Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Pelaku Pemukulan


__ADS_3

Arka melangkah memasuki ruangan kerja Malvin Dirgantara di lantai satu rumah itu. Di depannya Darwin masuk terlebih dahulu dan menyapa Malvin.


"Arka hadir untuk memberikan laporan mengenai pemukulan Ibu Mira, Pak," ujar Darwin memberitahu kehadiran Arka pada Malvin.


"Apa yang kau dapat Arka. Aku harap kau benar - benar mendapatkan sesuatu, karena aku sudah memberimu cukup waktu!" Ucap Malvin sambil menatap Arka yang berdiri di hadapannya.


"Ya Pak, itu sebabnya saya datang kesini," ujar Arka sambil melangkah mendekati Malvin.


"Lanjutkan," ujar Malvin.


"Pelaku pemukulan itu memang bekerja untuk salah satu rekan bisnis Bapak, akan tetapi hal ini tidak ada hubungannya dengan usaha Bapak," ujar Arka.


"Maksudmu? Coba kau jelaskan!" Tanya Malvin tidak mengerti.


"Alexander David Mahendra yang menyuruh anak buahnya untuk menampar Ibu Mira Handono," ujar Arka.


Arka memang harus memberitahu penyelidikannya.


"Apa kau yakin! Apa maksudnya dia melakukan itu?" tanya Malvin hampir tidak percaya bahwa nama itulah yang di ucapkan oleh Arka.


"Lebih dari seminggu yang lalu Ibu Mira Handono sempat berseteru dengan seorang wanita di sebuah hotel, dan wanita itu adalah wanita yang mendapat perlindungan dari Alexander David Mahendra," ujar Arka.


"Maksudmu Mira bertengkar dengan kekasih Alexander David Mahendra dan David menyuruh orang untuk memukuli Mira?" tanya Malvin.


Nada bicara Malvin tidak yakin apa yang di katakannya. Apa seorang Alexander David Mahendra akan ikut campur dalam pertengkaran antar wanita?


"Dari penyelidikan saya, wanita itu sama sekali tidak melakukan apa - apa pada Ibu Mira Handono, tetapi Ibu Mira sendirilah yang menampar wanita itu dan berusaha menjatuhkannya," ujar Arka jujur mengatakan apa yang di ketahuinya.


Darwin menyerahkan sebuah Ipad dan memainkan sebuah rekaman video CCTV kejadian di hotel itu.


Arka telah menyuruh Aldo untuk mendapatkan kembali Video yang telah di hapus. Entah bagaimana caranya ia berhasil mendapatkan video itu dan baru memberikannya tadi malam. Arka pun mengirimkannya pada Darwin.


Malvin melihat bahwa Miralah yang memulai pertengkaran itu, namun ia tidak tahu pasti apa yang terjadi sebab rekaman itu sama sekali tidak bersuara, dan wajah perempuan yang di tampar oleh Mira tidak terlihat dengan jelas.

__ADS_1


Malvin merasa kesal kepada Mira karena telah menutup - nutupi kejadian yang sesungguhnya dan membiarkan dirinya menganggap bahwa rekan bisnisnyalah yang berulah.


Malvin berpikir, apa yang akan dia lakukan pada Alexander David Mahendra? David dan dirinya baru saja akan merintis sebuah usaha bersama. Apakah cukup pantas jika masalah seperti ini menganggu usahanya? Apalagi Mira sendirilah yang mencari masalah dengan menyakiti kekasih Alexander David Mahendra.


Tetapi Alexander David Mahendra telah dengan sengaja menyakiti wanita yang akan di nikahinya. Tidakkan ia berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu terhadap calon istrinya? Bagaimana pun Mira adalah calon istri dari seorang Malvin Dirgantara, tidakkah itu sesuatu baginya? Atau Alexander David Mahendra telah meremehkan dirinya?


Darwin, buat janji temu dengan Alexander David Mahendra siang ini!" Perintah Malvin pada Darwin.


"Baik Pak. Kalau boleh tahu, untuk keperluan apa?" tanya Darwin ragu.


"Bilang padanya ada yang harus aku bicarakan empat mata dengannya. Dia akan mengerti," ujar Malvin sambil berdiri.


