Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Arka dan Gilang


__ADS_3

Gilang pindah bekerja pada Alexander David Mahendra, seorang pengusaha muda yang baru saja mengembangkan usahanya di kota B. Sedangkan Arka memilih untuk bekerja pada Malvin Dirgantara, yang saat itu adalah pengusaha yang mengusai bisnis kota B. Setelah ia menjatuhkan Alfaro.


Sejak saat itu, banyak pekerjaan kotor yang di kerjakan oleh Arka untuk Malvin Dirgantara dan Arka pun menjadi salah satu orang yang di percaya oleh Malvin untuk mengerjakan dirty job baginya. Mulai dari memberikan pengamanan bagi Malvin, mengancam rekan bisnisnya yang bermasalah atau bahkan menghabisi nyawa seseorang pun tak segan di lakukannya.


*** flashback On ***


"Kau yakin tidak ada seorang pun yang tahu mengenai hal ini?" tanya Arka, asisten pribadi Malvin padanya.


"Iya, Pak. Saya sudah mencoba berbagai cara untuk mencari informasi, tetapi tidak ada satu pun orang yang mengetahui hal tersebut. Bahkan Geng sebesar Gambino Boys dan Gen X pun sama sekali belum pernah mendengar mengenai hal ini," ujar Arka memberi laporan pada Darwin.


Darwin mendesah dengan putus asa.


Darwin tahu Arka sudah berusaha maksimal malam itu, namun saat itu sudah hampir subuh dan ia tidak mendapatkan petunjuk apa pun. Apa yang harus ia katakan pada Malvin?


"Maaf Pak Darwin, tapi apa Bapak yakin pemukulan terhadap Ibu Mira ada hubungannya dengan bisnis Pak Malvin?" tanya Arka dengan ragu - ragu.


"Maksudmu?" tanya Darwin meminta penjelasan dari Arka.


"Maksud saya, apa mungkin ini adalah hal pribadi, masalah pribadi Ibu Mira yang tidak ada hubungannya dengan bisnis Pak Malvin?" ujar Arka mengatakan praduganya.


"Apa tidak mengherankan bahwa pelaku tidak mengirimkan tuntutan atau ancaman setelah apa yang telah di lakukannya?" ujar Arka lagi.

__ADS_1


"Mungkin saja. Tetapi seperti yang kau bilang. Pelakunya sangat rapi menutupi jejaknya. Apa menurutmu orang biasa bisa melakukannya?" tanya Darwin pada Arka.


"Tidak Pak. Tetapi untuk motif, saya rasa Bapak perlu menyelidiki mengenai aktifitas Ibu Mira beberapa hari terakhir. Apa yang ia kerjakan atau ada sesuatu kejadian yang tidak biasanya. Mungkin dari sana kita bisa mendapatkan petunjuk mengenai pelaku yang sebenarnya." ujar Arka.


"Kau benar Arka. Tugasmu untuk menyelidiki aktifitas Ibu Mira!" Ujar Darwin.


"Sementara itu, coba kau lihat beberapa orang yang sudah aku masukkan dalam daftar ini. Adakah mereka yang memiliki kemampuan melakukan pekerjaan itu?" tanya Darwin sambil memberikan selembar kertas pada Arka.


Arka membacanya, dan melihat daftar nama - nama para pejabat dan pengusaha terpandang dan berkuasa di kota itu. Nama - nama itu sangat mungkin melakukannya, dan ia tahu siapa saja orang - orang yang telah bekerja pada mereka dalam bidang yang sama seperti yang di gelutinya. Mereka semua memiliki kemampuan, tetapi hanya beberapa yang mampu bekerja rapi seperti pelaku yang ia cari.


Alexander David Mahendra ada di dalam daftar tersebut. Dan ia teringat pada Gilang. Gilang sangat rapi dan lihai dalam bekerja.


"Alexander David Mahendra, apa Pak Malvin ada masalah dengannya?" tanya Arka. Ia belum pernah di perintah oleh Bosnya untuk berhubungan dengan aset Alexander David Mahendra.


"Saya mengenal orang yang bekerja pada Alexander David Mahendra, dan dia memang sangat lihai dan rapi saat bekerja. Bagaimana pun saya tidak akan mengambil kesimpulan untuk saat ini. Saya akan memberitahu Bapak secepatnya," ujar Arka.


****** Flashback Off ******


Arka turun dari kendaraanya, begitu melihat orang yang berbicara dengan Gilang sudah pergi.


Arka kemudian berjalan masuk ke dalam Cafe itu dan duduk di bangku meja yang di tempat Gilang.

__ADS_1


"Halo Gilang! Sudah lama tidak berjumpa!" Sapanya pada Gilang sambil tersenyum.


"Arka! apa kabar?" tanya Gilang yang juga tersenyum.


Mata terlatih Gilang sudah mengetahui bahwa Arka telah memperhatikannya dari luar Cafe sejak setengah jam yang lalu. Ia pun menegur Arka dengan santai.


Untuk menghadapi orang sekelas dirinya dan juga Arka. Ia harus bermain cantik. Ia tahu tujuan Arka mendatangi dirinya Dan ia pun sudah mendapatkan laporan dari anak buahnya tadi malam. Apa yang telah di lakukan Arka dan juga anak buahnya. Mengobrak - abrik kota hanya untuk mencari jejak peninggalan pekerjaan yang di lakukannya.


"Seperti yang kau lihat!" Ujar Arka sambil duduk.


"Bagaimana denganmu? Apa pekerjaanmu lancar?" Arka balik bertanya, kemudian ia memesan secangkir kopi pada pelayan di sana. Dari sudut matanya ia memperhatikan Gilang.


"Seperti yang kau lihat? Pekerjaanku tidak ada bermasalah," ujar Gilang kemudian menyesap ekspreso miliknya.


"Bagus. Apa kau pernah mendengar tentang pemukulan oleh sekelompok pria pada seorang wanita yang tidak berdaya beberapa malam yang lalu?" tanya Arka sekaligus menyinggung pelaku pemukulan itu.


"Hmm.... apakah wanita itu orang penting? Sepertinya tidak pernah mendengarnya," jawab Gilang dengan santai.


"Pemukulan oleh sekelompok pria? Wanita brenngsek itu benar - bensr telah membesar - besarkan!" Batin Gilang


Bersambung.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2