
Keesokan malamnya. Yuna tengah bersiap-siap akan pergi ke acara pertunangan William dengan olivia. Acara tersebut akan dilangsungkan di mansion mewah milik orang tua William.
Malam ini Yuna mengenakan A-line dress berwarna putih memiliki potongan yang sempit di bagian atas dan melebar di bagian bawah, membuat penampilan Yuna tampak sangat Anggun di tambah dengan polesan makeup tipis, rambut yang di cepol serta aksesoris seperti anting dan kalung menambah pesona dari seorang Yuna Kim.
Tiba-tiba ponsel Yuna berbunyi dan sang pemilik langsung mengangkatnya karena ia yakin itu pasti dari Jayden.
“Halo sayang, kamu udah siap?” tanya Jayden diseberang telpon sana.
“Ini baru aja selesai dandan, kamu sekarang lagi dimana?” tanya balik Yuna.
“Aku lagi jalan mau ke mansion kamu. Mungkin 10 menit lagi aku sampai,” jelas Jayden.
“Ya sudah kamu hati-hati di jalan.”
“Iya sayang, bye.”
“Bye.”
Yuna menutup panggilan telepon tersebut, lalu melangkah menuju ke ruang wardrobe untuk mengambil sepatu. Ia mengambil sepatu yang warnanya senada dengan warna dress yang dikenakannya dan mengambil clutch bag keluaran brand ternama, kini sempurna lah penampilan Yuna.
Diluar halaman mansion keluarga Kim, Jayden telah datang menggunakan mobil Lamborghini Aventador berwarna merah, entah berapa banyak koleksi mobil lelaki itu.
Warna pakaian yang dikenakan Jayden pun senada dengan warna dress yang dikenakan Yuna. Lelaki itu mengenakan kemeja putih tanpa dasi dibalut dengan jas dan ditambah celana kain berwarna putih juga. Jika disandingkan dengan Yuna pasti mereka terlihat sangat cocok.
Jayden memencet bel mansion Yuna, tak lama Beatrix membukakan pintu untuknya.
"Malam Bi," sapa Jayden.
"Eh malam Tuan Jayden," balas Beatrix sopan.
"Yuna ada, Bi?" tanya Jayden.
"Ada Tuan, silahkan masuk dulu." Beatrix mempersilahkan Jayden untuk masuk. Jayden mengangguk lalu masuk ke dalam mansion tersebut.
__ADS_1
"Ayo duduk dulu Tuan, Bibi panggilkan Nona Yuna dulu di kamarnya," suruh Beatrix.
"Iya terima kasih Bi," ucap Jayden. Semenjak berpacaran dengan Yuna, lelaki itu jadi sering berterima kasih kepada orang walau hanya melakukan hal sekecil apapun, Yuna memang merubah sifat arogansi seorang Jayden Choi.
Beatrix tersenyum dan mengangguk, lalu berlalu dari ruang tamu menuju ke lantai dua kamar Yuna.
TOK! TOK! TOK!
"Nona, ada Tuan Jayden di ruang tamu," kata Beatrix setalah mengetuk pintu kamar Yuna.
Yuna membuka pintu kamarnya, "Iya sebentar lagi aku kesana," ucapnya. Beatrix terpesona melihat penampilan anak majikannya itu malam ini.
"Nona cantik sekali malam ini, Bibi kira ada bidadari surga jatuh ke bumi tadi," puji Beatrix membuat Yuna tersenyum malu.
"Bibi berlebihan sekali deh mujinya."
"Bibi serius Non, pasti Tuan Jayden bakal terpesona liat penampilan Nona," ujar Beatrix.
Beatrix tersenyum, "Ya sudah kalau gitu Bibi mau ke dapur dulu ya Non?" pamitnya. Yuna mengangguk, Beatrix pun pergi dari depan kamar Yuna. Setelah kepergian Beatrix, Yuna kembali ke kamarnya untuk mengambil clutch bag nya.
Setelah itu Yuna keluar dari kamar dan berjalan menuju ke ruang tamu. Jayden yang melihat kedatangan Yuna langsung mengembangkan senyum manisnya. Penampilan gadisnya itu sangat cantik membuat pandangannya tidak bisa berpaling dan Yuna pun membalas senyuman dari Jayden.
"Hai sayang." Jayden beranjak dari duduknya dan mendekati Yuna.
"Hai," balas Yuna.
"Kenapa sih kamu itu selalu cantik," ucap Jayden menangkup kedua pipi Yuna. Pipi Yuna seketika menjadi panas mendengar pujian dari kekasihnya, mungkin saja kepalanya sekarang menjadi besar karena sedari tadi ia mendengar pujian entah itu dari Beatrix maupun Jayden.
"Jangan mulai deh, ayo kita berangkat," ajak Yuna mengalihkan topik.
"Iya sayang," ujar Jayden sambil merengkuh pinggang Yuna.
Mereka berjalan keluar menuju ke mobil Jayden. Sesampainya di depan mobil, dengan sigap Jayden dengan segera membukakan pintu mobilnya untuk Yuna. Setelah itu ia jalan memutar dan masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"Oh ya mama sama Papa kamu kemana? Kok mansion kamu tadi terlihat sepi?" tanya Jayden.
"Mama sama papa lagi pergi ke acara pernikahan anak kolega bisnisnya Papa," jelas Yuna.
Jayden manggut-manggut, "Oh gitu, pantesan aja mansion kamu terlihat sepi, sayang. Memang kamu nggak kesepian di mansion sendirian?"
Yuna menganggukkan kepalanya, "Kesepian banget, apalagi kalau mama dan papa pergi ke luar kota atau luar negeri. Pasti aku cuma berdua aja sama Bibi Beatrix, ya walaupun ada pelayan lain tapi aku nggak terlalu dekat sama mereka," jelasnya. Tangan kiri Jayden menggenggam tangan Yuna, sedangkan tangan kanannya mengelus pipi gadisnya.
"Kasihan sekali pacarku ini, kalau kamu butuh sesuatu atau minta di temenin kemanapun, kamu tinggal telpon aku aja," suruh Jayden.
"Memangnya nggak ngerepotin kamu?" tanya Yuna.
"Ya nggak lah sayang, aku malah senang kalau kamu minta bantuan ke aku, asal jangan minta bantuan ke laki-laki lain aja, mengerti?" ucap Jayden.
Yuna tersenyum dan mengangguk, "Terima kasih, sayang."
"Sama-sama my love, kalau gitu kita berangkat sekarang ya?"
"Iya sayang."
Jayden menyalakan mesin mobilnya lalu mengendarai mobilnya menuju mansion William.
Membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit mereka pun sampai di mansion milik keluarga William.
Jayden turun dari mobil dan berjalan cepat membukakan pintu mobil untuk Yuna.
Setelah Yuna keluar, Jayden mengambil tangan kiri Yuna dan mengaitkannya ke tangan kanannya. Lalu mereka berdua berjalan bergandengan menuju ke tempat acara. Acara pertunangan William dengan Olivia dilaksanakan di halaman mansion.
Dekorasi malam pertunangan itu di hias cukup mewah, mengingat yang punya acara ini merupakan anak-anak dari pengusaha sukses di Korea Selatan.
"Jayden!" panggil seseorang.
...----------------...
__ADS_1