Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Peresmian Hotel


__ADS_3

Audrey tertegun dan mengerutkan dahinya, namun ia tidak bertanya lagi karena di depan mereka ada beberapa kolega David yang mulai menyapa dan memberikan selamat atas peresmian hotel baru mereka.


Tak lama acara di mulai, dan David menjadi acara pusat perhatian di acara itu, sebagai seorang pengusaha yang sukses dan pemilik hotel terbesar di kota itu.


Malvin datang sedikit terlambat karena tiba - tiba Mira merasa tidak enak badan dan hampir membatalkan kehadiran mereka di sana, akan tetapi Malvin bersikukuh untuk hadir.


Malvin sangat kecewa ketika bertemu dengan David dan mengetahui jika kekasih David yang sangat ingin di temuinya tidak hadir di acara tersebut.


"Dimana wanita yang telah meluluhkan hatimu, David?" tanya Malvin saat ia bertemu dengan David dan mengucapkan selamat atas peresmian hotel baru miliknya.


David tersenyum dan menjawab, "Dia tidak dapat hadir hari ini,"


"Sayang sekali, padahal aku sangat ingin berkenalan dengannya," ujar Malvin.


"Benarkah?"


"Ya, aku ingin tahu wanita seperti apa yang telah menarik perhatian Alexander David Mahendra, dia pasti sangat istimewa," ujar Malvin sambil tertawa, sedangkan David hanya tersenyum.


"Dia memang istimewa. Mungkin kau akan sangat terkejut jika berjumpa dengannya," ujar David sambil melirik ke arah Mira yang berdiri dengan sangat canggung.


Malvin melihat arah tatapan David dan menyadari bahwa Mira telah sangat canggung. Ia pun kemudian berkata kepada Mira, " Cepat minta maaf pada Pak David."


Malvin mengira rasa canggung Mira di sebabkan oleh rasa bersalah karena telah menampar dan memulai perkara yang lalu. Ia tidak tahu jika rasa canggung Mira di sebabkan karena David tahu jika David mengetahui siapa sebenarnya kekasihnya itu, dan Mira sangat khawatir jika David akan mengatakannya.


Sedangkan David merasa sedikit heran dengan perubahan bentuk wajah Mira, yang di perhatikannya sekilas hampir mirip dengan Rena di bagian hidung dan bibirnya. Hanya saja Rena terlihat lebih natural, karena memang itulah wajah aslinya.


Mira yang di suruh meminta maaf pun akhirnya meminta maaf.


"Maaf apa yang saya lakukan kemarin pada kekasih anda," ujar Mira mengikuti kemauan Malvin.


"Jangan lakukan lagi!" Ucap David menatap Mira tanpa tersenyum.


"Tentu saja tidak," ujar Malvin sambil tertawa.


"Jadi mungkin kita bisa bertemu lain waktu? Makan malam bersama mungkin? Double date?" tanya Malvin mengakrabkan diri, mencoba mencari akal untuk bisa mengenal kekasih David secara langsung.


"Mungkin," jawab David pendek.

__ADS_1


Setelah itu Alvin datang menghampiri David dan mengatakan bahwa Ibu Andini hadir disana bersama dengan Devan Syahlendra, dan David pun pamit meninggalkan Malvin dan juga Mira untuk menemui Mamanya.


"Apa kamu benar - benar tidak kenal siapa kekasih David?" tanya Malvin pada Mira sambil memperhatikan David yang berjalan menjauh darinya.


"Tidak aku tidak kenal," jawab Mira dengan gugup.


"Secantik apa dia?" tanya Malvin sekali lagi.


"Tidak," jawab Mira dengan kesal, namun segera di koreksinya saat melihat ekspresi wajah Malvin heran.


"Maksudku dia memang cantik, tapi... cantik yang biasa saja," jawab Mira tidak ingin memuji Renatta.


Padahal Mira sendiri tidak tahu jika ia mengagumi kecantikan Renatta jauh di dasar hatinya sehingga ia tidak sadar saat ia akan melakukan operasi plastik, yang di bayangkan adalah bentuk wajah Renatta.


"Cantik biasa saja? Apa seorang Alexander David Mahendra akan jatuh ke tangan seorang gadis yang biasa saja? Apa kelebihannya? Tidak mungkin gadis itu hanya biasa saja?" batin Malvin.


