Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Menginginkanmu ( Malam Pertama)


__ADS_3

Mengandung adegan (21+), harap bijak dalam membaca! Untuk anak yang di bawah umur harap skip dulu!


"Aku bisa membantumu Ren," ucap David sambil menyeringai dan mulai membuka kancing kebaya Rena.


"Yang, aku mau mandi dulu," ucap Rena.


"Aku temani ya Yang." ucap David tidak mau kalah.


"Yang....." protes Rena. Ia tahu David menginginkan haknya, namun ia merasa gugup karena ia belum pernah melakukannya.


"Baiklah sayang, pergunakan waktumu. Aku akan menunggumu," ujar David sambil melepaskan pelukkannya kemudian berjalan ke arah closet dan mengambil sesuatu.


"Pakai ini Yang. Aku ingin melihat kamu memakainya," ujar David sambil memberikan Rena sebuah baju berwarna hitam.


"Jangan lama - lama ya Yang," bisik David sambil mengedipkan sebelah matanya.


Rena pun menerima baju yang di berikan oleh David, kemudian masuk kedalam kamar mandi. Ia menggunakan waktunya untuk mandi dan membersihkan diri serta merapikan rambutnya.


Setelah selesai, Rena pun mengambil baju yang di berikan oleh David, dan ia baru menyadari bahwa baju yang di berikan oleh David adalah gaun tidur yang minim bahan yang terbuat dari lace dan satin berwarna hitam. Bagian depannya memang tertutup hingga di atas dada namun bagian belakangnya terbuka hingga sebatas pinggul. Gaun itu memiliki tali tipis di bagian pergelangan bahu untuk menyanggah gaun itu agar tidak terjatuh. Bersama gaun tidur itu terdapat sebuah underwear berwarna hitam terbuat dari lace yang sangat tipis.


Rena menelan ludah melihat gaun itu. Namun ia sadar David adalah suaminya sekarang dan ia menginginkan dirinya memakai baju itu. Mau tak mau Rena pun memakainya. Ia bahkan merasa sangat risih melihat dirinya berada di pantulan kaca. Gaun itu pun sangat pendek dan memperlihatkan bagian pahanya yang putih mulus.


"Ren, kamu sudah selesai?" tanya David sambil mengetuk pintu karena Rena memang sudah cukup lama di kamar mandi, karena ia merapikan dulu rambutnya yang sebelumnya di konde.


"Iya Yang, sebentar," ujar Rena sambil menyemprotkan parfum kesukaannya yang telah di sediakan di dalam kamar mandi.


Saat Rena membuka pintu, ia mendapati David yang sedang berdiri di depan pintu, menunggunya.


Secara reflek Rena menarik ujung gaunnya, berharap gaun hitam itu bisa memanjang beberapa centimeter secara ajaib, namun gaun itu tetap seperti semula dan tidak bertambah panjang.


David tersenyum melihat Rena keluar dengan menggunakan gaun tidur yang ia pinta. Ia terlihat sangat sexy dengan balutan gaun hitam pilihannya. Ingin rasanya ia menerkam istrinya saat itu juga, namun ia menahannya.


"Aku mandi dulu ya Ren. Kamu tunggu dulu saja di ranjang," ujar David kemudian masuk kedalam kamar mandi.


Jantung Rena berdebar kencang saat David mengatakannya.

__ADS_1


Rena sangat gugup hingga ia berjalan mondar - mandir di dalam kamar yang cukup besar itu.


Untuk menghilangkan kegalauannya. Rena pun melihat ke luar jendela, melihat ombak yang berdeburan memecah pantai. Selama beberapa saat keindahan pulau itu membuatnya melupakan gundahnya dan tidak menyadari kehadiran David di belakangnya.


David yang keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe, tidak dapat mengalihkan pandangannya dari tubuh bagian belakang Rena yang terbuka. Pundak dan punggungnya terlihat sempurna, memperlihatkan lekuk tubuh Rena yang sangat indah bagai sebuah gitar spanyol.


"Lihat apa Yang?" tanya David dari belakang, mencium pundak terbuka Rena secara perlahan.


"Yang? Kamu... sudah selesai?" tanya Rena dengan gugup. Ia merasakan getaran yang sangat dahsyat dari sentuhan bibir David di kulitnya.


"Hmmmm...." gumam David sambil menghirup aroma tubuh Rena dan mencium kulitnya dengan lembut. David benar - benar sudah mabuk kepayang, juniornya saja sudah memberontak di bawah sana.


