Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Again?


__ADS_3

Yuna terbangun dari tidurnya, ketika ia merasa kerongkongan terasa sangat kering. Saat Yuna membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Jayden. Ia masih tak percaya jika pria di hadapannya kini sudah menjadi suaminya.


Secara perlahan Yuna menyingkirkan tangan Jayden yang memeluk pinggangnya dengan sangat posesif. Ia berniat untuk mengambil gelas yang ada di atas nakas.


Yuna meringis ketika ia menggerakkan tubuhnya. Seluruh badannya terasa sangat sakit, ia merasa sendi-sendi tubuhnya serasa telah copot. Dengan perlahan ia bangun dari tidurnya dan meraih gelas itu untuk segera di minum isinya.


Setelah menyimpan kembali gelas tersebut di atas nakas, Yuna menoleh ke arah Jayden, lalu beralih ke tempat tidurnya yang seperti kapal pecah. Itu sungguh berantakan, mengingat semalam Jayden beraksi sangat gila terhadap dirinya. Hingga membuat Yuna harus bangun kesiangan seperti saat ini.


Yuna segera berdiri dan berniat untuk meraih gaun tidur yang semalam di lempar sembarang oleh Jayden. Namun tiba-tiba ia terkejut, ketika Yuna merasakan tubuhnya melayang.


Ternyata Jayden sudah terbangun dari tidurnya, dan membawa Yuna kembali ke tempat tidur sebelum mengurung Yuna ke dalam pelukannya.


"Jay lepas! Ini sudah siang!" pinta Yuna sambil memberontak.


Jayden mengecup singkat bibir Yuna yang terlihat sangat seksi akibat ulahnya.


"Lebih baik kita istirahat dulu, karena semalam aku telah membuatmu ber--"


"Bagaimana kita bisa beristirahat, jika kamu terus saja menatapku seperti itu. Kamu sudah seperti harimau kelaparan yang tidak memangsa hewan selama berminggu-minggu!" potong Yuna kesal.


Jayden hanya terkekeh mendengar ocehan wanita yang sangat ia cintai itu.


"Kita benar-benar akan istirahat, sayang," ucap Jayden.


Yuna menghembuskan napas kasar, ia sangat berharap jika dirinya benar-benar bisa beristirahat saat ini.


"Jayden!" teriak Yuna meringis, ketika secara tiba-tiba Jayden menindih tubuhnya kembali.


"Tapi setelah ini. Aku berjanji, setelah selesai melakukan ini kita akan beristirahat," ucap Jayden tersenyum menyeringai.


"Kamu terus saja berbicara seperti ini, semalam pun kamu mengatakan hal yang sama!" oceh Yuna kesal. Yang ditanggapi kekehan oleh Jayden. Sepertinya Yuna harus menghukum Jayden dengan tidak memberi jatah pria itu selama satu bulan.


Yuna baru saja selesai membersihan tubuhnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 pagi. Ia sudah melewatkan sarapannya, itu semua karena ulah suaminya. Andai saja perut Yuna tidak berbunyi, mungkin saja Jayden tidak akan melepaskannya.


Jayden mengambil alih tugas Yuna, yaitu mengeringkan rambut istrinya.


"Nanti malam, kakek dan nenek mengajak kita untuk makan malam di mansion William," ucap Jayden yang masih sibuk dengan rambut Yuna. Sedangkan Yuna menatap Jayden dari pantulan cermin di depannya.

__ADS_1


"Iya sayang. Sekalian nanti antar aku beli kue jadi buah tangan untuk di bawa kesana ya?" pinta Yuna.


"Iya sayang, nanti aku antar."


Yuna tersentak saat Jayden mengangkatnya, dan posisinya sekarang berada di pangkuan Jayden, saling berhadapan dengan pria itu.


"Apa masih sakit?" tanya Jayden tiba-tiba.


"Apa maksudmu?" Yuna terlihat bingung dengan pernyataan Jayden.


"Apa ini kamu masih sakit?" tanya Jayden lagi sembari tangannya bergerilya masuk dari bawah menuju ke dalam dress rumahan yang dikenakan Yuna.


"Jayden! Jangan mesum ih!" teriak Yuna sambil memukul tangan Jayden.


