Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Alexa dan Austin


__ADS_3

Austin yang saat itu sedang berada di rumah, sedang mengerjakan proposal tender dengan asistennya pun mengangkat telepon dari Alexa.


Austin sebenarnya enggan untuk berbicara dengan Tantenya itu, karena ia adalah Ibu tiri dari Malvin. Orang yang telah menghancurkan keluarganya dan membuat kedua orang tua dan adiknya menderita.


"Ada apa Tante?" tanyanya dengan nada datar.


"Apa kabar Austin? Tante harap Austin sehat dan baik - baik saja" sapa Alexa begitu mendengar suara Austin.


"Baik Tante. Tante ada perlu apa?" tanya Austin langsung tanpa basa - basi.


"Tante sudah lama tidak bertemu dengan Austin. Tante boleh main ke rumah?" tanya Alexa dengan penuh harap.


"Saya sedang sibuk Tante. Mungkin lain waktu saja," ujar Austin.


"Sebentar saja Austin. Ada sesuatu yang Tante ingin bicarakan," ujar Alexa.


"Tante bisa bicara di telepon sekarang,' ujar Austin yang masih tidak ingin bertemu dengan Tantenya itu.


"Ini mengenai Renatta, Austin," ujar Alexa.


Renatta? Ada apa dengan Renatta? Dan kenapa Tante Alexa ingin berbicara mengenai Renatta? Pikir Austin yang mulai khawatir.


"Austin sebentar saja, Nak." Alexa mencoba membujuk Austin agar mau menemuinya.


"Baiklah Tante, mungkin saya ada waktu sebentar," ujar Austin akhirnya.


Ia pun ingin tahu apa yang ingin di bicarakan oleh Tante Alexa mengenai Renatta.


"Baiklah, terima kasih Austin. Tante ke sana sekarang," ujar Alexa dan menutup percakapan telepon mereka.


"Kita kerumah Austin, Bobby." ujar Alexa pada supirnya.


Alexa sampai di rumah Almarhum Alfaro Kakaknya yang sekarang telah di huni oleh Austin.


Seorang pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan Alexa masuk dan duduk di ruang tamu yang cukup besar. Rumah itu masih sama seperti saat Alfaro masih hidup, tidak ada yang berubah. Alexa pun merindukan Kakaknya yang sangat menyayanginya.


Sepeninggalan Kakaknya. Alexa merasa bersalah atas perbuatan Malvin pada keluarga Kakaknya itu. Andai saja, ia mengetahui lebih awal apa yang Malvin lakukan lebih awal, ia mungkin bisa mencegahnya. Tetapi Malvin sangat pintar menutupi kejahatannya bahkan di mata keluarganya yang lain. Sehingga baik Alexa maupun Milan Dirgantara, Suami Alexa sekaligus Ayah Malvin, tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Saat ia dan Milan akhirnya mengetahui apa yang telah Malvin lakukan, itu semua sudah terlambat. Hubungannya dengan Malvin pun sempat terganggu selama 4 tahun lamanya, hingga akhirnya ia bisa memaafkan Malvin. Tetapi rasa bersalah Alexa pada Alfaro dan keluarganya tidak pernah hilang.


"Tante Alexa. Apa kabar?" tanya Austin saat ia muncul di ruang tamu rumah itu dan menyapa Tantenya. Ia memperhatikan Tantenya itu sudah tampak lebih berumur, walaupun masih tampak sangat cantik di usianya yang hampir 50 tahun.


"Tante baik - baik saja Austin! Lihatlah kamu sudah besar, Nak! Gagah dan sangat tampan, seperti Ayahmu!" Ujar Alexa sambil menghampiri keponakannya, yang sudah lama tidak di lihatnya itu.


"Terima kasih Tante," ujar Austin sambil menyalami Tantenya.


"Apa yang Tante ingin bicarakan?" tanya Austin sambil menggiring Tantenya itu ke arah sofa dan mengajaknya duduk.


Alexa mengerti mengapa Austin langsung to the point tanpa berbasa - basi. Walaupun tampak biasa saja. Ia menyadari Austin belum sepenuhnya memaafkannya dan keluarganya akan apa yang telah terjadi di masa lampau.


"Austin, Austin apakah pernah mendengar kabar mengenai Renatta?" tanya Alexa sambil memperhatikan ekspresi wajah Austin.


