Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Interogasi Rena


__ADS_3

Austin memutar bola matanya, namun tetap menunggu adiknya itu untuk menjawab pertanyaannya.


"Rena memang berhutang biaya perbaikan mobil pada David, karena Rena menabrak mobilnya waktu itu dan Rena sudah membayar sebagiannya Bang," tutur Rena.


"25 juta," ujar Austin.


Rena heran, darimana Abangnya itu tahu namun ia mengangguk juga.


"Kekurangannya?" tanya Austin berharap cemas semoga bukan ada yang di pikirannya.


"Kekurangannya, Rena harus bekerja di perusahaannya Bang," jawab Rena.


"Bukannya kamu bekerja di PT. HUBB?" tanya Austin.


"Bukan Bang, Rena bekerja di Mahendra Tower," jawab Rena merasa bersalah membohongi Kakaknya.


"Ya ampun Rena, kamu kenapa berbohong!"


"Karena Rena nggak mau merepotkan Abang, Rena tahu Abang sudah bersusah payah membangun kembali perusahaan Ayah. Rena nggak mau jadi beban,"ujar Rena.


"Ren, Abang kan sudah bilang, perusahaan itu di wariskan oleh Ayah untuk kita berdua Apapun yang di hasilkan perusahaan itu, juga merupakan hak kamu. Dan kamu bukan beban buat Abang!" Ujar Austin kesal dengan apa yang di ucapkan oleh adiknya.


"Terus kamu kerja apa di Mahendra Tower?" tanya Austin


"Rena bekerja di bagian Marketing. Rena senang kok bekerja di sana. Lagian kan, Abang bilang Rena di suruhh kerja sesuai title Rena dari pada kerja di PUB," ujar Rena


Austin memandang adiknya. Sampai di sini kelihatan masih bisa bernafas dengan lega.


"Terus kamu ngapain di rumah David Memangnya dia selalu mengajak karyawannya untuk menginap di rumahnya?" tanya Austin sekaligus menyindir adiknya itu.


Rena menggigit bibir bawahnya, ragu untuk menceritakan hubungannya dengan David.


"Ren, dia nggak ngapain - ngapain kamu kan?" tanya Austin lagi, melihat adiknya itu ragu untuk bercerita.


"Nggak Bang, David nggak ngapain - ngapain Rena kok?" jawab Rena.


"Terus ngapain kamu di rumahnya?" tanya Austin. Namun ia menarik nafas lega.


"David bilang Rena akan lebih aman di rumahnya dari pada di Apartemen," jawab Rena.


Austin beranjak dari duduknya. Ia ingat laporan Bastian yang mengatakan jika Rena mendapatkan pengawasan 24 jam dari orang - orang David. Apa Rena dalam bahaya dan orang - orang David mencoba melindunginya? Untuk apa? Apa hubungan sebenarnya antara Rena dan David? Tidak mungkin jika David akan melakukan semua itu pada seorang karyawannya.

__ADS_1


"Ren, sekarang kamu jawab terus terang ke Abang. Sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan David selain kamu bekerja padanya?" tanya Austin sambil menatap wajah adiknya itu.


Rena menghela nafas.


"Rena pacaran sama David," jawab Rena pelan.


"Kamu apa?" tanya Austin tidak yakin dengan apa yang di dengarnya.


"Pacaran Bang," jawab Rena, kali ini dengan suara yang lebih keras.


"Ya ampun Rena! Abang kan sudah bilang untuk menjauh dari David! Tapi kamu malah pacaran sama dia?" tanya Austin yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Ia tampak gusar dengan jawaban Rena.


"David tidak seperti yang Abang kira, bahkan yang Rena kira sebelumnya," ujar Rena sambil menoleh ke arah Kakaknya.


"Mungkin dia hanya bersandiwara Ren, dia memiliki banyak trik untuk mendapatkan apa yang di inginkannya. Dia itu memanfaatkan kamu Ren, dari berhutang, bekerja padanya dan sekarang menjadi pacarnya! Setelah itu apalagi?" ujar Austin dengan marah karena adiknya tidak mendengarkan larangannya.


