Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Extra Part 03 Menggoda Suami


__ADS_3

Terima kasih banyak untuk para reader yang masih setia membaca cerita ini. Love u all so much❤❤❤ kalian yang terbaik.... Terima kasih karena sudah membuat cerita yang biasa ini menjadi sesuatu yang istimewa. Dan mohon maaf yang sebesar - besarnya bagi para reader yang tidak puas dengan novel ini, karena saya juga masih dalam tahap menulis cerita. Oleh karena itu masih banyaaakkk banget kekurangnya. Tapi makasih banyak loh udah mau mampir❤


Happy Reading semuanya....🤗


...*********...


Halo sayang," sapa David kemudian mencium bibir Rena sambil menggendong Brayen.


"Kenapa tidak bilang kalau kalian akan datang? Aku kan bisa menemui Devan nanti?" ujar David sambil menggandeng tangan Rena masuk ke dalam kantornya ke arah meja kerjanya.


"Tidak apa aku ingin memberikan kejutan untukmu," ujar Rena.


"Aku suka kejutan. Apa kamu membawa buku itu?" tanya David sambil memandang Rena dengan menyeringai nakal.


Rena memukul dada David dengan gemas, karena David menanyakan buku kasih sayang mereka saat ada orang lain bersama mereka. Mereka bahkan sudah menyelesaikan buku itu, namun David selalu mengulanginya lagi, sehingga mereka akan terus mengundi di setiap malam.


"Dadda...," ucap Brayen sambil menepuk - nepukkan tangannya di pipi David? mengajaknya bicara.


"Yes, Daddy is here!" Jawab David sambil memberikan ekspresi wajah yang gembira pada Brayen.


Rena tersenyum memandang David yang asyik bercanda dengan Brayen sementara ia menyiapkan makan siangnya dengan David.


"Daddy, makan siang dahulu ya Brayen." ucap David sambil mencium wajah putrnya itu sebelum ia menyerahkan Brayen pada Yuki.


Yuki membawa Brayen jalan - jalan sekeliling kantor David.


"Masak apa hari ini, Yang?" tanya David sambil memeluk Rena dari belakang dan mencium tengkuk dan lehernya.


"Yang, ada Yuki." ujar Rena sambil tersenyum geli.


"Yuki, bawa Brayen kedalam ruang bermainnya." ujar David tanpa menoleh kepada Yuki.


Yuki pun langsung membawa Brayen masuk kedalam ruang istirahat David yang sekarang sudah ada tempat bermain untuk Brayen di salah satu sudut ruangan kantornya. Ada berbagai macam mainan untuk Brayen di sana, jika ia datang mengunjungi Daddynya di kantor.


"Yang, kamu tidak akan ngapa - ngapain kan?" tanya Rena dengan geli, saat David tak berhenti menciumi leher, telinga dan tengkuknya Rena.


"Aku kangen kamu, Yang. Sudah lama kita tidak melakukannya di sini." bisik David dengan nafas yang memburu.


"Yang, kita aka melakukannya di sini tapi tidak sekarang," ujar Rena sambil membalikkan tubuhnya menghadap David.


David pun langsung ******* bibir Rena dan Rena pun membalasnya. Menautkan bibir Rena satu sama lain selama beberapa saat hingga mereka mendengar suara Brayen tertawa gembira di dalam ruangan istirahat, dan mereka pun tersenyum.


"Kita makan dulu, Yang." ajak Rena sambil mendudukkan David di kursinya dan ia pun duduk di sebelah David.

__ADS_1


"Tadi aku bertemu dengan Pak Devan di depan. Dia terlihat agak sedih. Apa ada masalah?" tanya Rena pada David saat mereka mulai makan.


"Hmm...Devan memang bercerita padaku mengenai masalahnya dan meminta bantuanku untuk meminjam Gilang untuk beberapa hari kedepan." jawab David.


"Gilang?" tanya Rena heran.


"Ya, ia ingin meminta bantuan kepada Gilang untuk mencarikan sahabatnya yang menghilang," ujar David.


"Sahabatnya itu pasti orang yang sangat penting untuknya sampai ia meminta bantuanmu,"


"Aku rasa begitu. Sepertinya ia lebih dari sekedar sahabat baginya," ujar David.


"Sahabatnya itu seorang perempuan?" tanya Rena.


"Ya," jawab David pendek.


"Apa mungkin dia yang menyebabkan Pak Devan....?" tanya Rena tidak menyelesaikan kalimatnya.


