
"Besok kamu ikut lomba apa?" tanya Liora pada Emmanuel.
"Puisi," jawab Emmanuel singkat.
Liora membulatkan matanya, dia bertepuk tangan. "Hebat banget sih kamu. Sudah hafal puisinya?"
Emmanuel langsung menggelengkan kepalanya.
"Ayo kita latihan, pokoknya nanti kamu harus jadi juara satu!" ucap Liora semangat.
Emmanuel mulai menghafal puisi yang akan dia tunjukan di lomba besok. Emmanuel memiliki otak yang cerdas, bahkan dalam beberapa menit saja dia sudah mampu menghafalkannya. Liora mencontohkan gerakan gerakan saat berpuisi dan memaksa Emmanuel mengikutinya dengan dalih 'Itu gerakan yang wajib saat lomba puisi.' Emmanuel pun menurutinya.
Mereka sibuk latihan puisi tanpa disangka Zelvin memerhatikan mereka dari jauh. Tatapan Zelvin fokus kepada Liora, dia menatap gadis itu yang sangat bersemangat dibandingkan dengan Emmanuel. Liora gadis yang tak pantang menyerah, dia berusaha untuk mendekati Emmanuel yang notabene nya sangat sulit didekati.
Liora yang polos dan selalu excited dan Emmanuel yang kaku dan dingin.
Ponsel Zelvin berbunyi, 'Mama' nama itu yang tertera di layar ponselnya. Zelvin menekan tombol hijau.
"Halo, Ma?"
"Halo, Zelvin. Kamu sedang apa?"
"Seperti biasa."
"Mantu mama gimana kabarnya? rindu banget mama sama dia. Kapan kapan ajak main kesini, sama Emmanuel juga," suruh Marissa.
"Iya."
"Zelvin, Papa mendapatkan undangan pesta kolega kita. Papa nggak bisa datang, kamu dan Liora diminta Papa untuk wakilkan dia. Bisa?"
"Kapan?"
"Nanti malam. Jam 7."
"Aku akan datang."
"Bagus. Jangan lupa ya, ajak mantu kesayangan mama main kesini."
"Aku tutup."
Tut!
Zelvin melangkahkan kaki nya untuk mendekat ke arah Liora dan Emmanuel.
"Liora," panggil Zelvin dengan nada yang dingin.
Liora menatap Zelvin, "Ya, kak?"
"Nanti malam, ikut saya ke acara pesta rekan bisnis saya. Asisten saya akan mengirimkan pakaiannya."
Liora mengangguk menyetujui ajakan suaminya.
"Saya akan jemput nanti malam," ucap Zelvin.
"Daddy sekarang mau kemana?" celetuk Emmanuel.
__ADS_1
"Kerja."
"Daddy aku mau nonton marv--"
"Sibuk."
Setelah mengucapkan itu, Zelvin meninggalkan mereka. Liora merasa iba melihat Emmanuel yang sangat ingin dekat dengan Zelvin.
"Kamu mau nonton marvel? Sama Tante saja gimana?" tawar Liora.
Emmanuel langsung menggelengkan kepalanya.
"Kenapa? Tante punya temen yang suka nonton marvel loh, jadi Tante sedikit tahu."
"Aku nggak peduli!"
"Emmanuel!" teriak Liora ketika Emmanuel berlari meninggalkannya.
Zelvin menatap seorang gadis yang keluar dari rumah dengan menggunakan dress hitam selutut. Dress itu terlihat sangat cocok dan pas di tubuh Liora. Make up natural nya sangat cantik, rambutnya digerai indah dengan poni tipis yang menghiasi keningnya. Bibir pink yang terlihat alami. Liora cantik, Zelvin mengakui itu.
Liora masuk ke dalam mobil, duduk di sebelah Zelvin. "Kak Zelvin aku terlalu menor nggak? Bukan apa-apa ya, aku kurang percaya diri kalau gini. Aku--"
"Sudah diam, jangan banyak bicara!"
Zelvin melajukan mobilnya, Selama di perjalanan tidak ada percakapan apapun diantara mereka hanya keheningan yang menyelimuti mereka.
Mobil Zelvin berhenti disebuah gedung mewah. Mereka keluar dari mobil, lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam.
"Jadilah wanita elegan. Jangan bikin saya malu." pesan Zelvin Liora mengangguk. Liora mengikuti Zelvin dari belakang. Pesta ini terlihat sangat mewah dan megah. Zelvin menggandeng tangan Liora membuat Liora tersentak kaget. Untuk pertama kalinya Zelvin menggandeng tangannya, hal itu membuat jantung Liora berdetak cepat.
"Kenapa?" tanya Liora bingung.
"Semuanya mengandung alkohol, kecuali kalau kamu peminum."
Liora mengangguk patuh. Zelvin membawanya menuju pemilik acara, Mereka sedikit berbincang dan Zelvin memperkenalkannya sebagai istri. Astaga, Liora sangat senang mendengarnya.
Zelvin membawa Liora untuk duduk di meja yang kosong. Zelvin menerima wine yang disodorkan oleh pelayan. "Ambilkan air putih!"
"Baik tuan."
Tak lama kemudian, pelayan itu datang dengan membawa air putih. Zelvin menerimanya, lalu menyodorkannya. "Minum ini."