"Nggak Bang, David nggak seperti itu. Rena juga sudah bertemu dengan keluarganya.Adiknya, Oma dan Opanya, dan Rena percaya sama dia." ujar Rena mencoba meyakinkan Austin bahwa David tidak seburuk dengan apa yang di pikirkan Kakaknya selama ini.


"Kalau David berniat jahat ia pasti sudah membongkar rahasia Rena dari dulu. Dia juga sudah tahu kalau Rena adalah Renatta Azaria, adik Abang," tambah Rena.


Austin memandang adiknya sambil bertolak pinggang. Ia percaya kepada Rena, tetapi tidak pada David.


"Bagaimana pun Abang tidak mengizinkan kamu berpacaran dengannya. Mulai sekarang kamu tinggal di sini dan Abang tidak mengizinkan kamu untuk bertemu dengannya!" Ujar Austin kemudian berjalan keluar kamarnya.


"Apa benar kalian sudah merencanakan pernikahan?" tanya Austin tiba - tiba pada adiknya itu.


Rena yang sedang melihat berita pun mematikan Ipad yang sedang di pakainya.


"David memang sudah melamar Rena beberapa kali Bang, tetapi Rena belum menjawabnya," jawab Rena jujur.


"Bagus. Karena kalian tidak Kakak izinkan untuk menikah!" Ujar Austin lalu beranjak dari duduknya.


Rena memandangi punggung Kakaknya yang berjalan menjauh darinya dan ia menghela nafas panjang.


...********...


"Alvin, berikan aku alamat Austin Leonard Alfaro," pinta David pada Alvin melalui pesawat telepon.


"Baik Pak. Akan saya kirim sebentar lagi. Bapak perlu di temani?" tanya Alvin yang telah mengetahui apa yang sudah terjadi kemarin siang.


"Tidak usah, saya sendiri saja!" Jawab David.

__ADS_1


"Baik Pak. Alamatnya baru saja saya kirimkan Pak," ujar Alvin.


"Oke, terima kasih,"


David pun langsung mengambil kunci mobil koleksinya dan segera berjalan menuju ke arah garasinya.


"Pak David mau kemana, Pak?" tanya Jefri yang berjalan di belakang David.


"Aku mau menemui Rena," ujar David sambil membuka kunci mobilnya.


"Apa sebaiknya ada yang menemani tanya Jefri dengan khawatir. Ia masih teringat dengan kejadian kemarin saat Bosnya itu di todong senjata api oleh Austin.


"Tidak usah Jefri, aku akan baik - baik saja." jawab David lalu masuk ke dalam mobilnya.


David melajukan mobilnya dengan cepat. Baru sehari tidak bertemu ia sudah sangat rindu pada Rena.


David pun tidak bisa menghubunginya karena Rena tidak membawa telepon genggamnya saat ia pergi dengan Austin.Dan menelepon ke rumah Austin juga tidak akan membuahkan hasil. Jadi ia lebih memilih untuk menemui Rena langsung, dan akan menjelaskan secara baik - baik kepada Austin.


Rena telah memberitahunya kemarin bahwa Austin tidak mengetahui hubungan mereka, dan menyangka dirinya sama jahatnya dengan Malvin yang telah menghancurkan keluarganya. Oleh karena itu ia harus meyakinkan Austin bahwa dirinya tidak seburuk itu.


David sudah sampai di depan rumah keluarga Alfaro dan berhenti di depan pos penjaga rumah itu.


David mengatakan maksud kedatangannya untuk menemui Austin dan juga Rena. Penjaga itu pun menghubungi Agus, kepala asisisten rumah tangga kekuarga Alfaro.


Agus, kepala asisten rumah tangga itu melaporkan kedatangan David pada Austin yang saat itu sedang berada di ruang baca.


"Siapa?" tanya Austin sekali lagi.


"Alexander David Mahendra, Pak." ujar Agus.


Mau apa David datang kesini? Pikir Austin.


"Dengan siapa dia datang kesini?" tanya Austin.


"Sendirian saja Pak," lapor Agus.


"Berani juga dia datang di sini." ucap Austin dalam batin.


Bersaambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, hadiah dan kasih rating 5 ya...


__ADS_2