Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Qiara mengidam masakan Yuna


__ADS_3

Mansion Kim. 05.00 PM.


"Ini untukmu sayang." Jayden menyodorkan sebuah kotak hitam kecil kepada Yuna.


"What is this?"


"Buka saja sayang," suruh Jayden.


Yuna mengangguk, ia membuka kotak hitam tersebut, kotak tersebut berisi sebuah kalung dengan rantai emas putih dan liontin dengan bermatakan berlian yang berbentuk zircon terlihat sangat simpel dan elegan. Untuk masalah harga, jangan ditanya...


Namun di balik keindahan dan kecantikan kalung tersebut, Jayden telah menyimpan alat GPS di dalam liontin kalung itu. Agar Jayden dapat cepat mengetahui dimana keberadaan Yuna dan jaga-jaga jika suatu hari nanti Yuna dalam keadaan genting atau bahaya, Jayden bisa langsung cepat mengetahui keberadaan calon istrinya. Apalagi dirinya sekarang mempunyai banyak musuh dalam bisnisnya.


"Wah cantik sekali," ucap Yuna senang.


"Kamu suka?"


Yuna mengangguk cepat, "Aku suka sekali, terima kasih sayang," ujar Yuna tersenyum lebar membuat Jayden ikut mengembangkan senyumannya.


"It's my pleasure honey, sini aku pakaikan kalungnya," ucap Jayden. Yuna memberikan kalung tersebut pada Jayden lalu menghadap ke belakang sambil menyibakkan rambutnya ke depan agar Jayden lebih mudah untuk memakaikannya kalung.


"Sudah sayang."


Saat Yuna akan kembali menghadap ke belakang, sialnya wajah Jayden sangat dekat dengannya membuat jantung Yuna berdetak lebih kencang, padahal ini bukan pertama kalinya mereka berciuman tapi tetap saja Yuna merasa deg-degan.


Mata Jayden terus melihat ke arah bibir ranum milik Yuna, ketika bibir mereka hendak menyatu, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan seseorang membuat kegiatan mereka berdua harus terganggu.


"Kak Yuna!" teriak Krystal. Yuna terkejut melihat kedatangan adik sepupunya itu, sedetik kemudian ia tersenyum lebar sambil merentangkan kedua tangannya, Krystal pun berlari berhamburan ke pelukan Yuna.


"Kok kamu nggak kasi tau kakak kalau kamu sudah sampai, Krys? Kan kakak bisa jemput kamu ke Bandara," tanya Yuna.


Krystal Jung, anak pertama dari pasangan Sean Jung dan Vivianne Kim. Vivianne merupakan adik dari Lukas. Krystal memiliki saudara laki-laki kembar bernama Michael Jung dan Marcel Jung.


Krystal menguraikan pelukannya, lalu nyengir kuda memperlihatkan gigi putih dan rapinya, "Maaf kak, Krystal lupa. Tadi ketemu sama kak Levin di Bandara terus dia nawarin aku tumpangan, ya udah aku bareng dia aja," jelasnya.


Yuna mengangguk mengerti, lalu menatap ke arah Levin, "Thanks ya Vin, sudah antar adikku kesini," ucap Yuna.


"No problem," balas Levin.


Yuna menyuruh mereka berdua duduk. Yuna juga menyuruh Beatrix membuatkan minuman untuk Krystal dan Levin.


"Bagaimana sekolah kamu di Australia?" sahut Jayden. Ia sudah mengenal Krystal 4 tahun yang lalu ketika Krystal berlibur ke Korea Selatan mungkin gadis itu masih berusia 13 tahun dan pada saat itu Yuna dan Jayden masih baru-baru berpacaran.


"Lancar kak," jawab Krystal.


"Terus kamu mau melanjutkan studi dimana?" timpal Yuna.


"Aku maunya sih kuliah di Korea saja kak, tapi Daddy bersikukuh aku kuliah di Australia," keluh Krystal.


"Mungkin Om Sean nggak mau jauh-jauh dari anak perempuannya ini," ucap Yuna sambil mencubit gemas pipi Krystal.

__ADS_1


"Iya dong, kak. Aku kan anak kesayangannya Daddy," balas Krystal bangga membuat Yuna dan Jayden terkekeh sedangkan Levin hanya tersenyum tipis.


...****************...


Jika ada waktu senggang, Jayden pasti pergi ke perusahan calon mertuanya untuk menemui Yuna. Seperti sekarang ini, sehabis makan siang di ruangan calon istrinya, Jayden pamit kembali ke kantornya.


"Ya udah kalau gitu aku balik ke kantor dulu. Nanti aku jemput kamu pulang ya, sayang?" ucap Jayden.


"Iya sayang, kamu hati-hati dijalan," pesan Yuna. Jayden mengangguk lalu mencium pelipis Yuna. Lelaki itu keluar dari ruangan Yuna dan pergi meninggalkan LKM Holdings Corporation menuju kembali ke perusahaannya.


