Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Langit Maldives


__ADS_3

"Sayang," panggil Jayden.


Yuna mendongakkan kepalanya menatap Jayden dengan raut wajah kesal.


"Kamu ingat? Mama dan Papa menginginkan kita untuk segera memilik anak. Oleh karena itu kita harus bekerja keras, bagaimana--"


"Stop Jayden! Apa kamu gila? 2 hari kemarin kamu sudah melakukan itu berturut-turut. Aku nggak mau! Saat ini aku ingin berenang." Yuna memotong perkataan Jayden. Dia tidak mau jika terus menerus melakukan itu. Yuna belum terbiasa dengan permainan Jayden yang keras dan brutal. Hanya mengingatkannya sana membuat Yuna bergidik ngeri.


"Kita kesini untuk honeymoon sayang, bukan untuk berenang!" ucap Jayden sedikit gregetan.


"Tapi aku pengen berenang, Jay!"


Jayden terdiam sejenak sebelum dirinya tersenyum menyeringai.


"Aku tidak mengizinkanmu untuk berenang!" tolak Jayden dengan tegas.


"Kamu tid--"


"Lakukan terlebih dahulu tugasmu sebagai seorang istri terhadapku. Setelah itu aku akan mengizinkanmu untuk berenang," ucap Jayden tersenyum. Pria itu benar-benar licik.


"Tugasku? Apa tugasku?" tanya Yuna tak mengerti karena perkataan Jayden yang terlalu ambigu baginya.


Jayden mengikis jaraknya dengan Yuna sebelum ia membisikkan sesuatu. Wajah Yuna kembali merona, dia selalu malu jika Jayden berkata hal-hal yang berbau vulgar terhadap dirinya.


"Tapi Jay--"


"Yes or no, honey?" potong Jayden mengecup leher jenjang Yuna mencoba untuk menggoda istrinya itu.


"No! Aku memilih untuk tidak jadi berenang!" ucap Yuna sebelum ia berniat pergi dari hadapan Jayden, namun dengan sigap Jayden menggendong istrinya itu.


"Sayangnya kamu tidak bisa menolak ku," gumam Jayden seraya membawa Yuna ke dalam resort.


"Kamu ini benar-benar menyebalkan!" teriak Yuna.


Akhirnya Yuna bisa melakukan keinginannya untuk berenang di Laguna. Ia benar-benar sangat antusias sekali, walaupun dirinya harus melayani harimau kelaparan itu terlebih dahulu. Namun tidak masalah, karena Yuna teramat bahagia saat ini.


Sementara itu Jayden yang sedari tadi memilih untuk berenang di kolam pun tidak tahan jika harus terlalu lama berjauhan dengan Yuna. Jayden keluar dari kolam renang dan berniat menghampiri istri cantiknya.


"Jay, aku ingin mencoba bermain surfing," pinta Yuna ketika Jayden menghampirinya.


"Memangnya kamu bisa?" tanya Jayden menaikan satu alisnya.

__ADS_1


"Aku ingin mencobanya. Apa kamu bisa mengajariku?" Dari dulu Yuna sangat ingin bermain surfing, tapi tidak ada yang bisa mengajarinya, bahkan orang tuanya pun melarang Yuna untuk bermain surfing karena alasan berbahaya, apalagi ia adalah seorang perempuan.


"Tentu saja, apapun untukmu, honey."


Tidak sulit bagi Jayden untuk melatih Yuna karena saat ini wanita itu sudah lancar bermain surfing.


Senyuman merekah tidak henti-hentinya menghiasi wajah cantik Yuna. Jayden tidak pernah merasa bosan untuk melihat wajah Yuna yang tersenyum bahagia seperti itu. Sampai kapanpun ia tak akan pernah melupakan momen indah ini.


"Sayang, aku bisa melakukannya!" seru Yuna berteriak.


Jayden hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya. "Tetaplah untuk berhati-hati, sayang!"


"I love you my husband, Jayden Choi!" teriak Yuna kembali.


"Kamu selalu berhasil membuatku jatuh cinta hanya karena tingkahmu, nyonya muda Choi," gumam Jayden tersenyum.


Sedangkan Yuna di sibukkan dengan kegiatannya. Ia terlihat sangat bebas saat ini, seperti tidak ada sedikit pun beban di hidupnya.


"Sayang kembalilah. Kamu sudah lama sekali bermain air, nanti kamu bisa sakit!" ucap Jayden menghampiri Yuna.


"Tunggu tinggal sebentar lagi!" pinta Yuna.


"Nggak sayang! Jika kamu nggak menurut, aku nggak akan pernah mengizinkanmu untuk bermain surfing lagi!" ancam Jayden. Hal itu berhasil membuat wajah Yuna memberengut lucu, suaminya itu selalu saja mengancamnya jika keinginan pria itu tidak dituruti.


"Ini demi kebaikanmu sayang," ucap Jayden menarik tubuh Yuna ke dalam pelukannya.


...****************...


Langit Maldives terlihat sangat indah. Seperti saat ini, tepat ketika sunset datang yang membuat suasana menjadi terasa semakin intim.


