Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Yuna Disidang Orangtuanya


__ADS_3

Waktu istirahat tidak digunakan Yuna untuk pergi ke kantin bersama kedua sahabatnya. Melainkan ia pergi menemui William di taman belakang kampus, karena ia sangat penasaran apa maksud dari perkataan laki-laki itu saat di tanya oleh para wartawan tadi.


Terlihat disana William sedang duduk di kursi taman sambil membaca novel. Yuna pun pergi menghampiri William.


"William," sapa Yuna, lalu duduk di samping William.


"Hai Yun, ada apa kesini?" tanya William menatap Yuna.


"Aku cuma mau nanya. Tadi kenapa kamu bilang ke wartawan, kalau aku itu pacar kamu?" tanya Yuna penasaran.


"Aku cuma mau menyelamatkan keadaan aja kok," jawab William santai.


"Menyelamatkan keadaan? Ini malah buat masalah baru tau nggak!" kesal Yuri dengan wajah cemberutnya. William tersenyum melihat Yuna yang sedang kesal itu.


"Kok kamu malah senyum sih? Emangnya ada yang lucu?"


"Yah karena wartawan-wartawan itu mengira, aku sama Jayden berantem gara-gara kamu," jawab William sambil kembali fokus membaca novelnya.


"Tapi sekarang mereka nggak mungkin ungkit soal itu lagi. Karena mereka punya bahan baru untuk dibahas," lanjut William.


"Bahan baru? Jadi maksud kamu, kamu itu sengaja mengalihkan pemberitaan mereka, bilang dengan cara aku itu pacar kamu?" tanya Yuna memicingkan matanya ke arah William.


William hanya mengangguk dan tetap fokus membaca novelnya.


"Ya ampun Wil, kenapa bisa jadi gini sih? Itu sih kamu cuma membela Jayden aja, bukan menyelamatkan aku," kesal Yuna.


"Itu sama aja, aku keluar dari kandang singa, terus masuk lagi ke kandang buaya," lanjut Yuna.


William memberhentikan membaca novelnya sejenak, lalu beralih menatap Yuna.


"Udah tenang aja, kan ada aku," ucap William mencoba untuk menenangkan Yuna. Yuna menghela napasnya, lalu mengangguk pelan.


"Oh ya, nanti pas pulang aku antar ya?"


Yuna menggeleng. "Nggak usah Wil, aku nggak mau ngerepotin kamu," tolaknya halus.


"Emang kamu mau di kejar sama wartawan lagi?" William sengaja menakuti-nakuti Yuna, agar ia bisa pulang bersama gadis itu.


"Ya nggak mau lah," jawab Yuna dengan cepat.


"Makanya aku antar kamu pulang, supaya nanti kamu nggak di kejar sama para wartawan itu lagi," ucap William. Yuna hanya mengangguk pasrah dan menyetujui ajakan William.


...****************...


Sepulangnya kuliah Jayden mengajak Levin dan Felix nongkrong mansion nya. Kini mereka bertiga sedang bersantai di belakang mansion nya Jayden.


Levin dan Felix duduk bersantai di kursi yang ada pinggiran kolam renang. Sedangkan Jayden duduk di pinggir jacuzzi atau kolam kecil dengan merendam kakinya ke dalam kolam kecil tersebut sambil merenung memikirkan kejadian di kampus tadi, ketika William mengakui Yuna sebagai kekasihnya.


"Sumpah aku nggak habis pikir, masa benar kalau William pacaran sama si Yuna? Menurut kamu gimana Vin?" tanya Felix pada Levin sambil memainkan ponselnya.


"Bisa jadi sih, mungkin karena mereka udah deket lumayan lama kali," jawab Levin santai.


"Benar juga sih, tapi kenapa harus Yuna coba? Yuna kan nggak level banget bro," ucap Felix yang meremehkan Yuna.

__ADS_1


Levin terkekeh kecil mendengar ucapan Felix.


"Yah mungkin juga karena mereka punya hobi yang sama. Mereka sama-sama suka baca novel kan?" tanya Levin.


Felix menganggukkan kepalanya. "Tetep aja nggak selevel sama William, bro."


"Eh tunggu bentar," ucap Felix sambil membaca berita di sosial media miliknya dan betapa terkejutnya ia melihat trending topik yang di bahas disana.


"Eh Vin kamu liat deh, di media sosial udah ramai banget nih. Sampai masuk trending topik segala," seru Felix sambil memperlihatkan berita tentang William dan Yuna pada Levin.


"Wah parah sih ini," ucap Levin geleng-geleng kepala.


Lalu Felix menghampiri Jayden, ia langsung memperlihatkan berita tentang William dan Yuna tersebut pada Jayden.


