
Sesampainya di parkiran kampus, Yuna dan Jayden turun dari mobil. Tadinya Yuna menyuruh Jayden untuk menurunkan di halte saja karena ia tak ingin menjadi bahan gosip mahasiswa-mahasiswi disana. Tapi Jayden tidak mengizinkannya dan menyuruh Yuna untuk tidak memperdulikan perkataan dari orang-orang nanti.
Nanti jika sampai hubungannya dengan Yuna terhembus sampai ke awak media, Jayden tidak peduli dengan ketenarannya akan menurun begitu saja. Bahkan lelaki itu dari dulu memang sudah berniat akan meninggalkan dunia hiburan dan memilih sibuk dengan berkas-berkas bernilai ratusan juta won di perusahaannya karena menurutnya itu yang lebih menguntungkan dirinya.
Apalagi kini berita William yang kabur dari pertunangan sedang menjadi trending topik pembicaraan di khalayak umum. Entah bagaimana kondisi idol grup D'Warlords selanjutnya.
Benar saja, Yuna langsung mendengar bisik-bisik dari mahasiswa-mahasiswi disana saat melihat dirinya berjalan dengan tangannya di gandeng oleh Jayden, bahkan ia ditatap sinis oleh mereka.
"Jangan dengarkan kata-kata mereka sayang," suruh Jayden dan hanya di balas anggukan kepala oleh Yuna.
Jayden mengantarkan Yuna hingga di depan ruang kelas gadis itu.
"Makasih ya udah anterin aku," ucap Yuna sedikit mendongakkan kepalanya karena tinggi badannya dan Jayden cukup jauh. Yuna 165 cm sedangkan Jayden 182 cm.
"Sama-sama sayang dan makasih juga kamu udah buatkan aku sarapan tadi," balas Jayden sambil mengusap dengan lembut pipi Yuna.
Yuna tersenyum dan mengangguk, "Iya sama-sama sayang."
Mahasiswa-mahasiswi yang ada disana seketika memekik tertahan dan iri melihat interaksi Yuna dan Jayden yang menurutnya sangat romantis itu.
"Apa mereka berdua beneran pacaran? Wah bisa gempar nih dunia K-Pop."
"Ya ampun mereka romantis banget sih, iri deh liatnya. Jadi berharap deh aku sama Felix."
"Iya benar, mereka cocok banget. Mana mereka sama-sama anak konglomerat lagi. Gimana ya anak mereka besok? Belum lahir aja udah jadi sultan."
"Cih cocokan aja Yuna sama aku daripada sama Jayden."
"Dih bangun, jangan mimpi terus!"
Seperti itulah gosip di kalangan mereka yang melihat keromantisan Yuna dan Jayden. Tapi mereka berdua tidak memperdulikan perkataan mereka.
"Ya udah aku masuk dulu ya?"
"Iya sayang," balas Jayden.
Diujung sana ada seseorang yang sudah mengepalkan tangannya tak rela melihat kebahagiaan Jayden, "Aku nggak rela liat kamu bahagia, Jayden! Kamu harus menderita!" geramnya. Lalu pergi dengan raut wajah penuh dengan amarah.
Setelah Yuna masuk ke dalam ruang kelasnya, Jayden pun langsung pergi menuju ke ruang kelasnya juga.
"Ekhem-ekhem yang diantarkan doi ke ruang kelas, jadi iri deh," goda Deana. Yuna memutar matanya malas.
__ADS_1
"Deana, jangan mulai deh!" tegur Yuna.
"Hehe damai, Yun." Deana nyengir kuda sambil mengangkat dua jarinya.
"Oh ya, Kenzo mana?" Yuna mencari keberadaan temannya yang satu itu.
Deana mengangkat kedua bahunya, "Entah, kayaknya itu orang nggak masuk deh. Biasanya juga dia saja yang duluan sampai di kampus."
"Gimana kalau nanti kita main-main ke rumahnya?" usul Yuna dan Deana mengangguk setuju.
"Oke, aku juga sedikit khawatir sama dia," ucap Deana.
"Oke."
Tak lama, dosen yang akan mengajar pun datang.
