Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Balik ke Korea


__ADS_3

Hari ini adalah hari kepulangan Yuna ke Korea Selatan. Sedari kemarin Jayden terus membuat drama dan membujuk Yuna agar tidak pulang ke Korea.


"Bisa nggak pulangnya seminggu lagi sayang? Aku masih kangen sama kamu," ucap Jayden sambil memeluk erat Yuna.


"Nggak bisa dong Jay, bentar lagi kan aku masuk kuliah," balas Yuna.


"Aku jadi pengen cepet-cepet pulang juga kesana," lirih Jayden. Ia sangat merindukan suasana di Korea Selatan.


"Sabar sayang, aku doakan semoga pekerjaan kamu disini cepet selesai dan kamu bisa kembali ke Korea." Yuna mengelus punggung Jayden.


Jayden menghela napas panjang, lalu melepaskan pelukannya. Tangannya menangkup kedua pipi Yuna, "Aku nggak sabar pengen melamar kamu jadi istri aku sayang."


"Iya aku tau sayang, aku juga nggak sabar pengen jadi istri kamu," balas Yuna lembut membuat Jayden menghela napas kasar.


Jika Jayden boleh bersikap egois, mungkin saja ia akan menahan dan menikahi Yuna disini sekarang juga, walaupun Jayden yakin akan dilarang keras oleh orang tua mereka masing-masing dan juga ia tidak peduli jika Yuna marah terhadapnya, asalkan gadis itu bisa menjadi miliknya seutuhnya.


Jayden memajukan wajahnya dan mencium seluruh wajah Yuna, ketika bibirnya berada di bibir Yuna, ia menciumnya sedikit lama.


"Maaf ya jadi hilang deh lipstik kamu," ucap Jayden sambil mengelap bibir Yuna yang basah akibatnya.


"Kamu kebiasaan deh!" kesal Yuna.


"Tapi kamu suka kan?" balas Jayden sambil mengedipkan sebelah matanya. Yuna mendengus dan memang benar adanya, ia juga menyukai ciuman mereka, tapi Yuna sangat gengsi mengungkapkannya.


"Ayo berangkat ke Bandara," ajak Yuna mengalihkan topik pembicaraan. Sebelum itu Yuna merapikan hiasan di wajahnya terlebih dahulu.


Jayden mengangguk, "Iya sayang. Oh ya Mama tadi titip salam ke aku untuk kamu, Mama nggak bisa antar kamu ke Bandara, soalnya pekerjaan di kantor lagi banyak."


"Gapapa sayang, aku mengerti."


Jayden tersenyum, lalu mereka berdua pun keluar dari kamar dengan Jayden menarik koper milik Yuna. Sopir pribadi yang melihat Tuannya membawa barang-barang itu langsung turun tangan membantu serta memasukkannya ke dalam bagasi mobil.


Dari masih dalam perjalanan sampai di Bandara, Jayden terus menggenggam dan sesekali mencium tangan gadisnya, Yuna pun gak keberatan Jayden melakukan hal itu.


"Kamu yakin akan balik ke Korea?" tanya Jayden, mungkin ini sudah ke seratus kali menanyakan hal yang sama pada Yuna.


"Jayden sayang, jangan seperti ini dong. Nanti yang ada aku beneran nggak jadi pulang loh," ucap Yuna.


"Nah itu lebih baik," balas Jayden santai.


"Jayden!" Yuna melotot kan matanya.


Selang beberapa saat airport announcement, pengumuman panggilan boarding pun mengatakan bahwa, penumpang pesawat untuk ke Korea Selatan akan segera boarding.

__ADS_1


"Kenapa cepat sekali kamu pulangnya," lirih Jayden memeluk erat tubuh Yuna.


"Sudah sayang, nanti yang ada aku nggak mau pulang kalau kamu kayak gini terus," balas Yuna sambil mencoba melepas pelukan Jayden.


"Aku pergi dulu ya?"


Dengan berat hati, Jayden pun mengangguk, "Semoga kamu selamat sampai ke Korea ya sayang."


"Iya sayang. Kamu disini jaga kesehatan ya? Jangan terlalu memforsir diri dalam bekerja, aku nggak mau kamu sakit nantinya," pesan Yuna. Hati Jayden menghangat dibuatnya.


"Aku akan selalu ingat pesan kamu sayang, ingat nanti kalau sudah sampai di Korea langsung hubungi aku ya?" perintah Jayden dan dibalas anggukan kepala oleh Yuna.


"Ya udah aku pergi dulu ya? Bye sayang," ucap Yuna sambil melambaikan tangannya kepada Jayden dan Jayden pun membalasnya.


Setelah Yuna tak terlihat, Jayden pun pergi dari Bandara menuju ke mansion nya. Sesampainya di mansion, ia segera mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja karena hari ini akan ada meeting dengan salah satu kliennya yang berasal dari Inggris.


Malamnya, tepatnya pada pukul setengah dua belas malam, Jayden belum juga tertidur. Ia tengah menunggu kabar dari Yuna padahal ini sudah 15 jam setelah keberangkatan gadis itu, tapi sampai sekarang Yuna belum juga menghubunginya membuat Jayden menjadi cemas menunggunya.


