
"Iya tapi dia itu Jayden Ma," ucap Yuna. Namun Jasmine tak mendengarkan ucapan putrinya dan terus ingin memukuli tubuh laki-laki itu yang ternyata adalah Jayden.
"Ya ampun, sudah Ma sudah. Ini Jayden." Yuna terus memegang lengan Mamanya agar tidak memukul tubuh Jayden terus-menerus. Akhirnya Jasmine berhenti memukul tubuh Jayden dengan tongkat kasti tersebut.
"Itu Jayden teman kamu?" tanya Jasmine.
"Iya Ma, dia itu senior Yuna di kampus yang Yuna pernah ceritakan ke Mama," jawab Yuna.
"Ya ampun, berarti dia juga member D'Warlords itu kan sayang?" tanya Jasmine tak percaya jika laki-laki yang dipukuli adalah salah satu member idol grup idolanya.
"Iya sekarang kita bawa ke dalam Ma, dia pingsan," ucap Yuna.
"Tunggu Mama telpon pak John dulu."
Yuna mengangguk. "Cepetan Ma!"
Karena pos satpam lumayan jauh dari mansion itu, membuat Jasmine memanggil John dengan cara menelponnya.
"Halo pak John."
"Ya Nyonya ada yang bisa saya bantu? Maaf tadi saya tidak angkat telpon dari Nyonya, soalnya tadi saya pergi sebentar ke kamar mandi," ucap John sopan.
"Tidak apa-apa Pak, sekarang pak John ke depan pintu utama mansion," titah Jasmine.
"Baik Nyonya laksanakan."
Setelah sang majikan mematikan teleponnya, John langsung bergegas pergi ke depan pintu utama mansion.
"Dia siapa Nyonya?" tanya John terkejut ketika melihat Jayden yang pingsan.
"Dia temannya Yuna, Pak. Dia pingsan karena saya pukuli," jawab Jasmine.
"Maaf kalau saya boleh tau, kenapa Nyonya bisa pukuli dia?" tanya John penasaran.
Iya pak, soalnya tadi kita kira dia maling makanya kita pukuli dia
Astaga, dia masuk kesini lewat mana? Perasaan saya sudah kunci gerbangnya
Mungkin dia naik dari tembok pagar mansion ini pak," balas Yuna.
Sebenarnya itu yang Yuna bingung kan dari tadi, padahal tembok pagar dan gerbang mansion nya menjulang tinggi dan Jayden masuk ke mansion nya itu lewat mana? Apalagi kata John gerbang mansion sudah dikunci olehnya.
'Nekat banget sih kamu Jay,' batin Yuna.
"Kalau gitu tolong bantu angkat dia ke kamar saya ya Pak," titah Yuna pada John.
"Baik Nona." John mengangkat tubuh Jayden di bantu juga oleh Yuna untuk di bawa ke dalam kamar Yuna.
Sesampainya di kamar Yuna, Jayden langsung dibaringkan di atas ranjang.
"Makasih ya Pak udah bantu angkat," ucap Jasmine.
__ADS_1
"Sama-sama Nyonya. Maafkan saya juga Nyonya, tadi agak teledor menjaga keamanan mansion ini," ucap John sungkan.
"Tidak apa-apa Pak, lain kali harus lebih ketat lagi ya penjagaannya."
"Siap Nyonya, kalau gitu saya permisi kembali ke pos dulu," pamit John.
"Iya silahkan Pak." John pun langsung keluar dari kamar Yuna.
Jasmine langsung menelpon Frans, Dokter pribadi keluarganya. Beberapa saat kemudian Dokter Frans datang dan langsung memeriksa keadaan Jayden.
"Gimana keadaan teman saya Dok?" tanya Yuna.
"Dia tidak kenapa-napa nona, hanya ada beberapa luka lebam di tubuhnya," jawab Dokter Frans membuat Yuna dan Jasmine bernapas lega.
"Untuk luka lebamnya nanti tinggal di kompres atau di kasi obat salep khusus lebam pasti akan cepat pudar luka lebamnya," jelas Dokter Frans.
"Baik Dok terima kasih," ucap Yuna.
"Sama-sama Nona, kalau gitu saya permisi dulu Nyonya, Nona. Saya harus balik ke rumah sakit," pamit Dokter Frans.
"Iya silahkan Dok," ucap Jasmine.
