Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Menjenguk Azura


__ADS_3

"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Levin penasaran.


"Ya aku Yuna, Y-U-N-A" jawab Yuna sambil mengeja namanya.


Levin memutar matanya. "Ya aku tau, tapi mobil yang kamu gunakan itu limited edition. Nggak sembarang orang bisa beli mobil itu," jelasnya.


"Nah bener tu yang dikatakan sama Levin, siapa kmu sebenarnya Yun?" timpal Arthur.


Yuna menghela napasnya, sebenarnya ia sangat malas jika sudah disuruh untuk menjelaskan identitas dirinya.


"Kalian kesini buat jenguk mamanya William kan?" tanya Yuna. Mereka bertiga langsung mengangguk.


"Ya udah ayo kita masuk ke dalam buat jengukin mamanya William, bukan malah nanya tentang aku," ucap Yuna.


"Tapi sebelum itu jawab pertanyaan dari kita, siapa kamu sebenernya?" kekeh Levin.


"Dan kamu dari keluarga mana?" timpal David.


Mereka bertiga sangat kekeh ingin tau siapa Yuna yang sebenarnya, membuat Yuna jadi gregetan dengan tiga pemuda yang pernah menghina dan merendahkan dirinya itu.


"Ya ampun kalian bertiga ini. Oke, nanti di dalam aku cerita," ucap Yuna pasrah.


"Beneran ya?" tanya David, si bungsu dari D'Warlords.


"Ya bawel, ayo kita ke dalam," ajak Yuna. Ketiga pemuda itu mengangguk menyetujui ucapan Yuna. Lalu mereka berempat masuk ke dalam mansion William.


"Bi, William nya ada?" tanya Levin pada salah satu pelayan di mansion tersebut.


"Ada Tuan, Tuan muda sekarang lagi di taman belakang. Disana juga ada teman-teman Tuan yang lainnya," jawab pelayan tersebut.


'Teman-teman yang lain? Berarti ada Jayden juga dong disini? Kenapa harus ada dia disini sih,' batin Yuna menggerutu, tak suka jika ada Jayden disana.


"Oh gitu makasih ya Bi," ucap David. Pelayan itu mengangguk dan langsung pergi.


Setelah itu mereka berempat pergi ke taman belakang yang ada di mansion nya William. Sampainya di taman tersebut, benar saja disana ada juga member D'Warlords lainnya dan Mike.


Disana William terlihat tengah duduk di kursi taman sambil menyuapi mamanya yang duduk di kursi roda, ditemani juga oleh satu pelayan dan satu suster yang merawat Azura.


Felix dan Nathan yang melihat kedatangan Yuna langsung terpesona melihat penampilan gadis itu yang menurutnya tidak seperti penampilan Yuna ketika datang ke kampus.


"She is so beautiful," gumam Felix.


"Wow, itu beneran Yuna? Sumpah dia cantik banget," gumam Nathan.


"Ekhem, ekhem. Ada Yuna tuh Jay," ucap Felix sambil menepuk pundak Jayden yang memang tidak melihat kedatangan Yuna dan ketiga temannya.


Sontak Jayden pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Yuna dan ketiga temannya yang baru saja datang.


"Ngapain sih dia kesini?!" ucap Jayden dengan ketus menatap sinis Yuna. Padahal di dalam hatinya ia sangat terpesona melihat penampilan Yuna siang ini.


Dan sebenarnya Jayden sangat merindukan gadis itu, sebab beberapa hari ini ia jarang bertemu dengan Yuna. Dikarenakan mamanya menyuruh Jayden untuk membantunya untuk mengelola perusahaan kakeknya, yakni JCH Group.

__ADS_1


'Dih ni cowok, kalau ada kamu juga aku nggak bakalan kesini!' batin Yuna geram dengan Jayden.


"Yuna mau jengukin Mamanya William, makanya tadi aku kasi dia alamat mansion nya William," jelas Levin.


"Oh ya Yun, itu Mamanya William," lanjut Levin sambil menunjuk ke arah Azura. Yuna hanya mengangguk mengerti.


"Inget ya! Jangan kasi tau siapa-siapa tentang hal ini," ucap Levin memberi peringatan pada Yuna.


"Iya kamu santai aja."


