
Yuna keluar dari kamar dengan mengenakan kaos lengan pendek warna putih yang lumayan ketat dan tipis serta dipadukan dengan rok pendek jeans di atas lutut. Kaos dan rok yang di kenakan Yuna tersebut merupakan keluaran terbaru dari brand ternama dunia, jadi jangan salah walaupun terlihat sederhana, pakaian tersebut harganya mencapai jutaan.
"Pagi Nona," sapa Beatrix saat melihat Yuna datang ke ruang makan.
"Pagi juga Bi. Pagi ini Bibi buat sarapan apa?" tanya Yuna duduk di kursi makan.
"Bibi buat sandwich daging asap kesukaan, Nona."
"Wah terima kasih Bi, tau aja Yuna lagi lapar," ucap Yuna girang.
"Sama-sama, Nona." Beatrix senang karena makanan buatannya selalu dimakan dengan baik dan dihargai oleh majikannya. Mata Yuna melihat sekeliling mencari keberadaan kedua orang tuanya.
"Mama sama Papa kemana, Bi? Kok sepi banget," tanya Yuna sambil mengunyah sandwich kesukaannya.
"Tuan dan Nyonya tadi pagi mau pergi main golf sama teman-temannya, Nona." Jam setengah sembilan tadi Lukas dan Jasmine pergi ke tempat bermain golf, tempat-tempat para pengusaha sukses berkumpul.
"Yuhuuu pagi... Deana yang cantik membahana datang!" teriak Deana. Itulah kebiasaan sahabat Yuna yang satu ini ketika bertamu ke mansion nya, namun Yuna bahkan kedua orangtuanya tidak pernah mempermasalahkan hal itu, karena mereka sudah menganggap Deana sudah seperti anak sendiri.
"Ini mansion Deana, bukan hutan!" ucap Yuna kesal karena kegiatan sarapannya sedikit terganggu.
"Hehe maaf Yun," balas Deana cengengesan. Yuna mendengus kesal.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Yuna, walaupun kesal ia tetap perhatian pada sahabatnya itu.
"Perhatian banget sih, jadi terharu deh," jawab Deana sedikit mendramatisir.
Yuna memutar matanya jengah. "Perhatian salah, nggak perhatian apalagi."
"Jangan ngambek dong, aku tadi udah sarapan kok.
"Ya aku nggak ngambek. Oh ya Kenzo nggak ikut kita?" tanya Yuna. Deana bingung harus menjawab apa, ia memang tidak mengajak Kenzo sama sekali karena ini memang Deana lakukan agar Yuna dan Jayden bisa bersatu kembali.
"Em Kenzo nggak ikut, katanya ada acara keluarga," ujar Deana berbohong dan meminta maaf kepada Kenzo dalam hatinya karena telah membawa namanya dalam kebohongan ini. Yuna hanya manggut-manggut mengerti.
"Kamu udah selesai kan sarapannya?" tanya Deana.
"Sudah."
"Kalau gitu ayo kita berangkat sekarang!" Deana takutnya Jayden nanti lama menunggu mereka.
"Iya ayo!" Yuna mengambil sling bag miliknya terlebih dulu, lalu mereka berdua melangkahkan kakinya menuju keluar mansion, disana sudah terparkir mobil Honda Civic putih milik Deana dan mereka masuk ke dalam mobil tersebut.
Kurang lebih 20 menit mereka sampai di salah satu Mall terbesar di Korea, kemudian Deana memarkirkan mobilnya di basemen parkiran.
"Akhirnya sampai juga, yuk kita turun," ajak Yuna.
"Tunggu sebentar Yun, aku mau chat mami dulu. Mau kasi tau Mami kalau aku di Mall," ujar Deana. Padahal Deana ingin mengirimkan pesan pada Jayden bahwa ia dan Yuna sudah berada di parkiran. Deana berharap Jayden juga telah sampai.
"Oh gitu, ya sudah," balas Yuna menunggu Deana. Setelah Jayden membalas pesan Deana dan mengatakan dia juga sudah sampai, Deana pun mengajak Yuna untuk keluar.
"Udah, yuk kita turun."
Yuna mengangguk, lalu mereka berdua pun langsung turun dari mobil. Tiba-tiba saja dari arah depan Jayden menghampiri mereka berdua dan itu membuat Yuna terkejut melihat Jayden yang juga sedang berada Mall itu.
"Hai Yuna, Deana," sapa Jayden ramah tak lupa pula ia memakai masker agar tidak ketahuan oleh para penggemarnya.
"Eh kak Jayden," sapa Deana balik sedangkan Yuna hanya diam tidak membalas sapaan Jayden dan hanya bisa bermonolog dalam hati.
__ADS_1
'Jayden? Ngapain sih dia juga ada disini.'
"Kak Jayden ngapain di Mall? Mana sendirian lagi tanpa penjagaan," tanya Deana basa-basi.
"Oh itu aku mau pergi beli sesuatu aja disini, kalian berdua ngapain disini?" tanya Jayden balik.
"Kita kesini mau pergi nonton ke bioskop kak," jawab Deana. Yuna hanya diam menyimak obrolan mereka berdua.
"Wah kebetulan aku udah jarang nonton ke bioskop, apa aku boleh gabung sama kalian?" tanya Jayden meminta ikut dengan Yuna dan Deana.
"Boleh."
"Nggak!" Jawaban Yuna dan Deana sangatlah bertolak belakang, ada yang memperbolehkan Jayden ikut dan ada pula yang menolaknya. Yuna melotot kan matanya ke Deana, agar Deana tidak mengajak Jayden untuk ikut dengan mereka menonton bioskop.
"Boleh apa nggak nih? Kalau nggak boleh juga nggak apa-apa," ucap Jayden.
