The Destiny 2 : Extraordinary Love

The Destiny 2 : Extraordinary Love
Tempat Persembunyian


__ADS_3

Nana membuka pintu perpustakaan itu perlahan, ia berjalan masuk ke dalam perpustakaan yang sangat tenang itu setelah menutup kembali pintu perpustakaan.


Pandangannya beredar ke seluruh sudut perpustakaan, walaupun perpustakaan itu sangat tenang, tapi bukan berarti tidak ada orang di dalamnya. Disana ada cukup banyak orang yang duduk ataupun sedang berdiri di depan rak buku. Mereka semua fokus pada buku-buku yang mereka pilih dan mereka baca.


Jika seperti ini, akan membutuhkan waktu lama untuk menemukan keberadaan Rose. Dan lagi, Nana tidak mungkin menghubungi Rose di area yang melarang ponsel berbunyi. Jika ia menghubungi Rose dan ponsel Rose berbunyi, temannya itu bisa ditendang keluar dari dalam perpustakaan karena menimbulkan kebisingan dan mengganggu ketenangan belajar para mahasiswa lainnya.


Dimana dia? Hah! Kenapa perpustakaan ini dibangun besar sekali?! Jika seperti ini, aku akan sangat kesulitan untuk menemukan Rose. β€” Batin Nana.


Gadis itu terus berkeliling, melihat satu persatu setiap sekat rak yang ada disana. Sampai akhirnya ia teringat sesuatu.


Oh iya, Rose kan jurusan hukum, pasti dia ada di bagian buku-buku tentang hukum dan sejenisnya. Kenapa aku mencarinya di rak bagian sastra?! Ah sejak kapan kau menjadi bodoh Nana! β€” Ujar Nana dalam hatinya, ia menatap plat rak yang bertuliskan kesusastraan itu sembari merutuki dirinya.


Nana melangkahkan kakinya menuju ke rak buku bagian kanan perpustakaan itu. Ia menuju ke arah rak yang berada disudut kanan perpustakaan. Sekarang ia ingat, tempat itu adalah tempat dimana ia membantu Rose menyusun buku-buku yang Rose bawa saat kedua kalinya mereka bertabrakan waktu itu.


"Rose!" Panggil Nana pelan saat dirinya menemukan sosok gadis yang sejak tadi dicarinya.


Rose mengalihkan pandangannya dari buku tebal yang ia baca. Ia menoleh pada Nana yang berjalan mendekati dirinya.


"Nana? Ada apaβ€”aaa kau pasti ingin bertanya tentang masalah di paltform universitas ya?" Tanya Rose yang langsung mengerti dengan kedatangan Nana padanya saat ini.


"Yaaa kurang lebih seperti itu. Tapi jangan salah paham dulu. Aku tidak mencarimu untuk bertanya hal buruk ataupun menghujatmu." Jawab Nana.


Rose menutup buku yang di pegangnya dan mengembalikannya ke tempatnya semula, lalu kemudian, ia menghadap ke arah Nana, posisi mereka saat ini saling berhadapan satu sama lain.


"Lalu?" Tanya Rose.


Nana menatap Rose sejenak, kemudian senyum tipis terukir di wajah gadis manis itu.


"Apa Yuan baik-baik saja? Apa dia merepotkanmu? Kalian tinggal bersama di rumahmu ya? Apa kau kesusahan karenanya? Dia pasti sangat tidak berguna kan? Walaupun dia menumpang dirumahmu pasti dia bertingkah seperti seorang raja. Kau pasti kesulitan ya?" Tanya Nana.

__ADS_1


Rose tersenyum kaku mendengar pertanyaan Nana yang beruntun itu. Ia bingung harus mulai menjawabnya dari mana dulu.


"Iya, tidak, tidak, aku pindah ke apartemen karena rumahku sudah dijual oleh ayahku, jadi kami tinggal bersama di apartemen kecilku, yah lumayan kesusahan karena harus melawan pesonanya, ya dia sedikit berguna, eng.. seperti itulah." Jawab Rose yang berusaha menjawab semua pertanyaan yang Nana lontarkan sekaligus itu.


"Kau benar-benar menjawab semuanya." Ujar Nana dengan tawa kecilnya agar tidak terdengar dan mengganggu orang lain yang ada di perpustakaan itu.


"Tapiβ€”kenapa kau tidak marah padaku? Padahal aku tidak memberitahumu jika aku tahu keberadaan Yuan. Dan kenapa kau tidak bertanya bagaimana Yuan bisa tinggal bersamaku?" Tanya Rose pada gadis yang masih terkikik di depannya itu.