Zelvin meminum wine dengan sekali tegukan. Liora baru sadar sekarang, pesta ini terlihat seperti club. Bahkan ada beberapa orang yang menari dengan musik yang mengalun begitu kerasnya dan itu sangat mengganggu pendengaran Liora.
Zelvin terus meminum, entah gelas ke berapa. Liora khawatir Zelvin akan mabuk.
"Kak," panggil Liora, "Kamu mabuk?" tanyanya pada Zelvin.
Zelvin mengangkat wajahnya dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Kita pulang ya?" ajak Liora.
Zelvin berdiri, dia menggeser kan kursi untuk mendekat ke arah Liora. Posisi mereka sangat dekat, Zelvin menyimpan kepalanya di pundak Liora.
"Kamu risih dengan pesta ini, Liora?" tanya Zelvin dengan suara serak dan di balas anggukan oleh Liora.
__ADS_1
Zelvin berdecih. "Saya benci perselingkuhan, Liora," ungkap Zelvin tiba-tiba.
Liora menatap Zelvin, wajah pria itu sangat dekat dengannya. Dari jarak seperti ini, Liora bisa melihat wajah tampan Zelvin dari dekat. Sangat sempurna ciptaan tuhan ini.
"Ayo pulang!" Zelvin menarik tangan Liora untuk berdiri, tapi karena pusing kepalanya membuat Zelvin hampir jatuh untung saja Liora menahannya.
"Astaga, hati - hati kak!" pesan Liora.
Liora menuntun Zelvin untuk menuju parkiran. Liora baru pertama kali melihat seorang pria mabuk secara langsung dihadapannya, jadi dia sedikit cemas dan takut. Zelvin berjalan saja sulit, dia hampir terjatuh beberapa kali dan Liora dengan susah payah menahannya.
Liora berdiri di depan mobil, dia menatap Zelvin. Berjalan saja sulit, apalagi menyetir. Bisa-bisa mereka masuk rumah sakit besok atau lebih parahnya lagi yang ada mereka sudah berada di surga.
"Kak kunci mobilnya mana?" pinta Liora.
"Celana," ucap Zelvin setengah sadar.
Liora memberanikan diri mengambil kunci mobil di dalam saku celana Zelvin. "Shh.." desis Zelvin ketika merasakan sensasi aneh di tubuh bawahnya.
Liora membuka mobilnya, lalu mendudukkan Zelvin. Liora masuk ke dalam mobil dan mulai mengendarai mobilnya.
...****************...
Liora mendudukkan Zelvin di ranjang, dia menarik napas dalam dalam karena benar benar merasa letih, apalagi badan Zelvin sangat berat berbanding terbalik dengan tubuhnya.
Zelvin mendongak, menatap wajah Liora yang sedang mengatur napasnya yang berantakan. Zelvin memeluk tubuh Liora, dia menenggelamkan wajahnya di perut Liora.
"Kamu istri kecil saya. Maafkan saya belum bisa mencintaimu. Maafkan saya, saya suami buruk," gumam Zelvin yang terdengar jelas di telinga Liora malam ini.
Liora dapat melihat sisi berbeda dari seorang Zelvin, suaminya. Zelvin orang yang baik, hanya saja masa lalu yang membuat berubah seperti ini.
Cup!
Zelvin mencium perut rata Liora. Zelvin menarik Liora untuk duduk di pangkuannya. Liora terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Zelvin, dia semakin diselimuti rasa takut.
"Kak!"
"May I kiss you?"
"Kak Zel--"
Tanpa mendengar ucapan Liora, Zelvin langsung saja mencium bibir Liora. Hanya menempel tanpa bergerak. Liora membulatkan matanya, ini pertama kali baginya. Ciuman pertama nya di ambil oleh suaminya. Liora dapat merasakan Zelvin tersenyum, tapi dia tidak bisa melihatnya.
Zelvin tiba tiba saja ambruk dan langsung tertidur dengan tangan yang masih memeluknya. Liora berusaha untuk melepaskan pelukan Zelvin, namun sulit. Zelvin memeluknya dengan erat, sangat erat. Liora tidak cukup tenaga untuk melepaskannya. Zelvin semakin memeluknya erat sehingga bernapas saja sulit.
Pagi harinya, Zelvin mulai membuka matanya. Pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah wajah cantik Liora. Liora sangat cantik ketika tidur, wajah damainya memberikan sensasi aneh di dalam diri Zelvin. Zelvin melihat tangannya yang memeluk erat Liora. Apakah semalam dia mabuk?
Zelvin menutup matanya kembali ketika Liora mulai gelisah dari tidurnya. Liora membuka matanya, dia melihat Zelvin yang masih tertidur.
"Kalau kak Zelvin tau, dia bisa-bisa ngamuk sama aku," gumam Liora yang masih bisa didengar oleh Zelvin.
Liora berusaha melepaskan pelukan Zelvin dari tubuhnya, dengan susah payah akhirnya dia berhasil. Liora berdiri, menatap Zelvin. Liora mengeluarkan tangannya untuk melonggarkan dari Zelvin.
"Biar nggak sesak napasnya," ucap Liora.
Dengan cepat Liora keluar dari kamar Zelvin, untuk menyiapkan sarapan. Zelvin membuka mata, lalu membuang napasnya.
__ADS_1
...----------------...