"Sepertinya. Aku harap ia bisa segera menemukannya." ujar David.


"Sudah, jangan pikirkan hal itu. Biar Gilang yang akan membantunya. Aku sudah menyerahkan segala sesuatunya kepada Gilang." ujar David dan Rena pun mengangguk.


"Bagaimana kalau kita kembali membahas melakukan sesuatu di kantorku?" tanya David dengan pandangan yang menggoda.


"Oke. Aku mendengarkan," balas David sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Rena.


"Bagaimana kalau kita makan malam di sini nanti malam?" tanya Rena.


"Disini? Di kantor ini?" tanya David.


"Ya, di sini. Bukankah katamu ingin melakukan sesuatu di sini?" tanya Rena.


"Ya, tapi bukan itu maksudku...." ujar David sambil mendesah karena Rena tidak mengerti maksud perkataannya.


"Aku tahu maksudmu, Yang." ujar Rena sambil melirik ke arah David. Kemudian merapikan kotak makannya yang sudah selesai ia santap.


Rena berdiri dan berbisik di telinga David. " You just had lunch with your dinner tonight."


Rena mengedipkan sebelah matanya kemudian berjalan berlenggok menjauhi David.


David menelan ludah dan terbengong - terbengong menatap Rena yang sambil berjalan untuk menggodanya.


"Sudah ya, Yang. Brayen mau minum susu dulu." ujar Rena sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Awas kamu,Yang. Menggoda aku sekarang. Akan aku buat kamu menjerit - jerit nanti malam" ucap David dalam hati saat merasakan juniornya menggeliat dan mengeras saat itu juga.


...*****...


Petang itu, Rena sedang bersiap - siap untuk makan malamnya dengan David. David sudah menunggunya di bawah sambil bermain bersama dengan Brayen.


Rena sendiri ingin memberikan sesuatu yang berbeda untuk David. Setelah memeras air susunya untuk Brayen dan ia pun memakai lingerie yang sexy berwarna hitam di bawah gaun malam hitamnya. Lingerie satu set bersama stoking hitam yang ia pakai itu. Ia beli beberapa hari yang lalu.


David tertegun, saat melihat Rena yang berpakaian sangat sexy malam itu menuruni tangga rumah mereka.


"Yang, kamu cantik sekali," ujar David menghampiri Rena dan mengecup pipinya.


"Makasih Yang," jawab Rena sambil tersenyum.


"Kita berangkat sekarang?" tanya David yang sudah tidak sabar ingin menyantap makan malamnya.


Rena mengangguk dan berjalan mendekati Brayen.


"Mommy dan Daddy pergi dulu ya, Sayang." ujarnya sambil menggendong Brayen dan mencium pipinya dengan gemas. Dan David pun melakukan hal yang sama. Setelah mengucapkan hal selamat tinggal pada Brayen. David pun menggandeng tangan Rena dengan mesra menuju ke depan rumah mereka.


"Eddy, kenapa bawa mobil ini?" tanya David saat melihat Eddy membawa mobil Mercedez Benznya yang lama, yang dulu pernah di tabrak oleh Rena,"


"Ibu yang menyuruh, Pak." jawab Eddy dengan takut - takut melihat Bosnya itu menegurnya.


"Aku yang menyuruh Eddy untuk memakai mobil ini, Yang. Gara - gara mobil ini juga aku jadi dekat denganmu," ujar Rena sambil tersenyum menarik David masuk ke dalam mobil.


David yang tadinya kecewa karena ia berharap Eddy mengendarai mobil Roll Royce Phantomnya akhirnya mengikuti Rena masuk kedalam mobil Mercedez mereka.


Rena tersenyum geli melihat David bersungut karena ia tidak bisa menggunakan pembatas ruang kabin yang ada di dalam mobil Phantom.


"Sudah, tidak usah cemberut. Sebentar lagi kita sampai," ujar Rena membujuk David.


"Sudah mau sampai, Yang? Memangnya kita mau kemana?" tanya David sambil mengerutkan keningnya dengan heran.


...*********...


Bersambung..


Episodenya udah Author buat panjang, sekarang bantu Author untuk VOTE dan jangan lupa sehabis baca langsung LIKE sertakan KOMENTAR positifnya juga ya, Author sangat berterima kasih dengan komentar - komentar kalian yang sudah buat Author bersemangat. Nantikan Extra part ke 4🤗 Para reader sabar menunggu kan....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadihnya.

__ADS_1


__ADS_2