"Eh Jay, liat deh. Beritanya William sama Yuna sampai masuk trending topik di media sosial loh," ucap Felix heboh.


Jayden menaikkan kakinya dari dalam air kolam lalu berdiri. Ia mengambil ponsel milik Felix, di ponsel tersebut terpampang berita tentang William dan Yuna yang sedang tranding topik. Jayden sangat geram melihat berita tersebut.


"Berita nggak berguna. Basi tau!" kesal Jayden sambil melempar ponsel milik Felix ke dalam kolam renang.


"Eh gila kamu, Jay! Main lempar handphone aku aja!" ucap Felix tak kalah kesalnya.


Jayden menghiraukan ucapan Felix, ia lebih memilih masuk ke dalam mansion nya.


"Kenapa tuh anak?" tanya Levin yang heran dengan tingkah Jayden.


"Tau tuh, habis obatnya mungkin," jawab Felix asal.


"Untung aja aku punya hp banyak," ucap Felix sambil mengeluarkan ponselnya yang lain dari saku celana.


Felix mendengus kesal. "Bilang aja kamu iri kan, karena kamu nggak punya cewek," balasnya. Levin hanya geleng-geleng kepala tanpa menanggapi ucapan dari Felix yang mengejeknya.


...****************...


Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya William dan Yuna tiba di mansion milik orang tua Yuna. Yuna meminta William untuk di menurunkannya di depan gerbang mansion saja.


"Makasih ya Wil, udah nganterin aku," ucap Yuna.


"Sama-sama princess cerewet," balas William tersenyum sambil mengacak rambut Yuna.


"Ih jangan di acak," ucap Yuna mengerucutkan bibirnya. William tertawa kecil melihat wajah dari gadis di sampingnya ini.


"Iya maaf, sekarang kamu masuk sana," titah William.


"Iya Wil," ucap Yuna, lalu keluar dari dalam mobil William. William membuka kaca jendela mobilnya.


"Kalau gitu aku pulang ya?"


"Iya, kamu hati-hati di jalan."


William tersenyum dan mengangguk. Lalu ia kembali melajukan mobilnya meninggalkan mansion Yuna.


Yuna masuk ke dalam mansion nya. Tak lupa ia menyapa 2 scurity yang menjaga mansion nya yang bernama John dan Hengky.

__ADS_1


Sesampainya di dalam mansion, Yuna sudah di tunggu di ruang tamu oleh kedua orangtuanya. Mereka menatap Yuna dengan tatapan seperti orang yang ingin memakannya secara hidup-hidup.


"Sore Ma, Pa," sapa Yuna.


"Sore," jawab Lukas dengan wajah dingin.


"Sini duduk, ada yang ingin Mama sama Papa tanyakan ke kamu," titah Jasmine.


Yuna menghampiri kedua orangtuanya dengan ragu dan sedikit takut. Lalu ia duduk di samping kiri mamanya.


"Ada apa Ma Pa?" tanya Yuna.


"Ada yang ingin kamu sampaikan ke Mama dan Papa?" tanya balik Jasmine.


Yuna menggeleng, "Nggak ada kok Ma."


Lukas dan Jasmine menghela napas panjang.


"Sejak kapan kamu pacaran sama nak William?" tanya Lukas menatap tajam Yuna.


"Iya benar, sejak kapan kamu pacaran sama nak William, sayang? Kok nggak kasi tau Mama dan Papa sih." timpal Jasmine.


Yuna terkejut dengan ucapan orangtuanya, apakah beritanya dengan William itu sudah tersebar dimana-mana? pikirnya.


"Iya, kok kamu sembunyikan kabar bahagia ini dari kami sih princess," ucap Lukas.


Wajah Lukas dan Jasmine yang tadinya dingin dan datar, kini berubah menjadi ceria dan penuh dengan senyuman.


Yuna bernapas lega, ia berpikir jika kedua orang tuanya itu marah berita tentang dirinya dan William tersebut.


"Ternyata William itu seorang idol terkenal, grupnya itu salah satu idola Mama loh nak. Pantesan Mama kayak pernah ngeliat dia dimana gitu. Eh ternyata dia salah satu idol grup kesukaannya Mama," ucap Jasmine dengan heboh.


"Wajah William di panggung sama yang asli beda banget. Lebih tampan wajahnya yang asli," lanjut Jasmine. Yuna dan Lukas hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan Jasmine.


"Yuna nggak pacaran kok sama William," ucap Yuna. Lukas dan Jasmine mengerutkan keningnya.


"Lah terus di berita itu apa nak?" tanya Jasmine.


"Em itu..."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2