Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Kamu jahat!


__ADS_3

"Renatta, ini benar - benar kamu," ujar Malvin sambil menatapnya dan memegang lengannya dengan kuat hingga Rena meringis.


"Lepaskan!" Pekik Rena.


"Renatta, ini aku Malvin. Aku sudah lama mencarimu kemana - mana, menunggumu selama ini," ujar Malvin sambil menatap wajah Rena.


"Malvin! Lepaskan aku!" Sergah Rena sambil berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Malvin.


"Malvin, lepaskn dia!" Seru suara berat maskulin bersamaan dengan sepasang tangan kekar yang menyentak tangan Malvin dan membuat Maalvin melepaskan cengkeraman tangannya.


Malvin terkejut saat melihat siapa yang telah menyentak tangannya dari tangan Renatta.


"Kamu baik - baik saja, sayang?" tanya David pada Rena yang tampak pucat.


Rena mengangguk sambil memegang pergelangan tangannya.


"Sayang? Apakah dia...?" batin Malvin menebak hubungan Rena dan juga David.


"Malvin, apa yang kamu lakukan? Bukankah aku sudah pernah bilang untuk tidak menganggu calon istriku?!" Tanya David dengan intonasi yang tinggi.


"Ca...calon istri? Apakah Renatta calon istrimu?" tanya Malvin tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Ya! Apa masih kurang jelas yang telah aku katakan?! Renatta Azaria adalah kekasihku dia adalah calon istriku. Jadi, jaga sikapmu padanya!" Cetus David dengan tegas pada Malvin.


David sengaja melakukan itu agar Malvin tahu seberapa penting Rena baginya agar Malvin berfikir dua kali sebelum melakukan tindakan apapun terhadap Rena.


"Ayo sayang," ajak David sambil merangkul Rena dengan lembut kemudian meninggalkan Malvin di tempat itu.


Tangan Malvin terkepal. Ia sama sekali tidak menyangka jika Renatta lah yang menjadi kekasih David selama ini dan bahwa David selama ini demi Renatta sedemikian dekat padanya, namun ia tidak mengetahuinya.


"Malvin, apa yang kamu lakukan di sini? Aku sudah mencarimu kemana - mana! Sebentar lagi acara penutupan dari Gubernur, ayo!" Ajak Mira yang tiba - tiba datang dan mengapit lengannya mengajaknya kembali ke meja mereka.


Malvin dengan enggan mengikuti Mira kembali ke meja mereka. Dalam perjalanannya, ia menoleh ke arah meja Renatta dan juga Austin, namun tidak menemukan Renatta ada di sana, hanya Austin yang menatapnya dengan tajam.


"Dimana Renatta? Kemana David membawanya? Apa dia sudah pulang dengan bajingan itu? Ya, David adalah bajingan yang telah merebut Renatta dariku!" Geram Malvin di dalam hati.


"Malvin, kamu kenapa? Ayo cepat duduk!"Seru Mira padanya saat mereka sudah sampai di meja mereka, namun Malvin masih tetap saja berdiri.


"Ada apa sih denganmu?" tanya Mira dengan kesal. "Sepertinya pikiran Malvin sedang tidak berada di sini. Sejak tadi ia seperti tidak merespon ucapanku," batin Mira.

__ADS_1


"Tidak usah ikut campur!" Bentak Malvin pada Mira dengan suara yang tidak terlalu keras, namun teman Mira yang masih duduk di samping Mira masih dapat mendengar, dan itu membuat Mira menjadi malu. Wajahnya memerah karena bentakan Malvin padanya.


Mira menahan dirinya untuk tidak menangis. Ia memaksakan sebuah senyuman kepada temannya itu. Malvin melayangkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari sosok Alexander David Mahendra dan ia pun menemukannya. Ia berada di meja utama bersama Gubernur pantas saja ia tidak melihat David sejak tadi.


David duduk di meja VIP dengan gubernur daerah mereka, dan Rena telah duduk di sampingnya saat ini, sedang berbicara akrab dengan gubernur dan istrinya.


Sejak tadi David memang berada di sana dengan Oma dan Opanya. Akan tetapi Oma dan Opa tidak bisa menghadiri acara hingga selesai, dan pulang setelah acara formal telah usai. Dan sekarang Rena yang telah menemani David yang ada di sana.


David pun memperkenalkan Rena sebagi calon istrinya kepada Gubernur yang telah di kenalnya dengan baik.


"Jadi, Putri Alfaro ini adalah calon istrimu, David?" tanya Gubernur.


"Ya Pak," jawab David dengan sopan.


