
Terima kasih banyak untuk para reader yang masih setia membaca cerita ini. Love u all so much❤❤❤ kalian yang terbaik.... Terima kasih karena sudah membuat cerita yang biasa ini menjadi sesuatu yang istimewa. Dan mohon maaf yang sebesar - besarnya bagi para reader yang tidak puas dengan novel ini, karena saya juga masih dalam tahap menulis cerita. Oleh karena itu masih banyaaakkk banget kekurangnya. Tapi makasih banyak loh udah mau mampir❤
Happy Reading semuanya....🤗
...*********...
Rena tersenyum geli melihat David bersungut karena ia tidak bisa menggunakan pembatas ruang kabin yang ada di dalam mobil Phantom.
"Sudah, tidak usah cemberut. Sebentar lagi kita sampai," ujar Rena membujuk David.
"Sudah mau sampai, Yang? Memangnya kita mau kemana?" tanya David sambil mengerutkan keningnya dengan heran. Pasalnya kantornya masih cukup jauh sekitar 10 menit dari lokasi mereka sekarang.
"Aku berubah pikiran, Yang. Aku lapar sekali. Jadi aku mau makan dulu di club house" ujar Rena sambil merajuk.
"Club House? Kamu mau makan di Club House? Bukankah Alvin sudah menyiapkan makan malam di kantorku?" tanya David.
"Tadinya, tapi aku sudah memberitahu Alvin untuk membatalkannya dan membuat reservasi di Club House," ujar Rena sambil menahan senyumnya.
"Tapi Yang, di Club House itu kita nggak bisa...." ucap David namun di potong oleh Rena.
"Sebentar aja Yang. Aku udah lama nggak kesana. Aku kangen mau makan Bak mie Truffle," ujar Rena.
"Yang, kalau kamu mau itu Alvin kan bisa memesankannya untukmu, tinggal bilang saja." keluh David.
"Tapi aku maunya makan di sana, Yang." ujar Rena terlihat kesal karena David terus terus menyalahkannya.
"Ya sudah kita makan di sana," ujar David akhirnya mengalah.
"Tapi kamu jangan lama - lama ya, Yang" ujar David sambil mendekat dan menaruh tangannya di paha Rena dan mengelusnya dengan lembut.
"Iya Yang. Aku nggak akan lama - lama." jawab Rena sambil tersenyum. Menggoda dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah David. Namun, saat David hendak menciumnya, Rena pun mengelak.
"Ada Eddy," bisik Rena sambil menunjuk Eddy dengan matanya.
"Hufft!" Desah David karena gagal bermesraan dengan Istrinya yang sangat sexy malam itu.
"Sabar ya, Yang. Kita makan malam dulu," ujar Rena sambil menahan senyumnya.
"Tapi kamu lah makan malamku, Sayang. Dan aku nggak mau yang lain." bisik David kemudian mencuri ciuman di bibir Rena. Membuat Rena terkejut.
__ADS_1
David tertawa penuh kemenangan tidak memperdulikkan Eddy yang kikuk melihat apa yang terjadi lewat dari kaca spion.
Akhirnya mereka pun sampai di Club House.
"Kamu ingat nggak Yang, di Club House ini kamu pertama kali mengajakku untuk makan malam," ujar David saat menunggu pesanan mereka tiba.
Rena mengingat - ingat kejadian malam itu. Dan Malam itu pula untuk pertama kalinya David yang mencuri ciuman pertamanya saat itu.
Dan malam ini pun David mencuri ciumannya lagi.
"Tentu saja aku ingat, Yang. Aku pun heran kenapa tiba - tiba ingin makan malam denganmu saat itu, Padahal aku belum lama mengenalmu." ujar David sambil mengingat - ingat kejadian malam itu,kurang lebih dua tahun yang lalu.
"Aku ingat, hari itu aku berbicara dengan Malvin, dan kamu bilang kamu tidak enak badan. Dan akhirnya kita sempat bertengkar pulang dari sini," tambah David.
"Bertengkar? Bukan bertengkar, Yang? Kita saja belum jadian saat itu," ujar Rena mengoreksi perkataan David sambil geleng - geleng kepala.
"Ya, itu karena kamu keras kepala dan tidak mau menuruti perkataanku." ujar David sambil mencubit pipi Rena dengan gemas.
Pelayan pun datang membawakan pesanan mereka, dan mereka pun mulai makan.
"Yang, kamu ingat nggak hari ini hari apa?" tanya Rena.
"Ya, ingat dong! Masa aku nggak ingat!" Ujar David sambil tertawa.
"Ya hari kamis dong, Yang! Umurku ini baru 32 tahun, belum pikun sayangku...." ujar David sambil memakan - makanannnya.
"Oh, baguslah kalau masih mengingat hari," ujar Rena dengan sedikit kesal.
David mengerutkan dahinya, seperti berpikir.
"Kamu kenapa sih, Yang. Kok dari tadi bertingkah aneh..." tanya David dengan pandangan menyelidik.
"Nggak apa - apa," jawab Rena lalu menaruh pisau dan garpunya yang di pakai untuk makan.
"Benar, nggak ada apa - apa? Bilang sama aku ada masalah apa, nanti aku bantu selesaikan," ujar David sambil menaruh tangannya di bahu Rena.
"Nggak," jawab Rena sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
David seperti berpikir.
__ADS_1
"Yang, jangan - jangan kamu sedang isi ya? Kok sikap kamu aneh sih dari tadi, tidak seperti biasanya," tanya David.
"Ah, masa iya Yang? Aku merasa biasa aja, lagian aku baru dapet kok minggu kemarin," ujar Rena sambil ikut berpikir.
"Terus kenapa kamu cemberut begitu?" tanya David lagi.
"Nggak ada apa - apa," jawab Rena tidak ingin memberitahu David apa yang membuatnya kesal. Ia berharap David bisa lebih peka dan bisa mengetahui hal itu dengan sendirinya.
"Apa kamu sudah selesai makan?" tanya David melihat Rena tidak menyentuh makanannya lagi.
Rena pun mengangguk dan David pun tersenyum lebar.
David pun segera memanggil pelayan Club House dan membayar makanan mereka dengan kartu keanggotaan yang di milikinya.
"Ayo sayang, kita lanjut acara berikutnya," ujar David sambil mengedipkan sebelah matanya dan menggandeng Rena bersamanya.
"Ke kantor Eddy." ucap David dengan bersemangat saat memasuki mobil yang di kendarai oleh Eddy.
"Baik Pak." jawab Eddy.
Tak lama mereka pun akhirnya sampai di kantor Mahendra Tower dan Eddy membukakan pintu di drive way lobby kantor Mahendra Tower.
David merangkul pinggang Rena dan menuju ke lift VIP. Mereka pun sempat menyapa beberapa karyawan yang masih ada di Lobby kantor itu. Sesampainya di kantor itu, David langsung menarik Rena ke dalam pelukannya dan ******* candunya yang sedari tadi di tahannya.
Rena pun melingkarkan lengannya di leher David dan membalas ciuman panas David dengan sama panasnya.
Ding! Pintu lift pun terbuka di lantai 60 dan mereka pun masih asyik saling memagut bibir satu sama lain, hingga pintu lift tertutup lagi. Rena yang tersadar lebih dahulu segera melepaskan tautan bibir mereka dan tertawa kecil menyadari kelakuan mereka.
...******...
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author. Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Tungguin Extra Part ke 5 ya...!
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.