Wanita Pilihan Ceo

Wanita Pilihan Ceo
Hasil Tes DNA


__ADS_3

Rena membuka lapisan di dalam kotak hadiah dan menemukan sebuah lingerie yang teramat sangat sexy yang terbuat dari lace yang sangat tipis, dan hanya menutup private part.


Rena menggelengkan kepalanya melihat hadiah dari Gita. Namun ternyata hanya tidak itu saja, di bawah lingerie itu masih ada hadiah yang lain dan tertutup sebuah kertas, dan saat ia membukanya ternyata sebuah buku. saat Rena membaca judulnya ternyata 'Kamasutra'.


Begitu Rena membuka buku di halaman buku itu, Rena sangat tercengang. Buku itu berisi berbagai posisi hubungan suami istri, mulai dari gambarnya dan juga keterangan cara melakukannya.


Rena menutup mulutnya melihat hadiah dari Gita itu.


Ya ampun Gita! Sergahnya.


Saat ia sedang membolak - balikkan buku itu. Ia mendengar suara langkah kaki David mendekat, dan pintu pun terbuka Rena segera menaruh buku pemberian Gita di bawah bantalnya.


"Sedang apa?" tanya David ingin tahu.


"A...aku.. sedang membuka kado," jawab Rena sambil mengangkat salah satu kado pemberian temannya.


Kado lingerie dari Gita pun perlahan di sembunyikannya di bawah bantal bersama dengan buku pemberian dari Gita.


"Ada yang kamu suka, Yang?" tanya David sambil berjalan dan duduk di samping Rena di atas ranjang.


"Ini kado, tentu saja aku suka," jawab Rena sambil tersenyum canggung.


David mengangguk, walaupun ia sedikit heran dengan keanehan sikap Rena. Tetapi David tidak terlalu memaksannya, karena ada suatu hal yang ia ingin sampaikan kepada Rena.


"Ren, aku mendapat surat ini?" ujar David sambil memperlihatkan sebuah surat yang masih terlipat di dalam amplop yang tertutup rapat.


Rena mendekati David dan meraih amplop itu.Amplop dengan kepala surat laboratorium yang cukup terkenal di kota mereka.


Rena memandang David tidak paham maksudnya.

__ADS_1


"Ini adalah perbandingan Tes DNA ku dengan Farhan," terang David.


Dan Rena baru paham.


"Kau mau membukanya?" tanya Rena.


"Ya. aku mau membukanya sekarang," jawab David.


Rena pun mengangguk dan membereskan kado - kado yang ada di atas ranjang ke dalam kotaknya dan menaruhnya di lantai atas. Setelah itu ia duduk di samping David lagi.


David membuka amplop surat itu dan mengelurkan kertas yang ada di dalamnya. David membacanya sesaat kemudian menoleh ke arah Rena.


"Apa katanya?" tanya Rena ingin tahu.


David tidak menjawab dan hanya menatap Rena. Rena yang sangat penasaran pun meraih kotak surat itu dan mulai membacanya.


Ada beberapa tabel dan hasil tes tertentu dan keterangan mengenai hasilnya ada di bagian yang paling bawah.


"Aku sudah mengira dia memang bukan anakku, Ren." ujar David sambil tersenyum.


"Kenapa Aleta tega melakukan itu? Mengaku jika dia adalah anakkmu, Yang?" tanya Rena, walaupun ia lega, anak itu bukan anak dari David, tetapi ia masih heran kenapa Aleta melakukan itu.


Berbohong akan identitas anak akan merugikan bagi anak itu sendiri nantinya. Rena pun merasa kasihan dengan Farhan.


"Aku rasa, dia ingin aku kembali kepadanya. Dan anak adalah alasan yang paling masuk akal baginya," jawab David.


"Tetap saja tidak seharusnya ia melakukan itu," ucap Rena, terdengar nada kesal dari suaranya.


"Apa kamu cemburu pada Aleta?" tanya David.

__ADS_1


"Cemburu? Tidak Yang! Aku hanya kasihan pada Farhan. Anak itu tidak berdosa. Semoga hal ini tidak sampai terdengar olehnya." ujar Rena.


"Kamu perhatian sekali pada Farhan.Apa kamu sudah tidak sabar ingin punya anak?" tanya David dari serius berubah menjadi menggoda Rena.


"Punya anak?" gumam Rena.


"Apa aku sudah siap punya anak," ucap Rena dalam batin.


"Iya. Punya anak. Anak kita sendiri," ujar David sambil bergeser mendekati Rena.


"Mau buat sekarang," tanya David dengan berbisik sambil mencium telinga Rena dan memeluk tubuh Rena.


"Yang, mengenai itu.... kita belum membicarakannya," ucap Rena tiba - tiba.


"Maksudmu?" tanya David sambil menoleh ke arah wajah Rena.


"Aku nggak tahu, apakah aku akan siap," ujar Rena dengan gugup.


"Aku tidak ingin menundanya, Yang. Aku ingin anak darimu secepatnya," ujar David sambil memutar tubuh Rena.


"Tapi Yang, aku masih 22 tahun," ujar Rena


"Dan aku sudah 30 tahun, sayang," balas David.


Rena tertegun.


"Aku tidak ingin menundanya lagi dan aku harap kamu pun mengerti," ujar David.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2