
Cukup lama David merenung dalam kamarnya, memikirkan apa yang terjadi hari ini. Bagaimana mungkin Austin berpikir bahwa ia memenjarakan Rena?
Namun David tidak sepenuhnya menyalahkan Austin, karena Austin tidak mengenal dekat dirinya dan imej seperti itulah yang di kenal banyak orang mengenai diri David, bahwa ia arogan, angkuh,keras dan sombong. Sebagian memang benar adanya, tetapi banyak oranv yang tidak mengenalnya, hanya mengetahui apa yang tampak dari luar.
David memang selalu keras dan tegas dengan aturan, tetapi selalu mengambil keputusan dengan logika dan pertimbangan yang matang.
Bahkan salah satu isu yang beredar bahwa ia menutup sebuah restoran hanya karena salah menyajikan makanan untuknya adalah tidak benar. Yang sebenarnya terjadi adalah restoran itu menyajikan menu santapan jamur, yang menggunakan salah satu jamur yang di kenal beracun sehingga menyebabkan David mengalami gejala keracunan yang cukup parah. Dan David menutup restoran itu karena tindakan yang tidak bertanggung jawab dan lalai dari restoran itu yang menyebabkan beberapa konsumen pada malam itu mengalami gejala yang sama dengan dirinya bahkan hampir menyebabkan kematian pada salah seorang konsumennya. Sayangnya berita yang beredar melebih - lebih kan tindakan David yang di sebut otoriter.
"Apa Kakak sudah siap?" tanya Audrey kepada Kakaknya yang sedang duduk di dalam kamarnya.
"Ya, ayo kita berangkat," ujar David sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
Malam ini adalah malam peresmian hotel baru milik Mahendra Enterprise. David telah bersiap - siap dan berpakaian rapi dengan tuxedo. Luka lebam bekas pukulan dari Austin di pipinya sudah tidak terlihat lagi berkat obat yang di berikan oleh Dokter Bimantara.
David beranjak dan berjalan keluar bersama dengan Audrey.
...****...
Rencanya David akan datang ke peresmian hotel bersama dengan Rena, akan tetapi karena Rena di bawa pulang oleh Austin, ia tak mungkin mengajak Rena dan David pun berangkat bersama dengan Audrey.
__ADS_1
Alvin seperti biasa ikut mendampingi dan duduk di kursi depan penumpang.
David dan juga Audrey turun dari mobil mereka dan berjalan melewati karpet merah saat pencari berita bertanya pada David.
"Pak David dimana pasangan anda, Pak?"
"Apakah Bapak telah putus dengan pasangan Bapak,"
"Kenapa kekasih anda tidak datang, Pak David?"
Para pencari berita itu terlihat tampak kecewa karena David tidak datang bersama dengan kekasihnya dan mengira bahwa hubungan mereka telah kandas, dan mereka sangat ingin tahu, tetapi David hanya tersenyum dan tidak menjawab.
"Bagus, saya rasa prospeknya sangat bagus, karena kota kita berkembang sangat pesat, dengan banyaknya investasi yang masuk dan meningkatnya jumlah kunjungan masyarat di luar kota B dan mancanegara ke kota kita,"
"Bapak hari ini datang bersama dengan siapa, Pak?" tanya wartawan itu.
"Ini adik saya, Audrey. Kalian pasti sudah kenal," ujar David tersenyum pada wartawan itu. Audrey pun menyapa dan tersenyum.
"Kemana pasangan Bapak yang waktu itu? Apakah Bapak telah putus hubungan?" wartawan itu lanjut bertanya.
__ADS_1
"Hubungan kami baik - baik saja. Hanya saja, saat ini tidak memungkinkan untuk hadir bersama dengan saya di sini?" jawab David.
"Pak David satu lagi, Pak. Boleh tahu siapa nama kekasih anda Pak, dan apa yang Bapak dan pasangan Bapak rencanakan kedepannya?" tanya wartawan itu saat David hendak beranjak pergi.
"Nanti kalau sudah waktunya pasti akan saya beritahu namanya," ujar David sambil tersenyum.
"Dan rencana kedepan kami, seperti pasangan yang lainnya pastilah ke jenjang pernikahan," ujar David lalu melambaikan tangan pada para wartawan, mohon diri untuk masuk ke tempat acara.
"Pak David, ternyata anda sudah ada rencana untuk menikah? Kapan Pak?" para wartawan kembali bertanya menanggapi pernyataan David yang serius ke tahap pernikahan dengan kekasihnya, namun David hanya tersenyum dan melangkah masuk ke dalam tempat acara.
"Kenapa Kakak merahasiakan hubungan Kakak dengan Rena," tanya Audrey sambil mereka berjalan memasuki tempat acara, mengikuti petugas Event Organizer yang memandu mereka ke arah kursi mereka.
"Untuk melindungi Rena," jawab David.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.
__ADS_1