
Di rumah kediaman Alfaro, Austin dan Rena sedang bersiap - siap untuk menghadiri malam amal yang di selenggarakan oleh Gubernur. Seluruh pengusaha dan warga masyarakat terpandang di undang untuk ikut memeriahkan malam dana itu.
Austin dan Rena mewakili PT. DPA pun ikut di undang.
Rena turun dari kamarnya di lantai dua dengan memakai gaun organza dan little berwarna navy yang sangat kontras dengan warna kulit Rena yang putih bersih.
Di ruang keluarga, Austin yang menggunakan setelan jas berwarna dark grey tengah menunggu Rena.
Austin tersenyum melihat adiknya yang sangat cantik itu turun dari tangga.
"Kamu cantik sekali, Dek." ujar Austin sambil merangkul adiknya dan berjalan menuju mobil di depan rumah. Tirta telah menunggu mereka.
Austin telah mengatakannya bahwa ia akan memperkenalkannya sebagai Renatta Azaria Putri Alfaro. Bagaimana pun ini kali pertama Rena tampil di depan publik sebagai Renatta Azaria, adik dari Austin Leonard Alfaro.
Walaupun Rena berusaha tetap bersikap tenang, namun ia tetap merasa was - was.Apalagi Austin telah menceritakan bahwa Malvin Dirgantara datang ke rumah mereka kemarin sore, saat Rena dan David pergi ke kediaman David untuk makan malam.
"Jangan kuatir Ren, kan ada Abang yang melindungimu. Malvin tidak akan berani macam - macam di acara seperti ini. Kamu jangan jauh - jauh ya dari Abang," ujar Austin mengingatkan.
"Iya Bang," jawab Rena.
Hanya kurang dari setengah jam, mobil mereka telah merapat ke lobby hotel tempat acara amal penggalangan dana berlangsung. Pihak EO acara menyambut mereka dan mempersilahkan mereka masuk.
Dalam perjalanan mereka menuju ke dalam hotel, para wartawan yang telah menunggu di sana pun telah mengenali Rena sebagai kekasih dari David, mereka tampak sangat antusias menayakan hubungannya dengan Austin Leonard Alfaro dan Alexander David Mahendra.
"Pak Austin, siapa yang sedang bersama dengan Bapak?"
"Bukankah anda adalah kekasih Alexander David Mahendra? Apa anda sudah putus?"
"Mbak, apa sekarang anda berpacaran dengan Austin Leonard Alfaro?"
Pertanyaan dengan siapa Rena berhubungan terus bergulir sepanjang mereka berjalan di atas karpet merah. Tiba - tiba Austin berhenti.
"Perkenalkan, ini adik saya Renatta Azaria." ujar Austin pada para wartawan itu. Tak ayal mereka pun mengambil foto dan bertanya lebih lanjut.
__ADS_1
"Mbak Renatta, kenapa anda baru saja muncul? Kemana saja Mbak Renatta selama ini?"
"Apakah anda masih berhubungan dengan Alexander David Mahendra? Dan kapan kalian akan menikah?"
Namun Austin dan Rena pun tidak membuat statement lain dan langsung masuk ke dalam tempat acara.
Rena menghela nafas dan menyadari, jika inilah babak baru dari dirinya kembali sebagai Renatta Azaria.
Austin berbaur dan bercakap - cakap dengan tamu - tamu yang lain dan Rena selalu ada di sampingnya. Ia memperkenalkan Rena sebagai adiknya, Renatta Azaria Putri Alfaro.
...******...
Di kediaman keluarga Handono, Malvin menunggu Mira dengan tidak sabar. Sebenatr - sebentar ia melirik jam tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 18. 45.
Malvin sangat tidak sabar untuk datang ke acara amal tersebut. Arka yang ia tugaskan untuk memata - matai jalannya acara amal telah mengkonfirmasi kehadiran Austin dan juga Renatta di acara tersebut. ia sangat ingin sekali bertemu dengan Renatta Azaria, dan Austin tidak bisa menyembunyikannya lagi dari dirinya.
Akhirnya Mira keluar juga dan dia tersenyum menemui Malvin. Ia sama sekali tidak tahu jika Renatta telah benar - benar kembali dan ada di acara amal tersebut bersama dengan Austin.
"Kenapa kamu selalu lama sekali?! Kita sudah hampir terlambat!" Umpat Malvin kesal saat Mira sudah ada di dekatanya.
"Iya, iya. Aku sudah berusaha untuk cepat." ujar Mira.