"Itu tidak penting, aku sudah tahu jawabannya sendiri. Pasti Yuan yang memintamu untuk tidak memberitahukannya pada siapapun. Dia juga menginap di apartemenmu dengan mengungkit kebaikan yang sudah ia lakukan padamu kan? Apa aku benar?"


Rose mengangguk,


"Ya, itu benar." Jawabnya.


"Tapi.. bagaimana sekarang semua orang di kampus bisa tahu jika kalian tinggal bersama?"


"Kau tidak lihat lampiran videonya di postingan itu? Yuan tiba-tiba datang kepadaku dan memberikan kunci apartemen, lalu dia bilang kalau dirinya sudah menjemur pakaian yang sudah aku cuci, mencuci piring dan membuang sampah. Bukankah itu semua sudah menjelaskan jika kami tinggal bersama. Ah ya ampun, seharusnya dia tidak berkata ceroboh seperti itu." Ujar Rose menarik rambutnya karena frustasi.


Nana tertawa terbahak-bahak, ia bahkan lupa jika dirinya berada di perpustakaan, yang melarang tawa keras terdengar disana.


Para pengunjung perpustakaan itu menatap ke arah Nana yang tertawa keras itu, Rose langsung menutup mulut Nana saat mendapatkan tatapan tajam dari para pengunjung perpustakaan itu, apalagi penjaga perpustakaan sudah memberikan tatapan peringatan ke arah mereka.


"Maaf." Ucap Rose lirih pada semua orang yang menatap ke arah mereka.


Rose melepaskan tangannya dari mulut Nana, lalu ia memberikan isyarat pada gadis dihadapannya itu agar Nana tidak berisik lagi.


"Maaf, aku lupa." Kata Nana pelan.


Rose mengangguk paham.

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Sepertinya disini bukan tempat yang bagus untuk kita mengobrol." Ucap Rose.


"Lalu kau ingin kita keluar dari sini dan mengobrol diluar? Tidak mungkin, semua gadis pecinta Yuan sedang mencarimu untuk memangsa dirimu ini." Ujar Nana sembari menunjuk Rose dengan candaannya.


Rose tertawa kecil,


"Aku tidak berkata jika kita akan melanjutkan obrolan diluar. Sebentar lagi aku ada kelas terakhir. Jadi kita lanjutkan obrolannya lain waktu saja ya." Katanya sembari memasang masker dan topinya, gadis itu sama seperti Yuan yang melakukan penyamaran.


"Tunggu dulu, sekarang Yuan ada dimana?" Tanya Nana, ia menahan tangan Rose yang ingin pergi.


"Tadi dia datang ke kampus, tapi hari ini dia hanya memiliki satu mata kuliah di jam pagi, jadi setelah itu dia pergi dari kampus." Jawab Rose.


"Dia pergi kemana?" Tanya Nana lagi.


"Aku tidak tahu pasti, tapi dia mengirimkan pesan jika dia pergi ke tempat kerja paruh waktunya. Sudah dulu ya, aku bisa terlambat masuk kelas nanti, sampai jumpa." Ucap Rose yang kemudian pergi berlalu dari hadapan Nana.


"Hei tunggu." Panggil Nana pelan, tapi Rose tidak mungkin bisa mendengarnya, gadis itu sudah berjalan jauh darinya.


"Kerja paruh waktu? Yuan?? Benarkah? Oh ini kabar yang sulit dipercaya? Aku tidak sabar bertemu dengan bocah itu lagi dan menertawai dirinya." Gumam Nana sembari tertawa, ia lupa lagi dimana dirinya berada.


Sudah kedua kali ini ia mendapatkan tatapan tajam dari para pengunjung perpustakaan, bahkan suara deheman peringatan keras sudah di berikan oleh penjaga perpustakaan padanya.


Spontan, Nana langsung menutup mulutnya, menundukkan kepalanya meminta maaf pada semuanya. Dalam hati ia merutuki kesalahan yang sudah dua kali dilakukannya.


Gadis itu akhirnya memilih pergi dari perpustakaan itu dari pada terus berada di sana dan mendapatkan teguran. Lagipula dirinya datang kesana tidak untuk membaca buku ataupun belajar, dia datang ke perpustakaan untuk mencari Rose. Karena Rose sudah pergi, maka dirinya juga sudah tidak ada urusan lagi di perpustakaan yang mengagungkan ketenangan itu.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


✍ Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2