Jayden sejak dari tadi sedang memperhatikan Yuna yang tertidur di hadapannya. Ia sangat paham jika istrinya itu kelelahan karena memang seharian ini mereka menelusuri setiap tempat yang berada di sekitaran resort.


Jayden pun menghampiri Yuna dan memilih berbaring di samping wanita itu sebelum menariknya ke dalam dekapannya. Semilir angin yang menerpa tubuh mereka terasa sangat sejuk. Ditambah dengan pemandangan puluhan burung yang berterbangan di langit, membuat terasa sangat indah.


"Jay," lirih Yuna dengan suara khas bangun tidurnya.


"Apa aku mengganggumu, sayang?" tanya Jayden menatap wajah cantik istrinya.


Yuna menggelengkan kepalanya lalu menempelkan wajahnya di dada bidang Jayden.


"Ini sangat indah bagiku. Berdua bersamamu, menghabiskan banyak waktu tanpa merasakan beban apapun." Yuna menghirup aroma tubuh suaminya yang sangat memabukkan.

__ADS_1


Jujur, sebenarnya Yuna masih trauma pasca penculikan dirinya waktu itu. Ia sangat takut akan terjadi seperti itu lagi di hidupnya, karena yang Yuna tahu, musuh Jayden di dunia bisnis sangatlah banyak. Tapi Yuna berharap jika Tuhan selalu melindunginya dan Jayden.


"Aku akan selalu ada untukmu sayang, apapun yang terjadi. Karena itu adalah kewajiban ku untuk selalu menjagamu," balas Jayden.


Yuna menjauhkan wajahnya dari dada Jayden, lalu ia memilih posisi setengah tengkurap di atas tubuh Jayden. Yuna ingin melihat jelas wajah suaminya itu. Wajahnya yang tampan, rahang yang tegas, bibirnya yang seksi, tatapan matanya yang hangat dan indah.


Yuna tersenyum, sedangkan Jayden menyipitkan matanya karena memperhatikan tingkah menggemaskan dari belahan jiwanya. Yuna menyukai semua hal tentang Jayden Choi.


"Aku sangat takut kehilanganmu sayang. Sungguh, aku akan gila jika kamu pergi dariku," ucap Yuna menatap sendu manik mata suaminya.


"Itu tidak ada pernah terjadi sayang. Kamu harus percaya padaku dan aku nggak akan pernah meninggalkanmu. Jika itu terjadi, berarti aku orang terbodoh di dunia ini karena telah menyia-nyiakan wanita sesempurna dirimu," balas Jayden. Yuna tersenyum haru mendengarnya.


"Kiss me!" pinta Yuna.


"Nggak perlu kamu memintanya sayang." Jayden segera mendorong tubuh Yuna agar terlentang, sebelum ia mencumbu bibir manis istrinya.


Jayden mencium bibir Yuna dengan tempo yang sangat lambat. Ia sengaja melakukan itu agar mereka saling tenggelam dalam gairahnya cinta.


Saling membelit dan menjelajah yang ada di dalam sana. Menyalurkan rasa cinta yang sangat besar dalam diri mereka. Jayden benar-benar sangat handal membuat Yuna terbuai oleh cumbuannya.


"I want you, Jay!" ucap Yuna setelah ciuman mereka terlepas.


Jayden cukup terkejut oleh perkataan Yuna karena selama ini selalu dirinya lah yang meminta bahkan memaksa Yuna untuk bercinta.


Tak ingin membuang waktu lagi, Jayden menggendong Yuna dan membawanya ke dalam resort. Mereka masih dalam keadaan saling mencumbu satu sama lain.


Hingga saat ini mereka sudah berada di atas ranjang. Jayden melucuti semua pakaian yang ada di tubuh Yuna termasuk pakaian yang menempel ditubuhnya. Setelah mereka berdua sama-sama tidak menggunakan pakaian sehelai benangpun, Jayden kembali mencumbu Yuna, lalu turun ke leher.


Jayden menjamah seluruh tubuh Yuna, ia tidak ingin melewatkan seinci pun tubuh mulus istrinya.


"Kamu sudah siap, sayang?" tanya Jayden. Yuna hanya menganggukkan kepala dan mengalungkan tangannya ke leher Jayden.


Jayden menghentakkan pinggulnya dengan pasti, sehingga membuat Yuna menjerit tertahan. Jayden menggerakkan tubuhnya dengan lambat, ia tidak ingin terburu-buru.


Siluet tubuh mereka yang bersatu sangat terlihat terbayang di tembok. Itu semua karena pantulan cahaya matahari yang mulai tenggelam tepat pada jendela kamar mereka. Ruangan tersebut di penuhi oleh des*han yang keluar dari mulut mereka berdua seraya dengan tenggelamnya matahari di langit Maldives yang sangat indah.


Mereka berdua terhanyut dalam gairah cinta yang menggebu-gebu. Rasanya dunia ini hanya milik mereka berdua. Saling mengagumi dan memuaskan satu sama lain adalah hal yang selalu mereka lakukan.


Seperti biasa Yuna hanya pasrah di bawah kungkungan Jayden yang liar menjamah tubuhnya.


"Aku yakin setelah ini kamu akan segera mengandung anakku, sayang," bisik Jayden di sela-sela kegiatannya dengan napas yang terengah-engah.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2