Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Yuna di culik?


__ADS_3

Seminggu sebelum pemberkatan pernikahan, Yuna mengajak Krystal berjalan-jalan ke Mall dan ke salon kecantikan untuk mempercantik diri sebelum hari pernikahannya. Dengan senang hati, Krystal pun menyetujui ajakan kakak sepupunya itu.


Setelah puas berbelanja dan mempercantik diri di salon, Krystal meminta Yuna mengantarnya ke minimarket membeli kebutuhan wanita.


Sementara itu Yuna memilih menunggu Krystal di kursi depan yang tersedia di minimarket tersebut. Tiba-tiba saja seseorang membekap mulut Yuna dari belakang dengan sebuah sapu tangan. Yuna ingin berteriak tapi tidak bisa, lama kelamaan mata Yuna mulai terpejam mungkin efek obat bius dari sapu tangan tersebut.


Lalu orang itu dibantu temannya membawa Yuna ke dalam mobil. Krystal melihat kejadian itu sangat syok dan sontak berteriak minta tolong sambil berlari keluar dari minimarket tersebut.


"Tolong!!!" teriak Krystal panik melihat Yuna yang dibawa oleh dua pria berbadan besar itu masuk ke dalam mobil, bahkan ia mengejar mobil orang yang menculik Yuna, tapi sayang Krystal tak bisa mengejarnya.


Orang-orang berbondong-bondong menghampiri Krystal.


"Anda kenapa Nona?" tanya salah satu orang.


"Kakak saya di culik pak," ucap Krystal sambil menangis. Panik, syok, gelisah dan khawatir bercampur jadi satu.


"Biar saya bantu telpon polisi," ucap salah satu warga.


Krystal hanya mengangguk lemas seakan suaranya tidak bisa keluarkan mencoba menelpon Jayden, tak lama Jayden mengangkat telponnya.


"Halo Krys, ada apa?" tanya Jayden.


"Kak Yuna... Kak..." Napas Krystal tercekat, rasanya sangat susah untuk mengatakan itu pada Jayden.


"Yuna kenapa, Krys?" tanya Jayden yang mulai berpikiran negatif, apalagi mendengar suara Krystal seperti orang yang sedang menangis.


"Kak Yuna di culik, Kak," ucap Krystal semakin kencang menangis.


Jayden yang mendengar itu sontak sangat terkejut dan bahkan jantungnya seperti berhenti berdetak untuk beberapa detik, tubuhnya pun merasa lemas.


"Kamu bercanda kan, Krys?" tanya Jayden.


"Aku nggak bercanda kak, please cari kak Yuna," ucap Krystal dengan napas terputus-putus.


"Kamu sekarang ada dimana?"


"Di jalan Xxx," jawab Krystal. Jayden langsung mematikan sambungan telepon.


JCH GROUP.


Jayden teringat dengan kalung yang dikenakan Yuna pemberian darinya berisi GPS, untung saja ia kepikiran sampai harus menaruh sebuah GPS di kalung calon istrinya.

__ADS_1


"Robert!" teriak Jayden memanggil asisten pribadinya.


Robert yang mendengar teriakan atasannya langsung lari tergesa-gesa menuju ke ruangan Jayden.


"Ada apa Tuan?" tanya Robert.


"Tolong kamu kerahkan semua anak buah saya untuk mencari keberadaan calon istri saya!" perintah Jayden.


"Maaf kalau saya lancang bertanya, memang nona Yuna kenapa Tuan?" tanya Robert lagi.


"Yuna di culik," ucap Jayden dengan rahang mengetat dan tangan mengepal. Ia yakin sepertinya ada musuh yang ingin bermain-main dengannya.


"Apa! Baik Tuan akan segera saya laksanakan!" ucap Robert terkejut, tapi sedetik kemudian ia merubah ekspresi wajahnya. Robert keluar dari ruangan Jayden dan melakukan tugas yang Jayden perintahkan kepada dirinya tadi.


Jayden mengotak-atik laptopnya, mencari titik keberadaan Yuna dari GPS yang tertanam di kalung gadis itu.


BINGO!


Jayden langsung menemukan keberadaan Yuna. Ia memperbesar peta lokasi tempat calon istrinya itu berada, ternyata Yuna berada di sebuah gedung bekas pabrik ban yang sudah tidak beroperasi lagi.


Jayden mengambil ponsel dan kunci mobilnya, lalu berjalan dengan cepat keluar dari ruangannya.


Di dalam sebuah gedung kosong seorang gadis cantik tengah berdiri dan di ikat pada sebuah tiang penyangga disana. Gadis itu tak lain adalah Yuna. Yuna pun membuka matanya dengan perlahan.