"Eh boleh kok kak, Yuna tadi cuma bercanda kok," ujar Deana sedangkan Yuna melongo mendengar ucapan Deana, sejak kapan dirinya bercanda?
"Ayo kita masuk." Deana menarik tangan Yuna untuk masuk ke dalam gedung Mall. Yuna hanya bisa pasrah. Diam-diam Jayden menyunggingkan senyum smirknya.
'Tunggu aja Yuna, kamu bakal jadi milik aku lagi,' batin Jayden.
"Kamu ngapain sih pake ngajak dia segala?" bisik Yuna tak suka.
"Ih gapapa biar ramai, kan tambah ramai tambah seru tuh," balas Deana santai. Yuna langsung mendengus.
Sampailah mereka bertiga di dalam bioskop, disana banyak orang yang mengantri ingin menonton seperti mereka.
"Kalian mau nonton film apa? Yang romantis atau horor?" tanya Deana.
"Romantis!" Yuna dan Jayden menjawab dengan serempak, membuat mereka saling tatap tapi dengan cepat Yuna mengalihkan pandangannya sedangkan Jayden hanya tersenyum tipis.
"Cie kok film yang ingin kalian tonton samaan gitu, jangan bilang kalau kalian itu sebenarnya berjodoh," ucap Deana menggoda Yuna dan Jayden.
"Doakan saja, semoga aku dan Yuna berjodoh," balas Jayden.
"Dih amit-amit," sahut Yuna tak terima.
"Amin, aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan sahabat aku," timpal Deana.
"Deana, apa-apaan sih kamu!" ucap Yuna kesal. Deana langsung nyengir kuda sambil mengangkat dua jarinya, takut jika sahabatnya itu murka.
"Tapi aku pengen nonton horor, gimana dong?" tanya Deana. Ia sengaja memilih film horor karena Deana tau jika Yuna tidak suka dengan film yang berbau horor. Mungkin dengan memilih film itu, Deana harap akan ada sesuatu hal terjadi di antara Yuna dan Jayden dalam teater bioskop nanti.
"Ya gapapa, kamu pesan tiket horor aja," balas Jayden. Ia mencoba mengikuti skenario yang dibuat oleh Deana.
"Gimana Yun, kamu mau kan?" Deana meminta persetujuan Yuna. Mau tak mau Yuna mengangguk menyetujui keinginan Deana, walaupun dalam hatinya tengah ketar-ketir karena akan menonton film horor. Film yang paling dibencinya.
"Asik! Kita nonton film horor, kalau gitu aku pesan tiket dulu. Oh ya lupa, kalian mau pesan minum sama popcorn juga?" tawar Deana.
"Boleh, tapi aku cuma pesan minuman aja, yang Cola," balas Jayden yang hanya memesan minuman saja.
"Kalau Yuna?" Deana menatap Yuna.
"Aku cola sama popcorn karamel."
"Oke, kalian tunggu ya?" Jayden hanya mengangguk.
__ADS_1
"Aku ikut!" ujar Yuna.
"Nggak usah, biar aku aja yang pergi beli sendiri. Kamu temenin kak Jayden aja disini," ucap Deana yang melarang Yuna mengikutinya.
Yuna pun hanya menghela napas dan mengangguk. Deana pergi untuk memesan tiket, minuman serta popcorn untuk mereka bertiga, membiarkan Yuna dan Jayden berdua.
"Kamu bakal nonton pakai baju kayak gitu?" tanya Jayden melihat penampilan Yuna.
"Memangnya kenapa dengan baju aku? Nggak malu-maluin juga kok."
"Iya, tapi di dalam bioskop itu dingin loh. Takutnya kamu nanti kedinginan di dalam sana, apalagi kamu pakai baju tipis dan rok pendek seperti itu," jelas Jayden.
"Nggak bakal, aku kan suka dingin!" balas Yuna ketus.
Jayden menghela napas. 'Dasar keras kepala,' batinnya.
"Ya udah terserah kamu saja," ujar Jayden pasrah.
Mereka berdua pun saling diam, yang terdengar hanya suara orang-orang disana yang akan menonton juga. Sampai pada akhirnya Deana datang dengan membawa 2 minuman cola dan 1 popcorn.
"Loh kenapa kamu pesan minuman ada 2 De?" tanya Yuna heran.
"Sorry guys, aku nggak bisa ikut nonton sama kalian," ucap Deana memasang wajah menyesal.
"Kenapa Deana?" tanya Jayden.
"Aku tadi tiba-tiba di telpon sama Mama, katanya Om sama Tante aku yang berada di Jepang itu bakal datang hari ini. Terus aku disuruh jemput mereka di Bandara. Sekali lagi maaf banget, aku nggak bisa ikutan nonton," jelas Deana.
"Kalau gitu aku juga mau pulang," timpal Yuna.
"Kok gitu? Aku udah beli tiket, minuman sama popcorn loh ini kan sayang kalau di buang," ujar Deana.
"Nggak ada kamu kurang seru," jelas Yuna padahal ia tak ingin menonton berduaan dengan Jayden.
"Udah gapapa, nanti kan ada kak Jayden yang nemenin kamu. Kalau gitu aku pulang dulu ya, harus buru-buru nih! Have fun ya kalian, bye guys," ujar Deana dengan nada terburu-buru. Lalu Deana mendekati Jayden dan berbisik.
"Good luck, kak."
Jayden hanya memberikan jempolnya pada Deana tanpa diketahui oleh Yuna.
"Ayo kita masuk, sepertinya filmnya sudah mau tayang," ajak Jayden pada Yuna. Yuna hanya mengangguk, kemudian mereka masuk ke dalam teater bioskop dan mencari tempat duduk.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued.
__ADS_1