Malvin pun segera masuk ke dalam mobil dan di ikuti oleh Mira. Sepanjang perjalanan Malvin merasa tidak tenang, pikirannya selalu tertuju pada foto Renatta Azaria yang di lihatnya kemarin.
Saat sampai dia lobby hotel tempat acara berlangsung, mereka pun segera keluar dan berjalan di karpet merah seperti biasanya dan sambut oleh para pencari berita yang menanyakan tentang pernikahan mereka. Mira tentu saja sangat antusias menjawab pertanyaan para wartawan itu, sementara Malvin hanya diam menunggu dengan tidak sabar.
Akhirnya setelah beberapa saat Malvin menarik lengan Mira dan berkata pada para wartawan, "Terima kasih atas waktunya".
Ia pun segera menarik Mira masuk ke dalam tempat acara.
Mereka berdua datang terlambat acara sudah di mulai saat petugas EO mulai memandunya dan Mira ke arah tempat duduk mereka, sedangkan tamu para undangan yang lain telah duduk di tempat mereka masing - masing. Tamu undangan duduk bersama dalam beberapa meja bundar.
__ADS_1
Saat itulah Malvin melihat Renatta duduk di samping Austin. Ia pun tidak bisa melepas pandangannya dari sosok Renatta Azaria, sayangnya Malvin tidak duduk bersama dengan gadis yang di idamkannya itu. Renatta duduk sekitar empat meja di depan mejanya dan Mira. Malvin tidak menyangka ia bisa melihat lagi Renatta Azaria Putri Alfaro, gadis yang sangat ia idam - idamkannya selama ini. Kini Gadis itu telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang sangat cantik. Malvin pun menyadari tidak hanya dirinya yang memandangi wajah Renatta Azaria, tetapi juga beberapa para tamu undangan yang lainnya. Dia sungguh sangat menarik perhatian pria - pria yang sedang ada di sana. Dan Malvin kali ini tidak ingin kehilangan Renatta lagi. Ia bertekad untuk mendapatkannya kembali. Apapun resikonya.
Di sampingnya, Mira sedang asyik mengobrol dengan seorang wanita di sebelahnya. Tampaknya suasana hati Mira sedang senang karena bertemu dengan wartawan yang menanyakan perihal pernikahannya yang akan di langsungkan minggu depan, sehingga ia masih tidak menyadari kehadiran Renatta, dan betapa Malvin Dirgantara, calon suaminya terpesona olehnya.
Di lain pihak Rena dan Austin berpikir, jika Malvin tidak hadir di acara tersebut, karena sampai acara di mulai mereka berdua pun belum melihatnya. Dan Rena pun menarik nafas lega.
Akhirnya acara formal pun berakhir dan di lanjutkan dengan acara santai dengan hiburan artis - artis ibu kota yang memeriahkan acara tersebut sambil menunggu penghitungan sejumlah dana yang terkumpul.
Rena menggunakan kesempatan itu untuk pergi ke toilet, membenarkan kembali lipstiknya setelah jamuan makan malam.
Setelah akan kembali ke mejanya Rena melihat Malvin Dirgantara berada tak jauh darinya dan sedang menatapnya.
Jantung Rena berdegup kencang, namun ia berpikir untuk mengabaikan Malvin dan berusaha tidak menunjukkan rasa takutnya.
"Renatta...," panggil Malvin saat Rena hampir melewatinya. Namun Rena berpura - pura tidak mendengarnya dan mengabaikannya, akan tetapi Malvin langsung menarik lengannya.
"Renatta, ternyata ini benar - benar kamu." ujar Malvin sambil menatapnya dan memegang lengan Rena dengan kuat hingga Rena meringis.
"Lepaskan!" Pekik Rena sambil menatap laki - laki yang ada di hadapannya.
...***********...
*Ekhmm...ekhmmmm bisakah kalian kasih likenya yang banyak buat author dan kasih jejak membaca. Karena like dan komentar dari kalian itu sangat berharga banget buat author. Jadi kita kita sama - sama saling memberi semangat yuk, kalian kasih like author juga akan selalu semangat buat double up. Jangan lupa juga untuk kasih hadiah 🌷 ataupun ☕ dan sajen votenya ya. Hari ini author udah kasih triple up sekaligus loh panjang Bab nya aja udah seperti tali jemuran loh masa nggak ada yang mau berbaik hati buat kasih semangat ke author. Dahlah bikin sedih aja😢
Makacih*....
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masiy banyak typho.
Jangan lupa untuk like komen, vote da hadiahnya.
__ADS_1