
Mata David berbinar - binar dan ia menengadahkan tangannya saat penghulu menyatakan mereka sebagai Suami - Istri dan mendoakan mereka.
David pun kemudian memberikan seperangkat alat sholat dan kalung emas bertahtahkan berlian seberat 7 karat kepada Rena sebagai mas kawinnya. Dan setelah itu, David menyematkan cincin kawin di jari Rena sambil menatap Rena dengan penuh rasa sayang. Dan Rena pun melakukan sebaliknya.
"Selamat ya, Dek." ucap Austin saat mereka telah selesai melakukan prosesi dan para tamu undangan pun di perbolehkan untuk mengucapkan selamat dan menyicipi jamuan makanan yang telah di sediakan.
"Terima kasih Abang," jawab Rena sambil memeluk Austin dan tersenyum bahagia.
"Selamat David. Semoga pernikahan kalian langgeng dan bahagia," ucap Austin pada Iparnya itu.
"Amin. Terima kasih Austin. Terima kasih," ucap David sambil memeluk iparnya itu.
Para tamu undangan pun silih berganti memberikan ucapan selamat.
"Rena!" Seru tertahan Gita, saat tiba gilirannya memberikan ucapan selamat pada David dan juga Rena.
"Selamat cantik kesayangan! Aku bener - bener nggak nyangka kamu akhirnya benar - benar menikahi CEO kita!" Ujar Gita keceplosan bicara.
Namun David hanya tersenyum mendengar ocehan dari Gita.
"Aku ikut senang, Ren. Sekali lagi selamat ya!" Ujar Gita sambil memeluk Rena.
"Terima kasih Gita! Terima kasih karena sudah datang kesini," ucap Rena sambil memeluk sahabatnya itu.
"Ini Ren, buat kamu," ujar Gita sambil mengedipkan sebelah matanya. Di tangannya ia ingin menyerahkan sebuah kotak kado dengan pita yang sangat cantik.
"Apa ini Git?" tanya Rena sambil tersenyum.
"Lihat saja sendiri atau berdua..." ujar Gita dengan penuh arti.
"Terima kasih ya, Git." ucap Rena lagi.
Gita mengangguk dan beralih pada David yang berdiri di samping Rena.
"Selamat ya, Pak David. Semoga langgeng terus. Saya selalu doakan yang terbaik untuk Bapak dan Rena," ucap Gita sambil menyalami David.
"Terima kasih Gita," ujar David sambil menyalami Gita, yang terlihat masih menjaga sikpanya di depan David.
__ADS_1
Acara setelah akad nikah di buat lebih santai dan lebih hangat dengan hiburan dari beberapa penyanyi ibu kota yang ikut memeriahkan acara pernikahan David dan juga Rena.
"Ren, kita pergi yuk!" Ujar David berbisik di telinga Rena, sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Pergi kemana?" tanya Rena, sambil menoleh ke arah David.
David pun memberi kode untuk masuk ke dalam rumah.
"Apaan sih, Yang. Kan, masih banyak tamu," balas Rena sambil tersipu malu.
"Kamu pasti mikirnya yang nggak - nggak deh! Padahal aku cuma mau istirahat di dalam rumah aja kok," ujar David meledek Rena tetapi tetap mengeratkan pelukannya dan mencium ceruk leher Rena.
"Yang, malu ah!" Pekik Rena tertahan merasakan kecupan David di lehernya. Rena segera melihat ke sekelilingnya takut, jika ada yang memperhatikan mereka berdua.
"Nggak apa - apa Yang, kan udah boleh sekarang, udah halal," bisik David, tidak perduli jika di lihat orang lain.
David pun membalikkan tubuh Rena ke arahnya, masih memeluk pinggang Rena dengan erat.
"Aku punya kejutan untukmu," ujar David.
"Kejutan? Lagi?" tanya Rena heran.
"Apa kamu sudah siap, Sayang?" tanya David sambil memandangi Rena dengan lembut.
"Hmmmm... aku tidak tahu, Yang. Apakah itu sesuatu yang menakutkan?" tanya Rena sambil melingkarkan tangannya di leher David.
"Tidak, malah itu sesuatu yang menyenangkan dan menegangkan pastinya. Kamu pasti akan sangat menyukainya, Yang." jawab David sambil menyeringai penuh arti.
David lalu menoleh ke arah Alvin dan Alvin pun mengangguk pada David.
"Ayo, kita berangkat sekarang," ujar David, lalu menggandeng tangan Rena dan berjalan keluar dari tempat acara mereka.
"Pergi kemana, Yang?" tanya Rena ingin tahu.
"You'll see..." jawab David sambil menarik tangan Rena mengikutinya.
"Austin, aku dan Rena pergi sekarang," ujar David pada Austin sambil berjalan dan saat mereka berpapasan dengan Austin.
__ADS_1
"Kemana?" tanya Austin heran.
"Honeymoon!" Jawab David sambil berteriak.
Austin tertegun, kemudian hendak berkata sesuatu, namun ia mengurungkan niatnya. Ia justru kini tersenyum melihat David membawa pergi adiknya itu.
Rena yang mendengar jawaban dari David pun terkejut. Sebab ia dan David sama sekali belum membicarakan tentang masalah honeymoon mereka.
Ya, mana sempat mereka untuk membicarakan honeymoon, sedangkan untuk persiapan pesta pernikahan mereka saja sangat terbatas.
"Yang tunggu Yang," sergah Rena saat mereka sudah memasuki mobil Eddy, yang di ikuti oleh Alvin yang duduk di kursi depan.
Eddy langsung mengendarai mobilnya. Saat semuanya sudah berada di dalam mobil.
"Kenapa lagi sayang?" tanya David menatap wajah Rena yang terlihat kebingungan.
"Kita mau kemana?" tanya Rena sambil melihat kebelakang, sambil memandang rumahnya yang sudah semakin jauh.
Para tamu - tamu undangan juga belum pulang! Dan mereka malah sudah meninggalkan tempat acara!
"Bulan madu!" Jawab David sambil meraih tangan Rena.
"Tapi... tapi..." protes Rena, sambil menelan ludah.
"Sebenarnya bukan bulan madu juga. Aku memang akan mengajakmu berbulan madu, tapi tidak sekarang," ujar David seperti berfikir.
"Sekarang aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu, itu saja," jawab David sambil mengelus wajah Rena dengan lembut.
"Di rumah masih ada tamu, Yang. Tidak bisa dilakukannya di rumah saja?" tanya Rena yang merasa tidak enak dengan para tamu undangan yang di tinggal pergi oleh mereka berdua.
"Tidak bisa sayang!" Ujar David sambil menarik gemas ujung hidung Rena.
"Lagian kita sudah berpamitan pada Austin. Dan tamu - tamu undangan pun teman dan keluarga kita. Mereka juga akan mengerti," jawab David.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.