
Pagi itu David mengajak Rena untuk pergi berjalan - jalan di lingkungan sekitar rumah Oma dan Opanya, setelah mereka menginap tadi malam.
Daerah tempat tinggal Oma dan Opa David memang terletak di kawasan rumah - rumah mewah. David sendiri sangat hafal dan kenal dengan penghuni di sekitar rumah Oma dan Opanya karena ia di lahirakan dan di besarkan di lingkungan itu.
"Nanti siang aku ingin pergi sebentar menengok perusahaaan yang ada di sini. Kamu mau ikut?" tanya David pada Rena.
"Tentu, aku ingin lihat seperti apa perusahaan mu di sini," ujar Rena.
Tiba - tiba telepon genggam Rena berbunyi dan muncullah nama Abang Austin di layar monitor. Rena pun segera mengangkatnya.
David sempat melihat nama 'Abang Austin' di layar handphone Rena, ia pun berpikir, apa nama yang di tulis Rena untuk dirinya di handphone nya? Sayangku kah? David tersenyum membayangkan nama itu tertera di layar handphone Rena.
"Ren, kamu lagi apa?" tanya Austin saat Rena menerima panggilan teleponnya.
"Aku lagi di luar, Bang. Jalan pagi. Ada apa?" tanya Rena sekaligus menjawab pertanyaan Austin.
"Sepertinya sabtu ini Abang tidak bisa bertemu kamu, karena Abang harus pergi ke Hongkong," ujar Austin.
"Oke Bang," jawab Rena.
"Sebagai gantinya Abang akan ajak kamu makan siang hari ini," ujar Austin.
"Si.... siang ini Bang?" tanya Rena gugup sambil menoleh ke arah David yang terlihat tidak senang ketika Rena berbohong.
"Oh, kamu lagi tugas ke luar kota? Kemana?" tanya Austin ingin tahu.
"Rena lagi di kota C, Bang? Tapi besok juga sudah balik," jawab Rena.
"Ok, Na. Nanti kalau Abang sudah pulang dari hongkong kita ketemu ya, Rena,"
"Iya Bang,"
"Kamu hati - hati di jalan dan jaga diri baik - baik," ujar Austin sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.
"Kenapa kamu berbohong? Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sedang bersamaku," tanya David ingin tahu.
"Aku belum bisa bilang, karena.... Abang Austin tidak tahu kalau aku dekat denganmu," ujar Rena beralasan.
"Aduh, aku harus bilang apa? Kalau David tahu Abang Austin tidak memperbolehkan aku dekat dengannya, apa yang akan dia lakukan?" batin Rena.
"Kapan kamu akan mengatakan pada Austin bahwa aku ini adalah kekasihmu?" tanya David
__ADS_1
"Mungkin nanti, kalau aku bertemu dengannya," jawab Rena. Ia tidak ingin mencari masalah dengan David.
"Baiklah, nanti aku akan ikut denganmu untuk bertemu dengannya. Bagaimana pun jika aku menikah denganmu, ia akan jadi Kakak Iparku, bukan?" ujar David sambil mengerlingkan matanya.
Rena hanya mengiyakan dan menggigit bibir bawahnya.
Tiba - tiba David mengambil telepon genggam dari sakunya dan mendial nomor telepon Rena. Rena yang tidak menyadari kalau David sengaja meneleponnya tertegun saat melihat nama "Si Songong" ada di depan layar telepon genggamnya.
"Kenapa David meneleponku? Dia kan ada di depanku?" pikir Rena heran dalam batin.
David yang melihat nama yang tertera di layar telepon genggam Rena pun langsung merebut telepon itu. Ia membacanya dan terlihat marah saat mengetahui nama yang di gunakan Rena untuk dirinya. Si Songong?
Rena yang menyadari ekspresi wajah David, langsung mengambil kembali telepon genggam dari David.
"Apa maksudnya? Kenapa kamu tulis namaku seperti itu?" tanya David dengan ekspresi marah dan kecewa.
"Itu... itu....aku... aku... belum menggantinya," ujar Rena sambil menyembunyikan telepon genggamnya di balik tubuhnya.