"Aku menginginkanmu, Ren." ucap David tertahan sambil mengecupi sepanjang pundak Rena hingga ke leher dan telinganya.


Rena pun merasakan geataran dari cumbuan David dan ia pun menginginkan David.Ia pun membalikkan tubuhnya dan mereka pun saling menautkan bibir mereka dengan sangat intense.


Tangan David bergeriliya di lekuk tubuh Rena sehingga Rena pun akhirnya melepaskan ******* yang semakin membangkitkan gairah David.


Tak sabar ingin segera bercinta dengan Rena, David pun mengangkat tubuh Rena dan berjalan menuju ke arah ranjang dan merebahkan Rena di sana.


David pun tidak tinggal diam, ia pun mulai merangkak mendekati Rena dan menciumi bibir Rena, kemudian berpindah sepanjang tulang rahang dan telinga Rena.


Rena pun menutupi dua buah bukit kenyalnya dengan kedua tangannya. Ia merasa sangat malu saat David memandangnya dengan mata menggelap, tubuhnya yang nyaris tidak berpakaian.


Hanya dalam berbentuk segitiga itulah yang masih ada di tubuhnya, menutupi bagian terintim.


"Sayang, aku sangat ingin bercinta denganmu. Biarkan aku menikmati tubuhmu, dan memberimu kepuasaan," ujar David dengan suara berat. Perlahan di singkirkannya tangan Rena yang menutupi kedua bukit kembar itu, kemudian ia menghisap satu persatu pucuknya yang sudah mengeras dan menantang untuk di kecup. Sementara tangannya sibuk bergerilya kemana pun yang ia mau.


Jari jemari tangan David mulai turun ke bawah dan menyelinap masuk ke dalam segitiga terakhir pertahanan Rena.


Rena semakin mendesah tidak terkendali dan menyebut nama David berkali - kali saat David memainkan jari - jarinya disana. Menyentuh titik sensitif beberapa indera perasa milik Rena di sana.


Rena pun menggigit bibirnya mencoba menahan luapan emosi yang sedang di rasakannya itu.


"Jangan di tahan, Sayang. Biarkan, lepaskan saja!" Ujar David saat Rena hampir mendapatkan pelepasannya.

__ADS_1


"Daviiiidd..." desah Rena sambil meremas seprei yang di ranjang mereka dengan keras, dan ia merasakan luapan perasaan yang tiada bandingnya saat tubuhnya bergetar dengan hebat.


Rena merasa tubuhnya sangat lemas setelah getaran hebat yang di rasanya, belum lagi hilang sensasi yang di berikan oleh David untuknya, perlahan David membuka segitiga hitam yang di pakainya.


"Yang, kamu mau apa?" tanya Rena dengan gugup.



"Aku ingin bercinta denganmu, Sayang? Apa kamu sudah siap?" Ujar David sambil membuka bathrobenya, dan ia tidak menggunakan apapun untuk menutupi tubuhya lagi.


Mata Rena tidak berkedip melihat keseluruhan tubuh David yang ada di depannya.


"Ya ampun, apa memang sebesar itu?" batin Rena saat melihat milik David yang sangat keras berdiri dengan tegak. Rena belum melihat milik orang lain, dan ia tidak memiliki pembanding. Akan tetapi menurut penglihatannya, Rena ragu, jika milik David akan muat di tempat miliknya.


"Yang.... tunggu Yang," ucap Rena saat David mulai maju dan membuka kedua kakinya melebar.


"Kenapa, Ren?" tanya David yang sudah mulai merangkak di atas tubuh Rena.


"Nggak akan muat, Yang...." ucap Rena yang membayangkan milik David akan masuk ke dalam miliknya. David pun tertawa mendengar ucapan Rena.


"Muat sayang, jangan kuatir. Aku mulai ya," ujar David sambil mengecup kening Rena.


"I'll be gentle," ujar David menenangkan Rena, sambil ia mengecup berkali - kali bibir Rena. Sementara itu tugu miliknya sudah bermain - main di bawah sana, perlahan - lahan memasuki tempat sempit milik Rena.


Rena meringis kesakitan dan meremas bahu David dengan kencang, setiap kali David mendorong miliknya untuk masuk makin dalam. Keringat membasahi pelipis gadis itu.


...********...


Untuk sementara sampai di sini dulu ya😄



Yuklah kasih likenya yang banyak buat Bang David sama Neng Rena, biar mereka lebih semangat lagi kasih vitamin kehaluan buat para reader😙 Jangan lupa juga tinggalkan jejak komentar kalian ya🤗


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.


__ADS_2