Dokter Frans pun keluar dari kamar Yuna diantar oleh salah satu pelayan wanita di mansion tersebut.
"Kamu gapapa kan jaga nak Jayden sendirian? Mama ngantuk banget nih," ucap Jasmine yang matanya terasa sangat berat.
"Terus Yuna tidur dimana Ma? Masa iya Yuna tidur sama dia sih? tanya Yuna sedikit bergidik.
"Jangan aneh-aneh deh Ma," balas Yuna memutar matanya jengah.
"Bercanda sayang, kamu tidur di kamarnya Mama Papa atau di kamar tamu aja."
"Terus yang jaga Jayden nanti siapa Ma?" tanya Yuna.
"Cie yang khawatir." Lagi-lagi Jasmine menggoda putrinya.
"Mama apaan sih! Mama tidur aja sana, mungkin nanti Yuna tidur di sofa aja."
"Emang nanti badan kamu nggak sakit tidur di sofa?" tanya Jasmine khawatir nanti putrinya tak nyaman jika tidur di atas sofa.
"Gapapa Ma, udah sana Mama tidur aja," ucap Yuna.
"Iya nak, nanti kamu cepetan ya tidurnya," titah Jasmine ada Yuna.
"Iya Ma."
"Good night dear," ucap Jasmine sambil mencium puncak kepala Yuna.
"Good night too Ma," balas Yuna.
Jasmine pun keluar dari kamar putrinya, meninggalkan Yuna dan Jayden berdua.
__ADS_1
"Kamu tampan dan polos kalau tidur begini Tapi kalau sudah bangun, bikin orang darah tinggi!" gumam Yuna sambil memandangi wajah Jayden yang masih dalam keadaan pingsan itu.
...****************...
Pagi harinya di kamar Yuna, Jayden sedikit demi sedikit membuka matanya. Ia melihat Yuna dan mamanya sedang berdiri sambil memandanginya.
"Akhirnya nak Jayden sadar juga," ucap Jasmine tersenyum lega.
"Iya Ma, Yuna kira dia nggak bakalan bangun selamanya," sahut Yuna.
"Usstt nggak boleh gitu nak," balas Jasmine memukul pelan tangan putrinya.
"Aku dimana?" tanya Jayden parau sambil melihat ke sekelilingnya.
"Nih! Sekarang kamu ada di neraka!" ucap Yuna ketus sambil menutup muka Jayden dengan bonekanya.
"Yuna nggak boleh kayak gitu sayang, nggak baik nak," ucap Jasmine menasehati putrinya yang suka asal ceplas-ceplos.
"Maaf ya nak Jayden, Yuna itu memang orangnya agak galak. Tapi sebenernya hatinya itu baik. Tau nggak, waktu kemarin malam kamu pingsan, Yuna yang nungguin kamu semalaman," ucap Jasmine panjang lebar.
"Ih apaan sih Ma," balas Yuna antara malu dan kesal, wajahnya pun kini sedikit memerah. Tak ingin Jayden melihatnya, ia pun keluar dari kamarnya. Sedangkan Jayden hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Jasmine.
"Kalau gitu Tante tunggu di ruang makan ya nak Jayden, kita sarapan bersama," ucap Jasmine.
"Iya Tante makasih."
Jasmine tersenyum dan mengangguk, lalu keluar dari kamar putrinya membiarkan Jayden sendirian disana. Jayden merubah posisinya menjadi duduk, melihat sekeliling kamar Yuna.
"Kamarnya serba warna pink dan putih. Suasana kamarnya feminim sekali, padahal pemiliknya nggak ada feminimnya sama sekali. Yang ada pemiliknya bar-bar dan galak banget," cibir Jayden.
Lalu Jayden beranjak dari tempat tidur dan melihat-lihat foto Yuna yang di temple pada tembok kamar gadis itu. Jayden sampai senyum-senyum sendiri seperti orang gila ketika melihat foto-foto Yuna, apalagi setelah melihat foto Yuna ketika masih kecil.
"Lucu banget sih dia waktu kecil," gumam Jayden sambil mengusap foto masa kecil Yuna.
"Aku harus dapatkan kamu kembali Yun! Harus!" Jayden berambisi untuk mendapatkan hati Yuna kembali.
Setelah itu Jayden pergi ke kamar mandi yang berada di kamar Yuna untuk mencuci wajahnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued.