
"Anda mau pesan apa?" tanya Zelvin
"Pasta."
"Minumnya?"
"Chocolate ice."
Zelvin mengangguk. "Pasta tiga, chocolate ice 1 dan choco cheese ice 2," pesan Zelvin kepada waiters.
Liora menatap anak laki laki yang duduk di sebelah Zelvin. Dari pakaiannya tertera nama lengkap anak itu. Emmanuel Azarious Park.
Anak laki laki yang bernama Emmanuel itu terlihat tampan dan menggemaskan. Wajahnya nyaris mirip dengan Zelvin. Bola mata yang berwarna hazel, benar benar menurun dari Zelvin. Emmanuel seperti Zelvin versi kecil. Sangat mirip bahkan seperti tidak ada perbedaan.
"Euu.. Hai, sepertinya kita belum kenalan ya? Nama kamu siapa?" tanya Liora berusaha untuk mendekatkan diri kepada anak dari calon suaminya.
"Emmanuel." Emmanuel menjawab tanpa melirik Liora, membuat Liora sedikit merasa tidak enak.
"Nama yang bagus. Aku Liora Keanna Choi. Aku sama seperti kamu, masih sekolah," balas Liora.
Emmanuel menatap Liora sinis. "Tante jangan sok asik sama aku!"
Liora langsung terdiam dibuatnya.
Baiklah. Anak dan bapak selalu berhasil membuatnya terdiam. Astaga, belum menikah saja Liora sudah tersiksa dengan anak dan bapak yang irit bicara.
Pesanan pun datang. Mereka mulai makan dengan keadaan yang hening tanpa ada pembicaraan apapun, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu.
Makan pun selesai. Mereka segera keluar dari restoran dan kembali ke mobil. Jalan yang di lalui oleh mobil Zelvin seperti akan menuju rumah Iren, membuat Liora merasa bersyukur. Akhirnya dirinya diantarkan pulang juga. Dari bangku belakang, Liora melihat Emmanuel sudah tertidur dengan posisi yang kurang nyaman, membuat Liora merasa iba tapi ingin berbicara takut salah.
Mobil pun berhenti di depan rumah Krystal.
"Terima kasih sudah mengantarkan aku sampai mansion, sampai jumpa lagi!" pamit Liora pada Zelvin.
"Tunggu!"
Liora mengurungkan niatnya untuk membuka mobil, dia menatap Zelvin yang ada di depannya. "Saya memiliki banyak kekurangan, jika kamu tidak sanggup dengan hubungan ini, kamu bilang ke saya, saya akan akhiri ini."
Kamu? Zelvin tidak memanggilnya dengan kata 'Anda' lagi. Kamu, memang lebih cocok dari pada 'Anda'.
Liora hanya mengangguk.
__ADS_1
Seminggu kemudian...
Hari ini, adalah hari pernikahan Liora dan Zelvin. Hari yang seharusnya menjadi hari yang bahagia karena seperti orang bilang, nikah itu hanya sekali seumur hidup, maka harus dinikmati. Tapi tidak dengan Liora. Gadis itu terus menangis tanpa henti, bahkan MUA sudah memperingati nya bahwa make up akan luntur jika terus menangis.
"Mommy, aku rasanya ingin kabur saja. Aku sudah jauh dari Mommy, sekarang Mommy dan Daddy buat aku semakin jauh dari kalian," ungkap Liora kepada Yuna yang ada disebelahnya
Yuna menggelengkan kepalanya, dia memeluk putrinya yang sebentar lagi akan menjadi milik orang lain. "Liora, jangan begitu. Meskipun begitu, Mommy sama Daddy pasti akan selalu kunjungi kamu."
"Jika kamu sudah bersama nak Zelvin, Mommy akan tenang mau pergi kemanapun. Kita nggak akan merasa khawatir lagi, karena kamu sudah ada pelindungmu."
Tangan Yuna menghapus jejak air mata di pipi Liora. "Jangan nangis, itu permintaan Mommy. Tolong benarkan riasannya," suruh Yuna pada perias pengantin itu.
Pernikahan diselenggarakan dengan amat sederhana. Tidak ada acara pesta besar-besaran untuk merayakannya, ini permintaan Zelvin yang disetujui oleh Liora. Sebenarnya, kedua orang tua mereka protes karena ini pernikahan yang pertama untuk Liora jadi harus memberikan kesan yang indah. Tapi keduanya menolak.
Acara pemberkatan telah di mulai. Kini semua mata tertuju kepada seorang gadis cantik yang baru saja memasuki tempat acara dengan langkah yang pelan di dampingi oleh sang Papa. Liora, gadis itu berjalan dengan balutan gaun putih nan mewah, dia terlihat sangat cantik dan anggun. Make up yang terkesan natural sangat cocok dengan Liora. Liora terlihat berbeda dari biasanya, aura kecantikannya keluar begitu indah dan mempesona.
Liora berdiri di sebelah Zelvin. Ada perasaan berbeda ketika dia berdiri di sebelah pria yang menggunakan tuxedo hitam di sebelahnya. Seluruh orang yang hadir terlihat bahagia dengan pernikahan ini. Banyak dari mereka memuji kecantikan dan ketampanan pengantin. Mereka sangat cocok.
