
Di basecamp D'Warlords terlihat Jayden, Levin dan Felix sedang bersantai sambil memakan makanan fast food yang mereka pesan dari aplikasi.
"Vin, kamu udah kasi tau anak-anak kalau kita udah pesan makanan?" tanya Felix pada Levin.
"Udah kok. Arthur, David sama Nathan bentar lagi dateng. Tapi kalau William sih pasti nggak bakalan dateng," jawab Levin sambil fokus memainkan ponselnya.
"Yah, palingan tu anak sekarang lagi pacaran sama si Yuna," ucap Felix.
"Emang dia lagi sama Yuna sih. Tadi aku liat William lagi sama Yuna di UKK."
"Di UKK berdua? Ngapain?" tanya Felix penasaran.
"Kayaknya sih si Yuna lagi sakit. Makanya William nemenin dia di UKK," jawab Levin.
Jayden yang sedang makan pizza, langsung menaruh sisa pizza yang ia makan ke dalam kotak. Setelah ia mendengar ucapan dari Levin tadi, kenapa Jayden merasa khawatir dengan keadaan gadis yang telah ia permainkan itu.
"Jay, kok udahan makannya?" tanya Felix heran.
"Udah nggak nafsu," jawab Jayden berbohong, lalu ia berdiri dari sofa.
"Eh Jay, kamu mau kemana?" tanya Levin.
"Aku mau cari minum bentar," elak Jayden padahal ia ingin pergi ke UKK untuk mencari tau keadaan Yuna.
"Lah ini kan udah ada minuman Jay," ucap Felix sambil menunjuk minuman soda yang sudah tersedia disana.
"Em itu... Itu aku mau cari air putih aja deh," balas Jayden sedikit gugup. Setelah itu Jayden pergi dari basecamp menuju ke ruang UKK.
Levin dan Felix hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
Di dalam Unit Kesehatan Kampus terlihat William sedang duduk di kursi sambil membaca novel dan tentunya juga sambil menjaga Yuna yang belum tersadar dari pingsannya.
William melirik jam tangannya. "Oh ya, aku lupa sekarang ada kelas pak Kang," ucapnya berdiri dari kursi.
"Tapi kan Yuna belum sadar, gimana dong?" William ragu untuk meninggalkan Yuna sendirian.
"Ya udah deh, nanti aku balik lagi kesini. Cepet sembuh ya princess," ucap William pelan sambil mengusap rambut Yuna.
Ternyata Jayden sedari tadi mengintip William dan Yuna dari celah kaca transparan pintu di ruang UKK tersebut.
Ketika William ingin keluar dari ruang UKK, Jayden langsung bersembunyi di balik tembok. Dan setelah William keluar dan jauh dari ruang UKK, Jayden langsung segera masuk ke ruangan UKK tersebut untuk melihat kondisi Yuna.
"Ternyata cewek bar-bar kayak kamu bisa sakit juga ya?" gumam Jayden sambil menatap Yuna yang terbaring di ranjang rawat.
"Ekhem, ekhem." Tiba-tiba saja William kembali ke dalam ruang UKK.
__ADS_1
Jayden yang ketahuan oleh William langsung gelagapan dan salah tingkah. Tak sengaja ia menyenggol nampan besi yang berisi alat medis.
PRANG!
Yuna langsung terbangun karena hal itu
"Jayden? Ngapain kamu disini?" tanya Yuna merubah posisinya menjadi duduk.
"Suka-suka aku dong. Aku mau ada dimana, bukan urusan kamu!" jawab Jayden ketus.
"Bilang aja kamu mau jenguk Yuna," sahut William.
"Heh ngapain juga aku jenguk dia. Kayak aku nggak punya kerjaan lain aja," elak Jayden.
"Kenapa sih Jay? Kamu itu nggak pernah sekali aja bersikap baik sama aku. Emang aku salah apa sih sama kamu?" tanya Yuna dengan lirih.
"Selama ini kan yang mainin dan nyakitin aku itu siapa, kamu kan? Kamu itu sebenarnya ada masalah apa sama aku?" lanjut Yuna menatap sendu wajah Jayden.
"Aku nggak punya masalah sama kamu!" ketus Jayden menunjuk Yuna.
"Dan aku juga nggak mau cari masalah sama kamu!" Jayden beralih menunjuk William.
Jayden ingin pergi dari ruangan tersebut, tapi ia urungkan karena mendengar ucapan dari Yuna.
