Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Permintaan Alex


__ADS_3

BRAKKK!


Jayden, beberapa bodyguardnya menendang pintu ruangan tempat Yuna di sekap hingga membuat pintu tersebut menjadi rusak.


"Jayden!" teriak Yuna. Ia sangat senang melihat calon suaminya datang.


"Yuna!" Jayden senang sekaligus terkejut melihat tubuh Yuna yang terikat bahkan kedua pipi Yuna terlihat memerah dan di ujung bibir calon istrinya ada darah yang keluar.


Jayden menatap Alex geram, "Apa alasanmu menculik calon istriku hah?!"


"Itu karena Papamu yang membuat keluargaku jadi hancur dan menderita, sialan!" sentak Alex.


Jayden mengerutkan keningnya, "Maksud kamu apa? Sejak kapan Papaku membuat keluargamu menjadi seperti itu, hah? Papaku tidak mungkin melakukan hal itu!" ucap Jayden membela mendiang sang Papa . Setahu Jayden, Papanya itu selalu berbuat baik dan ramah kepada siapapun, berbanding terbalik sifatnya yang arogan dan sombong.


"Kau tau Albert Kang?"


Jayden mencoba mengingat nama itu, terlintas di pikiran Jayden bahwa orang yang bernama Albert Kang merupakan musuh bisnis Papanya yang juga telah meninggal dunia dan anak pertama dari Albert yakni Daniel yang telah membuat Jordan harus merenggang nyawa.


"Jadi kau!" geram Jayden.


Alex tersenyum miring, "Jadi sekarang kamu tau siapa aku, sekarang aku juga akan membuat kamu gila karena akan sebentar lagi kamu akan kehilangan orang yang paling kamu cinta!" Alex berlari ke belakang tubuh Yuna dan segera menodongkan pisau ke arah leher Yuna.


Yuna memejamkan mata dan menahan napas, saking takutnya melihat pisau berada di lehernya.


"Jangan sekali-kali kamu berani menggores sedikit pisau itu ke leher calon istriku, jika kamu ingin selamat!" ucap Jayden mengancam Alex. Alex tidak takut dengan ancam Jayden tadi, malah membuatnya tertawa jahat.


"Silahkan aku nggak akan pernah takut dengan ancaman mu," ucap Alex menatap remeh Jayden. Alex mulai menggores sedikit leher Yuna dengan pisau tersebut.


"Arrgghh!" ringis Yuna.


Sial!


"Stop Alex! Oke, apa yang sebenarnya kau inginkan dari keluargaku, hah?" tanya Jayden. Ia tidak bisa melihat calon istrinya kesakitan seperti itu.


Alex langsung menghentikan gerakannya lalu tersenyum menyeringai, "Aku menginginkan perusahaan ayahku yang Jordan hancurkan dulu kembali berdiri," pinta Alex.


"Oke, akan aku penuhi."


"Belum selesai, aku juga menginginkan 30% saham JCH GROUP menjadi milikku."

__ADS_1


Untuk masalah kakaknya, Alex akan membantu mengeluarkan Daniel dari penjara setelah nanti ia memiliki banyak uang dari saham JCH Group dan juga dari perusahaan ayahnya yang dulu bangkrut.


"Jangan ngelunjak kau jadi orang!" hardik Jayden. Tak semudah itu ia memberikan saham perusahaan milik kakeknya pada orang lain yang bukan keluarga Choi.


"Kalau gitu, katakan selamat tinggal pada calon istrimu ini." Alex kembali menggores leher Yuna menggunakan pisau tersebut sedikit dalam membuat darah mengucur keluar dari leher Yuna.


"Arrgghh sakit! Jayden tolong, hiks!" teriak Yuna sambil terisak, lehernya benar-benar terasa perih.


"Please stop Alex! Oke, akan aku penuhi permintaanmu. Tapi tolong letakkan pisau itu dan lepaskan Yuna," ucap Jayden memohon.


"Nah seperti itu dong, itu baru namanya kamu cinta dengan calon istrimu," balas Alex. Tangan kirinya mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jaketnya.


"Tapi sebelum itu kamu harus membuat Janji terlebih dahulu, agar aku percaya," ucap Alex sambil menyalakan aplikasi rekaman di ponselnya.


'Dasar laki-laki licik!' geram Jayden dalam hati.


"Ayo bicara!" suruh Alex.


Jayden menghela napas, coba saja tidak ada pisau di leher Yuna, mungkin ia sudah menghabiskan laki-laki bedebah itu sekarang juga.


