Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
William di jodohkan?


__ADS_3

Keesokan harinya, D’Warlords di undang ke salah satu stasiun televisi untuk perform atau tampil di acara Music Show. Mike, sang manager tengah resah menunggu jayden yang belum datang juga, padahal mereka akan tampil sebentar lagi. Jayden menjadi sering terlambat, mogok untuk tampil bahkan malas-malasan dengan grup idolnya semenjak Yuna menolak cintanya.


“Mike, tinggal 5 menit lagi D’Warlords akan segera tampil,” ucap salah satu crew masuk ke dalam ruangan tunggu khusus untuk member D’Warlords.


“Oke siap,” jawab Mike. Crew itu mengangguk dan pergi. Mike semakin gelisah karena ucapan dari crew tadi yang mengatakan D’Warlords sebentar lagi akan tampil.


“Aduh gimana nih, kalau Jayden kalau mogok tampil kayak gini aku harus ngomong apa sama orang-orang?” ujar Mike yang sedari tadi mondar-mandir membuat member D’Warlords yang lain pusing melihatnya.


“Atau kita telpon Mamanya aja kali ya?” usul Mike. Member D’Warlords yang mendengar itu langsung menatap tajam kea rah manager nya itu.


“Jangan gila, Mike! Kau mau cari mati dengan Tante Eleanor?” sembur Arthur yang tidak setuju dengan usulan Mike tadi.


“Yang ada kita bisa dibubarin, Mike!” timpal Nathan.


“Kayaknya kita bisa kok tampil tanpa Jayden,” sahut Levin dan disetujui oleh semuanya, kecuali William yang sedari tadi focus dengan buku bacaannya. Laki-laki itu memang tiada hari tanpa membaca buku, buku sudah seperti kehidupan baginya.


Tak lama Levin mengatakan itu, tiba-tiba Jayden pun datang membuat mereka bernapas lega, terutama William yang langsung menutup buku yang dibacanya.


“Akhirnya kau datang juga, Jay. Aku kira—” Ucapan Mike langsung disela oleh Jayden.


“Tenang aja, aku orangnya professional kok.”


“Gimana D’Warlords udah siap?” tanya crew itu datang lagi ke ruang tunggu.


“Siap!” jawab semuanya.


“Ayo sekarang kalian siap-siap di atas panggung,” perintah dari crew dan semua member D’Warlords hanya mengangguk, kemudian mereka keluar dari ruang tunggu dan bersiap-siap di atas panggung, di bawah panggung sudah banyak para fans yang sudah tidak sabar melihat penampilan mereka.


Selama tampil, Jayden sama sekali tidak fokus, hingga tariannya pun suka salah. Ia selalu memikirkan tentang Yuna.


‘Kenapa sih di otakku itu selalu aja tentang Yuna. Gimana cara aku untuk mendapatkan hati kamu lagi, Yun? Aku ingin kamu itu hanya jadi milik aku seutuhnya,’ batin Jayden.

__ADS_1


Kurang lebih dari satu jam akhirnya acara music tersebut telah selesai, member D’Warlords pun beristirahat sebentar di ruang tunggu mereka sambil menyantap makanan yang disediakan oleh crew.


Semenjak Jayden mengambil kembali novel yang pernah Yuna buat ke tong sampah itu, ia menjadi sering membacanya bahkan sekarang pun Jayden tengah membaca novel tersebut. Ia membaca novel tersebut di salah satu kursi yang sedikit jauh dari teman- temannya.


“Kamu kenapa sih tadi di atas panggung kayak nggak fokus gitu?” tanya William yang tiba-tiba datang menghampiri Jayden. Sontak Jayden langsung menyembunyikan novel yang ia baca tadi ke belakang punggungnya, tapi sayang William sudah melihat novel tersebut.


“Ah mana ada, aku biasa-biasa aja kok,” elak Jayden. William hanya tersenyum tipis, tangannya terulur mengambil novel yang di sembunyikan oleh Jayden itu.


