Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Identitas Yuna Ketahuan Jayden


__ADS_3

"William, William. Gini nih jadinya, kalau misal kamu cari gara-gara sama aku. Dan aku nggak akan segan-segan buat hancur reputasi kamu! Ngerti kan kamu?!" sentak Jayden dengan nada angkuhnya.


"Jay pertama, aku itu nggak pernah jadian sama Yuna. Jadi, kamu jangan salah paham. Kedua, aku nggak kecewa karena kamu udah buat hancur reputasi aku di depan Yuna. Tapi aku lebih kecewa, karena aku sekarang udah kehilangan kepercayaan dari Yuna, teman baikku," jelas William. Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Jayden dan Jessie.


'Jadi mereka nggak pernah jadian?' batin Jayden sangat lega mendengar jika William dan Yuna tidak berpacaran.


Diam-diam Jayden menyunggingkan senyumannya miring di bibirnya. Entah apa arti dari senyumannya tersebut.


Diruang kelasnya Yuna sedang termenung memikirkan kejadian tadi. Matanya pun kini sudah sembab akibat banyak menangis. Deana datang dan menyadarkan Yuna dari lamunannya.


"Yuna kamu kemana aja sih? Kata Rena tadi kamu masuk UKK, terus aku cari kesana tapi nggak ada kamu. Eh ternyata kamu malah disini," ucap Deana yang lelah mencari keberadaan Yuna. Yuna yang tadinya menunduk, kini mendongak menatap Deana.


"Ya ampun Yuna kamu kenapa?" tanya Deana khawatir.


"Kok mata kamu bengkak sama merah gitu? Kamu habis nangis ya? Kenapa? Badan kamu sakit banget ya? Gimana kalau aku izinin kamu hari ini?" tanya Deana lagi dengan bertubi-tubi. Yuna hanya menggeleng pelan dan kembali menangis.


Deana yang melihat Yuna menangis semakin khawatir dan ia langsung memeluk tubuh Yuna, mencoba untuk menenangkan sahabatnya.


"Kamu kenapa sih Yun? Cerita sama aku," ucap Deana sambil mengelus punggung Yuna. Yuna pun menceritakan kejadian waktu di dalam dan luar ruang UKK tadi pada Deana.


"Ck, aku kira William itu orangnya baik. Ternyata sama aja kayak temennya yang lain," kesal Deana.


"Kamu yang sabar ya Yun," ucap Deana sambil mengusap punggung Yuna yang masih terisak.


"Kamu jangan cerita kejadian ini sama Kenzo ya De?" pinta Yuna setelah melepaskan pelukannya.


Deana mengerutkan keningnya. "Memangnya kenapa? Dia kan sahabat kita. Memang sudah seharusnya kan dia juga tau masalah sahabatnya sendiri," ucapnya heran.


"Iya aku tau De, tapi aku nggak mau dia jadi khawatir, takutnya dia jadi nggak fokus buat ngerawat neneknya disana," jelas Yuna.


"Iya sih bener juga kata kamu. Oke, aku nggak akan cerita hal ini sama Kenzo," ucap Deana.


"Thanks ya De udah selalu dengerin curhatan aku," ucap Yuna tersenyum.


"No problem, itulah gunanya seorang sahabat. Selalu ada ketika sahabatnya membutuhkannya," balas Deana.


"Oh ya, nanti aku antar kamu pulang ya?" Deana menawarkan diri untuk mengantar Yuna pulang.


"Emangnya nggak ngerepotin kamu nih?" tanya Yuna.


"Ya ampun nggak lah Yuna. Kamu kayak sama siapa aja deh, pakai ngerepotin segala, kita ini kan udah kayak saudara." Yuna langsung terkekeh mendengar ucapan Deana.

__ADS_1


"Nah gitu dong ketawa. Itu baru Yuna yang aku kenal, yang selalu ceria dan bar-bar," ucap Deana menepuk-nepuk pundak Yuna.


...****************...


Sepulang kuliah Yuna di antar oleh Deana. Dibelakang mobil Deana, ternyata ada sebuah mobil hitam yang sedang mengikuti mobilnya. Dan pemilik mobil hitam tersebut tidak lain adalah mobil milik Jayden.


