Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Belum Sempat Berkenalan


__ADS_3

Hai...Hai para readerku author cuma mau minta maaf hari ini hanya bisa Up sedikit karena author lagi sakit. Mohon doanya agar author bisa cepat sembuh dan secepatnya bisa Double Up lagi.


Makasih...


Selamat membaca...🤗


Namun Rena tidak membantah lagi ucapan Kakaknya, yang justru akan membuat Kakaknya itu curiga.


"Rena mandi dulu ya Bang," ucap Rena saat ia telah selesai mencuci piring.


"Udah sana cepat, nanti kamu terlambat!" Ujar Austin sambil melirik jam tangannya.


Rena pun bergegas mandi dan mengenakan pakaian kerjanya.


"Sudah Ren?" tanya Austin saat melihat adiknya sudah rapi dengan blus berwarna merah dan rok berwarna hitam yang sangat pas di pakai di badannya. Ia tersenyum melihat penampilan adiknya yang cantik, walaupun dengan riasan wajah yang sangat natural.


Rena mengingatkan pada Bunda mereka, wajah Rena mirip dengan Syahnaz, Bunda mereka.


"Sudah Bang," jawab Rena sambil mengenakan sepatu hellsnya.


Austin pun mematikan televisi dan memakai jasnya sebelum mereka keluar dari apartemen Rena.


Rena terpaksa mengarahkan Austin ke arah gedung PT. HUBB karena ia tidak ingin Austin tahu bahwa ia bekerja di perusahaan David.


Dalam perjalanan David menelepon telepon genggam Rena, namun segera di silent olehnya.

__ADS_1


"Siapa, Na?" tanya Austin saat melihat Rena tidak menjawab panggilan telepon itu.


"Teman Bang. Nanti saja Rena telepon balik, Rena lagi males mengobrol pagi - pagi," alasan Rena.


Austin pun memperhatikan kembali jalan di depannya dan tidak terlalu mengambil pusing hal tersebut.


Sesampainya di gedung PT.HUBB, Austin meminggirkan mobilnya di depan lobby gedung itu.


"Terima kasih, Bang. Rena kerja dulu," ujar Rena.


"Hati - hati bekerja, kalau ada apa - apa jangan sungkan - sungkan telepon Abang!" Ujar Austin sambil mengecup kening Rena.


Rena mengangguk dan keluar dari mobil sport Austin, kemudian berjalan memasuki lobby gedung itu. Begitu melihat mobil Austin berjalan keluar dari drive way gedung itu,Rena pun segera berjalan keluar dari lobby, dan hendak memanggil taksi saat tanpa sengaja ia menabrak seseorang.


"Kau tidak apa - apa?" tanya seorang laki - laki yang berada tidak jauh darinya.


Rena pun segera menyeimbangkan kakinya dan berdiri tegak, kemudian merapikan pakaiannya.


"Maaf saya terburu - buru," ujar Rena yang masih berfikir untuk sesegera mungkin berangkat ke kantornya di gedung Mahendra Tower.


"Apa kamu karyawan di sini?" tanya laki - laki itu.


"Tidak, saya bukan karyawan di sini." jawab Rena yang akhirnya mulai memperhatikan orang yang mengajaknya bicara. Seorang laki - laki tampan, sepantaran dengannya, memakai ke meja putih dan dasi biru berdiri di depannya.


"Maaf saya harus pergi, terima kasih sudah menolong saya," ujar Rena kemudian ia menyetop taksi pertama yang melaju di dekatnya. Ia pun segera masuk ke dalam taksi dan menyebutkan alamat Mahendra Tower kepada pengemudinya.

__ADS_1


Laki - laki yang di tabraknya itu pun hanya geleng - geleng kepala sambil memperhatikan taksi yang di tumpangi Rena menghilang dari pandangannya.



"Cantik sekali. Tapi sayang aku belum sempat berkenalan dengannya," batin laki - laki tampan itu.


Hampir saja Rena terlambat pagi itu, untung saja pengemudi taksi yang di tumpanginya cukup lihai mengendarai taksinya melalui jalan - jalan tikus untuk menghindari kemacetan.


"Rena!" Terdengar suara Gita memanggilnya saat ia hendak menaiki lift menuju lantai 30 gedung Mahendra Tower.


"Gita!" Rena memanggil Gita balik. Ia sangat senang melihat Gita pagi itu, mereka pun langsung berpelukkan.


"Kamu nggak bareng Pak David lagi?" tanya Gita heran sambil melangkah menuju lift di dekat mereka.


"Nggak Git. Aku cuma sementara karena Pak Alvin nggak bisa datang jum'at kemarin, jadi sekarang aku balik lagi ke marketing," ujar Rena.


"Bener, kamu bakalan balik lagi ke Tim Marketing, Na?" tanya Gita dengan berseri - seri.


"Iya," jawab Rena. Ia pun senang bisa kembali bekerja di bagian Marketing daripada menjadi asisten David.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2