The Destiny 2 : Extraordinary Love

The Destiny 2 : Extraordinary Love
Hembusan Kabar Malam


__ADS_3

Alunan musik bergema ke penjuru ruangan. Suasana ruangan itu begitu klasik dan elegan. Aliran kehangatan dan sapaan ramah saling bersahutan.


Dekorasi yang begitu sedap di pandang mata menampilkan kreativitas kemewahan. Sekali dilihat saja, semua tahu, ini adalah sebuah pesta untuk kelas sosial pada rantai teratas.


Hembusan angin malam yang semilir membelai lembut helaian rambut hitam milik seorang gadis yang tampak berdiri di depan sebuah gedung milik perusahaan Tnp group.


Kaki jenjangnya yang terpapar sorot cahaya lampu tampak seperti batu permata yang bersinar.


Bagaikan dewi yang turun dari langit malam, bagaikan bintang yang terjun bebas melewati serabut lembut awan.


Royal dress yang ia kenakan itu terlihat pas melekat di tubuhnya, terasa indah untuk di konsumsi sebagai pemandangan.


Warna merah maroon dengan hiasan pita berwarna hitam di bagian pinggangnya, sungguh desain yang tampak sempurna untuk warna kulit putihnya yang kontraks dengan pakaian yang gadis itu kenakan.


Sejenak ia terdiam, lalu hembusan nafas pendek mengawali langkah kakinya, dia Rose, kaki jenjangnya kini melangkah memasuki gedung tempat diadakannya pesta ulangtahun dari CEO Tnp group, Yuan.


Ketika Rose melangkah, gaun yang ia kenakan tampak menyapu lantai marmer yang bening berkilauan bagai kaca.


Gaun itu di desain khusus untuknya. Yuan telah menyiapkan semua itu jauh beberapa bulan yang lalu.


Malam ini, Rose bagaikan seorang Cinderella di negeri dongeng.


Bagaimana tidak, sore tadi beberapa orang wanita tiba-tiba menerobos masuk ke dalam apartemennya, lalu merias dirinya dan kemudian setelah semua itu selesai, sebuah mobil mewah menjemputnya, dan gaun indah yang menghiasi tubuhnya, serta sepatu high heels-nya yang tampak seperti sepatu kaca dengan warna merah darah sedikit kegelapan, maroon.


Semua itu sungguh seperti nasib sempurna dari si cantik Cinderella.


‘Rosella, itu namamu. Kau indah bagaikan bunga mawar yang bermekaran. Gaun ini, setiap incinya mengingatkanku pada dirimu. Warna merahnya yang begitu memikat hatiku, sama seperti dirimu yang tidak pernah membiarkanku lengah dalam mengingatmu. Rose, datanglah ke pesta ulang tahunku. Aku tidak butuh hadiah apapun darimu. Kehadiranmu sebagai kekasihku, lebih dari sebuah hadiah terindah sepanjang ulang tahunku. Salam cinta dari orang yang kau cintai, Yuan.’


Itulah pesan singkat yang Yuan sematkan pada kotak berisi gaun pesta yang kini Rose kenakan.


Pesan singkat itu pula lah yang membuat Rose berani menginjakkan kakinya bersama dengan balutan gaun mewah tersebut.


Tap. Langkah kaki itu berhenti tepat di antara para tamu undangan yang telah hadir beberapa menit yang lalu atau bahkan beberapa jam lalu.


Lalu suasana menjadi hening ketika seorang pria yang menjadi aktor utama dalam pesta tersebut terlihat berjalan menaiki panggung yang beralaskan karpet merah bak permadani yang di impor dari mesir kuno.

__ADS_1


Sebuah senyum merekah terukir di wajah pria itu. Yuan tersenyum, ia tersenyum ketika melihat seseorang yang tampak menonjol di antara para tamu undangan lainnya. Gaun yang orang itu kenakan sungguh membuat Yuan sangat mudah untuk menemukannya.


Dari jarak yang tidak terlalu jauh, kedua insan berbeda jenis itu saling berinteraksi dalam pandangan berhiaskan senyum tipis. Mereka saling mencuri pandang dan beradu kasih lewat pandangan mata berwarna hitam dan coklat itu.


“Kepada Ketua Ray dan Nyonya Gavin, di persilahkan untuk menaiki panggung sebagai orangtua dari aktor utama kita malam ini.” sebuah suara memecah keheningan dan bisik-bisik dari semua orang.


Kini seluruh fokus beralih pada kedua orang paruh baya yang tampak berjalan dengan tangan yang saling bergandeng satu sama lain.


“Kepada CEO Tnp group yaitu tuan muda Yuan, di persilahkan untuk memberikan sambutannya kepada para tamu undangan yang sudah meluangkan waktu mereka untuk menghadiri acara pesta ulang tahun yang sangat luar biasa ini.” kata MC itu.


