Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Wedding Day!


__ADS_3

Waktu pun berlalu begitu cepat, 2 hari setelah penculikan Yuna, Jayden tidak ingin menunda lagi rencana pernikahannya. Apa yang ada di pikiran Jayden saat ini hanyalah ingin menjaga Yuna dari jarak yang sangat dekat. Dia bisa mengetahui jika kedepannya akan semakin banyak masalah yang menimpa kehidupan mereka berdua, terutama dari musuh-musuh keluarga Choi yang masih mengintai. Jayden ingin berjaga-jaga, dia akan lebih protektif kepada Yuna.


Akhirnya hari yang ditunggu Jayden dan Yuna setelah hampir 5 tahun menjalin kasih pun telah tiba. Hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagi mereka berdua. Ternyata di balik masalah yang sering mereka hadapi terdapat kebahagiaan sempurna yang sedang menunggunya. Seperti saat ini, mereka telah resmi menjadi pasangan suami-istri.


Pesta pernikahan mewah yang dipenuhi oleh banyak bunga dan dekorasi serta pernak-pernik bernuansa peach yang sangat cantik, membuat suasana pesta sangat luar biasa indahnya.



Pesta dihadiri oleh banyak orang yang mereka kenal. Terutama dari Jayden, ia mengundang semua rekan bisnisnya. Sedangkan Yuna pun turut mengundang semua rekan kerja di perusahaan sang Papa dan teman-teman kampusnya dulu. Walau ada yang membuat Yuna sedih yakni tidak kehadiran sahabatnya yang bernama Steffy, dia berhalangan hadir karena menjaga ibunya yang sedang sakit.


Malam ini, Jayden dan Yuna menjadi pasangan yang sangat serasi bak raja dan ratu. Jayden terlihat sangat tampan dengan tuxedo putih yang melekat pada tubuhnya yang kokoh, menambah kesan seksi pada laki-laki itu.



Sedangkan Yuna mengenakan gaun berwarna pink dengan aksen bunga-bunga dan memiliki panjang ekor kurang lebih 2 meter, terlihat sangat cantik dan anggun di tubuhnya. Ditambah dengan aksesoris bunga yang melingkar pada kepalanya, dengan rambut yang di sanggul.


Hal itu membuat Jayden tidak henti-hentinya untuk menatap gadis yang telah resmi menjadi istrinya itu. Jayden selalu terhipnotis oleh kecantikan yang terpancar pada diri Yuna. Jayden sangat suka yang ada pada diri gadis itu.



Terlihat raut kebahagiaan di wajah Yuna dan Jayden yang tidak habis-habisnya terukir dari wajah tampan dan cantik mereka.


"Hai princess," sapa Felix yang datang menghampiri Yuna dan Jayden bersama Arthur, David serta Deana.


"Kamu ingin mulutmu aku robek?" geram Jayden menatap tajam Felix.


Sontak membuat Felix dan lainnya tertawa terbahak. "C'mon brother, istrimu terlihat sangat cantik malam ini. Aku hampir saja jatuh cinta padanya," goda Felix.


"Sepertinya kamu sudah bosan untuk hidup, Fel." Jayden memberikan tatapan mematikan pada Felix.


Membuat kedua wanita yang berada di samping para pria itu terkekeh geli.


"Kamu sangat cantik sekali malam ini, Yun. Aku senang melihatmu bahagia seperti ini," ucap Deana sambil memeluk Yuna.


"Terima kasih Dea, kamu selalu ada untukku. Aku harap, kamu akan selalu menjadi sahabat terbaikku. Disaat orang-orang menjauhiku suatu saat nanti," balas Yuna.


"Aku akan selalu ada untukmu, Yun. Kamu tenang saja, dan selain aku, di sisimu akan selalu ada kak Jayden. Dialah orang pertama yang akan selalu ada untukmu. Berbahagialah! Ini adalah harimu dan jangan pikirkan hal yang membuatmu sedih!" kata Deana mengelus punggung Yuna.

__ADS_1


Deana pun melepaskan pelukannya pada tubuh Yuna. Lalu ia menatap pria yang sedari tadi tidak pernah melepaskan rangkulannya pada pinggang Yuna.


"Kak Jayden, aku percayakan Yuna kepadamu. Jaga dia, jangan buat dia bersedih," ucap Deana.


"Of course, itu adalah kewajiban ku," balas Jayden tersenyum.


Acara yang paling ditunggu oleh orang-orang yang belum menikah pun telah tiba, yakni pelemparan bunga yang akan dilakukan oleh pasangan pengantin baru itu, berharap agar mereka bisa mengikuti jejak pasangan yang sudah menikah.


