Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Mie Goreng


__ADS_3

Di gedung Mahendra Tower, Rena sangat kesal apa yang sudah di lakukan David, namun ia kembali juga ke lobby untuk menemui Eddy, karena saat itu sudah terlalu sore dan Rena tidak akan sempat memasak jika ia naik angkutan umum atau mencari taksi di jam pulang kantor seperti ini.


Eddy yang menunggu Rena dengan gelisah, menghela nafas lega saat melihat Rena menghampirinya, bagaimana tidak, kalau sampai Rena tidak pulang bersamanya ia akan di pecat.


Rena pun segera masuk kedalam mobil Eddy dan Eddy segera mengendarai mobilnya.


"Eddy, mampir ke supermarket sebentar ya," ujar Rena dalam perjalanan.


"Maaf, kata Bapak Mbak Rena harus pulang. Jangan mampir - mampir dan bahan makanan sudah di siapkan oleh Jefri di rumah," ujar Eddy menerangkan pada Rena.


Jefri? Untuk apa Jefri ada di rumahnya? Pikir Rena namun ia tidak bertanya.


Mungkin David sudah menyuruh Jefri berbelanja untuknya dan menunggunya di apartemen.


Rena duduk di dalam mobil dengan tenang dan bermain dengan handphonenya. Setelah 10 menit berkendara, ia baru menyadari bahwa mereka tidak menuju ke apartemennya.


"Eddy, kamu salah jalan," ujar Rena yang menegur Eddy sambil melihat keluar jendela.


"Tidak Mbak, perintah Bapak mengantarkan Mbak Rena pulang ke rumah Pak David," ujar Eddy santai sambil mengendarai mobilnya.


Lho, rumah Pak David?


"Eddy, saya nggak mau ke rumah Pak David, saya mau pulang ke apartemen saya;" ujar Rena.


"Maaf Mbak, saya nggak bisa antar Mbak ke apartemen. Bapak hanya memerintahkan untuk pulang ke rumah," ujar Eddy. Eddy tentu saja tidak berani membantah David kalau ia tidak ingin kehilangan pekerjaannya.


"Eddy, tolonglah," pinta Rena.


"Mbak coba telepon Bapak saja, saya tidak berani, saya takut di pecat Mbak," ujar Eddy sambil terus mengemudi.


Rena menghela nafas, ia tahu Eddy tidak akan berani membantah David. Ia pun menelepon David, namun David tidak mengangkat telefonnya.


Dengan kesal Rena menaruh handphone ke dalam tas dan melipat tangannya di depan dada. Ia tidak dapat berbuat apa - apa dan membiarkan Eddy mengantarnya ke rumah David.


Sesampainya di rumah David, Jefri telah menunggunya.


"Selamat sore Mbak Rena, Mbak Rena silahkan kalau mau beristirahat atau mandi - mandi dulu di kamar Mbak Rena," ujar Jefri ramah sambil membukakan pintu.


"Sore Jefri. Dimana kamar saya?" tanya Rena canggung mengatakan kamar saya seakan - akan ia tinggal di sana.


"Mari Mbak saya antar," ujar Jefri kemudian ia mengantar Rena ke kamar yang dulu pernah di pakainya saat menginap.


"Oh iya, Jefri boleh saya pinjem dapurnya nanti?" tanya Rena sekalian meminta izin untuk memakai dapur.

__ADS_1


"Tentu boleh Mbak. Mbak bisa pake dapur bersih di dekat meja makan. Kalau ada bahan - bahan yang Mbak Rena butuhkan bisa minta ke saya. Nanti akan saya sediakan," ujar Jefri.


"Terima kasih Jefri, saya mandi dulu sebentar.


"Baju - baju di dalam bisa Mbak Rena pakai.Kalau perlu apa - apa tinggal bilang saya ya Mbak," ujar Jefri.


"Ok, Jefri terima kasih,"


Jefri mengangguk dan menutup pintu kamar Rena. Hanya selang beberapa menit, Rena sudah berganti pakaian dengan baju terusan santai berwarna soft peach yang di sediakan Jefri di kamarnya, berjalan menuju dapur.


Di rumah David terdapat dua buah dapur, yang satu dapur bersih berdekatan dengan ruang makan dan satu lagi dapur yang di pakai juru masak David di belakang.


Jefri dan seorang pelayan wanita sudah menunggu Rena di dapur bersih.