Tak lama orang yang di khawatirkan Jayden pun akhirnya menghubungi laki-laki itu.


"Halo Jay," ucap Yuna dengan lembut tapi terdapat suara lemas yang didengar oleh Jayden.


"Halo sayang, akhirnya kamu menghubungi aku juga. Kamu tau sedari tadi aku cemas menunggu kamu," balas Jayden lega. Kalau saja Yuna tidak menghubunginya mungkin saja Jayden akan langsung menghampiri Yuna ke Korea.


"It's okey honey, yang penting kamu sudah sampai dengan selamat dan kamu sudah menghubungi aku, aku sekarang jadi tenang," ujar Jayden.


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, sayang. Tadi kamu kerja, Jay?" tanya Yuna.


"Iya sayang, tadi aku kerja soalnya aku ada meeting dengan klien aku dari Inggris," jelas Jayden.


Diujung telpon sana, Yuna sangat bangga terhadap kekasihnya itu, masih muda sudah menjadi pengusaha hebat dan sukses, ya walaupun itu perusahan orang tuanya tapi tetap saja Yuna bangga kepada Jayden.


"Oh begitu, kamu tidur saja Jay, disana kan sudah jam setengah 12 malam, aku yakin kamu juga pasti sangat mengantuk dan lelah," suruh Yuna.


"Iya sayang, kamu juga tidur, suara kamu lemas banget kedengarannya. Pasti capek banget kan di pesawat?"


"Hem, sangat melelahkan di dalam pesawat hampir 15 jam lamanya," keluh Yuna.


"Ya sudah kamu tidur ya?"


"Iya sayang, aku tutup ya telponnya? Love you and good night," ucap Yuna.


"Love you and night too honey, bye," balas Jayden. Yuna pun memutuskan sambungan telepon mereka.

__ADS_1


Jayden membuang napas, terkadang ia sangat lelah melakukan hubungan jarak jauh seperti sekarang ini, tapi ini karena begitu cintanya Jayden pada Yuna, itulah yang membuat dirinya bertahan hingga sekarang.


...****************...


3 hari kemudian, Yuna kembali berkuliah seperti biasanya. Tiga bulan sebelum Yuna libur kuliah lalu, ada mahasiswa baru semester 6 yang berarti satu tahun lebih senior dari Yuna masuk ke Imperial College dan mahasiswa baru itu dengan terang-terangan mendekati Yuna bahkan ia tidak peduli jika Yuna telah memiliki kekasih dan Yuna pun malas menanggapinya.


Alden Lee, itu lah mahasiswa baru tersebut. Dia tak kalah tampan dari semua member D'Warlords jika mereka di sandingkan.


Dan sebenarnya Alden belum mengetahui siapa kekasih dari Yuna, hanya sebagian kecil mahasiswa yang mengetahui jika Yuna adalah kekasih dari Jayden.


Yuna juga tidak menceritakan pasal laki-laki itu pada Jayden, ia hanya tak ingin Jayden kepikiran dan akan berbuat nekat pada mahasiswa baru itu.


"Ada apa ya ramai-ramai di lapangan?" tanya Yuna pada Deana.


"Biasalah mereka lagi liatin si Alden sama timnya main basket," jawab Deana malas.


"Kamu nggak ikut-ikutan seperti mereka juga?"


"Nggak deh, terima kasih! Yang ada nanti si David malah ngadu ke kakaknya!" sungut Deana. Yuna langsung terkekeh, David memang sering mengadukan apa yang Deana kerjakan selama di kampus pada Arthur, kakaknya.


Pada saat Yuna dan Deana lewat di sekitaran lapangan, terdengar seseorang memanggil.


"Yuna!"


Yuna dan melihat ke arah sumber suara.


"Ya ada apa kak Alden?" tanya Yuna. Siapapun yang melihat Alden saat ini pasti akan terpesona, apalagi melihat keringat-keringat yang berjatuhan di wajah laki-laki itu semakin membuatnya terlihat seksi.


"Kalian mau kemana?" tanyanya basa-basi. Mahasiswi yang melihat interaksi antara Yuna dan Alden itu merasa iri, tapi apalah daya tidak ada yang berani menandingi seorang Yuna Kim.


"Kita mau ke perpustakaan," jawab Deana. Ia sedikit tak suka dengan Alden, Deana juga menjaga Yuna agar Alden tidak berani macam-macam terhadap sahabatnya karena itu juga amanat Jayden pada Deana untuk menjaga Yuna dari buaya-buaya kampus.


"Oh gitu, nanti malam kamu ada nggak, Yun?" tanya Alden.


"Ada, dia mau kencan sama kekasihnya!" sahut Deana, ia tak membiarkan Yuna menjawab.


"Aku tanya Yuna bukan kamu!" sentak Alden kesal.


"Terserah dong dan aku harap kamu jangan pernah mendekati Yuna!" ancam Deana lalu menarik tangan Yuna menuju ke arah perpustakaan.


"Sial!" umpat Alden menatap tajam punggung Deana.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2