The Destiny 2 : Extraordinary Love

The Destiny 2 : Extraordinary Love
Berita Hangat


__ADS_3

Rose menarik tangan Yuan menjauhi kerumunan.


"Kau suka sekali memegang tanganku ya?" Tanya Yuan dengan nada menyindirnya. Tapi pria itu tidak berniat melepaskan tangan Rose yang masih memegang tangannya itu.


"Kenapa kau mengatakan hal bodoh seperti itu?" Tanya Rose sembari melepaskan pegangannya dari tangan Yuan.


"Tunggu, kau baru saja mengataiku bodoh?!"


Rose menggelengkan kepalanya,


"Bukan, bukan dirimu tapi perkataanmu." Ujar Rose.


"Ck, kau sedang mencoba mempermainkan ku? Perkataan itu keluar dari mulutku yang artinya secara tidak langsung kau berkata jika aku bodoh." Kata Yuan, menatapnya kesal.


"Bukankah kau yang sedang mempermainkan aku? Aku tidak berniat mengatakan jika kau bodoh." Sanggah Rose.


Yuan berjalan mendekati Rose, membuat gadis itu menghindari jarak berbahaya itu dengan melangkah mundur ke belakang. Tapi sepertinya Rose tidak tahu jika dibelakangnya ada pohon besar yang membuat dirinya terpojok di sana.


Yuan meletakkan satu tangannya di pohon besar itu, menghalangi Rose untuk kabur.


"Siapa yang sedang ingin bermain-main denganmu? Aku serius. Lagipula bukan itu yang harus kita bahas." Ujar Yuan, kemudian menjauh dari diri Rose, tadi ia hanya sedikit menggertak gadis itu saja. Entah kenapa, Yuan merasa tidak suka saat Rose melontarkan sanggahan atau perlawanan padanya.


"Ini kunci mu, setiap orang memegang satu kunci, jadi kau tidak perlu menungguku saat aku pulang terlambat." Kata Yuan sembari memberikan kunci apartemen Rose yang tadi belum sempat Rose ambil darinya.


"Kau—kau masih akan tinggal bersamaku?" Tanya Rose.


Yuan mengangguk,


"Kenapa? Kau tidak suka ya tinggal bersamaku?" Tanya Yuan.


"Tidak tidak, bukan seperti itu. Maksudku, semua orang sudah tahu tentang kita yang tinggal bersama, apa kau tidak masalah jika nantinya ada berita negatif tentang kita?"


"Dengarkan aku Rose. Kita ini hidup untuk diri kita sendiri, kenapa harus peduli dengan perkataan orang lain? Yah, kecuali mereka yang telah berjasa pada kita." Kata Yuan.


Ya, sudah sepantasnya kau tidak peduli, karena mereka tidak mungkin memandang mu buruk. Sasaran mereka itu aku! Aku!!! — Batin Rose.


"Kau tenang saja, setelah aku mengumpulkan uang dari kerja paruh waktuku, aku akan pergi dari apartemenmu dan menyewa apartemen sendiri. Jadi bertahanlah sebentar lagi ya. Lagipula kau ini kan pelayan pribadi ku, sudah seharusnya membantuku dan melayani tuan mu ini dengan baik, jangan lupa dengan hutang mu." Ujar Yuan yang kemudian berbalik dari hadapan Rose.

__ADS_1


"Kau akan kerja paruh waktu? Dimana? Apa kau yakin?" Tanya Rose.


"Yah, perkataanmu tadi pagi sedikit membuka pikiranku. Aku tidak akan bersembunyi dan lari dari masalah lagi, tapi bukan berarti aku akan kembali ke rumahku. Aku tetap akan pergi dari sana, aku akan membuktikan ke mereka jika aku mampu bertahan hidup dan mencapai mimpiku dengan usahaku sendiri, karena itu aku bekerja paruh waktu." Jawab Yuan tanpa menoleh pada gadis yang ada di belakangnya itu.


"Lalu bagaimana dengan kuliahmu? Apa kau benar-benar akan pindah jurusan? Kau sudah di semester tujuh, sangat disayangkan jika—"


"Kau tenang saja, aku akan tetap melanjutkan jurusan manajemen bisnis itu. Bukankah menjadi seorang idol tidak harus lulusan seni? Asalkan ada basic, keterampilan dan keinginan pasti bisa." Kata Yuan.


Rose tersenyum, ia senang, akhirnya Yuan yang dikenalnya dulu kembali lagi. Pria itu menemukan semangat juangnya kembali.


"Jika kau butuh bantuanku jangan sungkan, cari saja aku, aku pasti akan membantumu. Aku berjanji akan selalu ada di sisi Yuan dan membantu Yuan." Ujar Rose yang kembali meningkatkan rasa sukanya pada pria di depannya itu.