Malvin memandang heran pada Mira dan Mira terlihat kesal.


"Sudahlah, mengapa kamu sangat ingin tahu mengenai dia?" gerutu Mira dengan kesal.


"Aku hanya penasaran saja kenapa Alexander David Mahendra sangat keberatan dengan yang kamu lakukan pada kekasihnya, hingga ia harus membalasmu. Tidakkah mengherankan jika ia melakukannya untuk gadis yang biasa saja?" Malvin balik bertanya.


"Mungkin karena dia jatuh cinta. Bukankah orang yang jatuh cinta akan melakukan apapun demi cinta?" ucap Mira dengan asal karena jengah dengan pertanyaan Malvin.


Tetapi bagi Malvin, ia jadi teringat akan rasa cintanya pada Renatta Azaria dan betapa ia telah melakukan apapun agar bisa memiliki gadis itu. Hanya Renatta yang bisa membuatnya melakukan apapun.


"Aku merasa tidak enak badan, bisakah kita pulang?" ujar Mira dengan merajuk dan memegang keningnya.


"Kamu pulang saja dengan Bobby, masih ada yang harus aku lakukan," jawab Malvin sambil berjalan dan tidak memperdulikan Mira.


"Malvin!" Seru Mira dengan kesal karena telah meninggalkannya begitu saja.


...****...


Rena melihat melalui situs berita online mengenai wawancara David dengan para wartawan berita di acara peresmian hotel tadi malam di Ipad milik Austin.


Seharusnya memang Rena mendampingi David dalam acara tersebut. Tetapi apa daya, Austin tidak mengizinkannya.

__ADS_1


Austin yang duduk tak jauh dari Rena di meja makan pagi itu, memperhatikan adiknya yang sedang menonton berita wawancara David. Austin sendiri telah menonton berita yang bertajuk headline "Pernyataan Alexander David akan hubungan asmaranya."


Tentu saja berita tentang peresmian hotel itu ada, namun pemberitaan mengenai asmara Alexander David Mahendra lebih mendominasi. Apalagi Alexander David Mahendra terkesan menutup - nutupi identitas kekasihnya itu sehingga khalayak menjadi lebih ingin tahu.


Austin telah menginterogasi Rena mengenai apa yang sebenarnya terjadi antara adiknya itu dengan Alexander David Mahendra tadi malam.


*** Flash back On ****


Austin mendatangi adiknya yang ada di kamarnya, setelah memberikannya waktu untuk menenangkan dirinya sendiri setelah apa yang ia lakukan di rumah David. Austin belum pernah melakukan itu, mengancam seseorang dengan senjata yang di milikinya. Apalagi orang itu adalah Alexander David Mahendra.


Di rumah David saja paling tidak ada 20 orang penjaga yang di lihatnya tadi siang, sedangkan ia hanya berdua dengan Bastian saja. Perbuatan nekad memang, tetapi ia akan melakukan apa saja untuk menjaga adiknya itu.


"Na," panggil Austin, saat ia membuka pintu kamar adiknya itu. Kamar yang telah kosong selama 7 tahun terakhir ini.


Rena yang sedang berbaring di ranjangnya langsung beranjak duduk melihat Austin yang sudah ada di depan pintu kamarnya.


"Ya, Bang?" jawab Rena.


"Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu tidak pernah cerita ke Abang kalau David sudah memanfaatkan kamu?" tanya Austin seraya berjalan mendekati Rena dan duduk di ranjang, bersebelahan dengan Rena.


"Panjang ceritanya, Bang," ujar Rena.


"Abang punya waktu" balas Austin.


Rena masih terdiam.


"Abang sudah tahu kamu hutang perbaikan mobil padanya. Apa yang dia inginkan darimu? Bagaimana cara kamu membayarnya? Dan kenapa kamu tidak meminta saja pada Abang? Abang pasti akan berikan, Na. Asalkan, kamu tidak berhubungan lagi dengannya," ujar Austin panjang lebar.


"Rena harus jawab dari mana, Bang? Banyak sekali pertanyaan Abang," ucap Rena dalam batin.


"Jawab, Na! Kenapa kamu diam saja?" tanya Austin lagi melihat adiknya itu hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaannya.


"Iya, sebentar Bang. Rena lagi mikir mau jawab yang mana duluan. Lagian Abang sih, sekalinya nanya lagsung borongan gitu," gerutu Rena.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2