Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Kenangan Bersamamu


__ADS_3

Pemuda itu menghampirinya dan menanyakan keadaannya dan kenapa ia menangis. Rena tidak terlalu ingat apa yang ia dan pemuda itu bicarakan, tetapi kemudian pemuda itu memintanya berdiri, untuk berjalan ke arah rumah, sehingga kakinya yang luka bisa segera di obati.


Tetapi Rena yang memang sangat manja, merasa sangat lemas saat itu dan ia tidak ingin berjalan. Jadi ia meminta pemuda itu untuk menggendongnya. Dan pemuda itu pun menggendongnya.


Menggendongnya seperti cara David menggendongnya saat ini.


"Renatta Azaria apakah kamu benar - benar tidak mengingat apapun?" tanya David padanya. Pandangannya tajam, berharap Rena mengingat peristiwa itu.


Rena baru saja tersadar bahwa mata yang menatapnya saat ini adalah mata yang pernah menatapnya di tempat itu.


"David. Kamu.... dia itu kamu!" Ujar Rena hampir tidak percaya jika ia tidak mengalaminya sendiri saat itu. Mereka memang pernah bertemu sebelumnya di tempat ini saat ia masih kecil.


David tersenyum, menyadari Rena telah mengingatnya.


"Ya, Rena. Itu aku, cucu dari teman Kakek dan Nenekmu," ujar David membenarkan ucapan Rena.


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal?" tanya Rena sedikit kesal karena David tidak mengatakannya dari dulu.


"Kamu serius menanyakan hal itu?" tanya David sambil tertawa geli.


"Kamu sendiri tidak mengakui kalau kamu adalah Renatta Azaria, bagaimana mungkin aku mau bilang?" tanya David. Rena berpikir dan membenarkan perkataan David.


"Jadi alasan kamu mau menikahi aku, karena kamu kasihan padaku? Kasihan pada gadis kecil yang menangis karena jatuh? Apa itu yang mau kamu coba beritahukan kepadaku?" tanya Rena dengan nada bercanda.


"Yah mungkin itu salah satu alasannya," ujar David sambil tertawa menanggapi candaan Rena. Rena pun tersenyum.


"Tapi alasannya sebenarnya karena aku.... aku jatuh cinta padamu, Rena," ujar David sambil memandang wajah gadis yang masih di gendongnya itu.

__ADS_1


"Aku hanya tidak menyadarinya sampai aku mengetahui bahwa kamu adalah Renatta Azaria, gadis yang tatapan mata sendunya tidak pernah aku lupakan," ujar David.


David mencium lembut bibir Rena yang tak jauh darinya, merasakan kembali aliran listrik sampai ke ujung - ujung syarafnya.


Rena pun menerima kecupan David dan membalasnya. Ia kembali merasakan aliran listrik mengalir di sekujur tubuhnya, namun Rena membiarkannya.


Rena mulai terbiasa dan mulai menikmati aliran listrik yang membuat detak jantungnya berdebar lebih cepat dan membuat Rena mempererat rangkulan lengannya di leher David.


Hingga mereka berdua kehabisan nafas dan melepaskan tautan bibir mereka, mengecupnya sekali dua kali sebelum benar - benar berhenti dan akhirnya saling pandang.


"Menikahlah dengan ku Rena," ujar David perlahan, namun dapat terdengar jelas oleh Rena.


Rena memandang wajah David entah sudah berapa kali David memintanya menikah secara tidak langsung dan kali ini ia benar - benar menanyakannya langsung.


"David! Kenapa tidak bilang sudah sampai?" tiba - tiba suara seorang laki - laki mengagetkan mereka berdua.


Seorang laki - laki tua berjalan menghampiri mereka.


"Opa," ucap David sambil menurunkan Rena dari gendongannya.


"Sudah dari tadi? Kenapa lewat belakang?" tanya Opa David sambil menghampiri.


"Belum lama Opa, tadi sengaja lewat belakang," ujar David sambil mencium tangan Opanya.


"Kamu pasti Rena, pacar David," ujar Opa saat melihat Rena.


"Iya Opa," jawab Rena sambil mrncium tangan Opa David.

__ADS_1


"Ayo kita masuk ke rumah, Oma sudah menunggumu sejak tadi," ujar Opa dengan ramah.


David berjalan menggandeng Rena berjalan menuju rumah bertingkat tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Oma, David sudah datang?!" Seru Opa saat memasuki rumah dari pintu belakang.


Tak lama, dari ruangan depan keluar seorang wanita berusia kurang lebih 70 tahun, yang terlihat masih sangat sehat.


"David!" Seru Oma sambil memeluk David. David pun memeluk cium Omanya itu. Oma dan Opanya David sudah seperti orang tua baginya. Karena mereka yang membesarkannya sejak kecil.


"Oma, kenalkan ini Rena. Calon istri David," tanpa ragu - ragu David menyebutkan Rena sebagai calon istrinya.


"Kalian sudah bertunangan? David kamu ini nakal sekali! Pacaran tidak mengabari, sekarang bertunangan tidak bilang - bilang!" Ujar Oma dengan cemberut. David hanya tersenyum dan garuk - garuk kepala. Tidak menerangkan kalau ia belum bertunangan dengan Rena, bahkan lamarannya saja belum di jawab oleh Rena!


Oma langsung tersenyum saat Rena mendekatinya. Rena hendak mencium tangannya tetapi malah di peluk dengan hangat oleh Omanya.


"Oma sudah sangat ingin bertemu dengan mu," ujar Oma sambil memandang wajah Rena.


"Iya Oma, maaf baru bisa datang kesini," jawab Rena tidak enak hati.


"Ayo.. ayo masuk ke ruang keluarga, kita bisa langsung mengobrol di sana?" ujar Oma sambil mengarahkan Rena menuju ke arah ruang keluarga.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2