Austin memandang wajah Tantenya itu dan heran mengapa Tantenya tiba - tiba menanyakan tentang Rena.


"Tidak Austin. Tante belum mendengar kabar apapun mengenai Renatta."


"Apa Tante mendengar sesuatu tentang Renatta?" jawab Austin berpura - pura tidak mengetahui keberadaan Renatta. Ia tidak mungkin memberitahunnya mengenai Rena.


"Tante tidak yakin," ujar Alexa ragu - ragu untuk mengatakan apa yang di dengarnya dari Vanila.


Kenapa Austin terlihat khawatir jika aku bertemu dengan Renatta dan bukannya antusias? Pikir Alexa.


Akhirnya ia pun memutuskan untuk memberitahukan kepada Austin apa yang di dengarnya dari Vanila.


"Kamu ingat Mira?" tanya Alexa.


"Tentu saja aku ingat." batin Austin, mengingat perempuan yang dulu sering mengganggu adiknya dan sekarang telah menjadi calon Istri dari Malvin.


"Ya, memangnya kenapa dengan dia?" tanya Austin dengan enggan. Ia malas membicarakan wanita yang tidak tahu diri itu.


"Dia melihat Renatta beberapa hari yang lalu," ujar Alexa perlahan sambil memperhatikan ekspresi wajah Austin.


Austin terkejut jika Mira sudah melihat Rena. Meskipun ia tidak menyangkal bahwa hal seperti itu sangat mungkin terjadi, mengingat Rena berada di kota ini. Ia pun was - was jika Malvin akan mengetahui hal ini.


"Tante yakin? Dimana?" tanya Austin dengan cemas.

__ADS_1


"Beberapa hari yang lalu ia bertemu dengan Renatta di sebuah acara amal di sebuah hotel dan mereka terlibat pertengkaran," ujar Alexa.


Austin tidak menutupi rasa khawatirnya. Jika memang benar Mira bertemu dengan Rena. Akankah ia mengatakannya pada Malvin? Malvin lah yang kini Austin khawatirkan.


Austin mendapatkan laporan dari anak buahnya yang masih setia pada keluarga Alfaro, bahwa Malvin tidak pernah berhenti mencari Renatta.


"Apa Mira sudah mengetahui dimana Renatta?" tanya Austin.


"Sayang sekali Austin. Dia tidak tahu dimana Renatta berada. Entah bagaimana sepertinya Renatta bisa menutupi jejaknya. Apa kau tahu mengenai hal ini?" tanya Alexa dengan nada yang menyelidik.


"Tidak Tante, saya tidak tahu," jawab Austin


Dalam hatinya Austin merasa lega karena Mira tidak tahu di mana Rena berada.


"Sayang sekali Austin, padahal Tante sudah kangen sekali dengan Renatta. Tante sangat khawatir dengan kedaannya. Dia masih sangat muda saat menghilang dulu," ujar Alexa.


"Tante tahu kan siapa yang menyebabkan ini semua?" tanya Austin sambil tersenyum sinis.


Alexa menunduk, sampai kapan pun ia akan menjadi bagian pahit dari kejadian itu, walaupun ia tidak ikut andil di dalamnya.


"Maafkan Tante, yang tidak bisa mendidik anak Tante, Austin. Seandainya dulu Tante mengetahuinya lebih awal..." ujar Alexa menyesal.


"Semua sudah terlambat Tante! Saya dan Renatta sudah kehilangan kedua orang tua kami dan Renatta lah yang paling menderita!" Ujar Austin sambil menatap tajam Tantenya yang duduk terdiam di hadapannya.


"Maaf, jika tidak ada hal lain yang ingin Tante katakan, masih ada hal lain yang harus saya kerjakan," ujar Austin dengan menghela nafas berat.


Ia tahu, Tantenya itu sangat menyesali apa yang terjadi,tetapi ia pun tidak bisa memaafkan apa yang di lakukan Malvin pada keluarganya.


"Baik Austin, Tante sebaiknya pulang," ujar Alexa sambil beranjak dari duduknya.


Ia kemudian berjalan menuju pintu keluar rumah itu.


Tiba - tiba Alexa berbalik dan berkata, "Austin jika ada sesuatu hal yang Tante bisa bantu, katakan saja. Apapun Austin!"


Austin tidak berkomentar dan melihat Tantenya itu pergi menaiki mobilnya dan berlalu dari halaman rumah peninggalan orang tuanya.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2