
Keesokan paginya, Yuna mengajak Jayden untuk mencicipi makanan-makanan yang ada di restorannya.
"Struktur bangunan restoran ini beneran Papa yang buat?" tanya Jayden yang terkesima dengan arsitektur bangunan restoran milik Yuna.
"Iya Jay, Papa gambarkan khusus untuk aku," jawab Yuna.
"Papa emang keren," puji Jayden.
Tak lama pesanan mereka pun datang, di Eat And Love Restaurant ini lebih ke western food, walaupun di restoran ini Yuna juga menjual beberapa makanan khas Asia.
"Ayo di makan sayang, itu semua makanan best seller dan paling recommended di restoran aku," ucap Yuna.
Jayden mengangguk lalu mencoba satu persatu makanan di restoran milik calon istrinya itu.
"Gimana sayang?" tanya Yuna.
"Em sangat enak sayang, pantas saja jadi best seller di restoran kamu." Jayden memuji semua makanan yang di jual di restoran Yuna dan memang benar, makanan-makanan disana sangatlah enak.
"Syukurlah kalau enak," ucap Yuna tersenyum.
Malam harinya, Yuna dan Jayden akan pergi ke taman hiburan bernama Sapgyoho Amusement Park.
Yuna sangat excited saat Jayden akan mengajaknya kesana, sudah sangat lama dirinya tidak kesana. Karena malam ini cuacanya cukup dingin, mereka juga tak lupa mengenakan jaket yang cukup tebal.
Kalian tau? Jayden memboking taman hiburan tersebut dengan alasan agar tidak ada orang yang menggangu dirinya bersama Yuna p. Alasan cukup masuk akal, tapi laki-laki itu harus mengeluarkan cukup banyak uang untuk menyewa tempat itu. Tapi bagi pengusaha seperti Jayden, itu hanya kecil dan tidak akan membuatnya bangkrut, asal gadis yang ia cintai bisa bahagia.
Sesampainya di taman hiburan, disana benar-benar sepi pengunjung. Mungkin hanya ada beberapa orang dan itu semua adalah penjual serta petugas di taman hiburan tersebut.
"Ini beneran kamu booking, Jay?" tanya Yuna memastikan.
"Iya sayang, biar nggak ada yang ganggu kita disini," jawab Jayden.
"Tapi ini terlalu berlebihan, sayang. Pasti kamu booking nya mahal," ucap Yuna tak enak hati karena menuruti keinginannya Jayden harus mengeluarkan banyak uang.
"It's okey honey, nggak usah dipikirkan ini nggak seberapa kok. Ayo kamu mau main apa dulu?" tanya Jayden mengalihkan topik pembicaraan.
Yuna melihat ke sekeliling dan matanya langsung tertuju pada komedi putar.
"Aku mau naik komedi putar," seru Yuna.
"Oke, yuk kita kesana," ajak Jayden sambil mengandeng tangan Yuna.
Lalu mereka berdua menaiki komedi putar yang berbentuk kuda-kudaan yang berputar itu. Tempat mereka pun bersampingan.
"Sudah lama aku nggak pernah ke taman hiburan," ucap Yuna senang. Jayden ikut senang melihat wajah bahagia calon istrinya itu, ia berharap nanti dan selamanya dirinya bisa membahagiakan Yuna.
"Memang kapan terakhir kali kamu ke taman hiburan, sayang?" tanya Jayden.
"Maybe waktu aku masih kelas 2 SMP," jelas Yuna. Dulu semenjak masih berumur 7 tahun sampai 14 tahun, Papanya sering mengajak Yuna ke taman hiburan, tapi kesibukan di dunia kerja membuat Lukas dan Jasmine sudah tidak pernah mengajak Yuna ke tempat ini lagi.
"Ternyata udah lama juga ya kamu nggak kesini?"
Yuna mengangguk, "Iya gitu deh sayang."
"Kamu senang kan aku ajak kesini?"
"Of course, aku sangat senang. Terima kasih ya sudah membawa aku kesini," ujar Yuna tersenyum manis sambil merentangkan kedua tangannya.
"Sama-sama sayang, anything for you," balas Jayden membalas senyuman Yuna.
__ADS_1
Setelah puas di komedi putar, Yuna dan Jayden mencari permainan lainnya.
"Tunggu Jay," ucap Yuna tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Kenapa sayang? Kamu mau main apa?" tanya Jayden bingung.
"Aku mau boneka kucing itu, tapi kamu harus mainin gamenya dulu baru dapat boneka," kata Yuna seraya menunjuk sebuah permainan. Jayden pun ikut melihat ke arah pandang Yuna.
"Aku belikan saja ya bonekanya? Daripada kita harus capek-capek mainin gamenya," tawar Jayden. Jujur, ia tak pernah memainkan permainan itu, ini pun pertama kalinya Jayden pergi ke taman hiburan. Sejak kecil dia hanya didik bagaimana cara menjadi seorang pebisnis hebat oleh kedua orang tuanya.
Untuk masalah bermain pun, Jayden harus memilih teman-teman yang bagus dan tepat, dalam artian jangan asal milih teman bermain, takutnya akan berimbas pada masa depannya nanti karena dia akan menjadi pewaris keluarga Choi. Jadi sampai sekarang ia hanya memiliki para member D'Warlords menjadi teman terdekatnya. Ya, walaupun mereka masih satu keluarga.