"Maksudku, waktu itu... aku... belum kenal dekat denganmu, dan.. dan kamu begitu sombong dan angkuh... jadi....." ujar Rena menerangkan.
David memandang Rena dengan kesal.
"Berikan padaku," ujar David meminta telefon genggam Rena.
"Aku mau menggantinya! Sudah, berikan handphone mu padaku!" Ujar David dengan kesal.
"Biar aku saja yang menggantinya," ujar Rena.
"Kenapa? Ada yang kamu rahasiakan?" tanya David sambil maju mendekati Rena.
Rena menggeleng sambil mundur secara refleks.
"Cepat berikan!" Perintah David.
Rena memberikan telepon genggamnya, dan David pun langsung mencari namanya di daftar nomor kontak telepon Rena.
Ia berpikir sebentar sebelum mengetik sesuatu. Setelah itu ia mengembalikannya kepada Rena. Rena mengecek daftar telepon masuk dan menukan nama 'Si Songong' telah berganti nama 'Ayang Babe'
Rena menahan senyumnya membaca nama itu, ternyata David....
"Jangan di ganti! Mulai sekarang kamu panggil aku dengan nama itu! Awas kalau di ganti, hukumanmu akan lebih dahsyat dari sebelumnya!" Ujar David lalu merangkul Rena berjalan kembali menuju ke rumah Oma dan Opa.
__ADS_1
Sesampainya di sana Audrey telah sampai bersama dengan Rico, tunangannya. Baru kali ini Rena bertemu dengan Rico yang berusia sepantaran dengan Audrey. Rico dan Audrey hampir bertunangan 3 bulan ini.
"Akhirnya kita semua bisa berkumpul," ujar Oma dengan tersenyum lebar. Saat itu mereka sedang berkumpul di teras halaman belakang rumah menikmati sarapan pagi mereka.
"Oma dan Opa berharap kalian bisa segera menikah, dan segera memiliki keturunan," ujar Oma.
"Apalagi kalian David dan juga Rena. Kalau sudah cocok dan sudah siap, jangan tunda lagi. Kami ini tidak tahu sampai kapan kami bisa melihat kalian berkeluarga," ujar Opa menambahi ucapan Oma.
"Tuh Kak. Denger apa kata Oma dan juga Opa.Nanti aku dan Rico akan segera menyusul," ujar Audrey sambil memandang Rico, dan Rico membalasnya.
"Kan, Kakak sudah bilang, dalam waktu dekat. Kalian tunggu saja," ujar David kemudian menggigit roti bakarnya.
"Benar ya Ren. Jangan kelamaan. Kasihan Kakakku nanti jadi perjaka tua!" Ujar Audrey meledek David.
David membelalakan matanya kepada Audrey yang sedang menahan tawanya.
"Sudah, jangan meledek Kakakmu," ujar Oma menengahi.
"David, Rena, Oma dan Opa baru teringat tadi pagi, karena kejadiannya sudah lama sekali," ujar Oma tiba - tiba sambil mirik ke arah Opa.
"Teringat apa Oma?" tanya David.
"Entah kamu ingat atau tidak. Saat Rena baru lahir keluarga kita, mengunjungi keluarga Burhan, karena Opamu bersahabat kental dengan Kakek Rena," ujar Oma mulai bercerita.
David tertegun dan memandang Rena.
Oma lalu mengambil sesuatu dari dalam pouch bag kecil di atas meja.
"Sudah lama, tapi Oma ingat masih menyimpannya." ujar Oma menyerahkan dua lembar foto yang sudah mulai menguning di sisi - sisinya.
David mengambil foto dari tangan Omanya dan memandangi foto yang ada di tumpukkan paling atas.
Rena pun mendekat dan ikut melihat foto yang di berikan oleh Oma.
Bersambung...
Mohon maaf ya, kalau bulan ini author cuma bisa Up 1 Bab dulu. Mungkin setelah lebaran author bakal mulai Up 2 Bab sehari. Terima kasih pengertiannya🤗
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Nantikan terus kisah selanjutnya ya...!
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.
__ADS_1