
"Alvin, apa benar yang ia katakan bahwa Rena adalah Renatta Azaria Putri Alfaro?" tanya David dengan penuh ke ingintahuan.
"Saya menggabungkan apa yang saya dapatkan di kota F dengan informasi yang saya dapat dari Gilang tadi malam," ujar Alvin mulai menjelaskan.
"Renatta Azaria di nyatakan menghilang setelah kematian Ibunya, tidak berbeda jauh dari waktu saat Rena di adopsi oleh kedua orang tua angkatnya di kota F. Dan Renatta Azaria memiliki seorang Paman bernama Jason Iskandar, yang adalah adik dari Syahnaz, Ibu Renatta. Jason Iskandar lah yang memimpin PT. Dua Pilar Alfaro, sampai Austin Leonard Alfaro di nyatakan dewasa dan bisa memimpin perusahaan itu," Alvin menuturkan hasil penyelidikannya.
David mendengarnya hampir tidak percaya. Ia memang pernah mendengar mengenai anak perempuan Alfaro yang menghilang, namun ia hampir tidak mengingatnya karena kesibukannya.
"Jadi maksudmu, Jason Iskandar adalah paman dari Renatta Azaria dia juga orang yang sama yang menstransfer uang kepada Ayudiyah Bagaskara dan panti usahan?" tanya David memastikan.
"Ya Pak," jawab Alvin.
"Untuk alasan apa ia melakukan itu?" tanya David.
"Kenapa ia harus menyembunyikan Rena? Bukankah penerus Alfaro adalah Austin?" tanya David.
"Banyak kabar yang beredar, tetapi saya mendapat informasi ini dari sumber yang dapat di percaya. Gilang saat itu bekerja pada Alfaro. Dan dari Gilang pula lah saya mendapatkan informasi ini," ujar Alvin.
"Gilang mengatakan bahwa Malvin Dirgantara lah penyebab kejatuhan perusahaan Alfaro," ujar Alvin.
"Ya, aku tahu itu, tapi apa hubungannya dengan Rena?" tanya David dengan tidak sabar.
"Malvin melakukan itu, karena ia ingin membalas rasa sakit hatinya kepada Alfaro karena telah menolak hubungannya dengan Renatta Azaria," ujar Alvin dengan hati - hati.
Apa? David sangat terkejut mengetahui informasi baru itu. Ia pun duduk tegak di kursinya.
"Maksudmu, Rena adalah pacar Malvin? Bukankah mereka saudara?" tanya David.
"Bukan Pak?" jawab Alvin.
"Malvin adalah anak tiri dari Alexa, adik kandung Alfaro, sehingga Malvin dan Renatta tidak memiliki hubungan darah. Malvin jatuh cinta pada Renatta, tetapi Renatta tidak pernah memiliki perasaan yang sama kepada Malvin," ujar Alvin.
Sekarang David sudah mengerti, kenapa Rena selalu menghindar jika bertemu dengan Malvin. Dan kejadian dengan Mira. Ia mengerti kenapa Mira merasa terancam dengan kehadiran Rena. Dan juga alasan mengapa Rena memanggil Austin dengan sebutan Abang!
Ia menyadari jika dirinya telah cemburu buta pada Austin yang merupakan Kakak dari Rena.
"Tapi apa kau yakin kalau Rena adalah Renatta Azaria?" tanya David memastikan, setelah berpikir beberapa saat.
Alvin mendekati David dan menaruh sebuah Map di depannya.
__ADS_1
David mulai membuka Map itu dan melihat beberapa buah foto. Ia mengambil foto gadis remaja yang memiliki wajah hampir mirip dengan wajah Rena. Mata yang sama di miliki oleh Rena. Kemudian ada foto - foto lain di usia Renatta yang jauh lebih muda. Dan ia tertegun melihat sebuah foto lama gadis kecil dengan baju putih dan rambut di kuncir dua dengan cantik.
Dan ingatan David melayang ke suatu sore 14 tahun yang lalu.
**** Flashback On ****
"David jangan pulang terlalu sore, nanti ada temen Opa yang datang. Opa ingin mengenalkanmu pada mereka," ujar Danu Mahendra, Opa David kepada David remaja yang masih berusia 16 tahun.
"Ya Opa," jawab David dan ia pun pergi ke rumah temannya untuk bermain.