"Kau urus masalah kantor pagi ini, ada hal yang harus aku lakukan," ujar Malvin sambil berjalan keluar ke ruang kerjanya.


Arka menghembuskan nafas lega. Ia merasa lega karena tidak harus membuka identitas dari Adrena Clarissa Putri pada Malvin Dirgantara. Setidaknya untuk saat ini.


Malvin berjalan menuju garasi mobilnya dan segera memasuki salah satu mobil sportnya.


Ia merasa lega bahwa Malvin telah memilihkannya dokter bedah plastik terbaik. Rencananya hari ini dokter akan membuka perbannya dan ia akan melihat wajahnya yang baru.


Selain memperbaiki luka yang di dapatnya dari hasil tamparan laki - laki yang tak di kenalinya malam itu, Mira memang sengaja meminta dokter bedah plastik untuk sekaligus menyempurnakan, hidung, bibir, dan dagunya agar tampil cantik seperti selebriti papan atas yang sering di lihatnya di televisi. Dengan begitu Malvin Dirgantara akan makin terpikat padanya. Mira sangat yakin ia akan terlihat lebih cantik dari pada Renatta Azaria, wanita yang sangat di bencinya itu!


Malvin masuk ke dalam ruang perawatan Mira dan mendapati wanita itu sedang berbaring di ranjang rumah sakit.


"Malvin, kebetulan kamu kesini!" Seru Mira. Mira tampak senang karena Malvin akhirnya bisa datang menemaninya untuk pelepasan perban di wajahnya.


"Ya, kebetulan ada hal yang ingin aku tanyakan padamu. Bagaimana kabarmu?" tanya Malvin.


"Baik, aku merasa lebih baik karena ada kamu di sini," ujar Mira dengan manja.


"Syukurlah," ujar Malvin sambil duduk di kursi dekat ranjang.


"Kenapa kamu tidak berterus terang kalau orang yang memukulmu tidak ada hubungannya denganku?" tanya Malvin sambil melipat tangannya di depan dada. Matanya menatap tajam ke arah Mira yang tengah duduk di ranjangnya.

__ADS_1


Mira terkejut, tapi hal itu tidak tampak karena wajahnya yang tertutup perban.


Darimana Malvin tahu? Apa ia sudah mengetahui apa yang terjadi?


"Karena aku tidak tahu. Orang yang memukulku juga tidak berkata apa - apa," jawab Mira.


Malvin menggelengkan kepalanya lalu memainkan sebuah rekaman video di handphonenya dan menunjukkannya pada Mira.


"Kenapa kau menampar dan mempermalukan kekasih Alexander David Mahendra?" tanya Malvin pada Mira.


Mira yang sedang terkejut karena Malvin menunjukkan rekaman video kejadian perseteruannya dengan Renatta bertambah terkejut mendengar pertanyaan dari Malvin.


Kekasih Alexander David Mahendra? Wanita ****** itu kekasih Alexander David Mahendra?


Kini Mira mengerti sekarang siapa yang telah melakukan hal ini padanya. Bukan Renatta Azaria. Tapi, Alexander David Mahendra yang telah membalaskan apa yang telah ia lakukan pada wanita ****** itu!


"Beruntung sekali si ****** itu!" Umpat Mira di dalam hati.


"Jawab pertanyaanku Mira? Kenapa kau sampai melakukan itu? Tidakkah kamu tahu siapa Alexander David Mahendra? Kau beruntung masih hidup hingga saat ini!" Tanya Malvin dengan kesal karena Mira tidak menjawab pertanyaannya.


Hanya orang - orang bodoh yang mencari gara - gara dengan Alexander David Mahendra.


"Aku... aku tidak tahu kalau dia....dia... adalah kekasih dari Alexander David Mahendra," jawab Mira terbata - bata.


Apa Malvin sudah mengetahui jika wanita itu adalah Renatta? Pikir Mira.


"Kamu tidak tahu?" tanya Malvin. Malvin pun baru teringat bahwa ia pun tidak pernah mendengar Alexander David Mahendra berhubungan dengan seorang wanita, walaupun ia pernah melihatnya makan malam dengan seorang wanita di Club House beberapa minggu yang lalu.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2