"Aku Jayden Choi, berjanji akan membangun kembali Kang's Company dan akan memberikan 30% saham JCH Group pada Alex Kang," ucap Jayden.


TIT!


"Sekarang lepaskan pisau itu!" titah Jayden.


"Oke." Alex melepaskan pisau di tangannya ke lantai. Bodohnya Alex, tak mengetahui jika ada salah satu bodyguard Jayden di belakangnya dan langsung meringkus Alex.


"Argh lepaskan aku!" teriak Alex memberontak.


"Bawa dia ke kantor polisi!" perintah Jayden dan di balas anggukan kepala oleh semua bodyguardnya.


Jayden segera menghampiri Yuna dan melepaskan semua tali yang ada di tubuh Yuna. Setelah terlepas, tanpa berlama-lama lagi, Jayden membopong tubuh Yuna keluar dari gedung tersebut dan membawa calon istrinya menuju ke rumah sakit.


Untung saja luka di leher Yuna tidak terlalu dalam, tadi hanya mendapatkan 5 jahitan saja. Jayden menyuruh Yuna melakukan operasi plastik untuk menghilangkan bekas luka tersebut, tapi Yuna menolaknya.


Setelah dari rumah sakit, Jayden membawa Yuna menuju ke mansion nya atas perintah dari Lukas.


"Apa aku akan terlihat jelek dengan luka ini?" tanya Yuna. Jayden yang sedang mengemudi langsung menepikan mobilnya.

__ADS_1


"Sayang, lihat aku," suruh Jayden sambil memegang kedua bahu Yuna. Yuna pun menatap Jayden.


"Kamu itu selalu cantik, ada atau tidak adanya bekas luka ini. Aku mencintaimu bukan dari fisik, tapi dari hatimu, sayang," ucap Jayden lembut membuat hati Yuna jadi tersentuh.


"Terima kasih telah mencintaiku apa adanya sayang," balas Yuna tersenyum.


"It's my pleasure honey. Aku juga ingin berterima kasih telah mencintai laki-laki arogan ini," ujar Jayden sambil mencium kening Yuna.


"Aku nggak mencintai Jayden si laki-laki arogan tuh," ucap Yuna sambil menahan tawa.


"Oh gitu," balas Jayden mendatarkan ekspresinya.


Yuna tertawa kecil padahal dia kan hanya bercanda, tapi laki-laki itu dengan mudahnya memasukan perkataan Yuna tadi ke dalam hatinya.


Tangan Yuna terarah menangkup kedua pipi Jayden, "Aku itu mencintai Jayden Choi yang baik hati, tegas dan berwibawa seperti sekarang ini," ucap Yuna mengecup bibir Jayden membuat wajah hingga telinga Jayden langsung memerah.


"Sumpah bercandaan kamu tadi nggak lucu sayang," balas Jayden.


Yuna terkekeh, "Maafkan aku\=sayang."


Sesampainya di mansion orang tua Jayden, mereka telah di sambut oleh orang tua Yuna, Eleanor dan Krystal yang sangat khawatir dengan kondisi Yuna.


"Sayang kamu gapapa kan? Mama sangat khawatir denganmu," tanya Jasmine sambil memeluk Yuna.


"I'm okey, Ma. Tapi harus mendapatkan luka dan jahitan di leher aku," jelas Yuna.


"Astaga sayang," ucap Jasmine sedih menatap leher sang putri yang di perban. Lalu satu persatu memeluk Yuna.


"Mama, papa Lukas dan mama Jasmine. Jayden ingin pernikahan kami di percepat besok lusa," ucap Jayden, sontak membuat semuanya terkejut.


"Kenapa gitu, Jay? Kamu tau kan leher aku masih sakit gini," timpal Yuna.


"Gapapa sayang, demi kebaikan kita. Aku nggak mau nanti kamu kenapa-napa lagi, kamu tau kan musuh keluarga Choi sangat banyak?"


"Ya sudah terserah kamu saja," ucap Yuna pasrah.


Jayden menatap para orang tua, "Gimana dengan pendapat Mama dan yang lainnya?"


"Mama sangat setuju dengan perkataan kamu tadi nak," ucap Eleanor.

__ADS_1


"Iya nak Jayden, pernikahan kalian harus dilakukan secepatnya. Mama tidak ingin terjadi apa-apa lagi dengan Yuna," timpal Jasmine.


"Iya nak Jayden, lebih cepat lebih baik," sahut Lukas. Jayden tersenyum senang, semuanya mengikuti pendapatnya.


__ADS_2