Setelah pendeta mengatakan bahwa mereka telah sah menjadi pasangan suami-istri, Zelvin pun mencium kening Liora.
"Kalian sekarang sudah menjadi pasangan suami istri. Detik ini, kalian resmi menjadi suami istri. Zelvin kamu sudah berjanji kepada tuhan dan semua orang yang disini, terutama saya, maka tepati janjimu untuk melindungi putri saya, saya tidak memiliki putri selain dia. Dia mahkota saya. Dia pusat kecintaan saya. Maka jaga dia, lindungi dia, jadilah pria yang mengusap air matanya ketika dia menangis, jadilah pria yang menjadi tempatnya bercerita. Zelvin... Saya serahkan tanggung jawab saya kepadamu, dia sekarang milikmu tapi dia tetap menjadi milik saya. Zelvin.. Sayangi putri kecil saya." pesan Jayden dengan suara yang menahan tangisannya, ada rasa tak rela di relung hati Jayden, tapi ini adalah kebaikan untuk putrinya.
"Liora, princess Daddy. Sekarang kamu menjadi istri dari Zelvin Harell Park. Kamu bukan hanya memiliki Daddy sekarang, tapi kamu memiliki Zelvin sebagai suami mu juga. Liora, ketahuilah Daddy sayang kamu. Meskipun kamu menikah, kamu tetap putri Daddy Liora. Liora, putri kecil Daddy. Akan tetap begitu, sayang." Jayden memeluk putrinya, menumpahkan air matanya.
Perjalanan baru hidup Liora sudah di mulai. Lembaran baru hidup Liora telah dibuka. Liora, sudah menjadi istri dari Zelvin Harell Park dan ibu sambung dari Emmanuel Azarious Park.
Acara pernikahan terus berlanjut. Hanya anggota keluarga, kerabat terdekat dan sahabat sahabat dekat mereka yang datang. Mereka merayakan pernikahannya dengan makan makan.
Emmanuel, sedang berada di Daegu, di rumah neneknya dari, mantan istri Zelvin. Ini kemauan Zelvin, dia tidak ingin Emmanuel melihat pernikahannya, entah karena apa tapi itu membuat Liora sedikit sakit hati.
Liora telah membersihkan tubuhnya. Dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama tidur dengan motif Spongebob.
Liora menatap Zelvin yang memejamkan matanya di sofa. Ingin mendekat tapi ragu. Tapi pada akhirnya, Liora memutuskan untuk membangunkan Zelvin karena dia belum membersihkan tubuhnya.
"Kak Zelvin, mandi dulu, nanti istirahatnya sesudah mandi biar segar," ucap Liora.
Zelvin membuka matanya, dia menatap Liora dengan tatapan sayu. Zelvin mengangguk, lalu berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
TOK! TOK! TOK!
Liora berjalan menuju pintu, untuk melihat siapa yang mengetuk kamarnya.
__ADS_1
"Kak Liora, kata Mama makan malam dulu, kak Zelvin juga jangan lupa di ajak ya," ucap Moana, adiknya Zelvin. Moana Camilla Park, gadis yang berusia 17 tahun yang kini sedang menduduki bangku SMA.
Liora mengangguk, "Iya, nanti kita kesana."
Moana mengangguk, "Kita tunggu di bawah, jangan lama lama di kamarnya." goda Moana.
"Moana.." tegur Liora.
Moana menghentikan tawanya, "Iya deh, tapi cepat ke bawah ya, kita lapar."
Liora hanya mengangguk. Ia kembali menutup pintu ketika Moana telah hilang di pandangannya. Bertepatan dengan itu, Zelvin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos hitam dan celana pendek hitam.
"Siapa?" tanyanya.
"Moana, suruh kita ke bawah untuk makan. Kak Zelvin sudah selesai? Kalau udah kita langsung ke bawah," ucap Liora.
Zelvin mengangguk, dia berjalan terlebih dahulu dan keluar dari kamar mereka.
"Pengantin baru, lama banget di kamarnya ngapain aja?" goda Ferdinand, Papa dari Zelvin.
"Biasalah Mandi, Pa," sahut Moana.
Semuanya menatap Moana, "Maksudnya
aku itu, habis mandi. Tadi aku nggak sengaja liat rambut kak Liora masih basah gitu, jadi habis mandi kan?" sambung Moana.
"Biasalah, namanya juga pengantin baru pasti habis keramasan dulu setelah selesai dari kegiatannya," celetuk Giovanno. Laki-laki itu pun datang bersama Jasmine ke Korea Selatan untuk melihat pernikahan kakak serta cucu perempuannya itu. Liora menatap tajam adiknya, sedangkan Giovanno membalasnya dengan tatapan meledek.
"Gio," tegur Jasmine.
"Maaf nek," ucap Giovanno.
"Sudah-sudah. Liora, sini deket Mommy," suruh Yuna.
Liora mengangguk, dia duduk di sebelah Yuna. "Kamu lapar?" tanya Yuna.
Liora mengangguk, "Banget, Mom!"
Acara makan pun berlangsung dengan diiringi candaan dari keluarga, hanya Zelvin yang tetap diam dengan tatapan tajamnya.
...----------------...
__ADS_1