Yuna pergi menghampiri William dan Azura.


"William," panggil Yuna.


"Yuna!" ucap William yang cukup terkejut melihat kedatangan Yuna yang tiba-tiba.


"Bentar ya Ma," izin William pada Azura.


"Sus, tolong gantikan suapi Mama dulu ya," ucap William pada suster yang merawat Azura.


"Baik Tuan."


Lalu William menghampiri Yuna.


"Kamu ngapain kesini Yun?" tanya William.


"Aku kesini mau jengukin Mama kamu," jawab Yuna. William tersenyum mendengarnya.


"Iya sama-sama. Aku turut perihatin ya Wil, kamu yang sabar," ucap Yuna sambil memegang tangan kiri William.


Jayden cemburu melihat Yuna yang memegang tangan William, ia pun sampai mengepalkan tangannya.


"Iya makasih Yun," ucap William tersenyum.


"Yun, aku mau minta maaf sama kamu. Aku dari awal nggak punya maksud buat mempermainkan kamu," ucap menatap Yuna dengan tatapan yang dalam.


"Soal taruhan itu, aku nggak nyangka bakal nyakitin hati kamu. Jadi, aku bener-bener minta maaf," ucap William menyesal.


"Semenjak aku kenal kamu, aku melihat ada sesuatu yang berbeda dari kamu.Aku kayak ngeliat Mama aku yang dulu, perempuan yang periang, pemberani, mandiri dan pantang menyerah. Jadi karena alasan itu aku ngedeketin kamu," jelas William agar Yuna tidak salah paham lagi dengannya.


Yuna tersenyum mendengar penjelasan dari William. "Iya gapapa kok, kamu udah maafin kamu."


"Oh ya, makasih ya atas semua kiriman bunganya," lanjut Yuna.


William mengerutkan keningnya. "Bunga?" tanyanya bingung, karena ia sama sekali tidak pernah mengirimi Yuna bunga.


"Iya bunga," ucap Yuna.


"Aku nggak pernah tuh ngirim bunga ke kamu," jelas William.


"Lah terus siapa dong yang ngirim bunga-bunga itu ke mansion aku, kalau bukan kamu?" tanya Yuna bingung.

__ADS_1


Mata William langsung melihat ke arah Jayden.


"Kalau menurut kamu siapa?" tanya William tersenyum.


Yuna mengikuti arah pandangan mata William, ternyata mata laki-laki itu melihat ke arah Jayden.


'Hah? Masa sih cowok nyebelin itu yang ngirimin aku bunga setiap hari?' batin Yuna tak percaya jika Jayden yang mengirimkan ia bunga-bunga tersebut.


"Ayo aku ajak kamu kenalan sama Mama aku," ajak William, dengan senang hati Yuna mengangguk menyetujui ajakan William.


Lalu William dan Yuna menghampiri Azura. Suster yang sedang duduk sambil menyuapi Azura itu langsung menaruh makanan dan berdiri dari kursi taman tersebut.


Dan membiarkan William dan Yuna duduk di kursi taman.


"Mama," panggil William sambil memegang tangan mamanya. Azura pun melihat ke arah putranya.


"Kenalin ini Yuna, gadis yang selalu aku ceritakan sama Mama," ucap William.


'What? William selalu cerita tentang aku di mamanya?' batin Yuna cukup terkejut dengan ucapan William tadi.


"Hai Tante, kenalin aku Yuna. Temannya William," ucap Yuna mengenalkan dirinya dengan sopan.


Azura tersenyum sambil memegang dan mengelus lembut pipi Yuna.


"Cantik! Persis seperti Mama," lirih Azura.


"Makasih Tante," ucap Yuna tersenyum.


"Tante cepet sembuh ya, Nanti kalo Tante udah sembuh, Yuna janji bakal ajak Tante jalan-jalan. Ke Mall, ke salon atau kemana pun Tante inginkan," ucap Yuna dengan antusias.


William terkekeh geli mendengar ucapan Yuna. 'Ini yang bikin aku suka dan nyaman sama kamu Yun.' batinnya.


Jayden yang melihat interaksi Yuna dan Azura itu membuatnya cemburu dan iri.


'Aku juga berharap kamu bisa seperti itu dengan mamaku nanti Yun,' batin Jayden.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2