Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Hari Kelulusan


__ADS_3

Hari pun cepat berlalu, tepat pada hari ini adalah hari kelulusan untuk mahasiswa semester akhir yang telah berjuang hingga 4 tahun lamanya. Diantara mahasiswa semester akhir itu, ada member D'Warlords yang juga akan melangsungkan wisuda tersebut , kecuali David yang harus menunggu tinggal 1 tahun lagi untuk berkuliah.


Yuri dan orangtuanya pun diundang oleh Jaehyun untuk datang ke acara kelulusannya. Gadis itu pun kini sudah siap untuk pergi ke acara kelulusan sang kekasih menggunakan midi dress brokat bewarna soft pink, penampilannya terlihat sangat cantik dan anggun.


Suara pintu terbuka membuat Yuna mengalihkan mengalihkan pandangannya dari cermin ke belakang melihat siapa yang datang.


"Sayang, udah siap belum? Papa udah nungguin tuh," tanya Jasmine.


"Iya ini Yuna udah siap kok Ma," jawab Yuna.


Jasmine tersenyum melihat anaknya yang semakin dewasa semakin cantik bahkan kini sang putri sudah memiliki kekasih, mungkin saja bentar lagi ia akan kehilangan putrinya itu karena memilih tinggal bersama suaminya nanti.


"Anak Mama cantik sekali sih," puji Jasmine mengelus bahu Yuna.


"Karena Mamanya cantik, pasti anaknya juga cantik," balas Yuna.


Jasmine terkekeh, "Bisa aja kamu sayang, ayo kita turun."


Yuna hanya mengangguk, mereka berdua pun keluar dari dalam kamar dan langsung menuju ke ruang tamu disana Lukas dengan berpakaian formal tengah menunggu mereka.


"Ayo Pa," ajak Jasmine.


"Ayo," ucap Lukas berdiri dari sofa. Ia sama seperti Jasmine yang tersenyum melihat perkembangan sang putri.


"Cantik sekali sih princess nya Papa ini," puji Lukas.


Yuna tersenyum malu, "Makasih, Pa. Oh ya Ma, bucket bunganya udah di taruh di mobil kan?" tanya Yuna pada Jasmine.


"Udah kok nak, tadi pak Paul udah taruh di belakang," jelas Jasmine.


Yuna manggut-manggut, "Syukurlah kalau begitu."


"Ayo sekarang kita berangkat, nanti telat loh," ajak Lukas yang sangat antusias melihat acara kelulusan sang calon menantu.


"Iya Pa."


Yuna serta kedua orangtuanya pun pergi meninggalkan mansion dan langsung pergi menuju ke Imperial College.


Setelah kurang lebih 30 menit di perjalanan, sampailah mereka di Imperial College.


"Ayo kita ke gedung tempat acaranya Ma, Pa," ajak Yuna kepada kedua orang tuanya.


Lukas dan Jasmine hanya mengangguk mengiyakan ucapan sang putri. Lalu mereka bertiga berjalan menuju ke gedung tempat acara kelulusan.


"Tante!" panggil Yuna saat melihat Eleanor.


"Eh Yuna," ucap Eleanor tersenyum. Yuna segera menghampiri Eleanor dan melakukan cium pipi kanan-kiri. Jasmine juga melakukan seperti yang dilakukan Yuan


"Kalian baru sampai juga?" tanya Eleanor kepada Yuna dan kedua orangtuanya.


"Iya Eleanor, kita baru saja sampai," jawab Jasmine.


"Kalau begitu ayo kita masuk," ajak Eleanor. Yuna dan kedua orangtuanya mengangguk, lalu mereka berempat masuk ke dalam dan duduk di kursi yang sudah disediakan untuk para tamu.

__ADS_1


Acara pun segera dimulai. Acara pertama yakni pembukaan, lalu prosesi wisuda, sambutan dari rektor hingga akhirnya penutupan.


Kurang lebih 3 jam setelah beberapa prosesi kegiatan, akhirnya acara kelulusan pun berakhir, dengan Jayden menjadi mahasiswa lulusan terbaik di Imperial College, walau terkenal arogan dan sombong di Imperial College, otak lelaki itu sangatlah pintar dan cerdas.


Maka tak heran kakek Justin Choi mengandalkan Jayden untuk memimpin perusahaannya, yakni JCH Group.


Tak kalah dengan Jayden, William pun juga terkenal sebagai mahasiswa yang pintar dan berbakat, bahkan sedari dulu ia sangat berprestasi, terlihat dari banyaknya lomba dan event yang ia menangkan.


Akan tetapi William tak ingin mengambil alih perusahaan sang kakek, ia ingin membuat dan membangun perusahaannya sendiri.


Acara selanjutnya adalah pelemparan toga di luar halaman. Setelah selesai semua, wisudawan dan wisudawati itu pun langsung menghampiri keluarga mereka masing-masing.


"Selamat ya atas kelulusan mu nak, Mama sangat bangga sama kamu!" ucap Eleanor sambil memeluk Jayden.


"Makasih Ma, ini juga berkat doa dan dukungan dari Mama untuk Jayden," balas Jayden. Eleanor melepaskan pelukannya dan tersenyum haru menatap putranya.


"Selamat ya atas kelulusannya nak Jayden, Tante juga sangat bangga padamu," ucap Jasmine.