Kebetulan hari ini salah satu Dosen di kelas Yuna tidak masuk, alhasil ia dan teman-temannya memilih untuk pulang.
Seperti janjinya tadi, Yuna dan Deana akan pergi mengunjungi Kenzo ke rumahnya.
"Kita jadi kan ke rumahnya, Kenzo?" tanya Deana.
"Iya jadi dong," jawab Yuna.
From Yuna To Jayden :
Sayang aku izin pergi ke rumahnya Kenzo ya, aku perginya sama Deana. Mumpung hari ini aku cuma ada satu kelas. Jadinya aku pulang cepet.
"Yuk kita pergi sekarang," ajak Yuna setelah mengirimkan pesan kepada Jayden.
"Kamu udah kasi tau kak Jayden?" tanya Deana.
"Udah, tadi aku kirimkan pesan ke dia," jawab Yuna. Deana hanya manggut-manggut yang terpenting Yuna sudah izin ke Jayden, ia tak ingin jadi bulan-bulanan Jayden karena dirinya membawa kabur Yuna tanpa sepengetahuan laki-laki itu.
Baru saja Yuna ingin memasukkan handphonenya, tiba-tiba saja Jayden menelponnya.
"Halo sayang."
"Ya Jay?"
"Kamu udah mau pergi?" tanya Jayden.
__ADS_1
"Iya Jay, kenapa?"
"Gapapa, kamu hati-hati ya? Suruh Deana jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya, aku nggak ingin kamu kenapa-napa nanti di jalan," titah Jayden.
"Iya sayang, nanti aku suruh Deana jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya," ucap Yuna.
Deana mendengus sebal, "Dasar posesif," gumamnya membuat Yuna mendelik tajam ke arahnya.
"Sekarang kamu kirim alamat rumahnya Kenzo," suruh Jayden.
"Iya nanti aku kirimi alamat rumahnya Kenzo. Kalau gitu aku pergi dulu ya?"
"Iya sayang, bye."
Setelah selesai menelpon, Yuna dan Deana pun masuk ke dalam mobil, tak lupa pula Yuna mengirimkan alamat Kenzo kepada Jayden.
"Posesif banget ya kak Jayden sama kamu," ujar Deana.
"Entahlah, semenjak kami pacaran dia memang sangat posesif kepadaku," jelas Yuna. Jelaslah Jayden posesif, ia tak ingin kehilangan perempuan yang ia cintai begitu saja untuk kedua kalinya. Rasa traumanya di masa lalu membuat Jayden lebih ketat lagi menjaga kekasihnya.
"Ya namanya cinta dan takut kehilangan. Ah, jadi pengen punya pacar," kata Deana.
"Itu si Nathan ada," celetuk Yuna.
Deana menghela napas panjang, bukannya tak ingin berpacaran dengan Nathan, bahkan ia memiliki perasaan yang sama dengan lelaki itu, hanya saja ia tak ingin menjadi sorotan media dan menjadi tempat ujaran kebencian dari para fans D'Warlords sebab ia tak memiliki jiwa yang kuat seperti Yuna.
"Aku takut pacaran sama seorang idol Yun," ucap Deana.
Yuna menaikkan satu alisnya, "Kenapa Deana?" tanyanya heran.
"Ya, aku nggak mau aja jadi bulan-bulanan kebencian fans-fans D'Warlords, terutama fans dari Nathan," jelas Deana.
"Kalian kan bisa pacaran sembunyi-sembunyi," usul Yuna.
Deana menggeleng cepat, "Nggak Yuna, aku tetap nggak bisa."
Yuna membuang napas, "Ya sudah, terserah gimana nyamannya kamu saja. Aku akan selalu doakan kamu, supaya kamu bisa mendapatkan laki-laki yang tulus sayang dan cinta sama kamu."
Deana tersenyum haru, "Makasih Yuna, kamu memang yang terbaik," ucapnya sambil memeluk Yuna.
Yuna membalas pelukan Deana, "Sama-sama. Lebih baik kita sekarang berangkat ke rumahnya Kenzo."
__ADS_1
Deana melepaskan pelukannya dan mengangguk. Lalu ia menyalakan mesin mobilnya dan langsung mengendarainya menuju ke rumah Kenzo.
...----------------...