Ponsel Yuna berdering, Qiara lah yang menelpon.


"Halo, iya kak?"


"Kamu lagi dimana, Yun? Apa masih di kantor?" tanya Qiara.


"Iya kak, aku masih di kantor. Memangnya kenapa ya kak?" tanya balik Yuna.


"Aku mau minta tolong sama kamu, apa kamu bisa?" ucap Qiara seperti ada nada keraguan saat dirinya mengatakan itu.


"Minta tolong apaan ya kak? Katakan saja, siapa tau aku bisa bantu," kata Yuna.


"Aku ini sekali memakan samgyetang, tapi harus buatan kamu," ucap Qiara yang sepertinya mengidam makan samgyetang atau sup ayam ginseng buatan Yuna.


"Kakak mengidamkan makanan itu?" tanya Yuna.


"Iya sepertinya begitu, apa bisa kamu buatkan untukku?" tanya Qiara.


"Wah kamu serius?" tanya Qiara begitu senangnya saat Yuna mengabulkan keinginannya.


"Iya aku serius, kak."


"Terima kasih Yuna. Ya sudah sekarang kamu lanjut saja kerjanya, maaf ya sudah menganggu waktu kerjamu," ucap Qiara sungkan.


"Iya gapapa kak, santai saja."


"Bye Yuna."


"Bye kak."


Qiara pun mematikan sambungan teleponnya dan Yuna kembali menyelesaikan pekerjaannya.


Pukul 5 sore, waktunya Yuna untuk pulang bekerja. Jayden tadi menelponnya dan memberitahukan jika dirinya sudah berada di lobby LKM Holdings Corporation. Yuna segera bergegas keluar dari ruangannya menuju ke lobby kantor, ia tak ingin membiarkan Jayden menunggunya terlalu lama.


"Hai sayang, maaf lama," ucap Yuna.


Jayden tersenyum lalu berdiri dari sofa, "Gapapa sayang. Mau langsung pulang atau mau kemana dulu?" tanya Jayden


"Astaga aku sampai lupa beritahu kamu, tadi kak Qiara telpon aku dan mengatakan jika dirinya sedang menginginkan makan samgyetang buatan aku," jelas Yuna.

__ADS_1


"Terus?"


"Kamu bisa kan mengantarkan aku ke supermarket untuk membeli bahan membuat samgyetang? Dan sekalian kita langsung ke mansion William," ucap Yuna.


"Bisa sayang. Aku juga ikut sekalian, soalnya sudah lama aku tidak mengobrol langsung dengan William," ucap Jayden.


"Oke ayo sayang."


Jayden langsung mengandeng tangan Yuna dan menuju ke basemen parkir. Sebelum pergi ke supermarket, mereka berdua mengganti pakaian terlebih dulu di dalam mobil dengan cara bergantian.


"Kamu mau ikut sama aku masuk ke dalam supermarket?" tanya Yuna.


"Ikut dong sayang, memangnya kenapa?"


"Nggak takut bakal diserbu sama fans-fans kamu di dalam sana?"


"Aku sudah nggak punya penggemar lagi sayang, kan sekarang D'Warlords sudah bubar," ucap Jayden.


Grup idol D'Warlords memang telah bubar 1 tahun yang lalu dan member D'Warlords yang lain telah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ada yang bekerja di perusahaan orang tuanya, menjadi seorang aktor, model dan penyanyi solois.


"Tapi pasti masih ada lah yang ngefans sama kamu," balas Yuna.


"Kamu tenang saja sayang, aku bisa tangani mereka. Ayo masuk," ajak Jayden.


Yuna pun hanya bisa mengangguk, mereka masuk ke dalam supermarket sambil bergandengan tangan. Baru saja masuk, mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian orang-orang di dalam supermarket.


"Ya ampun itu kan Jayden, tambah tampan dan hot saja."


"Benar sekali kata kamu, tapi itu Jayden sedang bersama siapa ya?"


"Mungkin perempuan calon istrinya, kan Jayden sedang diberitakan mau menikah."


"Yah pupus sudah harapanku untuk memilikinya."


Telinga Yuna sedikit terasa panas mendengar bisik-bisikan dari orang-orang itu.


"Sini biar aku yang dorong trolinya." Jayden mengambil alih troli dari tangan Yuna.


"Kamu di perhatikan terus tuh sama para penggemar kamu," ucap Yuna sedikit ketus.


Jayden pun melihat ke sekeliling dan benar saja orang-orang disana sedang melihat ke arah mereka berdua.


"Sudah biarkan saja sayang, yang penting mereka nggak berbuat nekat sama kita. Oh ya sekarang mau ke bagian mana dulu?" tanya Jayden.


Yuna berpikir sejenak, "Ke bagian daging dulu deh."


Jayden hanya mengangguk.


Setelah selesai membeli semua bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat samgyetang, Yuna dan Jayden pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke mansion William.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2