Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Kegelisahan Mira


__ADS_3

Sejenak Rena melupakkan apa yang baru saja terjadi. Memorinya akan Ayah dan Bundanya kembali datang saat ia menginjakkan di halaman rumah itu. Sudah lama ia tidak menginjakkan kakinya di sana.


Tiba - tiba dada Rena terasa sesak mengingat hal terakhir yang di ingatnya dari rumah itu adalah kematian Ayahnya dan saat ia di bawa paksa oleh Malvin Dirgantara saat itu.


"Cepatlah Re...." ucap Austin saat merasa adiknya itu berjalan sangat lamban. Ia pun menoleh dan melihat wajah sendu adiknya itu dengan mata yang menggenang. Austin yang tadinya sangat emosional pun menjadi luluh. Austin tahu, bukan David yang menyebabkan adiknya itu bersedih, tetapi akan kenangan rumah inilah yang membuatnya menangis.


Austin pun langsung memeluk adiknya dengan erat. Tanpa berkata - kata Rena menangis di pelukan Austin.


...****...


Malvin Dirgantara sedang duduk di ruang kerjanya bersama dengan Darwin, Asistennya. Mereka sedang membahas mengenai beberapa berkas - berkas proyek perusahannya.


"Oh iya, Pak. Jangan lupa nanti malam ada undangan peresmian Hotel Mahendra Enterprise," ujar Darwin mengingatkan Bosnya itu sambil menyodorkan undangan di depannya.


"Malam ini ya?" tanya Malvin sambil memegang undangan yang di sodorkan padanya.


"Iya Pak, pakaian Bapak sudah siap di dalam kamar, dan begitu pula gaun Ibu Mira sudah di kirim tadi pagi," lapor Darwin.


"Darwin, apa kau sudah mendapat kabar tentang kekasih David?" tanya Malvin yang tiba - tiba teringat dengan permintaannya pada Darwin untuk menyelidiki siapa kekasih Alexander David Mahendra.


"Belum Pak, Arka belum memberikan kabar, tapi saya akan tanyakan lagi," ujar Darwin.

__ADS_1


Darwin sebenarnya lupa menanyakan perihal itu kepada Arka karena kesibukkannya.


"Bukankah aku sudah lama memintanya padamu? Kenapa belum ada hasil?" tanya Malvin yang sedikit kesal.


"Maaf Pak, saya akan cek lagi dengan Arka," ujar Darwin tidak ingin mengatakan jika ia lupa.


"Kau ini bisa kerja atau tidak!" Umpat Malvin pada Darwin.


"Tapi tunggu, aku rasa malam ini David akan datang dengan kekasihnya. Kemungkinan besar aku akan bertemu langsung dengannya," gumam Malvin yang di dengar langsung oleh Darwin.


"Benar Pak, di acara sepenting ini pasti David akan membawa pasangannya," timpal Darwin menyetujui ucapan Bosnya.


"Oke, kau atur segala sesuatunya nanti malam, bilang pada Mira jangan terlalu lama berdandan. Aku tidak ingin terlambat!" Perintah Malvin.


"Jangan nanti, sekarang juga telepon dia!" Perintah Malvin. Malvin paling tidak suka, jika ia harus menunggu Mira yang masih berdandan saat ia menjemputnya. Apalagi ia sangat penasaran dengan kekasih David, sehingga ia tidak mau terlambat datang.


"Baik Pak," jawab Darwin dan ia pun segera menghubungi Mira.


"Ya Darwin, ada apa?" tanya Mira langsung saat Darwin tersambung.


"Maaf Bu Mira, saya mau mengingatkan undangan acara peresmian Hotel Mahendra Enterprise malam ini. Kata Pak Malvin, anda akan di jemput on time, dan Pak Malvin tidak ingin anda terlambat." ujar Darwin.

__ADS_1


"Kenapa harus kamu yang menelepon? Malvin memang kemana?" tanya Mira yang merasa tidak senang jika Darwin yang meneleponnya dan bukan Malvin.


"Maaf Bu Mira. Pak Malvin sekarang sedang meeting dan tidak bisa di ganggu. Tetapi Pak Malvin menyampaikannya khusus untuk Bu Mira," ujar Darwin, berusaha membuat Mira senang.


Malvin hanya tersenyum sinis mendengar penjelasan Darwin. Darwin memang sudah biasa membuat alasan untuknya jika ia sedang malas berbicara dengan Mira.


Malvin kembali melirik undangan peresmian hotel itu dan tersenyum sinis.


"Alexander David Mahendra. Aku ingin tahu siapa wanita yang kau lindungi mati - matian itu," ucap Malvin dalam batin.


Sementara itu Mira yang baru saja menutup percakapan teleponnya dengan Darwin terlihat gelisah.


Sebagai kekasih David, Renatta pasti akan mendampinginya dalam peresmian hotel besar tersebut. Ia sangat resah, jika Malvin sampai bertemu dengan Renatta dan mengenalinya.


Apa Malvin akan kembali mengejar Renatta? Dan bagaimana dengan pernikahannya dengan Malvin yang akan berlangsung dua minggu lagi? Pikir Mira.


Mira sangat gelisah, sampai ia tidak bernafsu makan dan mual - mual saat mengetahui ia akan menghadiri undangan peresmiana hotel itu dengan Malvin...


Bersambung..


Terima kasih sudah membaca..Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2