
"Jay," panggil Yuna.
"Ya sayang?"
"Kamu tau kalau William udah tunangan?" tanya Yuna.
"Iya tau sayang, sekitar seminggu yang lalu dia hubungi aku," jawab Jayden. Bukan seminggu yang lalu tepatnya William pertama kali menghubungi Jayden, tapi satu tahun yang lalu dan William berpesan kepada Jayden agar tidak memberitahukan ke siapapun terutama Yuna jika dirinya telah menghubungi Jayden, entah apa maksud dari laki-laki itu. Mau tak mau Jayden pun harus berbohong kepada semua orang.
"Syukurlah kalau kamu sudah mengetahuinya. Aku senang sekali William sudah bertemu dengan cinta sejatinya," ucap Yuna.
"Iya aku juga seneng William sudah bertemu dengan jodohnya," timpal Jayden.
"Terus apa kamu tau kalau tunangannya William itu sangat cantik," ucap Yuna girang. Jayden tertawa kecil mendengar suara gadisnya yang girang seperti anak kecil yang baru saja diberi permen.
"Tapi bagi aku kamu yang tercantik sayang," puji Jayden. Yuna langsung melihat ke arah lain, wajahnya menjadi merah padam karena pujian dari Jayden.
"Mulai deh keluar rayuan buaya nya!" sungut Yuna pura-pura kesal.
"Nakal ya, masa pacarnya sendiri dibilang buaya." Jayden mencubit pipi Yuna dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memegang setir mobil.
"Sakit Jayden! Senang sekali sih cubit pipi aku!" kesal Yuna memanyunkan bibirnya. Jayden langsung tertawa melihat ekspresi Yuna.
Tak lama kemudian mereka sampai di mansion milik Jayden. Yuna pergi ke kamar Jayden untuk mengganti dress-nya, sedangkan Jayden menunggu di ruang tengah.
Setelah mengganti pakaian dan menghapus makeup Yuna pun bergegas menuju ke Jayden di ruang tengah.
"Sayang," panggil Yuna.
"Ya sayang?" Jayden menatap ke arah Yuna.
"Sekarang gantian kamu ganti pakaian," suruh Yuna sambil duduk di sebelah Jayden.
"Iya ini aku mau ganti, lamu lama banget sih ganti bajunya," keluh Jayden yang menunggu Yuna cukup lama keluar dari kamarnya.
"Kan aku hapus makeup juga, makanya lama," kilah Yuna. Jayden menghela napas kasar, apa para wanita selalu lama dalam hal seperti itu?
'Ck, jadi wanita memang ribet,' batin Jayden.
"Ayo sana ganti pakaian kamu, aku mau masak dulu," ujar Yuna.
"Iya sayang."
Jayden pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya. Sementara Yuna pergi ke dapur untuk memasak dan kebetulan malam ini pelayan di mansion Jayden tidak memasak untuk makan malam, karena memang Jayden yang menyuruh.
__ADS_1
Yuna mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat Tangsuyuk, makanan khas Korea yang bahan utamanya terbuat dari daging sapi dengan saus asam manis. Yuna juga akan membuat Sundubu Jigae, yakni sup bercitarasa pedas, manis dan gurih yang berisikan berbagai macam antara lain tahu, kerang, udang serta beberapa macam sayuran.
Yuna yang sedang fokus memasak itu, tiba-tiba dikejutkan dengan dua lengan kokoh memeluknya dari belakang.
"Sayang."
"Astaga Jayden! Bikin aku kaget aja!" kesal Yuna.
"Lagi masak apa sayang?" tanya Jayden menaruh dagunya di pundak Yuna.
"Lagi masak Tangsuyuk sama Sundubu Jigae," jawab Yuna.
"Bakalan enak nih, cepetan ya masaknya sayang, aku sudah laper banget," ucap Jayden sudah tak sabar menyantap makanan buatan Yuna.
"Iya, lebih baik sekarang kamu jangan ganggu aku, biar makanannya cepat jadi. Kamu tunggu aja di ruang tengah, nanti kalau udah siap aku panggil kesana," balas Yuna menghadap ke belakang sambil mendorong tubuh Jayden.
"Ya sudah, semangat buat masaknya sayang." Jayden mencium pucuk kepala Yuna, lalu pergi menuju ke ruang tengah sambil menunggu masakan Yuna siap.
Masakan Yuna pun telah siap dan sudah menghidangkan makanan tersebut di atas meja makan.
"Akhirnya masakan aku siap juga. Sekarang tinggal panggil Jayden."