Sore itu, ia pulang terlambat dan masuk pintu belakang rumah Opanya. Ia sengaja tidak lewat depan karena tidak ingin berpapasan dengan tamu Opanya terlebih dulu sebelum ia berganti pakaian dan merapikan dirinya.
Saat melewati taman di belakang rumahnya. Ia mendengar suara tangis seorang anak perempuan. David pun mulai mencari asal suara tersebut.
Ia menemukan seorang gadis kecil yang sedang menangis tersedu - sedu di bawah pohon angsana besar di belakang rumahnya.
Gadis itu memakai baju warna biru dan sepatu warna biru dengan motif bunga - bunga mawar kecil. Rambutnya di kepang dua dengan pita cantik menghiasai ujungnya. Ia menatap David dengan sendu saat David datang menghampirinya. Dua bola mata indah yang masih David ingat hingga kini.
"Kenapa menangis?" tanya David pada gadis kecil itu.
Gadis kecil itu mengusap air matanya berusaha menghentikkan tangisannya.
David pun menghampiri gadis kecil itu, berjongkok dan melihat lukanya. Lukanya tidak terlalu besar hanya luka lecet biasa, mungkin karena terjatuh.
"Kenap bisa luka?" tanya David merasa kasihan pada gadis kecil itu.
Gadis kecil itu, menunjuk pada sebuah batu yang berada tak jauh darinya. Dan tiba - tiba gadis kecil itu menangis lagi. Gadis kecil itu teringat saat ia terjatuh dan merasakan sakit di kakinya.
"Sudah, sudah, sudah, jangan menangis lagi!" Ujar David. Ia memang kurang sabar menghadapi anak kecil yang manja, seperti adiknya Audrey.
Gadis kecil itu melihat ke arah David dan berusaha untuk tidak menangis tetapi air matanya masih mengalir juga.
"Ayo bangun, kita obati lukanya!" Ujar David sambil beranjak dari jongkoknya.
Gadis kecil itu menggeleng dan mengangkat kedua tangannya untuk di gendong.
David memutar kedua bola matanya. Ia paling malas kalau di suruh untuk menggendong anak kecil!
__ADS_1
"Memang kamu tidak bisa berjalan sendiri?" tanya David. Gadis kecil itu menggeleng lagi.
"Hah!" David menggerutu, namun di angkatnya juga gadis kecil itu dan di gendongnya di depan. Ia membawa masuk gadis itu melalui pintu belakang rumahnya.
"Renatta! Dari mana saja kamu? Kakek sudah mencari kamu kemana - mana!" Ujar seorang laki - laki separuh baya pada gadis kecil itu!
"David, dimana kamu menemukannya?" tanya Opa Danu yang berjalan di belakang pria paruh baya itu.
"Di bawah pohon Angsana, Opa. Dia terjatuh," ujar David sambil menurunkan gadis kecil itu di sofa.
"Aduh, Renatta sakit ya sayang?" Oma Almalia dan seorang wanita paruh baya yang datang bersama dengan Oma menghampirinya dan langsung mengobati lukanya.
"Untung ada kamu, terima kasih ya! Renatta memang sukanya berlari. Dia paling susah kalau di suruh diam," ujar pria paruh baya itu.
"David, kenalkan ini teman Opa yang Opa ceritakan tadi. Namanya Kakek Burhan dan Istrinya Nenek Shella," ujar Opa Danu pada David. David pun mencium kedua tangan teman Opa dan Omanya.
"Ini David, cucu saya yang nomor satu, yang kedua Audrey itu yang tadi." ujar Opa memperkenalkan David.
"David, ini Renatta, cucunya Kakek Burhan," ujar Opa menunjuk gadis kecil yang di tolongnya tadi.
"Maaf ya, Renatta masih berusia 8 tahun jadi dia memang manja sekali," ujar Kakek Burhan.
David dapat melihat bahwa Kakek Burhan sangat menyayangi cucunya itu.
Dan David muda pun memandangi gadis kecil itu yang masih menangis terisak - terisak dan ia pun tersenyum.
**** Flashback Off ****
"Alvin, siapa nama orang tua Alfaro?" tanya David begitu lamunan tentang ingatan masa lalunya berakhir.
Alvin membuka file yang ada di tangannya itu.
"Burhan dan Shella," jawab Alvin
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya. Kalau berkenan jangan lupa untuk selalu tekan tombol like...like..like..like ya..ya..ya..
__ADS_1