"Ada yang bisa saya bantu Mbak?" tanya Jefri.


Rena berjalan menuju kulkas dan membukanya. Di kulkasnya itu hanya ada minuman dingin, buah - buahan, susu, kue, dan puding dan makanan siap santap lainnya tetapi tidak ada sayur mayur dan bahan makanan mentah.


"Di mana bahan makanannya?" tanya Rena.


"Ada di dapur belakang Mbak. Mbak Rena perlu apa nanti saya ambilkan," ujar Jefri.


"Boleh saya kesana?" tanya Rena.


Saat memasuki dapur yang cukup besar di arah belakang rumah, Rena bertemu dengan pelayan dan pekerja rumah tangga David dan juga juru masak di rumah itu yang Rena belum pernah bertemu dengannya. Dan Rena pun berkenalan dengan mereka.


Pada awalnya mereka tampak terkejut, melihat Rena wanita yang di sayangi bosnya itu ada di sana. Namun setelah berkenalan dengan Rena, mereka semua tidak tampak canggung lagi karena Rena memperlakukan mereka dengan baik.


Setelah mendapatkan bahan makanan yang di butuhkannya, Rena kembali ke dapur di depan dan mulai memasak. Di bantu oleh Tika pelayan wanita yang di tugaskan oleh Jefri untuk membantu dan menemani Rena.


Kini Rena sudah selesai memasak dan sambil menunggu David datang, ia kemudian menonton televisi.


Rena tidak menyadari kedatangan David dan sedang asyik menonton, saat David tiba - tiba duduk di sampingnya dan mengecup pipinya.


"Asyik banget sih, sampai nggak lihat aku datang," protes David.


"Baru sampai? Pak Alvin mana?" tanya Rena sambil melihat ke arah pintu masuk mencari Alvin.


Kok Alvin yang di tanya? gerutu David kesal.


"Pak Alvin!" Panggil Rena saat melihat Alvin hendak berjalan ke lantai atas sambil menjinjing tas kerja David.


"Ya Mbak?" jawab Alvin yang ter-buru - buru hendak menghindari Rena, namun berjalan juga mendekati Rena.

__ADS_1


"Motor saya di mana?" tanya Rena pada Alvin, tetapi melirik ke arah David. David terlihat santai dan menoleh ke arah Alvin.


"Oh itu Mbak, tadi motor Mbak rusak, kata petugas parkir di sana olinya bocor. Jadi saya suruh orang bawa ke bengkel," ujar Alvin beralasan. Tentu Alvin mencari alasan lain karena David sedang menatapnya tajam.


Apa iya? Perasaan waktu di tinggal motornya baik - baik saja. Pikir Rena.


"Ya sudah terima kasih," ucap Rena sambil memaksakan sebuah senyum.


"Kamu mau makan sekarang? Aku sudah memasak mie goreng pesanan kamu," ujar Rena kembali menoleh pada David.


David tersenyum sangat lebar.


"Ayo, aku sudah lapar nih! Nggak sabar ingin makan masakanmu," ujar David sambil mengajak Rena ke arah meja makan.


"Sudah Jefri, biar saya saja," ujar Rena saat Jefri hendak menyiapkan mie goreng buatan Rena ke atas piring. Jefri mengangguk dan menyerahkannya ke Rena. Ia hanya berdiri di dekat Rena, berjaga - jaga jika Rena membutuhkan bantuannya.


Rena meletakkan piring berisi mie goreng di meja makan di depan David dan dirinya.


Sementara Jefri menyiapkan minuman untuk Rena dan David.


"Mie goreng masih ada lagi?" tanya David sambil tersenyum dan menatap mie goreng di depannya.


"Masih, memang kurang?" tanya Rena sambil melirik mie yang di ambilkannya untuk David.


"Tidak, ini sudah cukup," jawab David.


"Jefri, panggil Alvin dan juru masak kesini," ujar David.


Jefri segera pergi untuk mengerjakan perintah dari David.


"Untuk apa?" tanya Rena heran.


Apa David mengajak mereka untuk makan bersama? Pikir Rena.


"Kamu kan ingin ingin bukti apa benar mie goreng buatanmu yang paling enak," ujar David sambil menaikkan alisnya.


"Dan kamu akan meminta mereka untuk mencicipi?" tanya Rena sambil tertawa kecil.


"Ya, siapa lagi?" tanya David.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2