“Eh itu novel aku!” ucap Jayden kembali merebut novel tersebut dari tangan William.


“Kenapa? Heran ya liat aku baca novel?” tanya Jayden dengan pongahnya.


“Ya nggak biasanya aku liat kamu baca novel, kamu kan paling nggak suka baca buku apalagi novel,” ujar William heran.


“Itu kan salah satu novel favoritnya Yuna dan kayaknya novel itu pernah dibuang deh sama cowok yang pernah nyakitin hatinya,” sambung William dengan sedikit menyindir sepupu sekaligus sahabatnya itu.


DEG!


‘Kok William tau kalau aku pernah membuang novel ini?’ batin Jayden bertanya-tanya.


“Novel ini aku beli sendiri kok, nggak ada sangkut pautnya sama Yuna.” Lagi dan lagi Jayden mengelak dari William.


“Ya ya terserah kamu aja!” balas William malas. Setelah itu ia lebih memilih pergi meninggalkan Jayden sendirian.


Sehabis balik dari acara music, William memilih untuk langsung memilih untuk pulang daripada ikut kumpul dengan teman-temannya di basecamp. Baru saja ia masuk ke rumah, tepatnya di ruang tamu William di panggil oleh Papanya. Disana Wilson tidak sendiri, ada Emily dan beberapa orang tamunya.


“William sini, nak,” suruh Wilson.


Dengan langkah yang malas William menghampiri Wilson dan duduk di samping Papanya, ia merasa hatinya tidak tenang seperti akan terjadi sesuatu. “Kenapa Pa?”


“Kenalin ini rekan bisnis sekaligus sahabat Papa, namanya tuan Nicko Kang dan istrinya nyonya Haruka,” ujar Wilson memperkenalkan tamunya pada William. Nicko Kang dan istrinya merupakan pengusaha perhiasan yang cukup terkenal di Korea Selatan.

__ADS_1


“Salam kenal Tuan, Nyonya. Saya William,” ucap William dengan sedikit menundukkan kepalanya.


“Akhirnya saya bisa bertemu dengan kamu nak William,” balas Nicko tersenyum.


“Jangan panggil kami dengan sebutan Tuan dan Nyonya, panggil saja Om dan Tante,” sambut Haruka.


“Baik, Om Tante.”


“Oh ya sayang, kenalin itu Olivia anak dari tuan Nicko dan nyonya Haruka,” sahut Emily memperkenalkan anak dari tamu suaminya.


“Saya William,” sapa William.


“Aku Olivia,” balas Olivia tersenyum manis. Ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat William tadi, apalagi gadis itu juga merupakan fans berat dari grup idol D’Warlords. William sebenarnya sedikit risih dengan pandangan Olivia terhadapnya.


“Aku fans berat kamu loh,” ucap Olivia malu-malu.


“Thanks,” imbuh William singkat.


“Papa berencana akan menjodohkan kamu dengan Olivia,” papar Wilson tiba-tiba. Sontak membuat William syok dan marah dengan papanya, sedangkan Olivia tentu saja membuat hatinya senang dan berbunga-bunga.


“Apa! Papa jangan bercanda deh!” sentak William.


“Papa nggak becanda, William! Papa akan menjodohkan kamu dengan olivia dan sebentar lagi kalian akan bertunangan,” balas Wilson dengan serius. William menggelengkan kepalanya tak percaya, bisa-bisanya Papanya itu menjodohkan dirinya dengan gadis yang baru saja ia kenal.


“Maaf Pa, kali ini William menolak permintaan Papa. Saya permisi ke kamar.” William beranjak dari sofa dan berjalan cepat menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.


“William sini! Papa belum selesai bicara!” teriak Wilson namun dihiraukan William. Olivia langsung menunduk lesu saat William tak ingin di jodohkan dengannya.


“Kamu tenang aja Oliv, sebenarnya William mau kok dijodohkan sama kamu, tapi mungkin dia hanya syok saja,” ucap Emily menenangkan Olivia.


“Ya Tan, aku tau itu,” balas Olivia tersenyum kecut.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2