Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Rencana Eleanor


__ADS_3

Jayden hanya diam, terlihat dia sangat takut jika menceritakan siapa gadis yang telah mengusik hatinya.


"Ayo jawab nak siapa perempuan itu? Apa dia dari keluarga seperti kita atau malah sebaliknya?" desak Eleanor, tentu saja ia harus pilah-pilah masalah pasangan untuk putranya. Jika salah, nanti akan menyebabkan masalah besar pada keluarga Choi.


Jayden menghela napas panjang. "Mama tau Tuan Lukas Kim? Investor terbesar di kampus kita?"


"Ya tau Mama lah, dia kan sahabat mendiang Papa kamu dan istrinya itu desainer langganan Mama dulu sebelum ke New York. Memangnya kenapa?"


"Aku suka sama putri dari Tuan Lukas Ma," lirih Jayden menunduk. Sontak membuat Eleanor terkejut dengan pernyataan putranya.


"Apa? Kamu serius nak?"


"Iya Ma, aku sangat serius. Dan Mama tau siapa putrinya Tuan Lukas?" tanya Jayden.


"Aduh Mama lupa lagi nama putrinya itu, soalnya udah lama nggak bertemu sama mereka. Siapa ya namanya?" Eleanor coba mengingat-ingat nama putri dari sahabat mendiang suaminya itu.


"Namanya Yuna Kim. Dia gadis yang diberitakan pacaran dengan William itu Ma," jelas Jayden.


"Hah? Kamu serius dia anaknya Lukas? Kok penampilannya kayak biasa sih nak? Padahal orangtuanya kaya dan sukses dua-duanya," ucap Eleanor yang heran dengan Yuna karena penampilannya jauh dari kata orang kaya.


"Entahlah aku pun bingung Ma," balas Jayden mengangkat kedua bahunya.


"Tapi cerita yang pernah aku dengar sih, dia ingin menyamar sebagai orang biasa Ma. Biar dia tau mana orang tulus dan nggak tulus berteman sama dia," lanjut Jayden menceritakan alasan mengapa Yuna menyembunyikan identitasnya.


"Bisa-bisanya ya dia nyamar kayak gitu, Mama kan jadi salah paham sama dia," ucap Eleanor yang mengira Yuna dari keluarga kalangan biasa.


"Apa kamu pernah nyatakan cinta sama dia?" tanya Eleanor.


"Iya pernah Ma."


"Terus kamu ditolak gitu?" tanya Eleanor lagi. Jayden hanya mengangguk.


"Kok bisa-bisanya dia nolak kamu nak? Apa coba kurangnya dari kamu, udah tampan, pintar, pekerja keras terus dari pewaris utama dari JCH Group lagi," ucap Eleanor.


"Mungkin karena Jayden pernah nyakitin hati dia Ma," ucap Jayden tersenyum getir.


"Maksud kamu?"


"Iya, dulu aku sama member D'Warlords yang lain buat taruhan. Kalau aku bisa dapatkan hatinya Yuna, aku bisa dapatkan mobil milik William," jelas Jayden.


"Terus kamu yang menang gitu?" tanya Eleanor.

__ADS_1


"Iya aku yang menang Ma. Aku bisa dapatkan hati Yuna dan kami pun pacaran. Ketika acara ulang tahun kampus kemarin aku putusin dia di depan umum, mungkin karena itu dia masih marah dan kecewa sama aku," jelas Jayden, kalau waktu bisa diputar kembali, ia tak akan pernah melakukan itu pada Yuna. Penyesalan memang selalu diakhir.


Eleanor memijit pelipisnya dan menggeleng pelan, ia tak habis pikir dengan kelakuan putranya itu.


"Pantas saja Yuna marah dan kecewa sama kamu, nak."


"Iya Ma, aku bingung gimana caranya untuk dapatkan hati Yuna kembali."


"Kamu cinta dengan Yuna?" tanya Eleanor.


"Tentu saja Ma, nggak mungkin aku berani nyatakan perasaan sama dia kalau nggak cinta," jawab Jayden.


"Tapi kan kamu udah punya Sonya nak," ucap Eleanor.


"Aku sama Sonya udah lama putus Ma, karena dia terang-terangan selingkuh di depan aku dengan cowok lain Ma," balas Jayden. Sebenarnya Jayden sangat malas jika sudah mengingat tentang mantan kekasihnya itu.