"Selamat atas kelulusan mu nak, semoga kamu nanti bisa menjadi pemimpin perusahaan yang hebat dan sukses seperti mendiang Papa kamu," timpal Lukas sambil menepuk bahu Jayden.


Jayden tersenyum dan mengangguk, "Makasih Om, Tante." Jayden beralih menatap sang pujaan hati.


"Ini bunga untuk kamu." Yuna menyodorkan buket bunga pada Jayden, Jayden pun mengambilnya.


"Cuma dikasih bunga aja nih? Nggak ada ucapan gitu?" tanya Jayden yang berharap Yuna memberikannya sebuah ucapan selamat.


Yuna langsung terkekeh mendengar ucapan Jayden tadi, "Selamat ya sayang atas kelulusannya, semoga ilmunya bisa bermanfaat untuk semua orang," ucapnya tulus sambil menatap lekat mata Jayden.


Jayden tersenyum lalu mendekatkan bibirnya ke kening Yuna lalu menciuminya penuh dengan kasih sayang.


"Sabar tinggal 3 tahun lagi sayang, kalau kamu nggak sabaran ya udah aku tinggal cari cowok lain aja," seloroh Yuna dengan nada bercanda.


Jayden kesal mendengar ucapan yang keluar dari bibir gadisnya dan menatap tajam Yuna, "Jangan macam-macam sayang, kalau aku mau hari ini aku akan menikahi mu!" ancam Jayden. Yuna menelan salivanya dengan susah payah, sepertinya Jayden tidak bisa diajak bercanda jika Yuna sudah membahas tentang laki-laki lain.


"Iya maaf sayang, aku tadi hanya bercanda kok."


"Bercanda kamu nggak lucu sayang," ucap Jayden. Orang tua mereka sedari tadi hanya menyimak dan geleng-geleng kepala mendengar interaksi mereka.


"Iya maaf sayang."


"Hai Jayden," sapa seorang wanita tiba-tiba. Semuanya langsung melihat ke arah wanita itu, Jayden dan Eleanor terkejut melihat keberadaan Sonya di kampus, Yuna pun sama ikut kaget.


Yuna sudah mengetahui siapa Sonya karena ia mendesak Jayden untuk menceritakan tentang wanita itu kepadanya, sedangkan orang tua Yuna yang tidak mengetahui siapa Sonya hanya bisa diam dan bertanya-tanya dalam hati, siapakah wanita itu bagi Jayden? Mereka tak ingin nanti Jayden menyakiti hati putri kesayangan mereka


"Kamu mau ngapain kesini?" tanya Jayden ketus.


"Aku mau kasi kamu ini, selamat ya atas kelulusan kamu." Sonya memberikan buket bunga pada Jayden, bukan Jayden yang mengambilnya, melainkan Eleanor.


"Terima kasih dan sekarang kamu boleh pergi dari sini!" usir Eleanor.


"Tapi Tante aku--"


"Pergi saya bilang!" sentak Eleanor. Sonya berdecak sebal lalu pergi dari hadapan mereka semua.

__ADS_1


"Siapa wanita itu, Eleanor?" tanya Jasmine.


Eleanor menatap ke arah Jasmine, "Nanti aku jelaskan siapa dia."


Jasmine menganggukkan kepalanya, "Baiklah."


Tiba-tiba datang Deana dan member D'Warlords lainnya kecuali William, menghampiri mereka.


"Yuna!" panggil Deana.


"Eh Deana, kamu ngapain disini?" tanya Yuna bingung.


"Iya aku di undang sama Arthur kesini," jawab Deana.


"Arthur? Jangan bilang kalian udah jadian?" tebak Yuna memicingkan matanya.


Deana dan Arthur mengangguk dengan malu-malu. Mereka berdua telah resmi berpacaran dari dua minggu yang lalu.


"Wah selamat ya kalian berdua," ucap Yuna yang ikut bahagia.


"Makasih, Yuna."


"Thanks, Yuna."


"Ada pasangan baru lagi nih," celetuk Felix.


"Kapan kalian jadian? Kok kita nggak tau sih?" sahut Nathan.


"Sekitar 2 minggu yang lalu," jawab Arthur.


"Wah kamu sih parah, main rahasia-rahasian sama kita," timpal Levin.


"Hehe sorry ya guys," ucap Arthur cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.


"Oh ya, selamat ya atas kelulusan kalian," ujar Yuna mengalihkan topik pembicaraan.


Levin, Felix, Arthur serta Nathan mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada Yuna dengan kompak


"Untuk David sabar ya, tinggal 1 tahun lagi," ucap Yuna menatap David.


"Ya aku santai saja, Yun."


"Gimana kita rayakan kelulusan ini dengan makan-makan di restoran langganan kita?" usul Felix.


"Dan yang bakalan traktir kita itu Jayden, gimana Jay?" lanjutnya dengan tidak tau malu menyuruh Jayden untuk membayar makanan mereka nanti.


"Oke, ayo kita kesana dan aku yang traktir," balas Jayden. Hanya traktir makan teman-temannya tidak membuat kartu kredit unlimited miliknya bakal terkuras.


"Asik ditraktir, ayo kita makan!" seru David kegirangan.


Semuanya pun langsung mengangguk. Terkecuali para orang tua yang tidak ikut dan mereka langsung pulang.


'Coba saja ada William disini, mungkin tambah rame dan seru. Semoga baik-baik aja disana Will,' batin Yuna.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2