Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Ke Tempatmu Saja


__ADS_3

"Halo semua!" Tiba - tiba terdengar suara Abian dari arah ruang tamu dan sosoknya pun muncul di depan ruang makan.


"Nah, itu baru di tanyain!" kelakar Arya Syahlendra, saat melihat kedatangan anaknya.


"Pah, Mah." sapa Abian sambil mencium kedua tangan orang tuanya.


Rena melihat David menunduk melihat hal itu. Rena pun paham jika David merasa iri dengan Abian yang memiliki kedua orang tua yang lengkap, sejak dia lahir hingga sekarang, berbeda dengan David yang kehilangan Papa dan kasih sayang Mamanya saat ia masih kecil.


Rena pun menggenggam tangan David di bawah meja. David tersentak oleh pegangan tangan Rena dan menoleh ke arah Rena, kemudian tersenyum saat Rena tersenyum padanya.


"Apa kabar Kak?" tanya Abian, sambil mengulurkan tangan pada David.


"Baik," jawab David sambil menerima uluran tangan dari Abian.


Kemudian Abian menyalami Rena.


"Mbak Rena apa kabar? Saya tidak menyangka kita akan bertemu dengan cara yang seperti ini," ujar Rena sambil menyalami Rena, cukup lama.


"Oh iya. Saya baik," jawab Rena sambil mencoba melepas tangannya, namun Abian masih saja menggengamnya.


David berdehem keras melihat hal itu.


Abian menoleh ke arah David dan tersenyum sebelum ia melepaskan tangan Rena.


"Tenang Kak, aku hanya mengagumi Mbak Rena. Walaupun sebenarnya janur kuning belum melengkung," ujar Abian sambil tersenyum ke arah David dan David pun membelalakan matanya mendengar jawaban dari Abian.


Abian Tertawa.


"Abian sudahlah jangan menggoda Kakakmu!' Ujar Arya Syahlendra menegur Abian, karena melihat ekspresi wajah dari David.


"Maaf ya... Abian memang suka jahil begitu," ujar Ibu Andini sambil menepuk pundak David, menenangkannya.

__ADS_1


David pun mulai terpaksa tersenyum.


"Ayo kita mulai makan," ujar Arya Syahlendra sambil memberi tanda dengan tangannya agar semuanya bisa mengambil makanan yang di hidangkan di meja. Mereka pun mulai menyantap makanan yang di hidangkan.


"Kapan rencananya kalian menikah?" tanya Arya Syahlendra.


"Secepatnya," ujar David kemudian menoleh ke arah Rena, menatap penuh arti.


"Apakah kalian sudah menpersiapkannya? Kenapa tidak cerita? Mama bisa bantu apa?' tanya Ibu Andini dengan penuh antusias.


"Belum Mah, secara fisik kami belum menyiapkan apapun, tetapi Mama jangan kuatir jika sudah waktunya Mama pasti akan David beritahu," terang David langsung, tidak ingin membuat Mamanya merasa di abaikan.


"Kalau kalian sudah siap bersegeralah, jangan menunda hal yang baik. Mama pasti akan selalu mendukung kalian," nasehat Ibu Andini.


"Om pun akan mendukung kalian. Jika kalian butuh apapun tinggal katakan saja," ucap Arya Syahlendra.


"Terima kasih Mah, Om Arya. Doakan saja saat dan waktu yang tepat terealisasi," jawab david sambil melirik ke arah Rena.


Mereka pun mengobrol hangat hingga waktunya David dan Rena harus segera kembali ke kantor.


"Yang, aku kangen sama masakan kamu. Kapan kamu ada waktu masak buat aku lagi?" tanya David saat mereka sedang dalam perjalanan kembali ke kantor PT. DPA untuk mengantar Rena kembali.


"Kamu ingin aku masak apa?" tanya Rena


"Apa saja. Karena semua masakanmu aku suka," ujar David.


"Oke, bagaimana kalau besok kita makan malam bersama, aku yang masak, gimana?" tanya Rena setelah berpikir sesaat.


"Hmmm.... besok? Tidak bisa lebih cepat?" tanya David sambil menyeringai.


"Aku sudah berjanji pada Abang Austin untuk menemaninya meeting nanti malam. Jadi, ini besok malam ya?" bujuk Rena.

__ADS_1


"Ya sudah, besok malam. Tempatmu atau tempatku? Aku tidak mau di rumah Austin," tanya David sambil tersenyum penuh arti.


"Kenapa?" tanya Rena heran.Apakah David tidak suka rumah peninggalan Ayahnya. Pikir Rena.


"Aku hanya tidak ingin di pelototi oleh Abangmu saat aku sedang bermesraan denganmu," ujar David sambil berbisik di telinga Rena.


"Iih... kamu itu, mau makan malam atau mau apa?" tanya Rena sambil mencubit lengan David dengan gemas dan David pun meringis.


"Ya keduanya dong, Yang.Masa makan malam saja," jawab David sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tempatmu saja kalau begitu," jawab Rena akhirnya.Paling tidak, jika di rumah David mereka tidak sendirian, masih ada Jefri dan pelayan yang lainnya.


"Pak, kita sudah sampai," ujar Eddy memberitahu.


Gilang pun langsung keluar terlebih dahulu untuk mengecek kedaan sekitar, kemudian membukakan pintu untuk Rena


"Sudah ya, Yang. Aku balik dulu." pamit Rena lalu mengecup pipi David dengan cepat sebelum ia melangkah keluar.


David terkejut dengan tindakan Rena dan tersenyum sendiri.


Sebelum Eddy melajukan mobilnya cepat - cepat! Di bukanya kaca jendela mobil David, kemudian David berteriak, " Rena!"


Rena dan Gilang pun menoleh.


"I love You, Adrena Clarissa Putri!" Teriak David, sesaat sebelum mobilnya melaju. Ia tidak perduli dengan orang - orang yang ada di lobby kantor PT. DPA yang memandang ke arahnya.


Rena mutup mulutnya menahan senyum, tidak menyangka karena ulah spontan David yang mengundang perhatian orang sekitarnya.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2