"Kau mudah sekali lupa ya. Ku ingatkan sekali lagi, kau ini pelayan pribadiku, tentu saja kau harus ada disisiku dan membantuku. Tapi ngomong-ngomong, terimakasih karena sudah menasehati ku tadi pagi. Terimakasih Rose." Ucap Yuan sembari menolehkan kepalanya sedikit untuk melemparkan senyum tulusnya pada gadis yang ada di belakangnya itu.


Rose terhenyak, tak percaya mendapatkan ucapan seperti itu dari pria yang disukainya.


Setelah mengatakan hal itu, Yuan melangkah menjauh dari hadapan Rose, pria itu terus melangkah ke arah fakultasnya, sampai Rose tak lagi dapat melihat bayangannya.


Senyum kebahagiaan terpancar dari diri gadis itu, hal sederhana seperti sebuah senyuman akan sangat bermakna jika itu didapat dari seseorang yang disukai. Rasanya hatinya seperti di gelitik oleh ribuan kupu-kupu.


Warning! Seorang gadis memaksa Yuan untuk tinggal bersamanya!


Nana tersedak minumannya saat dirinya baru saja membaca berita baru di platform universitasnya. Rasa tidak percayanya semakin tinggi saat dirinya melihat foto yang dilampirkan di postingan itu.


"Benarkah ini Rose? Dan—Yuan? Aku tidak percaya ini. Apa ini foto editan?" Tanya Nana pada dirinya sendiri.


"Ada apa?" Tanya Alex.


Mereka saat ini sedang berada di cafe, Alex sengaja datang ke kampus Nana untuk mengajak anak kandungnya itu makan siang bersama di luar kampus.


"Papa.. aku rasa, aku harus segera kembali ke kampus." Kata Nana, gadis itu mengambil tas yang ada di sampingnya, lalu kemudian berdiri dari duduknya.


"Hei tunggu. Ada apa? Kenapa buru-buru seperti itu? Apa ada masalah? Kau bahkan belum menyelesaikan makananmu." Ujar Alex menahan tangan anak kandungnya itu.


"Maaf papa, tapi ini penting sekali, aku harus memastikan satu hal yang sangat mendesak. Please, okey?" Pinta Nana, memandang ayah kandungnya itu dengan tatapan memohon.


Alex menghela nafasnya, ia tidak dapat menolak lagi jika Nana sudah mengeluarkan tatapan seperti itu.

__ADS_1


"Iya baiklah, papa akan mengantarmu kembali ke universitas." Jawab Alex.


Setelah membayar semua pesanan mereka, Alex dan putrinya itu keluar dari cafe yang berada tidak jauh dari kampus.


Mereka masuk ke dalam mobil. Lalu kemudian, mobil itu melaju normal menuju ke kampus Nana kembali.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai di universitas. Nana keluar dengan segera setelah berpamitan dan mengatakan sampai jumpa lagi pada ayah kandungnya itu.


Alex hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat Nana yang berlari menjauhi mobilnya.


Fokus pada Nana, gadis itu terus berlari menuju ke gedung fakultas hukum. Nana sedang mencari Rose untuk menanyakan sesuatu dari berita yang sedang panas di platform universitas itu.


"Nana?" Panggil seseorang dari arah belakang Nana, sontak gadis itu langsung menoleh pada orang yang memanggilnya. Ternyata itu Yana.


"Ah Yana, apa kau tahu dimana Rose? Aku ingin bertanya padanya tentang berita yang sedang menjadi trending di platform kampus kita." Tanya Nana yang langsung pada intinya.


"Kau juga sudah membacanya ya? Itu benar-benar berita yang sangat buruk." Ucap Yana.


"Jadi apa kau tahu dimana Rose?" Tanya Nana lagi.


"Apa kau juga ingin menghujatnya?"


"Tidak mungkin, aku tidak peduli dengan mereka yang tinggal bersama. Aku hanya ingin bertanya tentang keberadaan Yuan padanya." Jawab Nana.


Yana terlihat menghela nafasnya sejenak, lalu kemudian ia menunjuk pada gedung perpustakaan yang terletak tak jauh dari arah mereka.


"Dia ada di perpustakaan?"


"Memangnya dimana lagi dia bisa bersembunyi dengan tenang? Ini bukan drama yang menjadikan UKS sebagai tempat persembunyian. Lagipula, Hanya tempat itu yang tidak menerima kebisingan. Kau tahu kan, perpustakaan itu seperti sebuah kerajaan yang sunyi dan—" Belum sempat Yana menyelesaikan perkataannya, Nana sudah melenggang pergi dari hadapan gadis itu.


"Ck, menyebalkan. Tapi yaaa... tidak masalah." Gumam Yana sembari melihat ke arah gedung perpustakaan yang besar itu.


"Rose, berita apapun yang sedang beredar, sekalipun itu hal buruk tentangmu. Kau tenang saja, aku ini temanmu, aku akan tetap percaya padamu, sekalipun kau tidak menjelaskannya padaku. Karena kau pasti punya alasanmu sendiri." Gumam Yana dengan senyum tulusnya.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


✍ Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.✍

__ADS_1


__ADS_2