"Kamu cemburu kan?" tanya Yuna dengan lantang.
"Kamu cemburu kan, karena aku udah mulai deket sama William?" tanya Yuna lagi.
"Hah kamu lucu ya. Ngapain juga aku cemburu?" ucap Jayden sinis.
"Asal kamu tau ya Jay, aku sangat berterimakasih sama kamu. Karena berkat semua permainan kamu, aku jadi dekat dengan William," ucap Yuna
"William itu lebih tulus dan jujur, nggak kayak kamu dan aku yakin William yang terbaik buat aku. Jadi, mendingan kamu terima aja karena bagi aku, kamu itu nggak lebih dari sekedar cowok brengsek yang pernah aku kenal!" lanjut Yuna dengan menggebu-gebu.
"Kamu yakin William itu yang terbaik buat kamu?" tanya Jayden.
"Asal kamu tau ya, gara-gara dia taruhan itu ada!" lanjut Jayden dengan suara tegas.
Yuna sangat terkejut mendengar ucapan dari Jayden dan ia langsung menatap ke arah William yang sedari tadi hanya diam saja melihat perdebatan mereka berdua.
"Maksud kamu apa Jayden?" tanya Yuna.
"William yang kasi tantangan ke aku buat taklukkan hati kamu dan dia udah pertaruhkan mobilnya sebagai taruhannya," jawab Jayden melipat kedua tangannya di dada sambil tersenyum sinis ke arah William.
"Apa bener yang dikatakan sama Jayden itu Wil?" tanya Yuna dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ia tak menyangka William akan melakukan hal seperti itu kepadanya.
__ADS_1
William yang di tanya hanya diam, ia langsung keluar dari ruang UKK tanpa menjawab pertanyaan dari Yuna. Jayden dan Yuna langsung mengikuti William keluar dari ruang UKK.
"Eh mau kemana kamu?" tanya Jayden menarik pundak William.
"Jangan pengecut ya jadi orang. Kamu nggak berani ngakuin kenyataan hah?" sentak Jayden.
"Sekali lagi aku tanya sama kamu Wil, apa bener yang di katakan sama Jayden itu?" tanya Yuna dengan suara lirih.
Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba Jessie datang sambil membawa mahasiswa yang pernah diberikan oleh William. Mungkin saja perempuan itu sempat di hubungi oleh Jayden lewat pesan teks untuk membawa mahasiswa tersebut.
"Yuna, Yuna. William itu memang bohongin kamu. Kamu mau tau cerita awalnya gimana mereka berdua bisa taruhan?" tanya Jessie. Yuna hanya mengangguk pelan.
Lalu Jessie pun menceritakan awal Jayden, William dan member D'Warlords lainnya melakukan taruhan, ia menceritakannya dari awal kejadian hingga akhir.
Yuna yang mendengar cerita tersebut hanya bisa menangis, karena selama ini ternyata ia telah di bohongi oleh William, laki-laki yang menurutnya sangat baik.
"Kalau kamu masih belum percaya. Kamu tanya sama ni orang!" Jessie menepuk bahu mahasiswa yang diberikan mobil oleh William waktu itu.
"Heh kamu ngomong dong, jangan diem aja!" bentak Jessie karena mahasiswa itu hanya diam saja.
"Eh i-iya aku memang dikasi mobil sama William, karena dia kalah taruhan sama Jayden," ucap mahasiswa itu ketakutan. Jayden langsung mengeluarkan senyum seringainya.
"William ini kunci mobil kamu. Kalau kamu mau, kamu bisa ambil lagi kunci mobil ini," ucap mahasiswa itu sambil menyodorkan kunci mobil pada pemilik terdahulunya.
"Udah deh, itu mobil buat kamu aja. Mendingan sekarang kamu pergi. Pergi cepetan!" bentak Jayden. Mahasiswa itu langsung bergegas pergi dengan badan yang bergetar dan ketakutan.
"Tega banget ya kamu sama aku Wil, ternyata selama ini kamu udah bohongi aku. Aku kira kamu orang yang paling baik di antara anak-anak D'Warlords lainnya.Ternyata kamu itu sama aja kayak mereka, hiks," ucap Yuna dengan isak tangisnya.
"Aku ingin kamu jangan pernah temui aku lagi," lanjut Yuna. Setelah itu Yuna langsung pergi dari hadapan mereka bertiga. William menatap sendu kepergian Yuna.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued.
__ADS_1
...----------------...