“Mari beri tepuk tangan sebelum pria luar biasa kita memberikan sambutannya.” sambung MC itu ketika Yuan terlihat mulai mendekat ke arah microfon yang ada di hadapannya.


Tatapan mata itu masih belum terputus, keduanya masih saling beradu pandang. Tanpa mereka sadari, seseorang diam-diam memperhatikan tingkah mereka.


Ray menatap Yuan dan Rose secara bergantian. Ingatan acak tentang hal kemarin malam membuat Ray menampilkan raut wajah ketidaksukaan dari tingkah kedua insan itu.


Entah apa yang membuatnya tidak suka. Jika di dasarkan pada perbedaan status sosial ataupun status ekonomi, sepertinya begitu.


Ya, begitulah beberapa orangtua kalangan atas, mereka selalu mengharapkan yang setara untuk anak-anak mereka. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela mengorbankan kebahagiaan sang anak hanya untuk kenaikan kelas sosial atau mempertahankan citra kelas sosial mereka.


Pria paruh baya itu kini tampak diam dengan tangan memegang pengeras suara tersebut.


“Sebelum putra tunggal saya memberikan sambutannya, saya akan memberikan pengumuman penting terlebih dahulu untuk kalian semua.” katanya.


Di sisi kanan Yuan, sang ibu, yaitu Ana, ia terlihat menampilkan ekspresi paniknya. Ia seolah tahu apa yang akan suaminya itu umumkan.


Tidak, tidak mungkin. Ini tidak boleh terjadi.


Aku harus menghentikannya.


Namun sangat disayangkan, sebelum wanita paruh baya itu bertindak sesuai rencana dadakannya. Suaminya telah mengumumkan sesuatu yang sangat tidak ia dan anaknya harapkan.


“Mulai malam ini, putra saya, pewaris tunggal perusahaan Tnp group dan penerus keluarga Gavin telah resmi bertunangan dengan— ”


“Ray, hentikan.” ucap Ana, nada suara kecilnya, hampir mirip seperti bisikan yang khusus ia tujukan untuk sang suami.

__ADS_1


Ray menoleh sekilas pada wanita paruh baya yang telah mendampinginya lebih dari puluhan tahun itu. Tapi walaupun ia menoleh, tidak ada kata apapun yang terucap, mimik mukanya pun tampak datar sepenuhnya, sangat menyiksa jiwa Ana yang melihatnya.


Kemudian Ray kembali fokus ke depan, “Yuan, putra saya telah resmi bertunangan dengan Rue, putri dari ketua Barack, CEO dari perusahaan Jhoneq group, perempuan luar biasa yang memiliki masa depan cerah.” ujarnya, perkataan yang sangat mampu menghancurkan hati seorang wanita muda.


Seketika itu juga, suara tepuk tangan bercampur keriuhan dan kebisingan dari setiap tamu undangan terdengar dalam ruangan tersebut.


“Dad— ”


“Tidak ada penolakan, keluhan ataupun protes.” ucap Ray saat Yuan terlihat ingin mengeluarkan argumen berisi protesnya.


“Jadi ini alasan daddy menunjukku dan mengangkatku menjadi CEO lebih cepat dari yang seharusnya?” tanya Yuan.


Ray tersenyum tipis, senyum itu biasanya terasa hangat dan begitu Yuan harapkan, tapi saat ini, senyum itu sangat terasa menyiksa hati Yuan.


“Tentu saja. Sekarang, kau tidak bisa mundur begitu saja, yang bisa kau lakukan hanyalah maju ke depan dan menerima semua kenyataan, karena ini adalah takdirmu.” katanya.


Di balik adu mulut antara anak dan ayah yang tidak dapat di dengar oleh para tamu undangan itu. Dari kejauhan, mata seorang gadis terlihat berkaca-kaca, hatinya remuk dan hancur berkeping-keping.


Rose menutup mulutnya, membungkam isak tangis yang hampir membuncah di antara keraimaian para tamu undangan itu.


Tidak ada yang boleh tahu tentang rasa sedihnya, tidak ada yang boleh tahun tentang kemalangan hatinya.


Rose pun membalikkan badannya, sekilas ia menoleh ke arah Yuan yang masih tampak berbincang dengan ayah pria itu.


Haruskah aku berpaling darimu dan pergi meninggalkan semua cerita yang telah lama kita rajut? Yuan~


💐thanks for reading this novel. Don't forget to favorite, like, comment and vote.💐


✍ Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.✍


Spoiler episode selanjutnya ~


Yuan manarik tangan Rose, ia membawa gadis itu pergi menjauh dari gedung tersebut.


Tidak peduli dengan teriakan ayahnya ataupun Rue yang memanggilnya, Yuan terus melangkah kedepan sembari menggenggam tangan Rose kuat seolah memberitahu kalau dirinya tidak akan pernah melepaskan gadis itu begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2