"Sudah siap?" teriak Yuna.


"Siap!" jawab semua yang mengikuti acara pelemparan bunga tersebut.


"Satu!"


"Dua!"


"Ti--"


Yuna menggantungkan ucapannya, ia mengurungkan melempar buket bunga yang ada di tangannya, namun Yuna pergi ke arah Deana dan memberikan bunga tersebut kepada sahabatnya itu.


"Ini bunganya untuk kamu, De."


"Iya ini untukmu, ambillah!" suruh Yuna.


Dengan ragu Deana pun mengambil buket bunga tersebut dari tangan Yuna.


"Deana, coba sekarang kamu lihat ke belakang," perintah Yuna.


Deana mengikuti perintah Yuna dan berbalik menghadap ke belakang. Betapa terkejutnya Deana hingga ia menutup mulutnya, saat melihat Arthur sedang berjongkok di depannya sambil membawa kotak kecil yang berisi cincin.


"Deana Park, will you marry me?" ucap Arthur.


"Arthur, ini serius?" tanya Deana masih tak percaya dan matanya kini sudah berkaca-kaca.


Arthur tersenyum dan mengangguk, "Sekali lagi Deana, maukah dirimu menjadi pendamping hidupku? Menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan menghabisi sisa hidupmu bersamaku selamanya hingga maut yang memisahkan kita?" ucap Arthur bersungguh-sungguh.


"Yes I will. Aku mau menikah denganku, Arthur," jawab Deana tersenyum haru.

__ADS_1


"Really?"


Deana mengangguk mantap, sudah lama ia mengharapkan hal ini akan terjadi dan akhirnya terwujud juga.


Arthur sangat bahagia lamarannya di terima, ia langsung memasangkan cincin ke jari manis Deana. Seketika terdengar suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan. Tanpa sadar Yuna menitikkan air mata, bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan melihat sahabatnya itu sebentar lagi juga akan menyandang status sebagai istri seperti dirinya.


"Jayden! Kamu akan membawaku kemana?" tanya Yuna terkejut, ketika Jayden tiba-tiba menarik tangan gadis itu ke tengah ballroom.


"I want you to dance with me, honey!" ucap Jayden mengajak Yuna untuk berdansa.


"Tapi aku nggak bisa berdansa sayang," ujar Yuna.


"Kamu tenang sayang, ikuti saja aku. Dan aku yakin kamu pasti bisa!" Jayden menatap intens mata Yuna. Hingga membuat Yuna terhipnotis bahkan ia tidak sadar sudah menempatkan kedua tangannya di bahu Jayden. Sedangkan tangan Jayden melingkar pada pinggang Yuna.


Mereka berdansa sesuai dengan irama musik, terlihat sangat serasi. Sehingga membuat semua pada tamu fokus untuk memperhatikan mereka berdua.


"I love you my Queen," ucap Jayden tiba-tiba.


"Love you too my husband," balas Yuna tersenyum menatap wajah pria yang ada di hadapannya ini. Pria yang dulu mempermalukannya di depan umum, paling Yuna benci dan hindari di muka bumi. Namun sekarang, menjadi pria yang sangat Yuna cintai dan tidak ingin berjauhan dengan pria ini.


Krystal terharu melihatnya, ia berharap kakak sepupunya itu selalu bahagia selamanya tanpa ada orang yang berusaha merusak rumah tangganya.


"Kamu nggak ingin berdansa juga?" tanya Levin tiba-tiba membuat Krystal terkesiap melihat pria di sampingnya ini.


"Kak Levin, bikin kaget saja!" kesal Krystal.


"Maaf. Apa kamu tidak ingin berdansa juga seperti mereka?" tanya Levin lagi.


"Tapi aku tidak bisa berdansa kak," cicit Krystal malu.


"Gapapa, biar aku aja, sini tangan kamu," suruh Levin. Krystal memberikan tangannya pada Levin, lalu pria itu menaruh kedua tangan Krystal di bahunya dan tangannya berada di pinggang Krystal.


Kemudian Levin mulai menuntun Krystal untuk berdansa. Krystal langsung salah tingkah saat Levin menatapnya dengan tatapan mata lekat, jantungnya berdegup kencang. Ingat ia tidak boleh jatuh cinta pada Levin, karena dirinya masih bertingkah laku pecicilan seperti anak kecil tidak cocok dengan Levin yang dewasa dan bijaksana.


"Kenapa?" tanya Levin.


"Ah gapapa kok kak," jawab Krystal gugup.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2