
Setelah selesai dari kamar mandi Jayden langsung keluar dari kamar Yuna dan turun menuju ke ruang makan.
"Eh nak Jayden, ayo sini kita sarapan," ajak Jasmine. Disana Yuna hanya memasang wajah masamnya.
"Iya Tante makasih," ucap Jayden duduk di hadapan Yuna.
"Kamu mau sarapan apa roti, oatmeal atau waffle?" tanya Jasmine pada Jayden. Begitulah Jasmine selalu baik hati dan ramah kepada siapapun, Deana dan Kenzo pun sampai betah jika sudah berada di mansion Yuna.
"Oatmeal aja Tan, biasanya aku sarapan pake itu kalau di rumah."
"Oh gitu, ini oatmeal buat kamu, Tante yang buat sendiri." Jasmine menaruh semangkuk oatmeal di depan Jayden.
"Itu namanya oatmeal peanut butter jelly. Ini salah satu oatmeal kesukaannya Yuna loh nak," ucap Jasmine.
"Wah beneran Tan?" tanya Jayden.
"lya beneran nak, coba tanya Yuna," jawab Jasmine. Jayden menatap Yuna, yang ditatap hanya acuh dan fokus sama makanannya. Jayden tersenyum tipis sedangkan Jasmine menggelengkan kepalanya melihat Yuna.
"Oh ya Tan, dari tadi kok aku nggak liat Papanya Yuna ya? Apa sudah pergi bekerja?" tanya Jayden.
"Oh Papanya Yuna lagi perjalanan bisnis ke Bangkok, sudah 3 hari papanya disana," jela Jasmine. Jayden manggut-manggut mengerti.
"Oh gitu Tan, pantesan aku nggak liat Papanya Yuna."
Yuna jengah melihat Jayden yang sok dekat dengan Mamanya itu, untung saja dia baik kalau tidak mungkin Jayden akan Yuna usir dari mansion nya.
"Ayo di makan oatmeal nya, semoga kamu suka ya nak," ucap Jasmine.
"Iya Tan." Jayden mencoba memakan oatmeal buatan Jasmine tersebut.
"Gimana nak? Enak nggak?" tanya Jasmine.
"Ini enak banget Tan, sumpah nggak bohong," jawab Jayden antusias.
"Syukur deh kalau kamu suka nak," ucap Jasmine tersenyum.
Yuna memicingkan mata. 'Aneh ya, kok aku ngerasa Jayden agak beda banget hari ini. Apa ada sesuatu di balik ini semua?' batinnya bertanya-tanya.
Di sela-sela mereka sarapan, Jasmine membuka suaranya. "Oh ya, nak Jayden."
__ADS_1
"Kenapa Tan?" tanya Jayden.
"Nanti kamu ke kampus?" tanya balik Jasmine.
"Kayaknya sih nggak Tan, hari ini aku pergi ke kantor soalnya ada meeting penting. Emangnya kenapa ya Tan?" tanya Jayden penasaran.
"Tante kira hari ini nak Jayden mau ke kampus. Biar samaan gitu ke kampusnya sama Yuna," jelas Jasmine.
"Ih Mama, nanti aku di antar sama pak Paul aja!" sahut Yuna tak terima dengan ucapan mamanya tadi. Tidak bisa dibayangkan nantinya akan seperti apa jika dirinya semobil dengan Jayden.
Mama hari ini mau ke cabang butik Mama yang ada di kota D, jadi Mama suruh pak Paul yang anterin Mama kesana. Kalau Papa tau Mama pergi ke luar kota nyetir mobil sendirian, bisa-bisa Mama nanti dimarahi sama Papa," jelas Jasmine agar putrinya itu mengerti.
Yuna menghela napas. "Ya sudah nanti Yuna naik bis aja."
"Jangan dong nak, Mama itu paling nggak suka kalau kamu naik bis!" ucap Jasmine.
"Nggak usah naik bis Yun, nanti biar aku aja yang anter kamu ke kampus. Jugaan searah sama kantor aku," timpal Jayden, tentu saja dia senang jika semobil dengan Yuna, jadi nanti Jayden bisa berduaan dengan gadis itu.
"Nggak usah kamu bisa telat meeting nya nanti, biar aku cari taksi aja." Yuna kekeh tak ingin diantar oleh Jayden.
"Gapapa Yuna, pokoknya nanti aku anter kamu ke kampus." Jayden juga kekeh ingin mengantar Yuna ke kampus.
Yuna menghela napas panjang. "Iya deh Ma," pasrahnya.
Jayden pun langsung menampilkan senyum kemenangan di wajahnya sampai-sampai lesung pipinya jelas terlihat.
"Kamu nggak mandi dulu nak?" tanya Jasmine pada Jayden.
"Nanti saja di kantor aku mandinya, Tan."
"Gapapa mandi disini aja nak, nanti kamu pakai kamar mandi yang ada di kamar Yuna aja nak," ucap Jasmine menyuruh Jayden untuk mandi. Ucapan Jasmine tadi membuat Yuna melotot kek arahnya. Namun Jasmine menghiraukan tatapan dari putrinya itu.
'Ih ngapain sih Mama suruh Jayden mandi di kamar mandi aku. Padahal kan kamar mandi di mansion ini banyak,' batin Yuna kesal.
"Baiklah, kalau gitu aku mau ambil baju ganti di mobil dulu Tan," balas Jayden. Jasmine hanya tersenyum dan mengangguk.
Jayden beranjak dari kursi makan, ia melangkahkan kakinya keluar ke halaman depan menelpon bodyguardnya, untuk memasukkan mobilnya ke dalam halaman mansion orang tua Yuna.
Setelah mengambil pakaian ganti di mobilnya, Jayden langsung pergi menuju ke kamar Yuna dan bergegas mandi.
__ADS_1
Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk Jayden mandi sekaligus mengenakan pakaian kerjanya.
Setelah itu Jayden keluar dari kamar Yuna dan langsung turun menuju ke ruang keluarga.
Yuna melihat Jayden datang itu langsung terpana dengan penampilan laki-laki itu yang mengenakan setelan kerjanya, menurutnya penampilan Jayden pagi itu sangat lah berbeda dengan penampilan Jayden biasanya.
"Nak Jayden tampan sekali ya sayang?" goda Jasmine pada putrinya.
"Ih apaan sih Ma," ucap Yuna sedikit malu.
"Maaf lama," ucap Jayden.
"Iya gapapa nak, kalau gitu kalian berangkat gih," titah Jasmine pada Yuna dan Jayden. Kedua sejoli itu hanya mengangguk.
"Ya udah Yuna berangkat dulu Ma," pamit Yuna mencium pipi mamanya.
"Iya nak. Kalian berdua hati-hati di jalan ya?"
"Siap Tan."
Yuna dan Jayden pun berjalan beriringan menuju depan mansion, setelah itu mereka berdua masuk ke dalam mobil Jayden yang memang sudah terparkir apik di depan halaman mansion tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued.
...----------------...
__ADS_1