"Pantas saja, Mbak Rena ini sangat cantik. Kamu beruntung sekai David!" Gurau Gubernur padanya.


David tertawa dan mengiyakan ucapan Gubernur itu. Dan Rena tersenyum menanggapi mereka.


"Almarhum Ayahmu pasti sangat bangga kepadamu. Aku pun sangat mengenal dengan baik Ayahmu. Dia adalah pengusaha yang sangat hebat yang membantu mengembangkan kota ini dengan menarik banyak investor untuk datang," ujar Gubernur pada Rena.


"Terima kasih Pak," jawab Rena sambil tersenyum.


David dan Rena saling pandang dan tersenyum.


"Jangan lupa undang saya kalau kalian sudah menikah ya!" Ujar Gubernur sambil menepuk pundak David dengan besahabat.


"Pasti, pasti Pak." jawab David sambil mengenggam tangan Rena.


Malvin menatap dengan nanar David dan Rena yang sedang berbincang akrab dengan Gubernur, apalagi melihat David menyentuh wanita yang di idam - idamkan selamanya ini dengan penuh kasih sayang. Tanpa di sadarinya Malvin memukul meja dengan tangannya yang terkepal dengan keras.


Seisi meja menatap Malvin dengan heran dan terkejut, begitu pula dengan Mira.


Mira mengikuti arah mata Malvin memandang, dan sangat terkejut melihat David dan Renatta yang ada di sana! Menyadari Malvin telah melihat Renatta Azaria, Mira pun jatuh lunglai tak sadarkan diri.


Seisi meja mereka segera bergerak cepat untuk menolong Mira, dan Malvin pun mau tak mau harus melakukan hal yang sama.


"Mira, Mira." panggil Malvin sambil menopang tubuh Mira yang ada di pangkuannya.


"Di bawa ke ruang medis saja, Pak Malvin?" ujar beberapa orang yang ada di sekitar mereka.

__ADS_1


"Bikin malu saja!" Umpat Malvin di dalam hati sambil membopong Mira keruangan medis di pandu oleh petugas EO di acara tersebut.


Serta merta kejadian pingsannya Mira menjadi perhatian bagi sebagian tamu undangan. Namun mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Rena dan David yang melihat keramaian di meja Malvin pun hanya bisa saling tatap.


David tidak tahu pasti apa yang sudah terjadi di sana, tapi ia yakin hal itu ada hubunganmya dengan kehadiran Rena di acara tersebut.


Di ruangan medis, beberapa petugas medis langsung menangani Mira, memberinya oksigen dan menepuk - nepuk pipi Mira agar tersadar.


Pada saat Mira tersadar, ia teringat dengan apa yang baru saja dilihatnya dan melihat Malvin yang memandangnya dengan gusar.


"Tinggalkan kami!" Seru Malvin pada petugas medis yang ada di sana.


Walaupun petugas medis itu tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Namun, mereka tetap mengikuti apa perkataan dari Malvin dan segera meninggalkan Malvin dan Mira dalam ruangan itu.


"Mira! Berani sekali kau berbohong kepadaku! Kau tau itu Renatta Azaria kan?!" Ujar Malvin dengan marah, tidak perduli dengan Mira yang baru saja siuman dari pingsannya.


"Di hotel itu, kau sudah tahu bahwa dia adalah Renatta Azaria kan? Makanya kamu mendorong dia dan juga menamparnya!" Ujar Malvin dengan berapi - api.


"Ya, aku memang tahu jika dia itu adalah Renatta! Terus apa maumu? Kau mau aku untuk memuja - muja dan mengelu - elukkan dia?!" Tanya Mira dengan penuh emosi. Ia sangat kesal dengan perlakuan Malvin padanya. Bahkan saaat ia sakit pun Malvin masih tetap saja memarahinya.


"Kamu berani menyakiti dia, hah?!" Bentak Malvin sambil mencengkram leher Mira dengan kasar kemudian mencampakkannya.


Mira pun menangis, tidak hanya sakit di lehernya tetapi juga sakit di hatinya.


"Malvin, kamu jahat!" Teriak Mira sambil berurai air mata.


Malvin hendak menampar Mira tapi di urungkan niatnya. Ia memandangi Mira dengan nanar, kemudian keluar dari ruangan itu dan membanting pintu.


...********...


Ayo...Ayo yang mau cepat triple Up segera tekan tombol likenya, bisa sampai 60 like nggak yah...😁 Jangan lupa tinggalkan jejak komentar kalian, kemudian berikan vote serta hadiahnya. Authornya udah semangat buat kasih triple Up nih, tapi kalau kalian yang nggak semangat buat kasih likenya😟Dahlah bikin author sedih aja😞


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2