"Nggak mau! Aku maunya kamu main itu dan hadiahkan bonekanya padaku." Yuna bersikukuh agar Jayden mau memainkan permainan tersebut.
Jayden menghela napas panjang, mau tak mau ia pun menuruti keinginan Yuna.
"Pak, kami ingin main itu dong," pinta Yuna.
"Boleh Nona, Tuan. Kalian harus menembak boneka bebek kuning itu sampai terjatuh, jika terjatuh kalian boleh mengambil hadiah apa saja yang ada disini," ucap penjaga stand itu.
"Oke Pak. Ayo Jay, kamu yang main," suruh Yuna semangat.
"Aku?" Jayden menunjuk dirinya.
"Iya lah, siapa lagi coba."
"Iya-iya," ucap Jayden pasrah.
Jayden mulai permainan tersebut dengan beberapa kali boneka itu tidak terjatuh.
Pada akhirnya Jayden bisa membuat boneka itu terjatuh.
"Yes, akhirnya aku bisa menjatuhkannya!" seru Jayden girang.
"Yey!" Yuna pun ikut girang dibuatnya. Penjaga stand itu pun memberikan hadiah yang diinginkan oleh Yuna, yakni boneka kucing.
"Terima kasih Pak," ucap Yuna.
"Sama-sama Nona."
"Mau main apa lagi sayang?" tanya Jayden.
"Nanti aku pikirkan lagi," jawab Yuna.
"Ya sudah, ayo kita liat wahana yang lain," ajak Jayden sambil merangkul pinggang Yuna dan dibalas anggukan kepala oleh gadis itu.
Tiba-tiba Yuna menghentikan langkahnya ketika melihat stand penjual permen kapas.
"Jay, aku mau cotton candy," pinta Yuna menunjuk stand penjual permen kapas.
"Ayo kita kesana," ajak Jayden. Yuna manggut-manggut lucu membuat Jayden gemas dengannya.
'Lucu banget sih calon istriku.'
Jayden pun membelikan permen kapas seperti permintaan Yuna tadi, permen kapas rasa strawberry.
"Silahkan, Nona." Penjual tersebut menyodorkan permen kapas ke Yuna.
__ADS_1
"Wah terima kasih," girang Yuna, ia pun memakan permen kapas pesanannya.
"Kamu mau?" tawar Yuna pada Jayden.
Jayden menggeleng, "Kamu saja yang makan, sayang."
Mereka berdua pun melanjutkan kembali mencari wahana yang akan mainkan. Waktu pun terus berlanjut, Yuna dan Jayden sudah menaiki beberapa wahana lain, seperti Kora-kora, Niagara, Bumper car dan lain sebagainya.
"Masih mau main lagi?" tanya Jayden.
Yuna mengangguk, "Sekarang mau naik bianglala."
"Memangnya berani?"
"Kenapa nanyanya gitu? Yah aku berani dong!"
"Biasanya yang aku tonton di berita, bianglala itu suka berhenti tiba-tiba," ucap Jayden, si korban berita.
"Ih gapapa, itu juga nggak bakal lama berhentinya, ayo lah Jay," rayu Yuna dengan merengek.
Jayden membuang napas pasrah lalu mengangguk, "Ya sudah ayo kita naik bianglala."
"Yuk."
Mereka berdua melangkahkan kaki menuju ke tempat bianglala berada.
"Silahkan Tuan, Nona." Staf yang menjaga membukakan pintu bianglala untuk Jayden dan Yuna.
"Terima kasih," ucap Yuna, sedangkan Jayden hanya diam. Lalu mereka masuk dan duduk berdampingan, bianglala pun mulai berputar. Dari atas sana, terlihat pemandangan kota Seoul yang sangat indah di malam hari, penuh kelap-kelip lampu atau biasa disebut dengan city light.
"Indah sekali pemandangan kota di malam hari dilihat dari atas seperti ini," puji Yuna.
"Kalau kamu suka, aku akan sering-sering ajak kamu kesini," ucap Jayden membuat Yuna mengalihkan pandangannya ke arah Jayden.
"Serius?" Mata Yuna langsung berbinar.
"Iya sayang aku serius," ujar Jayden merangkul pinggang Yuna membuat tubuh gadis itu semakin mendekat padanya.
"Oke, aku pegang janji kamu," imbuh Yuna.
Belum 10 menit, tiba-tiba saja bianglala itu berhenti bergerak.
"Aarrgghh!" teriak Yuna sambil memeluk Jayden.
Jayden geleng-geleng kepala, "Kan sudah aku bilang tadi."
Yuna mengerucutkan bibirnya, "Bukannya di tenangi malah kena omel," gerutunya.
"Aku nggak mengomeli kamu, sayang," ucap Jayden menekankan kata sayang di akhir ucapannya.
Yuna langsung mendengus.
"Sudah kamu tenang saja, bentar lagi nyala kok," kata Jayden menangkan Yuna.
"Iya semoga saja. Sudah lama aku nggak naik bianglala jadi takut sekarang," ucap Yuna resah.
"Jangan khawatir kan ada aku disini," balas Jayden. Yuna mendongak menatap Jayden dan dirinya masih memeluk calon suaminya.
Mereka berdua pun kini beradu pandang, entah sejak kapan bibir Jayden sudah bertemu dengan bibir Yuna dan Yuna hanya bisa memejamkan matanya sambil membalas ciuman calon suaminya itu
__ADS_1
...----------------...