Yuna berjalan menuju ke ruang keluarga untuk memanggil Jayden, lelaki itu sedang duduk sambil menonton televisi dan memakan beberapa Snack.
"Jay, ayo makan dulu. Makanannya udah siap," ucap Yuna.
"Hem, sepertinya semuanya enak nih," ujar Jayden melihat masakan Yuna yang terhidang di atas meja. Yuna menyiapkan sedikit nasi merah ke piring dan menaruhnya di depan Jayden.
"Ayo di makan sayang," suruh Yuna.
"Iya sayang."
Mereka berdua langsung menyantap makanan tersebut terdengar suara sendok, garpu dan sumpit mulai beradu. Dan benar saja, masakan Yuna sangat enak, bahkan Jayden menambah nasi hingga 2 kali.
"Gimana masakan aku, Jay? Enak nggak?" tanya Yuna.
"Selalu enak sayang," jawab Jayden.
"Seneng deh kalau kamu suka," kata Yuna lega.
"Kenapa kamu nggak buat restoran aja sih sayang? Sayang loh kepintaran memasak kamu," ucap Jayden yang mengusulkan Yuna membuat restoran.
"Memang dari dulu aku ada keinginan ingin membuat restoran atau cafe, tapi nanti-nanti aja dulu. Aku mau fokus dulu sama kuliah," imbuh Yuna.
__ADS_1
Jayden manggut-manggut mengerti, "Aku akan selalu mendukungmu, sayang."
"Terima kasih sayang."
Selesai mencuci wajah dan menyikat gigi, Yuna dan Jayden memutuskan untuk tidur, tapi sebelum itu mereka mengobrol terlebih dulu atau biasanya disebut dengan pillow talk.
"Sumpah aku masih nggak percaya kalau kamu itu nggak pernah berpacaran sama sekali," ucap Jayden. Yuna memutar matanya, sudah 1000 kali lebih kekasihnya itu mengatakan hal itu membuat ia menjadi malas mendengarnya.
"Kamu ini nggak percaya sekali sih. Iya dari dulu aku nggak pernah berpacaran dan kamu itu pacar pertamaku," tekan Yuna.
"Berarti aku cinta pertama kamu dong?" tanya Jayden dengan mata berbinar.
Yuna menggeleng, "Bukan kamu."
Mata Jayden yang tadinya berbinar seketika meredup, "Lalu siapa laki-laki cinta pertama kamu?"
Entah mengapa Jayden deg-degan menunggu jawaban Yuna ditambah ia penasaran siapa cinta pertama dari gadisnya itu.
"Papa aku," jawab Yuna.
"Ish aku kira siapa!" Jayden langsung memeluk tubuh Yuna.
Yuna terkekeh, "Walaupun kamu bukan cinta pertamaku, tapi aku berharap kamu menjadi cinta terakhir di hidupku," ucapnya tulus sambil mendongak menatap Jayden. Mata Jayden berkaca-kaca mendengar perkataan Yuna tadi.
"I wish honey, aku juga berharap kamu bisa menjadi wanita terakhir di hidupku," lirih Jayden mengeratkan pelukannya di tambah mengecup puncak Yuna berkali-kali.
"Terus kalau kamu, kenapa nggak cari pacar setelah putus dari Sonya?" tanya Yuna.
"Mungkin bisa dikatakan aku masih trauma mengenal lagi dengan wanita dan cinta saat itu. Tapi ketika kamu muncul di hidupku dan entah kenapa itu membuat rasa trauma ku hilang seketika. Apa ini disebut dengan takdir?" ujar Jayden.
"Maybe, you are my destiny in my life honey," papar Yuna menatap Jayden dengan tatapan penuh cinta. Oh God, kenapa sedari tadi ucapan Yuna membuat hati Jayden meleleh dan berbunga-bunga.
Tak tahan lagi, Jayden langsung mencium bibir Yuna dengan penuh kelembutan, Yuna pun membalasnya.
"Besok ini kamu mau kemana sayang?" tanya Jayden setelah melepaskan ciumannya sambil menghapus bekas saliva di bibir Yuna.
"Aku pengen jalan-jalan, kamu temenin aku ya? Please ..."
"Iya sayang, besok aku temani kamu, kemana pun kamu pergi," ucap Jayden.
"Yey terima kasih sayang."
"It's my pleasure baby."
__ADS_1
Mereka berdua pun mulai memejamkan mata dan bergelut dengan dunia mimpi.
...----------------...