"Aku serius, sayang. Apa itu masih sakit? Karena mengingat semalam diriku yang sangat keras kepadamu," ucap Jayden khawatir.


"Kamu pikir gimana, sayang?" tanya Yuna.


"Maafkan aku sayang, semalam aku seperti orang lupa diri. Seharusnya aku bermain lembut kepadamu, mengingat itu adalah hal yang pertama bagimu. Maafkan aku, tapi aku nggak menyesal melakukannya," ucap Jayden membuat Yuna mendengus kesal.


"Sepertinya aku harus sering melakukannya, sayang. Agar buah hati kita segera hadir di rahimmu!" kata Jayden.


"Ya tapi nggak sering juga Jayden! Bisa-bisa punggungku bisa patah gara-gara melayani mu setiap hari!" sungut Yuna. Jayden tertawa terbahak mendengar ucapan Yuna.


Tiba-tiba terdengar suara yang terdengar tidak asing dan itu berasal dari perut Yuna, membuat sang empu menahan malu.


"Astaga kita belum makan dari tadi! Ayo kita ke bawah sayang," pekik Jayden mengajak Yuna keluar dari kamar menuju ke ruang makan. Yuna bernapas lega, akhirnya ia bisa terlepas dari kungkungan harimau itu, Yuna harus berterima kasih kepada perutnya karena telah berbunyi pada saat yang tepat.


Terlihat di atas meja makan, terdapat banyak sekali hidangan yang menggugah selera mereka, untung saja para pelayan di mansion telah di suruh oleh Eleanor membuat makanan untuk pengantin baru itu, mama Eleanor memang pengertian!


"Ayo makan sayang," suruh Jayden.


"Iya sayang."


Mereka pun mulai makan tanpa suara, hanya dentingan garpu dan sendok makan yang terdengar mungkin saking laparnya mereka.


Malamnya Yuna, Jayden serta Eleanor pergi menuju ke mansion William untuk datang makan malam atas undangan dari kakek Justin dan nenek Brianna.

__ADS_1


"Malam semua," sapa mereka bertiga. Disana ada kakek Justin, nenek Brianna, Azura, William serta Qiara yang sudah menunggu mereka.


"Malam!"


Brianna menghampiri Yuna dan langsung memeluknya, "You're so beautiful to night, cucu menantuku," ucapnya. Yuna tersenyum sambil membalas pelukan Brianna.


"Terima kasih nek, Nenek juga sangat cantik malam ini," balas Yuna.


Brianna melepaskan pelukannya, "Kamu bisa saja, Cu."


"Ayo duduk," suruh Brianna. Yuna mengangguk lalu duduk di samping Brianna diikuti oleh Jayden dan Eleanor.


"Kalian berdua tidak ada keinginan untuk honeymoon kah?" tanya Justin pada Jayden dan Yuna, pasangan suami-istri baru itu saling pandang.


"Ada dong kek, kami ingin pergi ke Maldives" jawab Jayden. Yuna menatap Jayden sambil mengerutkan keningnya, setahunya pria itu tidak pernah mengatakan jika mereka akan pergi ke Maldives sama sekali. Tapi ia akan sangat senang, jika Jayden benar mengajaknya pergi kesana.


"Baguslah, kalau gitu Kakek pesankan tiket untuk kesana buat kalian," ucap Justin bersemangat.


"Tidak perlu Kek, Jayden sudah memesannya," tolak Jayden.


"Kalau gitu Kakek akan booking resort untuk kalian, agar acara bulan madu kalian tidak ada yang menganggu," imbuh Justin.


Jayden berpikir sejenak.


"Terima saja nak, kakek akan sedih kalau kamu menolaknya," sahut Brianna. Jayden menatap Yuna dan di balas anggukan kepala oleh wanita itu.


"Ya sudah kami menerimanya kek," ucap Jayden. Justin dan Brianna tersenyum.


"Jangan lupa buatkan kami cucu-cucu yang lucu ya nak," ujar Azura.


"Kalau bisa langsung anak kembar ya?" timpal William.


"Doakan saja," ucap Jayden tersenyum sambil menggenggam tangan Yuna.


"Eh ayo kita makan malam, makanan sudah siap tuh," ajak Azura dan dibalas anggukan oleh semuanya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2