"Kok aku diikat seperti ini." Yuna memberontak ingin melepas tali yang mengikatnya, tapi tidak bisa karena tali itu terikat kencang.


"Tolong lepaskan aku!" teriak Yuna. Teriakan gadis itu membuat atensi tiga pria yang menculik Yuna segera menghampirinya.


"Ada apa teriak-teriak?" ucap pria berkepala plontos dengan suara tegasnya.


"Lepaskan aku, brengsek!" bentak Yuna sambil mengumpat tiga pria di hadapannya itu.


"Wah mulut gadis ini perlu di beri pelajaran bos," ucap pria bertubuh kurus, ia yang membekap mulut Yuna tadi.


Tiba-tiba terdengar suara langkah seseorang menuju ke arah Yuna.


"Orang yang boleh memberikan dia hukuman adalah saya!" ucap orang itu tegas membuat ketiga orang penjahat itu hormat dan meninggalkan Yuna bersama orang yang datang tadi.


"Kamu siapa? Kenapa kamu menculik saya?" tanya Yuna. Ia menatap seorang laki-laki tampan menggunakan pakaian casual, baju kaos dipadukan jaket dan celana jeans. Yuna pernah melihat laki-laki ini, tapi entah dimana.


"Kamu lupa denganku Yuna Kim?" tanya laki-laki itu tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Aku nggak tau siapa kamu dan alasan kamu menculik saya itu apa hah?!"


"Oke akan aku ingatkan kamu kembali, aku Alex, senior kamu di Imperial College yang selalu bergaya culun itu," jelasnya. Alex adalah lelaki culun yang pernah beberapa kali menyapa Yuna (episode 5).


"Alex?" gumam Yuna berpikir keras siapa laki-laki yang di depannya ini.


"Jadi kamu ..." ucapan Yuna tergantung.


"Ya kamu benar sekali," ucap Alex tersenyum miring. Penampilan Alex benar-benar berbeda membuat Yuna tidak mengenalinya sama sekali, tanpa rambut klimis dan kacamata besar yang menghiasi matanya.


"Kenapa kamu menculik aku? Apa salahku padamu hah?" tanya Yuna.


"Ya memang bukan kamu yang salah, tapi keluarga dari kekasihmu, Jayden Choi," ucap Alex. Terlihat raut wajah Alex yang berubah saat menyebut nama Jayden.


"Kenapa dengan keluarga Jayden? Apa mereka pernah berbuat salah padamu?"


"That's right, kamu benar sekali. Kamu tau? Gara-gara keluarga dia, keluarga ku jadi hancur, perusahaan ayahku jadi bangkrut dan meninggal karena stress! Terus kakakku masuk penjara seumur hidup gara-gara keluarga Jayden, aku sangat membenci keluarga itu!" ucap Alex dengan suara meninggi.


Alberto, ayah dari Alex meninggal akibat perusahaannya bangkrut karena kalah tender dari Jordan, Papa dari Jayden. Akibat itu, Alberto jatuh stress dan pada akhirnya meninggal dunia. Keluarga Alex menyalahkan keluarga Choi, terutama Jordan.


Daniel, kakak dari Alex yang tak terima dengan kebangkrutan dan meninggal sang ayah yang disebabkan oleh keluarga Choi pun berniat membalaskan dendam. Ia membuat rem mobil Jordan menjadi tidak berfungsi, pada akhirnya Jordan serta supirnya mengalami kecelakaan dan mereka berdua meninggal dunia.


Polisi yang mengetahui siapa pelaku yang membuat rem mobil Jordan tidak berfungsi pun langsung menangkap Daniel dan memasukkan laki-laki itu ke dalam penjara, dengan kurungan penjara seumur hidup.


Alex dan sang Ibu pun hidupnya semakin terpuruk, karena hal itu membuat Alex ingin membalaskan dendam sang ayah dan kakaknya pada keluarga Choi. Alex berpikir jika menculik Yuna membuat Jayden menjadi terpuruk atau bahkan gila.


"Itu karena kesalahan kakakmu, bukan keluarga Jayden, brengsek!" bentak Yuna.


PLAKKK!


Alex menampar kedua pipi Yuna dengan keras membuat sudut bibir Yuna mengeluarkan sedikit darah.


"Diam! Kamu itu tidak mengerti apa-apa tentang kami!" ucap Alex marah.


"Aku akan membuat Jayden menjadi stress dan akhirnya bunuh diri!" sambung Alex dengan tertawa kencang di akhir ucapannya.


DOR!


DOR!


Tiba-tiba ada suara tembakan dari luar gedung dan terdengar teriakan dari anak buahnya yang mungkin terkena timah panas itu.

__ADS_1


BRAKKK!


__ADS_2