"Pantas saja Mama tidak pernah lagi melihat kamu dengan Sonya lagi."


"Kamu mau nggak Mama bantuin kamu untuk dekat lagi dengan Yuna?" Tawar Eleanor.


"Wah beneran Ma?" Mata Jayden langsung berbinar-binar mendengar tawaran dari mamanya.


"Yes of course, mana mungkin Mama bohong, nak."


"Tentu saja Mama setuju kamu dengan Yuna. Mau Mama bantuin nggak nih?" Tawar Eleanor lagi.


"Ya mau banget lah Ma. Tapi bagaimana caranya?"


"Tenang besok lusa Mama ajak Lukas dan istrinya makan malam, sekalian bawa Yuna juga," jelas Eleanor.


"Yes, thank you Ma," seru Jayden sambil memeluk mamanya. Eleanor membalas pelukan Jayden, ia akan melakukan apapun demi kebahagiaan putra semata wayangnya.


'Pa, putramu sekarang udah dewasa. Mungkin sebentar lagi kita akan punya mantu,' batin Eleanor.


"Tapi kamu harus gencar juga deketin Yuna," ucap Eleanor melepas pelukannya.


"Iya siap Ma, kalau bisa Jayden bakal langsung ngelamar Yuna biar nggak di ambil sama cowok lain," ucap Jayden serius.


"Heh kamu harus fokus selesaikan kuliah sama fokus kerja dulu. Baru mikirin gimana cara nikahi anak gadis orang," balas Eleanor jengkel sambil menjewer telinga Jayden.


"Awww iya-iya Ma," ucap Jayden meringis.

__ADS_1


...****************...


Keesokan harinya..


Yuna tengah duduk di kursi panjang yang ada di depan kelasnya sambil membaca buku bersama Deana. Tak sengaja mata Yuna melirik ke arah kirinya, ia melihat semua member D'Warlords sedang berjalan ke arahnya.


"Kita pergi yuk dari sini De," ajak Yuna berdiri dari kursi.


"Lah kenapa?" tanya Deana bingung. Ia melirik samping kiri ternyata disana ada member D'Warlords. Deana yang mengerti pun mengiyakan ajakan Yuna tadi.


"Yuk lah Yun." Deana berdiri dari kursi, lalu mereka berdua pun pergi dari sana.


"Come on Jay, kamu jangan pikirin dia dalam-dalam deh. Cewek di dunia ini masih banyak. Kamu mau Jennie, Tzuyu atau Han Soo Hee? Kamu tinggal tunjuk saja, siapa sih yang nggak mau sama pewaris JCH Group. Ya nggak guys?" ucap Felix dan meminta persetujuan dari sahabat-sahabatnya.


"Nah iya bener, ngapain juga sih kamu mikirin Yuna. Memangnya cewek kayak dia cuman satu-satunya di dunia ini. Kan masih ada Jessie, kenapa kamu pacaran aja sama dia," timpal David.


"Ogah banget aku pacaran sama cewek ganjen macam dia," balas Jayden bergidik.


Semua sahabatnya terkekeh mendengar ucapan Jayden, kecuali William yang asyik membaca novelnya.


"Eh kamu nggak bakalan berhenti menyerah gitu aja kan ngejar Yuna? Kalau aku liat nih, kamu itu nggak bakal kayak gini kalau bukan gara-gara Yuna. So, kamu harus kejar dia terus Jay," ucap Levin yang mendukung hubungan Jayden dengan Yuna. Jayden pun sangat setuju dengan ucapan Levin tadi.


"Gimana mau di kejar? Orang tadi aja dia ngeliat Jayden langsung pergi gitu. Kayaknya Yuna beneran niat mau membalas Jayden deh," timpal Nathan. Felix langsung mendorong kepala Nathan.


"Kamu ini merusak suasana saja."


"Memang benar kan Yuna itu mau balas dendam sama Jayden?" tanya Nathan polos, ia tak menyadari sedari tadi Jayden menatapnya dengan tatapan yang mematikan. Felix yang menyadarinya langsung mengalihkan pembicaraan.


"Lebih baik kita ke kantin aja yuk, aku udah lapar banget nih." Semuanya mengangguk menyetujui ucapan Felix, lalu mereka melangkahkan kaki menuju ke arah kantin berada.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continued.


__ADS_2