Laki-laki itu mengikuti mobil Deana, dikarenakan ia sangat khawatir dengan keadaan Yuna dan juga penasaran dimana rumahnya Yuna berada.


20 menit kemudian, sampailah di depan gerbang mansion milik orang tua Yuna.


"Kamu nggak ikut masuk ke dalam nih?" tanya Yuna.


"Nggak usah Yun, kapan-kapan deh aku ke rumah kamu," tolak Deana dengan halus.


"Beneran ya? Mamaku kangen loh sama kamu, apalagi kangen bergosip ria sama kamu," ucap Yuna terkekeh di akhir ucapannya. Ternyata Deana dan Kenzo sering berkunjung ke mansion Yuna.


Deana juga ikut terkekeh mendengar ucapan Yuna. "Aku juga kangen sama tante Jasmine, tapi tadi Mama suruh aku cepetan pulang. Biasa lah, aku disuruh buat nganterin dia pergi shopping ke Mall," jelasnya.


"Ya sudah gapapa. Kalau gitu salam ya sama tante Daisy," ucap Yuna.


"Oke siap. Kamu juga main-main lagi lah ke rumah aku lagi, kata mama dia kangen masak bareng sama kamu," ucap Deana.


"Iya siap deh, kapan-kapan aku ke rumah kamu lagi. Aku juga kangen masak bareng sama tante Daisy," balas Yuna.


"Oke siap princess. Hahaha," balas Deana tertawa, Yuna pun juga ikut tertawa mendengarnya.


"Apaan sih kamu, De. Ya udah aku turun ya?"


Deana mengangguk, lalu Yuna turun dari mobil Deana.


"Bye hati-hati di jalan," ucap Yuna sambil melambaikan tangannya.


Deana hanya memberikan jempolnya, sebagai tanda OKE kepada Yuna. Deana kembali melajukan mobilnya meninggalkan mansion Yuna. Setelah mobil Deana hilang dari pandangan Yuna, ia pun langsung masuk ke dalam mansion nya.


Di ujung jalan sana, ada seseorang yang mengamati Yuna sedari tadi. Orang itu tak lain adalah Jayden.


"Ngapain Yuna masuk ke dalam mansion mewah itu?" tanya Jayden heran yang melihat Yuna masuk ke dalam sebuah mansion mewah.


"Ngapain Yuna masuk ke dalam rumah mewah itu?" Benak Jayden terus bertanya-tanya.


"Kalau gitu aku harus selidiki ini." Karena sangat penasaran, Jayden kembali melajukan mobilnya hingga di depan gerbang mansion Yuna.

__ADS_1


Jayden turun dari dalam mobilnya, lalu menghampiri gerbang mansion dan bertanya pada security yang menjaga mansion tersebut yang tak lain adalah John.


"Permisi pak."


"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya John ramah.


"Saya mau nanya pak, perempuan yang tadi masuk ke dalam rumah ini siapa ya?" tanya Jayden balik.


"Oh perempuan yang tadi, dia nona Yuna," jawab John.


"Nona Yuna?" tanya ulang Jayden.


John mengangguk cepat. "Iya dia nona muda kami, anak pemilik dari mansion ini," jelasnya.


Sontak membuat Jayden sangat terkejut mendengarnya.


'What? Jadi sebenarnya Yuna itu orang kaya?' batin Jayden yang masih tak percaya dengan kenyataan ini.


"Oh ya, anda siapanya nona Yuna?" tanya John.


"Ah, saya ini teman kuliahnya Yuna. Kalau gitu saya permisi dulu pak," jawab Jayden sekalian pamit pada John.


"Iya Tuan, silahkan."


Jayden kembali memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya pergi meninggalkan mansion Yuna dengan perasaan yang sulit di artikan.


"Kalau Yuna orang kaya, kenapa di kampus dia dapet beasiswa?" monolog Jayden yang heran dengan identitas asli Yuna.


"Aarrgghh, tau ah. Bikin aku tambah pusing aja," ucap Jayden frustrasi sambil mengacak rambutnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continued.


__ADS_2