Astaga. Zelvin kembali menginjak gas.
__ADS_1
"Nuel, senyum kamu bagus, Tante suka," puji Liora.
...----------------...